The first 199 lines.
Ayah marah besar, lo.
Aku enggak salah apa-apa!
Soalnya mereka mengolok-olok Kakak.
Ayato, apa kamu tahu kenapa ayah melarangmu untuk bertarung?
Kamu memiliki kekuatan yang sangat kuat.
Kekuatan yang terlalu kuat itu bisa melukai orang lain dan bahkan dirimu sendiri, Ayato.
Aku tidak mengerti.
Intinya, kamu ini masih terlalu muda, Ayato.
Kalau begitu, kapan aku boleh bertarung?
Mungkin di saat Ayato sudah menemukan apa yang harus kamu lakukan.
Yang harus aku lakukan?
Benar. Itu adalah saat di mana kamu memutuskan akan kamu gunakan demi apa kekuatan itu.
Kakak sudah menemukan hal yang harus kamu lakukan?
Tentu saja sudah.
Hal yang harus Kakak lakukan adalah untuk melindungi dirimu, Ayato.
Bagiku, melindungimu adalah hal yang paling penting lebih dari apa pun.
Kalau begitu .... Kalau begitu, aku juga akan melindungi Kakak!
Itulah hal yang ....
Oh, benar juga.
kiri ni umoreru asa wa mada shiranai kage wo utsusu
kiri ni umoreru asa wa mada shiranai kage wo utsusu
Pagi yang diselimuti kabut
Pagi yang diselimuti kabut
mereflesikan bayang
mereflesikan bayang
yang tidak kukenal.
yang tidak kukenal.
yugami sakihoroku basho
yugami sakihoroku basho
Dalam distorsi mekarnya tempat,
Dalam distorsi mekarnya tempat,
nobasu te ga mogaite kizanda jikan ni yureta
nobasu te ga mogaite kizanda jikan ni yureta
uluran tanganku menggeliat dan ku dibuat
uluran tanganku menggeliat dan ku dibuat
bimbang oleh waktu.
bimbang oleh waktu.
tada itamu no ka mite egaku no ka boku no kanjou wa
tada itamu no ka mite egaku no ka boku no kanjou wa
Hanya menyakitiku, 'kah?
Hanya menyakitiku, 'kah?
Atau hanya diam, 'kah,
Atau hanya diam, 'kah,
melihat emosiku?
melihat emosiku?
where is the truth doko ni kakusu no nageki mo sezu
where is the truth doko ni kakusu no nageki mo sezu
Mana kebenaran yang
Mana kebenaran yang
sedang kausembunyikan
sedang kausembunyikan
tanpa lara itu?
tanpa lara itu?
kaze ga fukinukete yuku sora wa
kaze ga fukinukete yuku sora wa
Terbanglah di langit tempat angin
Terbanglah di langit tempat angin
berhembus.
berhembus.
kakero
kakero
Terbanglah!
Terbanglah!
kirameki me wo samashita koe ga takaku tsugeta
kirameki me wo samashita koe ga takaku tsugeta
Berkelip! Suara yang membangunkan
Berkelip! Suara yang membangunkan
diriku,
diriku,
bergema ke langit.
bergema ke langit.
yuzurenai negai ga (remember) arun darou
yuzurenai negai ga (remember) arun darou
Kau pasti punya impian yang
Kau pasti punya impian yang
ingin diwujudkan!
ingin diwujudkan!
dakara sou yuitsumuni no shoudou hashirasete
dakara sou yuitsumuni no shoudou hashirasete
Karenanya, bebaskan satu-
Karenanya, bebaskan satu-
satunya
satunya
hasratmu itu.
hasratmu itu.
mamori sugita (realize) egao mukae ni
mamori sugita (realize) egao mukae ni
Menuju senyumnya
Menuju senyumnya
yang terus kaulindungi.
yang terus kaulindungi.
nakisakende kao wo dashita yowasa no keshin mo
nakisakende kao wo dashita yowasa no keshin mo
Inkarnasi
Inkarnasi
kelemahan pada
kelemahan pada
jeritan wajahmu itu!
jeritan wajahmu itu!
subete komete tokihanate
subete komete tokihanate
Lepaskan semua dengan segenap tenaga di ...
Lepaskan semua dengan segenap tenaga di ...
brand new world
brand new world
... dunia baru.
... dunia baru.
Ser-Veresta
Ser-Veresta
Wah, ada Julis.
Kebetulan sekali bertemu di tempat seperti ini.
