The first 186 lines.
SMP Teikou
Klub bola basket SMP Teikou.
Dalam catatan cemerlang prestasi mereka,
terdapat lima pemain berbakat yang kehebatannya hanya bisa ditemukan setiap sepuluh tahun sekali,
yaitu "Kiseki no Sedai".
Ryota Kise.
Shintaro Midorima.
Daiki Aomine.
Atsushi Murasakibara.
Seijuro Akashi.
Dan yang jadi ancaman bagi mereka, SMA Seirin.
Dengan bayangan dan cahayanya.
pukul berapa sekarang? mari bergegas
what time is it? dassou
karena sepertinya kita terlalu santai
mattarishi sugitenda
tepuk tanganmu tanpa ragu
kassai nomi kuraou
somebody punky funky love, whoo!
somebody punky funky love, whoo!
somebody punky funky love, whoo!
somebody punky funky love, whoo!
ZainuddinAri
mempersembahkan
'kan kuciptakan berbagai irama cinta
I can makin' many love sensation
walau dengan getaran yang tak sempurna ini
fukanzen na vibration
bersyukurlah atas cinta yang sederhana
otegaruna renai ni kansha
dan lepaskan kecemburuan yang sakiti hati
mushizu ga zenryoku shissou
let's go!
let's go!
kebohongan hanya 'kan sebabkan kepiluan
makka na uso mo massao
apa yang sebaiknya kulakukan dalam keseharian ini?
whatcha' gonna do na hibi wo tell me why?
let's go!
let's go!
langit memang sewajarnya berwarna pilu
massao na sora wa mattou
ingin selalu kuulangi kesalahan yang sama
shippai kurikaeshitai ne
seumur hidupku hanya diisi dengan keragu-raguan
pinkiri no jinsei my life enryo gachi
namun permulaan yang sebenarnya kuinginkan
oshiteshirubeshi pin no kaikan
adalah permulaan yang murni
junsui na style
gapailah puncak, di dunia tanpa belas kasihan ini
teppen toraji yo wa tsune ni mujyou
tentukan baik dan buruknya masa depan dengan tanganmu sendiri
mirai no yoshi ashi wa onore de kimero
tentukan baik dan buruknya masa depan dengan tanganmu sendiri
mirai no yoshi ashi wa onore de kimero
jangan biarkan kemenangan alihkan tujuanmu
shoppai ecstasy wakime mo furan
jangan biarkan kemenangan alihkan tujuanmu
shoppai ecstasy wakime mo furan
takkan kubiarkan dirimu tersakiti lebih dari ini
kokora de ikkai kizutsukete
wahai orang yang kukasihi
aishite jibun wo
wahai orang yang kukasihi
aishite jibun wo
Minta baksonya, ya!
Oi, Haizaki! Kalau lapar, kenapa tak pesan porsi besar atau minta tambah saja?
Jangan terus-terusan ambil punya orang!
Aku tak keberatan, kok.
Tak apa-apa, 'kan? Kau sendiri juga suka makan punya orang lain.
Aku hanya melakukannya pas lagi lapar!
Itu sama saja, Aomine.
Lalu, kalau makan jangan bersuara, Haizaki. Itu tak sopan.
Dan juga, pegang sumpitnya yang benar, Murasakibara.
Ha?
Nah, aku jadi ikut-ikut dimarahi gara-gara kau, Zakichin.
Ayam gorengmu kelihatannya enak juga. Minta-
Coba saja ambil satu, akan kuhancurkan kau.
Auramu keluar lebih besar daripada saat bertanding.
Kalian ini berisik banget, sih. Sudah kubilang, aku melakukannya bukan karena lapar.
Melihat orang lain makan, makanannya jadi terlihat enak. Jadi kuambil, deh.
Omong-omong, kudengar hari ini, ada siswa kelas dua yang masuk ke tim utama.
Dan katanya, dia baru mulai bermain basket dua minggu yang lalu.
Siapa namanya?
Ryota Kise.
Sepertinya dia yang paling cepat diangkat setelah kita.
Ah, aku tahu orangnya. Dulu pernah ketemu.
Peduli amat.
Wah, Ryota Kise, ya?
Tumben sekali kau ingat nama orang, Haizaki.
Ya, hanya perasaan, sih. Tapi, kurasa dia itu lumayan jago.
Dan juga, kurasa aku tak bakalan bisa akrab dengannya.
Nah. Tolong jangan membebaniku ya, orang-orang bodoh.
Ya, aku tahu.
Diperlakukan kasar sekali, ya. Dia itu kaptennya, 'kan?
Ya. Point guard yang unggul dalam kecepatan. Pemain kuat langganan turnamen nasional.
