Release info

도둑놈, 도둑님---The Good Thieves---E 44
A Commentary by SULTAN_KHILAF
[VIU Version] Perfectly synced for all versions. || Follow IG: @sultan_khilaf_sub

Tags

other
Published on: 2017-10-09
Downloads: 24
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Seharusnya dia mati waktu itu.

Tapi karena aku tidak bisa membunuh lagi,

cerita itu sudah tidak diketahui lagi.

Tapi

Jang Dol Mok

akhirnya menangkapku.

Bara api terakhir

membakar seluruh ladang dan menghancurkan impianku.

Tidak ada jalan kembali lagi.

Kini, aku akan berjuang keras dengan nyawaku sebagai taruhan.

Apakah Anda tidak merasa bersalah

terhadap mendiang ibunya?

Kemenangan besar

berasal dari pengorbanan kecil.

Seperti itulah adanya.

Ada apa?

Apakah kamu sudah gila?

Dol Mok.

Begini...

Soal ibumu.

Pak Jang,

tolong biarkan aku melindungi Soo Hyun.

Tapi

aku tidak bisa terus membohongi Dol Mok.

Aku akan memberi tahu dia nanti.

Tolong tunggu hingga saat itu.

Jika dia tahu sekarang,

maka aku tidak mungkin bisa melindungi dia.

Aku mohon.

Kenapa soal ibuku?

Tidak ada apa-apa.

Ayah hanya berpikir

kalau dia masih hidup.

Kenapa?

Ayah hanya merasa seperti itu.

Setelah dia melompat ke sungai,

tubuhnya tidak ditemukan.

Omong-omong,

kenapa kamu berpikir ibumu masih hidup?

Sebenarnya,

aku ke rumah Yoon Joong Tae sebagai J

dan menemukan sebuah paket yang dikirim oleh Kim Chan Gi.

Ada beberapa kaset di dalamnya.

Dari Kim Chan Gi?

Ya. Saat aku melacaknya,

aku diberi tahu ada kemungkinan ibuku masih hidup.

Dan aku tahu

bahwa dialah yang mengirimkan paket itu kepada Yoon Joong Tae.

Aku berusaha menemukan dia,

tapi tidak bisa. Tetap saja,

aku akan terus mencarinya dengan harapan dia masih hidup.

Baiklah.

Jika dia masih hidup,

suatu saat nanti kamu akan bertemu dengannya.

Aku tahu.

Omong-omong, kenapa Kakak terlambat?

Aku bertanya ada apa?

Apa kamu menangis?

Aku memercayai Anda.

Aku melewati masa sulit saat tumbuh tanpa orang tua.

Dan saat Anda memberitahuku

akan memperlakukanku seperti putra Anda,

aku merelakan segalanya dan mengikuti Anda.

Kini, Anda bilang pernah membunuh?

Anda ingin aku berbuat sejauh mana?

- Joon Hee. - Hidupku berjalan mulus sejauh ini.

Tapi Anda menyuruhku melakukan

pengorbanan kecil untuk tujuan besar.

Jadi, aku menahan segalanya dengan perasaan marah.

Bahkan saat Anda terus meragukan kesetiaanku,

aku datang kemari untuk menunjukkan ketulusanku.

Tapi ini tidak benar.

Kini, Anda berharap aku membenarkan pembunuhan?

Aku paham perasaanmu.

Aku merasakan hal sama awalnya.

Aku merasakan hal sama saat membunuh Kim Chan Gi.

Aku merasa sangat menderita

hingga aku mabuk dan bahkan menceritakannya kepada pelayan bar.

Itu perbuatan bodoh.

Menangisi hal yang tidak bisa diperbaiki kembali

dan menyesali perbuatan kita

hanyalah tindakan pecundang.

Joon Hee,

inilah sebabnya kebenaran bisa sangat kejam.

Tapi jika kamu mundur dengan rasa takut,

kamu tidak akan memiliki masa depan.

Tujuan kita sudah sama.

Mari kita maju dengan menatap ke depan.

Aku ragu bisa menghadapi ini lagi.

Tidak. Tujuan kita sama.

Mari kita anggap ini sebagai perang.

Kita mungkin tidak punya pilihan selain membunuh selama perang.

Aku belum menyerah.

Jika aku menggunakan Cheonmun sebagai batu loncatan,

aku bisa sukses kembali.

Kamu adalah putraku, Joon Hee.

Jangan lepaskan peganganku.

Aku yakin kita bisa berhasil.