Kau, kenapa di sini?
Siapa kau ini?!
Ah! Dia siswa pindahan yang tadi pagi!
Apa katamu?
Namaku Ayato Amagiri. Salam kenal.
Berengsek ....
Woi! Bagus, nih! Bagus!
Woi, kenapa main rekam, sih?!
Lester, kalau dilanjut bisa gawat!
Aku tidak akan menyerah, lo!
Akan kubuat kau mengakui kemampuanku!
Duel pagi ini,
dan ketenanganmu menghadapi Lester ....
Kau lumayan tangguh juga.
Masa sih?
Aku ingin tahu, mau sampai kapan kamu memasang wajah polos begitu.
Di sini bukanlah tempat lembek seperti yang kamu kira.
Kalau begitu, Julis kenapa bertarung di sini?
Kamu tuan putri, bukan?
Demi uang.
Aku ini perlu uang.
Demi itulah aku bertarung di sini.
Mula-mula, Phoenix Festa dulu.
Itu hal pertama yang harus aku taklukan.
Kalau begitu, apa kamu sudah punya partner?
Phoenix Festa itu tag-team, lo.
Julis, kamu enggak punya teman, ya?
Aku belum mempunyai partner bukan karena aku tidak punya teman, lo?!
Enggak, memang benar, sih, aku tidak punya teman.
Tapi itu tidak ada hubungannya!
Aku hanya belum menemukan orang yang memenuhi standarku sebagai partner.
Dia malah mengakui kalau dia tidak punya teman.
Omong-omong, kamu mencari partner seperti apa?
Aku tidak terlalu pilih-pilih, tapi ...
... yah, paling tidak kekuatannya selevel Page One ...
... cepat tanggap, kemauan yang kuat, dan semangat yang mulia layaknya kesatria.
Kalau itu, sih ....
Gawat, bentar lagi deadline, nih!
Kalau begitu aku permisi dulu!
Mungkin aku harus kembali ke asrama.
Ah, anu ..., Julis?
Kenapa?
Asrama laki-laki di mana, ya?
Ya, ampun!
Tadi pagi kamu salah masuk asrama perempuan ....
Seharusnya kamu memetik pelajaran dari itu dan pelajari peta sekolah!
Kenapa?
Enggak. Aku cuma berpikir, "ternyata kamu bisa tertawa seperti itu."
Ka-Ka-Kamu bilang apa, sih?!
Kalau cuma tertawa aku pun pernah!
Jika kamu lurus ke sana, nanti akan ada jalan yang mengarah ke asrama laki-laki!
Sisanya tinggal ikuti itu!
Sekarang apa?!
Kapan-kapan, kamu mau tidak memanduku keliling sekolah?
Terus sekalian keliling kota juga.
Candaan macam apa ini?! Kenapa harus aku?!
Soalnya, bukannya kamu pernah bilang aku boleh minta tolong sekali?
Memang sih, aku pernah bilang begitu ....
Apa kamu yakin dengan itu?
Iya. Pertama-tama, aku harus terbiasa dengan akademi ini.
Apa boleh buat. Hutang budi haruslah dibayar.
Kalau begitu, keliling sekolahnya besok saat jam pelajaran selesai.
Keliling kotanya lusa di hari libur. Bagaimana?
Selamat pagi, Julis.
Iya, selamat pagi.
Kau dengar barusan tidak?
Tuan putri itu membalas sapaan?
Ka-Kalian ini tidak sopan, ya?!
Kalau sekadar sapaan pasti aku balas!
S-Saya?
Ayato?
Kenapa Saya ada di sini?!
Kenapa nih, kenapa? Kalian saling kenal, ya?
Yah, aku sampai kaget.
Aku enggak dapat kabar sejak kamu pindah ke luar negeri,
mungkin sudah enam tahun kita tidak bertemu?
Iya. Aku kaget banget.
Tapi lihat dirimu, kamu belum berubah, ya, Saya?
Kayaknya kamu masih sama seperti dulu.
Kamu enggak benar.
Aku sekarang lebih tinggi.
Ma-Masa?
Yah, dunia ini selebar daun kelor!
Mungkin ini adalah reuni takdir.
Reuni takdir?
Oh, Yabuki perkataanmu bagus.
Omong-omong, apa bapakmu sehat-sehat saja?
Dia itu terlalu riang.
No comments yet. Be the first to leave one.