The first 200 lines.
Ja-Oh.
Anak-anak mau ke mana?
Anak-anak "menyukai telur" belakangan ini.
Kami hanya ingin membuat sejarah
dengan bermain gim di tahun 2000.
Makanan untuk acara Tahun Baru adalah kebanggaan.
Karena ini Tahun Baru, kami, Keluarga Jarasjam,
memberi kalian masing-masing 100 baht.
Ambil dan nikmatilah.
Serahkan kepada klien jika sudah siap.
Ini.
Terima kasih.
Pergilah, Sing.
Begitu kamu mendapatkan uangnya, berikan kepadaku.
Hati-hati di jalan.
Sayang.
Menurutmu apa yang akan dibelikan putra kita untuk teman-temannya?
Namun, apa dia akan membeli sesuatu?
Maksudmu dia akan menipu uangku?
Bukan begitu.
Maksudku, apa dia bisa memikirkan sesuatu untuk dibeli?
Dia mungkin akan membagikan uang kepada temannya saat ini.
Bagaimana kamu tahu?
Apa dia akan bersikap sepertiku?
Bagaimana mungkin aku tidak tahu?
Aku ibunya.
Apel tidak pernah jatuh jauh dari pohonnya.
Sebenarnya tidak perlu semirip itu.
Namun, apa salahnya mewarisi kepribadianku?
Aku mudah dicintai, itu sebabnya kamu jatuh cinta kepadaku.
Kamu sangat egois.
Panas sekali di sini. Haruskah kita menutup toko sebentar?
Kita baru saja turun.
Aku belum puas. Ayo.
Aku harus menyelesaikan pekerjaan dahulu.
Aku akan menunggu di kamar.
Ikuti aku masuk.
Sial.
"Malam Tahun Baru"
Ada yang tersangkut di gigiku.
Apa?
Hei. Hei.
Apa lagi yang kamu keluhkan tentangku?
Hei, tidak perlu sekaget itu.
Ada yang ingin kutanyakan.
Ini, duduklah. - Duduklah di sini, Lin.
Pergilah. - Di sini, Lin.
Kamu bisa duduk di sini.
Apa yang ingin kamu tanyakan, Lin?
Kamu juga bisa bertanya kepadaku.
Masalahnya,
kalian masih akan bermain gim di Malam Tahun Baru?
Tentu saja.
Kuberi tahu, bermain gim kali ini bukan hal biasa.
Ini penciptaan sejarah.
Bagaimana? Kedengarannya luar biasa.
Kalian tidak takut?
Apa yang perlu ditakutkan?
Hantu Y2K.
Orang-orang di Bangkok sangat paranoid tentang itu.
Rumor memang beredar.
Hantu tidak nyata Ja-Oh.
Benar, tidak ada hantu.
Benar.
Entah apa itu benar,
tapi cerita yang kudengar sangat menakutkan.
Tentang apa ceritanya?
Kalian sudah menonton film "The Ring"?
Saat hantu keluar dari TV?
Ayahku menunjukkannya kepadaku.
Bahkan ayahku takut.
Film itu sangat menakutkan.
Paman Haeb menyewakan filmnya.
Ada versi novelnya juga.
Bahkan Paman Haeb berpikir itu menakutkan.
Apa itu yang kamu tunjukkan kemarin?
Yang ada wanita yang tewas di kolam?
Lin, bagaimana ceritanya setelah itu?
Seperti ini, Kawan-kawan.
Ini kutukan seorang wanita
yang tersetrum oleh komputer.
Pada Malam Tahun Baru, hantunya akan muncul di sistem internet.
Hantu wanita akan membunuh siapa pun
yang menyalakan komputer di Malam Tahun Baru.
Aduh!
Aduh!
Aduh!
Tidak hujan,
tapi kenapa ada suara petir?
Maaf, aku hanya memindahkan kursiku.
Sialan, Ja-Oh!
Kalian ketakutan setengah mati hanya karena itu?
Apa kalian masih berpikir untuk bermain gim?
