The first 200 lines.
Sub bY NETFLIX
Resynced == ANANG KASWANDI ==
LOKASI, KARAKTER, ORGANISASI, DAN KEJADIAN
DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI
Ha-nee.
Kita anggap saja ayahmu sudah meninggal.
- Kenapa? - Itu...
Dalam menjalani hidup, terkadang ada orang yang ingin kau anggap sudah meninggal.
Kau akan mengerti waktu besar nanti.
Kenapa?
Apa? Astaga.
Ini bermula saat aku penasaran soal siapa ayahku.
Gelasnya licin, jadi, jatuh.
Sejak awal aku sadar itu akan membuat ibuku sedih.
Kalian sudah membuat permohonan?
Jika begitu,
sekarang kita berlomba untuk meniupnya lebih dahulu.
Sejak itu, aku selalu membuat permohonan yang sama
setiap tahun.
"Tolong buat aku tak penasaran soal ayahku."
UNTUK ANAKKU NANTI OH
Namun...
OH YEON-WOO NOH AE-JEONG
Permohonanku...
OH YEON-WOO NOH AE-JEONG
2 SEPTEMBER 2006 HA-NEE YANG BERHARGA
...tidak terkabul.
Ha-nee! Pak Oh datang.
- Astaga, ayo masuk. - Malam, Bu Choi.
Karena sekarang,
aku benar-benar penasaran soal ayahku.
EPISODE 3
Harus kuakui
bahwa kau adalah orang yang hebat,
dan aku bukan siapa-siapa dibandingkan dirimu.
Itu sebabnya aku kemari hari ini meskipun kesal kau telah berhasil.
Apa ini
- satu-satunya tujuanmu? - Ya.
Aku tak meminta izin, hanya memperingatkanmu.
Seseorang yang menulis cerita berdasarkan diriku tanpa izin
tak berhak menolak.
Baiklah.
Aku sudah paham
tujuanmu.
Namun, aku punya alasan lain.
Apa kau mau jawab jika aku bertanya?
THUMB FILM
KELUARGAKU
Baiklah. Makan malam siap.
Baik.
Kau punya waktu sampai minumku habis.
Setelah itu, tolong jawab soal tawaranku.
Baiklah.
Aku juga hanya akan bertanya satu hal.
Ke mana saja kau selama ini?
Ke mana kau selama 14 tahun?
Kalau begitu, kau mau?
Apa?
Mari kerjakan proyek ini bersama.
Setelah itu, akan kukatakan alasan kita putus.
Kenapa tertawa? Perkataanku lucu?
Ae-jeong.
Menurutmu kau bisa tawar-menawar kontrak denganku
dengan penyebab putusnya hubungan kita?
Apa kau pikir aku masih menyukaimu?
Aku adalah Cheon Eok-man.
Aku bukan Oh Dae-o yang kau kenal dahulu,
tapi penulis terkenal, Cheon Eok-man.
Lantas?
Mendengar alasan kita putus
tak sepadan dengan meneken kontrak.
Aku tak mendapatkan apa pun.
Sebaiknya,
akui saja jika kau kesulitan dan mohon pertolonganku.
Siapa tahu
aku mau mengecap surat itu karena cerita lama kita.
Kubilang aku hanya akan bicara sampai minumanku habis.
Kalau begitu, selamat tinggal.
- Noh Ae-jeong! - Ya, Penulis Cheon Eok-man.
Entah bagaimana pikiranmu,
tapi aku kemari bukan untuk mengemis.
Aku ingin mengajukan tawaran film.
Dari awal aku tak mau kau meneken kontrak denganku hanya karena kasihan.
Namun, aku khawatir kau masih menyukaiku karena penasaran
tentang hal yang terjadi 14 tahun lalu.
Syukurlah.
Salah satu hal terbaik dalam hidupku adalah putus denganmu.
Tetap saja,
entah kau menolakku atau tidak,
bukankah kau harus tahu alasannya?
Novel Cinta Itu Tidak Ada .
Itu sangat bernilai bagimu
karena itu yang memulai kariermu sebagai penulis.
Tapi novel itu tak pernah terkenal.
Itu sebabnya novel itu tetap terkubur selama ini.
Apa katamu?
Bukumu ditulis dari sudut pandang tokoh utama pria...
