The first 200 lines.
Terjemahan oleh : jameslango
Grup Kedua, cepat ke posisi.
Putari sisi kiri, dan menyebar.
Siap?
Siap, Lettu.
Kuulangi, Sersan...
katakan pada anak buahmu, kita serang dengan senyap.
Siap, ndan!
Kita bergerak diam-diam.
Jangan bersorak untuk tanah air dulu!
Jangan ada yang teriak yel-yel!
Dan jangan mengeluarkan suara apapun. Kau mengerti?/ Siap, ndan!
Banyak anak baru disini, mereka pasti berisik.
Diam, jangan bersuara.
Kenapa kita harus begitu?
Lebih baik kau berterima kasih pada komandan.
Selama Jerman tak menyadari kedatangan kita...
peluang kita lebih besar untuk merebut parit itu.
Vanya...
kau sedang bicara pada diri sendiri?
Aku bercanda.
Eliseev!
Kau sedang apa?
Pin-ku hilang.
Pin-mu? Berikutnya adalah kepalamu.
Cepat ke posisimu sekarang!
Siap, pak.
Semuanya diam.
Diamlah.
Pozdnyakov./ Hah?
Kau punya granat?
Aw, ayolah.
Granat, sekarang!
Ini!
Alex, kau tak apa-apa? Cepat maju!
Dasar bajingan!
Kau masih hidup?
Schneller!
Baiklah, ikuti aku./ Ya.
Ayo maju.
Barkov, merunduklah!
Jadi, bagaimana keadaannya?
Indah sekali pagi ini.
Sepertinya pasukan Jerman sudah pergi, komandan.
Kita aman!
Sebenarnya...
kita beruntung berhasil merebut desa ini.
Beruntung?
Apa maksudmu?
Yah, kita memberondong pakai manusia, bukan peluru.
Yang depan jadi martir.
Bukankah itu karena semangat juang kita?
Dan kehebatan pasukan kita?
Kita takkan bisa sejauh ini...
jika pasukan kita sedikit.
Jika kita kehilangan banyak pasukan...
dalam merebut setiap desa...
kita takkan bisa mencapai Berlin.
Diamlah, Machikhin. Itu perintah.
Sudah cukup kacau disini.
Siap, ndan. Maafkan aku.
Hei...
orang sok bijak.
Apa pekerjaanmu sebelum perang dimulai?
Aku akuntan di perusahaan pertanian.
Di sebuah perusahaan pertanian...
saat musim dingin...
akuntan kita jatuh ke danau...
dan membeku sampai ke testisnya.
Apa-apa...
Minta rokoknya.
Sudah kubilang...
seharusnya kau menyesal jadi akuntan.
Pikirkan itu.
Perwira Kamerad...
minta izin untuk geledah desa ini?
Mungkin ada yang berguna.
Lagipula bekal kita tak cukup sampai malam nanti.
Lain kali kau tak boleh memberi...
arahan pada komandan.
Kuizinkan, sana pergi./ Baiklah.
Biar aku saja.
Orang Bijak.
Bukan salahku senjatanya rusak.
Kita rakit senjata baru...
dari dua senjata yang rusak, setuju?
Kau mau ikut aku?
Laporkan sisa amunisi...
dan jumlah korban jiwa 10 menit lagi.
Yang berhasil diidentifikasi adalah...
Letnan Komarin dan Sertu Pavlenko...
sudah tewas.
Jerman meremehkan pasukan kita.
Kita berhasil merebut desa ini, dan kita harus mempertahankannya.
Kawan, coba lihat ini.
Usovo ada disini.
Panovo, disini.
Disini dan disini, adalah pasukan Jerman.
Tepat ditengah-tengah ini adalah Ovsyannikovo.
Kita terjebak disini seperti macan ompong.
Lebih baik kita rebut Usovo atau Panovo.
Atau kita bisa menjadi sasaran empuk bagi mereka.
Sekarang, mungkin Jerman sedang mengumpulkan pasukan.
Mereka akan mencoba menyerang kita kembali.
Sysoev?/ Hah?
Kau menggantikan Komarin.
Siap, ndan.
Lavrov.
Kau menggantikan Letnan Pavlenko.
Kita butuh orang pintar...
sebagai penggantinya.
Oganesyan...
kawat berduri itu harus dipindahkan...
ke batas desa.
Kita terlalu mencolok. Tak ada tembok atau parit.
Lavrov./ Siap.
Bawa yang terluka ke gubuk yang bersih.
Sysoev...
pasang perimeter.
Dan awasi sekeliling dari runtuhan gereja.
Uh-huh. Siap, ndan.
Baiklah, kawan. Ayo kerjakan./ Siap, ndan.
Coba lihat kerajinan tangan ini.
Lettu...
bajingan itu... mereka tahu yang mereka lakukan.
Ya, Kartsev.
Lubang ini menghabisi setengah pasukan kita.
Ya...
mungkin Machikhin benar.
Kita beruntung berhasil merebut desa ini.
Komarin tewas.
Dia digantikan oleh Sysoev, dan kau...
kau menggantikan posisinya. Kau menjadi komandan peleton.
Aku tak bisa memimpin, pak.
Aku bisa lakukan hal lain.
Aku bisa menjadi kurirmu. Kurasa aku mahir dalam hal itu.
Kenapa kau tak mau jadi komandan?
Aku bukan jagoan. Maksudnya, pemimpin.
Kostya, aku tahu dulu kau gangster.
Kau seorang penjahat.
Tidak, pak. Bukan aku.
Mereka merusak lidahku...
dengan kata-kata kutukan, pak.
Aku dapat itu dari Maryina Roshcha.
Daerah berbahaya.
Kau tahu bagian kecil Moscow itu?
Ya.
Kita bertingkah bak preman disana.
Baiklah, kau jadi kurirku saja.
Siap, ndan!
Ada apa, prajurit?
Zhurkin, kau terluka?
Aku hanya...
ingin menyasar tangannya.
Dia angkat tangan.
Dia terpeleset dan jatuh di...
disana.
Aku tak bersalah. Aku tak bersalah.
Sialan, tepat kena matanya.
Kau berhasil membunuhnya.
Dia tukang cukur dari Bryansk.
Saat pelatihan, dia antusias sekali.
Dia sedang trauma, punya sesuatu untuk membuatnya tenang?
Hah?/ Minuman beralkohol!
Itu maksudku tadi, pak.
Kita kehabisan cemilan dan minuman.
Aku akan periksa gubuk itu.
Mungkin ada makanan atau rokok.
Bantuan logistik kita mungkin akan telat.
Bagus, biar aku saja.
Seseorang harus merawat Zhurkin.
Siap, ndan.
Lalu laporkan kondisinya padaku.
Dan awasi gereja itu.
Siap laksanakan, Lettu!
Sekarang kita lihat...
Barkov!
Barkov!
Apa?/ Cepat kesini.
Zhurkin sedang trauma.
Dia butuh bantuanmu.
Memangnya kau mau apa?
Kau bisa lakukan itu sendiri.
Komandan memberiku tugas baru.
Aku kurirnya sekarang.
Lihat, dia berhasil membunuh Jerman.
Barkov.
Lihat. Tampaknya Zhurkin membunuh bajingan itu...
dengan cara yang kejam.
Langsung tewas di tempat.
Ya Tuhan.
Dia bisa membaik dengan...
alkohol, jika kau punya.
Pergilah kau, berengsek.
Aku ingat...
perang terakhir dengan Jerman.
Pada perang itu...
Kami bisa membalikkan keadaan.
Semua orang memakai pakaian bersih.
Pendeta memimpin doa.
No comments yet. Be the first to leave one.