The first 197 lines.
Siapa kau?
Apa? Itu katak.
[Kau ingat Sel Cinta Woong yang memasuki hati Yu-mi...]
Hai, Sel Cinta Yu-mi.
Siapa kau?
Aku Sel Cinta Woong.
Itu benar!
Kau tidak pulang?
Aku akan pulang. Jika waktunya tepat.
- Jika waktunya tepat? - Apa?
Saat pria dan wanita berciuman,
lubang cacing cinta terbuka.
Lubang cacing cinta terbuka!
Teman-teman, aku akan pergi sekarang.
Sampai jumpa!
Kita sudah akrab. Sedih melihatmu pergi.
Jangan sedih. Kita akan sering bertemu.
Sakit!
Bahkan tanganmu indah.
- Masuklah. - Baik, sampai jumpa.
- Yu-mi. - Ya?
[Setelah hari itu, lubang cacing sering terbuka.]
Mereka pasti berciuman lagi.
Hai, Lapar! Aku kembali!
- Bisa beri aku satu? - Tidak.
Anjing pintar.
Woong. Panas.
Panas? Jangan, itu tidak baik.
Saat malam pun panas. Sekarang memang musim panas.
Kau benar.
Masih satu jam lagi sebelum filmnya mulai.
Mau menunggu di dalam tempat sejuk?
- Kedengarannya bagus. - Ayo.
Duduklah. Nanti kubawakan.
Woong.
Ada sesuatu yang ingin kucoba denganmu.
- Apa itu? - Itu...
- Kau harus menggunakan tubuhmu. - Apa?
Aku harus menggunakan tubuhku?
Aku tidak mengerti maksudmu.
Kau tahu. Itu...
Setelah melakukan itu, kau kehabisan napas,
dan kau banyak berkeringat.
Benarkah?
Aku penasaran apa itu.
Ya. Tapi
aku sungguh ingin melakukannya,
tapi tidak yakin kau akan menyukainya.
Aku suka.
- Aku belum mengatakan apa itu. - Aku tetap suka.
- Jangan berubah pikiran nanti. - Tidak akan.
Kalau begitu, ayo lakukan ini!
Lari maraton.
Aku selalu berpartisipasi sendirian,
tapi aku tidak akan kesepian tahun ini.
Kenapa?
Kau menipuku.
Kenapa? Apa yang kau pikirkan?
Bukan apa-apa.
Apa?
Ada apa?
Teh susu gula hitam Anda sudah siap.
Terima kasih.
Tunggu aku.
Menyegarkan. Enak sekali.
Tunggu. Aku terus menerima pesan dari kantor.
Para berandalan ini pasti kesulitan melakukan sesuatu.
Apa?
- Ada apa? - Apa?
Kenapa kau menatapku?
- Aku hanya menatap. - Hanya menatap?
- Aku tak boleh menatapmu? - Boleh.
Aku tampan, bukan?
Kau tidak tampan, tapi manis.
Halo?
Kau menelepon, jadi, bicaralah.
Halo? Aku tidak sadar kau sudah menjawab.
Apa masalahnya?
Ya. Louis tidak menjawab.
Suruh dia mencobanya dengan punyaku. Punyaku tidak ada masalah.
Ya. Suruh dia meneleponku saat kembali.
Baiklah.
Ada apa? Apa ada masalah?
Tidak. Bukan masalah besar.
Temanmu itu, bukan? Yang paling dekat denganmu.
-Louis? - Tidak, bukan Louis.
Bukankah itu temanmu si pengarah seni?
- Apakah Sae-yi? - Ya, Sae-yi,
tapi kami tidak sedekat itu.
Apa? Bukankah kalian memulai perusahaan bersama karena kalian dekat?
Kami butuh pengarah seni.
Kami seperti kucing dan anjing. Kami selalu bertengkar.
Kalian terdengar sangat dekat jika kau katakan seperti itu.
Itu memang benar.
Tapi Sae-yi itu
nama yang feminin, jadi, orang pasti mengira dia wanita.
Dia memang wanita.
- Apa? - Sae-yi itu wanita.
Aku tak tahu dia wanita.
Apa aku lupa memberitahumu?
[Debat Satu Detik, Bisakah pria dan wanita berteman?]
Tak ada waktu, jadi, langsung saja.