Anda ingin aku melakukan apa?

Yang paling mendesak adalah

mengambil kembali film yang dimiliki Choi Tae Seok.

Dia mungkin mengirimnya ke kantor kejaksaan.

Kita harus mengambilnya kembali.

Jika dia mengirimnya sebelum tewas,

film itu pasti sudah sampai.

Pastikanlah kamu mendapatkannya sebelum Dol Mok.

Jika film itu jatuh ke tangan Dol Mok,

kita akan celaka.

Sedang apa Bibi di sini?

- Hwa Young. - Apakah Bibi menguping?

Tidak. Bibi tidak menguping.

Ayah, Joon Hee, tolong keluar.

Ada apa?

Wanita ini menguping pembicaraan kalian.

Dia mengatakan Seon Jin melakukan hal sama tempo hari,

dan hari ini dia yang melakukannya.

Aku baru pulang kerja

dan melihat sepatu pria.

Aku hendak bertanya

apakah Anda butuh teh karena kedatangan tamu.

Kamu kejam sekali, Hwa Young.

Bibi berbohong.

Aku melihat sendiri perbuatan Bibi.

Katakanlah sejujurnya kalau kamu membenciku.

Aku juga tidak nyaman tinggal di sini.

Aku akan pindah.

Kenapa dia membentakku?

Ayah, dia tiba-tiba marah, dan itu bahkan lebih mencurigakan.

Kita juga tidak yakin soal identitasnya.

- Sudah cukup. - Periksalah dia diam-diam.

- Aku tahu Ayah bingung karena... - Ayah bilang sudah cukup.

Ayah sudah melarangmu mencampuri kehidupan pribadi ayah.

Kamu sedang apa?

Aku sudah tidak tahan lagi.

Aku tidak perlu lagi tinggal di sini jika dia memperlakukanku kasar.

Hentikan.

Shin Ae sudah sering memukulku,

dan Hwa Young menghinaku setiap hari.

Untuk apa aku melakukan ini?

Aku tidak bisa melakukan ini lagi.

Biarkan aku pergi.

Aku tidak bisa.

Aku tidak ingin kehilangan dirimu.

Level kita tidak sama sejak awal.

Aku senang dicintai oleh Anda,

dan tidak menginginkan hal lain selain itu.

Kurasa aku terlalu serakah.

Berbahagialah bersama Shin Ae.

Aku tidak bisa membiarkanmu pergi.

Jika ada yang menghinamu atau membuatmu kesal,

aku tidak akan memaafkan orang itu.

Jadi, tetaplah di sini.

Tolong tunggu sebentar lagi.

Ibu!

Ibu!

Ibu, bangun.

Kumohon bangunlah!

Tolong buka mata Ibu!

Ibu!

Kemenangan besar

berasal dari pengorbanan kecil.

Apa boleh buat.

Kenapa Kakak lama sekali? Kakak bahkan tidak menjawab telepon.

- Di mana Ayah? - Di kamar mandi.

Kakak menyerahkan saham itu kepada Yoon Joong Tae?

- Ya. - Kenapa Kakak murung?

Apakah terjadi hal buruk?

Min Jae, kamu sudah pulang.

Ayah sudah lama tidak melihatmu.

Bagaimana kabar Ayah?

Tentu. Ayah sehat walafiat.

Astaga, kamu tampak sangat kurus.

Makanmu teratur?

Ya. Jangan khawatir.

Ayah pikir sebaiknya kita

menziarahi makam ibumu

selama perayaan Chuseok.

Kakak.

Ada apa?

- Ada apa, Min Jae? - Ibu...

Aku sangat merindukan ibuku.

Kakak,

tolong jangan berkata begitu. Itu membuat Ayah sedih.

Tidak apa-apa.

Ayah memahami perasaanmu.

Jangan menahan rasa sedih.

Menangislah

jika kamu ingin menangis.

Kamu sungguh mengatakan itu kepada ayahmu?

Aku sudah beri tahu Ibu berulang kali.

Presdir Jin dari Harian Youngin datang kemari

untuk mewakili suara Ayah dengan proksi.

Ibu hanya ingin memastikannya. Minggir.

Presdir Jin, kabarmu baik saja?

Ya, Bu.

Kamu pasti sudah dengar dari suamiku.

Kamu tahu betapa buruknya

kinerja Harian Youngin belakangan ini.

Jika aku menjadi pimpinan,

aku akan membantumu menarik banyak pemasang iklan

More Indonesian subtitles for The Good Thieves

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left