Dia orang yang serius dan menghormati sopan santun.
Apa Haizaki memang sekuat itu hingga mau tak mau dia harus menggunakannya?
Saat ini, Teikou dan Kiseki no Sedai diperlakukan seperti dewa karena kekuatan mereka yang luar biasa,
tapi, dulunya tak seperti itu.
Malahan, banyak yang membenci mereka karena terlalu kuat.
Bisa dianggap mereka seperti pemeran antagonis.
Aku hanya tahu sebatas gosip saja, tapi, sepertinya sifat kasar Haizaki yang mendorong munculnya anggapan itu.
Sekarang Itu Jadi Milikku
Quarter 52
Apa yang kaulakukan?
Wajahmu itu terlalu serius!
Entah apa yang telah terjadi di antara kalian, tapi, bermainlah dengan gayamu seperti biasa.
Jangan sampai dia merusak tempomu.
Baik!
Oke, hari ini aku akan bermain demi cewek itu!
Aku akan beljuang! Aku takkan kalah dalam lebound!
Ya, kalau mereka, terlalu terbawa gaya masing-masing, sih.
Sudah kuduga, pertahanan mereka hebat juga. Kalau begitu...
Apa?
Cepat sekali!
Gerakan mereka jauh lebih tajam dibanding saat musim panas!
Sialan!
Masuk!
Kaijou yang cetak angka pertama!
Nice shot.
Eh? Jadi begitu?
Oper padaku!
Apa?
Takkan kubiarkan lewat!
Ce-Cepat sekali! Jauh lebih cepat dari saat itu!
Ini sih, tak seru.
Minggir sana!
Yang benar saja?
Rekan setimnya pun dia tabrak!
Bagus!
Gara-gara kau menghalangi, jadinya telat selangkah, 'kan.
Dia... Sampai ke kakak kelasnya sendiri...
Maaf.
Hanamiya dari Kirisaki Dai Ichi, meski bajingan, tapi, masih terapkan kerja sama tim dalam permainannya.
Sedangkan dia sama sekali tak memedulikan kerja sama tim. Tipe orang yang paling kubenci.
Biar kuberi tahu kau satu hal.
Kau harus hormati kakak kelasmu!
Padahal sudah dilewati, tapi tahu-tahu-
Jangan ceramahi aku, Bego!
Memangnya siapa yang bego?
"Biar kuberi tahu", ya?
Serangan balasan dari Fukuda Shogo!
Mereka juga cepat!
Maju, sini!
Scoop shot!
Itu juga shot andalan Kasuga dari Seiho!
Wajar saja mereka bisa sampai sejauh ini. Pemain selain Haizaki juga hebat-hebat.
Ya.
Sejak awal, kedua tim sudah saling menyerang. Tapi, Kise masih belum banyak memegang bola.
Tidak. Sekarang dimulai.
Ini...
Scoop shot?
Yang benar saja? Padahal baru saja dilihat, tapi dia sudah...
Julukan Kiseki no Sedai memang bukan hanya nama!
Lawan aku lebih serius. Atau jangan-jangan, yang tadi itu hanya omong besar saja?
Ternyata memang mustahil bagiku bisa akrab denganmu.
Soalnya gaya mainmu itu mirip sekali denganku, tahu.
Bagus. Teruslah begitu, Kise!
Sejauh ini tak ada masalah. Tapi, entah firasat buruk apa ini?
Kali ini pasti kuhentikan!
Bagaimana, ya?
Kayak begini, ya?
Apa?
Itu 'kan gerakan yang baru saja aku-
Dia seperti mau bilang kalau Kise bisa, dia juga bisa, ya?
Mau buat kita kesal, ya? Benar-benar berengsek.
Akhirnya dia sudah mulai serius, ya?
Meski kesal mengakuinya, tapi tanpa dirinya,
kita bukanlah tandingan tim yang beranggotakan Kiseki no Sedai.
Ya, meski tak suka, kita memang harus bergantung padanya.
Sepertinya dia tipe yang jadi merepotkan kalau mulai bersemangat.
Kalau begitu...
Kami ini tak hanya bisa mencetak angka dari dalam, tahu!
Nice pass!
Masuk!
Nice shot, Moliyama!
Padahal postur lemparannya seperti itu, kenapa bisa masuk, ya?
Bolanya juga tak terlalu berputar.
Malah, bisa dibilang, nyaris tak berputar.
Itu pasti postur yang memprioritaskan kenyamanan saat latihan shooting, ya.
Sebagai hasilnya, dia ciptakan gerakan yang sulit diprediksi
dan jadi senjata unik hanya untuknya.
Wah, bagus juga.
Serangan cepat!
No comments yet. Be the first to leave one.