The first 200 lines.
QUEEN OF TEARS
EPISODE 13
Ini rumah kita. Masuklah.
Baik. Ini ruangan rahasiaku.
Saat aku membuka pegangannya dan menekan tombol ini…
Baik. Bagaimana menurut kalian?
Kosong.
Lihat ini.
Sesuatu telah dipindahkan.
Bekasnya terlihat baru.
Astaga, ayahku sayang.
Dia pasti menyembunyikannya di sini, tetapi wanita jalang itu mendapatkannya.
Dia bahkan tak beri tahu anak-anaknya tentang ruangan rahasia ini.
Kalian mengantarnya dengan baik?
Itu kau, bukan? Kau membunuh ayah kami.
- Kenapa? - Karena kau tak butuh dia
usai mengambil uangnya.
Di mana uangnya?
Aku tak tahu maksudmu.
Ayahmu meninggal dan kau menginginkan uangnya.
- Kasihan ayahmu. - Hentikan omong kosongmu.
Tinggalkan rumah ini sekarang juga.
Kau tak berhak lagi ada di sini.
Aku penghuni resmi di sini.
Harus ada perintah pengadilan jika kalian mau mengusirku.
Bukankah kau tahu, Pengacara Baek?
Benarkah? Kita tak bisa mengusirnya?
Ada prosedurnya, tetapi kau harus pergi nanti.
Kita lihat itu nanti.
Kami akan pindah ke sini lagi.
- Kau mau tetap di sini? - Kenapa tidak?
Kita sudah 20 tahun hidup bersama.
Katamu kita keluarga.
- Namun… - Terserah kau.
Kami akan segera kembali.
Mari lihat apa kau tahan.
Hae-in.
Kakek?
Aku ingin bicara langsung
kepadamu.
Namun,
aku senang bisa bicara kepadamu seperti ini.
Terima kasih.
Sesekali aku tersadar
seperti basemen yang menerima sinar matahari terbatas.
Namun, tak banyak yang bisa kulakukan.
Aku juga tak ingat banyak.
Aku hanya penuh penyesalan.
Aku hanya memedulikan uang seumur hidupku.
Aku melakukan segala daya
untuk menyimpan uang yang kukumpulkan.
Aku menyia-nyiakan sebagian besar hidupku melakukan itu.
Apa yang kumiliki kini?
Aku ingin kalian semua tahu bahwa aku menyesali
kehidupan yang kujalani.
MANTAN KETUA HONG MAN-DAE
Kuharap kalian menjalani hidup secara berbeda.
Aku berharap
kalian tak akan memiliki penyesalan
nantinya.
Ayah…
Ayah…
Aku menyayangi kalian semua.
Serta…
maafkan aku.
Ibu tetap harus makan meski tak lapar.
Kau mau masuk ke mobil jika kedinginan?
Tak apa-apa.
Ini terasa
sangat aneh.
Aku seperti sedang melakukan latihan.
Latihan?
Latihan kematian.
Aku tak tahu
pemakaman sangat rumit.
Mereka menggali lubang di tanah, meletakkan peti mati,
makan sup nasi di tenda, dan berkabung di dekat makam.
Jika sudah selesai,
mereka semua akan pulang.
Aku akan sendirian.
Kau tahu waktu tiga bulan yang kumiliki
sudah berlalu.
Aku bisa saja meninggal malam ini.
Namun, keluargaku harus berduka lagi jika aku meninggal.
Itu tak akan
baik untuk keluarga kita, 'kan?
Apakah itu
yang kau cemaskan?
Keluargamu akan berduka lagi?
Tidak.
Aku terus berpikir aku ingin hidup.
Cuacanya cerah.
Awan terlihat indah dan burung-burung berkicau.
Dunia ini sangat indah.
Tentu saja aku mau hidup.
MEMERIKSA HARAP TUNGGU
KEAMANAN
Bagaimana kau menemukannya?
TAMAN HIBURAN DREAMLAND
Baik. Ini ruangan rahasiaku.
Saat aku membuka pegangannya dan menekan tombol ini…
Terima kasih.