- Pertama, Akal... - Aku! Aku mau lebih dahulu!
Pria dan wanita tak bisa berteman!
Itu karena...
Itu karena...
Itu mustahil!
Pertemanan atau bukan! Tidak akan kuizinkan!
Alasan aku tak akan mengizinkannya... Tak ada alasan.
Aku tidak akan mengizinkan itu.
Apa maksudmu? Cobalah untuk masuk akal.
Akal, berikan argumenmu.
[Debat Satu Detik, Bisakah pria dan wanita berteman?]
Akan kujelaskan kenapa pria dan wanita bisa berteman dengan jelas dan ringkas.
Aku menyiapkan banyak materi...
Aku tidak mau mendengarnya!
Akal mungkin bisa menerimanya, tapi aku tak bisa!
Tidak ada pertemanan antara pria dan wanita!
Emosi. Waktu debat hampir habis.
Satu detik sudah berlalu. Jika begini, Yu-mi akan tampak kesal.
Aku sangat kesal sekarang.
Tidak bisa. Keluarlah, Reaksi Nomor Satu.
Kau memanggilku? Aku harus bereaksi seperti apa?
Benarkah? Kukira dia pria.
- Benarkah? - Ya.
Pantas saja. Kupikir namanya terdengar feminin.
Benar. Itu bukan nama maskulin.
Benar.
Tidak!
[Sel Intuisi bisa melihat masa depan Yu-mi lebih awal.]
Teman-teman!
Teman-teman. Sel Intuisi datang.
Sel Intuisi. Sedang apa kau di sini?
[Debat Satu Detik, Bisakah pria dan wanita berteman?]
Teman-teman, aku punya firasat.
Kudengar teman Woong, Sae-yi, seorang wanita.
Ya, benar. Lalu kenapa?
Sesuatu akan terjadi pada Yu-mi?
Sae-yi terdengar sangat cantik.
- Lalu... - Lalu?
Kurasa dia tak punya pacar!
- Apa? - Apa?
Benar juga.
Itukah alasannya?
Apa?
Louis satu-satunya yang keluar untuk minum waktu itu.
Apakah Sae-yi tidak bisa datang karena menemui pacarnya?
Aku meragukannya. Dia tidak punya pacar.
Aku mau ke toilet.
Dia tak punya?
Kenapa tidak? Apa mereka putus?
Aku belum pernah melihatnya punya pacar.
Aku akan segera kembali.
Aku punya firasat lain!
Teman-teman!
Apa? Dia kembali.
Kenapa kau datang lagi?
Soal temannya, Sae-yi.
Aku punya firasat dia menyukai Woong.
- Apa? - Apa?
Kurasa Woong dahulu menyukai...
Cukup!
Kurasa ini bukan waktu yang tepat bagimu untuk maju.
Tidak ada fakta yang mendukung teorimu.
Benar. Tidak ada.
Kita juga tak tahu apa itu benar.
Aku hanya memberitahu kalian agar kalian bisa membahasnya.
Yu-mi dan Woong sangat akur sekarang.
- Mereka bahagia. - Benar!
Tapi kenapa dia harus khawatir lebih awal karena ide tidak berdasar?
Dia tidak perlu khawatir lebih awal.
Kalau begitu, aku pergi sekarang!
Ada apa dengannya?
Jangan dipikirkan.
Apa hubungan gender dengan pekerjaan? Kekanak-kanakan sekali.
Kim Yu-mi! Berhentilah mengkhawatirkannya.
Ya, halo?
Ya, Pak Nam.
Aku sudah pulang.
Ya, aku di luar...
Apa?
Bisakah kau merevisinya dan segera mengirimkannya?
Aku harus mengirimkannya kepada mereka pukul 21.00.
Tapi aku sudah di Ilsan.
Aku tak bisa kembali ke kantor.
Baiklah.
Kalau begitu, aku akan ke warnet dan meneleponmu kembali.
Baiklah. Terima kasih.
Ada apa? Apa ada masalah?
Tiba-tiba dia bilang aku harus merevisi laporan.
Masih ada waktu sebelum filmnya mulai?
Masih.
Waktu kita sekitar 40 menit.
Kau mau tetap di sini?
Aku akan pergi ke warnet.
Aku tidak membawa laptopku.
Kalau begitu, ayo ke rumahku.
No comments yet. Be the first to leave one.