Hei.
Hei.
Siapa yang takut?
Tidak ada.
Benar, bukan?
Hantu tidak nyata.
Benar.
Kamu takut?
Aku sama sekali tidak takut.
Kamu takut? - Tidak.
Aku sama sekali tidak takut.
Ada apa?
Masuk saja ke sana.
Paman mengagetkanku.
Kenapa gelap sekali di sini, Paman?
Tentu saja gelap. Paman tidak menyalakan lampu.
Sial, kupikir ini film horor.
Apa yang kalian takutkan?
Toko paman tidak ada...
Paman?
Kenapa komputernya bisa menyala sendiri?
Tong.
Tong, kamu mau ke mana?
Pao, kamu juga.
Cepatlah. - Tong!
Kamu punya jimat, Berengsek.
Tidak! Tidak! - Kamu yang maju.
Dong punya jimat. - Ayo, kamu maju.
Hantu takut pada jimat Buddha, Dong. Hantu takut pada jimat Buddha.
Hantu takut pada jimat Buddha,
jadi, pergilah, Dong.
Cepatlah.
Kita mau ke mana?
Paman pergi ke mana?
Aku takut.
Aku takut.
Ja-Oh!
Ja-Oh! Ada apa?
Ada apa, Ja-Oh?
Ada apa?
Ada apa, Ja-Oh?
Sudah keluar?
Tidak akan hilang jika kamu menggosoknya seperti itu, Mai.
Lakukan lebih keras! - Baiklah.
Tunggu.
Mai!
Kamu ingin yang keras, ya?
Mai. - Tenanglah, Ja-Oh.
Mai! Pao!
Pao!
Pao!
Ini, Pao!
Kamu mau ke mana?
Kamu mau ke mana, Pao? - Pao.
Kamu cukup licik karena bekerja sama dengan Paman Khai
untuk mengerjai kami.
Aku hebat, bukan?
Ini.
Hadiah Tahun Baru.
Untukmu.
Aku belum menerima kartu Tahun Baru sejak kelas empat.
Hadiahmu sangat kekanak-kanakan.
Itu sangat kekanak-kanakan,
karena sangat cocok untukmu.
Tapi itu tidak sehebat hadiahku.
Kamu menyiapkan sesuatu?
Sungguh?
Ini.
Hei!
Berikan, akan kutunjukkan.
Begini cara melihatnya.
Ini yang selalu ingin kamu lakukan, bukan?
Ini kartun, jadi, aku bisa melakukan apa pun dengan itu.
Manis sekali.
Terima kasih.
Ya.
Selamat Tahun Baru.
Kamu juga.
Kamu lihat apa?
Bukan apa-apa.
Apa ini?
Aku baru membeli pakaian baru, kamu masih akan menusuknya?
Itu tanda untuk murid yang baik.
Tidak ada masalah.
Sebenarnya ini keren.
Pekerjaanmu sudah selesai?
Hei, Tong!
Aduh!
Ada apa?
Selesaikan pekerjaanmu, kamu tidak akan menyelesaikannya.
Aku bisa melakukannya nanti. - Tidak.
Tidak ada "nanti" dan jangan bermalas-malasan.
Cepat!
Kamu menusuk semua bajuku sampai tidak ada sisa.
Kamu menusuknya setahun penuh, dan sekarang kamu menusuknya juga?
Keluarkan pekerjaanmu dan mulailah mengerjakannya.
Jadi, aku tidak perlu menusukmu.
Kamu mau aku menusukmu?
Aduh!
Tong.
Kamu mau nomor berapa? Berapa kali kocok?
Bukan urusanmu. - Apa?
Bagaimana denganmu, Bank? - Bukan urusanmu.
Apa-apaan ini? Kenapa tidak ada yang bermain denganku?
Kasihan sekali. Baiklah, aku akan bermain denganmu.
Hei, kamu mau nomor berapa? - Tiga.
Berapa kali kocok?
No comments yet. Be the first to leave one.