Sudah kubilang.
Aku menyayangimu dengan caraku.
Uang ini akan membuatmu aman.
Putrinya sakit,
dan kini, ayahnya wafat.
Pak Hong pasti sangat terpukul.
Benar.
Namun, bisa dibilang keadaan keluarganya membaik
usai Ketua meninggal.
- Begitukah? - Astaga.
Dengarkan aku.
Dengar.
Ketua Hong memberi 21 persen sahamnya
kepada wanita itu, Moh Seul-hee.
Kini, setelah dia wafat,
- keluarganya mendapatkannya. - Begitu.
Total saham Yoon Eun-sung 59,1 persen.
Kini, turun menjadi 38,1 persen.
Begitu keluarga ipar kita mendapatkan saham yang dibekukan,
- mereka akan memiliki 34,7 persen. - Begitu.
Maka selisihnya adalah 3,4 persen.
- Itu cukup ketat. - Benar.
Bagaimana kau paham ini?
- Aku anggota klub. - Klub apa?
Pemegang Saham Kecil Queens.
Kami menunggu hasil perseteruan manajemen dengan cemas.
Untuk apa?
Aku tahu aku perhitungan.
Namun, menurut Ayah
- bagaimana Hyun-woo? - Apa maksudmu?
Mari jujur. Dia melakukan
yang terbaik untuk membantu mereka usai semua yang terjadi.
Mungkin mereka akan berterima kasih.
Mungkin mereka akan memberikannya saham atau menunjuknya sebagai dirut nanti.
Ayah tak meminta banyak,
tetapi bisakah kau membantu?
Tentu.
Ada apa?
Jika seseorang bertanya siapa ayahmu,
tolong jangan beri tahu mereka itu aku.
Astaga.
Kenapa tidak?
Kenapa tidak? Tunggu aku.
Terima kasih atas semuanya.
Astaga, itu tak seberapa.
Keadaan akan membaik begitu kalian kembali ke Seoul.
Menurutmu begitu?
Begini…
Buah kesemek ini
sangat pahit sebelumnya.
Namun, ada cara untuk mengubah buah yang sangat pahit ini
- menjadi manis. - Caranya?
Caranya dengan merendamnya.
Kau tuangkan soju di atasnya,
membungkusnya, lalu diamkan beberapa saat.
Itu akan menjadi manis.
Ini. Cobalah.
Ini manis.
Hidup bisa menjadi pahit seperti buah kesemek ini.
Hidup memang sulit,
bayangkan menuangkan soju pahit di atasnya.
Astaga, itu tak akan tertahankan.
Namun, jika kau menahannya,
hidup akan menjadi manis lagi.
Itu memotivasimu tetap kuat.
Bukankah begitu?
Benar.
Kemarilah dan minum bersama kami.
Tentu.
TELEPON INTERNASIONAL
Ada telepon dari Jerman. Permisi.
Halo?
Baru-baru ini, lab kami mengembangkan teknik bedah
menggunakan ultrasonografi C2R digabungkan dengan gelembung mikro,
yang ideal untuk pasien seperti Bu Hong
yang tak bisa menjalani kraniektomi
akibat tingkat penyebaran di otak mereka.
Kami tak menjamin kesembuhan total,
tetapi baru-baru ini ada prognosis baik menggunakan prosedur ini pada kasus mirip.
Akan tetapi…
Apa itu artinya dia bisa dioperasi?
Ya.
Syukurlah.
Kasusnya sulit karena mereka tak bisa membedah otaknya.
Namun, mereka bisa menghancurkan sel tumor
menggunakan USG intensitas tinggi.
Mereka memiliki kasus sukses.
Bagus. Keadaan sudah membaik.
Terima kasih, Hyun-woo. Apa Hae-in tahu?
- Aku harus beri tahu. - Namun,
ada masalah.
Astaga, Hae-in. Ini terasa seperti mimpi.
Astaga, ini pasti hadiah
dari Ayah.
Apa itu benar?
- Dia bisa dioperasi? - Ya.
Aku bahagia untukmu.
Astaga.
No comments yet. Be the first to leave one.