Dengan kata lain,
itu hanya bisa ditulis dari sudut pandangmu
karena kau tak pernah tahu alasan kita putus.
Jika mau menyelesaikan cerita itu,
kau harus bekerja bersamaku.
Seharusnya kau malu menyebut dirimu penulis
jika kau tak peduli dengan karyamu sendiri.
Tapi sekarang, kau tak akan bisa menyelesaikan ceritamu,
karena aku sudah tak tertarik membuat film dengan orang berengsek sepertimu.
Ya, Jin?
Kwae-nam, kau harus segera kemari.
Ini darurat.
Darurat?
Darurat? Di mana? Apa? Kenapa?
- Dia keluar. - Itu dia?
- Jin! - Jin!
- Sungguh? - Yang benar saja.
Pak, di dalam ada Jin, 'kan?
- Tunggu... - Ada, 'kan?
- Di mana dia? - Aku terjebak.
Tak bisa keluar.
Apa? Siapa pelakunya?
Siapa yang menguncimu di sana?
Bisa pelan-pelan? Mereka bisa dengar.
Baik, maafkan aku.
Aku sudah duduk di toilet berjam-jam.
- Cepat kemari. - Tentu.
Siapa yang berani mengunci pacar nasional?
Ada.
Wanita yang aku lewatkan.
Apa katamu?
Aku tidak dengar.
Ini menu utama hari ini.
Kenapa kau siapkan sebanyak ini?
Jangan berharap banyak.
Kemampuan memasak nenekku buruk.
Masakanku kenapa?
Tanya semua restoran milikmu yang bangkrut...
Itu bukan karena kemampuanku.
Virus yang merebak
menyulitkan penjualan ayam dan babi.
Aku hanya tak beruntung.
Kenapa kau luapkan itu kepadaku?
Pokoknya, setelah lewati banyak hal,
sekarang aku menjadi penggosok kulit di sauna dekat sini.
Kau ingat, 'kan?
Dahulu aku membuka usaha tempat pemandian,
dan terkenal karena andal menggosok kulit.
Tentu saja.
Aku juga ingat pernah ke sana.
Bagaimana dengan ibuku?
Apa?
Apa kau punya kenangan dengan ibuku?
Ha-nee, makan tahu ini.
Kau suka tahu? Aku juga sangat suka tahu.
- Tahu? - Ya, seleramu sama denganku.
Apa lagi yang kau suka?
Kenapa kau penasaran sekali?
Pak Oh harus makan.
Nenek!
Omong-omong, apa kau sudah menikah?
Tidak, aku belum menikah.
Benarkah?
Jika begitu, sekarang kau tinggal di mana?
Aku tinggal dekat sini, tapi akan segera pindah.
Jika ada tempat yang bagus.
Astaga. Di rumah kami juga ada beberapa kamar kosong.
Beberapa waktu lalu, kami juga pernah menyewakan kamar di sini.
Pemilik rumah ini teman lama Ae-jeong,
jadi, aku bisa meminta diskon.
- Nenek! - Meski demikian,
aku tak tahu apa boleh tinggal di sini.
Bukannya kau harus minta izin Ibu?
Kenapa harus izin?
Ibumu dan Pak Oh sangat akrab.
"Akrab"?
- Apa sungguh tak apa-apa? - Tentu saja.
Pak Oh.
Ya, Ha-nee. Kenapa? Kau mau keluar?
Tidak. Kau meninggalkan ini.
Astaga, aku ceroboh.
Terima kasih.
Tapi Pak Oh...
Apa hubunganmu dahulu dengan ibuku?
USAHA TUTUP
DISEWAKAN
Bagaimana, ya?
Dia seseorang yang ingin...
aku jaga?
Tentu. Dia orang yang sangat baik.
Terima kasih, Sook-hee.
Aku tak akan terlambat bayar biaya sewa rumah.
Baik, terima kasih.
Nenek yakin tak apa-apa?
- Apa? - Pak Oh.
Bolehkah Pak Oh tinggal di sini?
Apa kau menawarinya
karena ada alasan lain?
- Begitukah? - Astaga. Itu ibumu.
- Ae-jeong, kau sudah pulang? - Sial.
Ibu, aku mau bertanya.
- Ada orang spesial... - Ibu, dengar...
Dengar.
No comments yet. Be the first to leave one.