Release info

번외수사ㅡTeam Bulldog: Off-duty InvestigationㅡE12 END NEXT IQIYI
A Commentary by SULTAN_KHILAF

Tags

other
Published on: 2020-06-29
Downloads: 35
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Semua karakter, lokasi, organisasi, dan kejadian"

"dalam film ini hanyalah fiksi."

"Pemutih kelas industri"

"Episode Terakhir"

Detektif Jin, tak disangka kita bertemu di sini.

Aku tak menyemir sepatu yang kau titipkan

karena kau takkan sempat memakainya lagi.

Cepat keluar.

Tunggu.

Tunggu, ini...

Kami menganggap Deok-su seperti putra kami.

Selimut perca.

Berarti, komplotan yang dimaksud Do Gi-tae...

Bukan Ham Deok-su.

Tapi kakek

dan nenek itu.

Harus berpikiran jernih agar sensasinya terasa sepenuhnya.

Mangsanya datang sendiri.

Akan kulepas selama kau berjanji tak berteriak.

Sial.

Astaga. Ternyata kalian berdualah

yang dimaksud Do Gi-tae?

Dasar bodoh.

Jangan pikirkan siapa pembunuhnya.

Pikirkan siapa korban selanjutnya.

Sebentar lagi, kau akan tamat.

- Dipotong dari mana? - Tunggu.

Seperti yang lain,

kita beri dia kesempatan hidup.

Benarkah?

Kau boleh hidup jika bisa memberi kami kepuasan

melebihi membunuhmu.

Bagaimana?

Biasanya ada yang mulai menari,

ada pula yang menangis.

Tapi ada satu gadis yang menarik dan kami biarkan hidup.

Son Ji-young?

Yang baru kalian bunuh.

Bagaimana?

Biar kulakukan.

Jangan bunuh aku.

Jangan.

Jangan.

Lucu sekali dia membunuh temannya

untuk menyelamatkan diri.

Lalu kenapa kalian membunuhnya?

Aku bilang akan membiarkannya hidup, tapi tak bilang selamanya.

Tapi sayang sekali.

Kurasa aku tak bisa membiarkanmu hidup.

Entah kapan aku bisa merasakan sensasi ini lagi.

Kalian tak sedang membuat kimci.

Kenapa "rasa" terus yang diungkit?

Kalian pikir manusia itu kubis atau lobak?

Dasar pasangan penjahat... Maksudku pembunuh.

Kalian suami istri yang gemar membunuh orang.

Pasangan yang serasi!

Mulutmu ingin dipotong, ya?

Berarti aku bisa makan hamburger sekali telan.

- Baguslah! Terima kasih banyak! - Diam!

Polisi!

Kalian berdua, jangan bergerak!

Kalian pikir aku kemari sendirian?

Kalian meremehkan polisi Korea?

Tunggu apa lagi?

Apa?

- Ayo! - Sial.

Detektif Jin!

Cepat!

Astaga, cepat lepaskan ikatanku!

Ayo. Cepatlah.

Persiapanmu matang sekali.

Kapan kau mengunduh aplikasi itu?

Bersikap baiklah karena sudah kuselamatkan.

Kenapa sulit sekali dipotong?

Sudah. Bagus.

Detektif Jin.

Hei, apa kau...

Kau tak lihat pasangan lansia keluar barusan?

Ada pemuda bertubuh besar juga.

Tidak, aku tak lihat seorang pun.

Barusan, ada mobil hitam lewat.

Kau lihat pelat nomornya?

Meski di sini gelap, lampu mobilnya tak dinyalakan.

Jadi, tak terlihat sedikit pun.

Ada apa? Kenapa dahimu berdarah?

Astaga. Selalu saja terlambat.

Sial.

Itu mereka.

Lihat. Ada Kepala Polisi.

Pak, bisa jelaskan alasan Anda ke sini?

- Pembunuhan Pisau Silet? - Di sinikah kejadiannya?

Dahimu baik-baik saja?

Tak diperiksakan ke rumah sakit?

Tidak apa-apa. Ini bukan luka serius.

Apa yang terjadi?

Di sinilah Pembunuh Berantai Pisau Silet yang asli

membunuh selama sepuluh tahun ini.

Aku melihat pelaku dengan mataku sendiri.

Mereka juga berusaha membunuhku.

Jangan mengada-ada. Di mana buktinya?

Tunggu saja. Sebentar lagi pasti ditemukan.

Tidak ada petunjuk apa pun.

Investigasi Ilmiah

Katanya tak ada petunjuk apa pun.

Apa? Tidak masuk akal.

Sidik jari atau noda darah? Masa tak ada?

Ya, hasilnya nihil.

Astaga.

Bereskan semuanya!

Apa? "Bereskan"?

TKP-nya belum selesai diperiksa.

Sudah kuperingatkan, 'kan?

Aku tak akan diam saja jika kau terus bertingkah.

Kau tak lihat ini?

Aku hampir dibunuh oleh pasangan lansia itu.

Aku menduga

semua ini hanya sandiwara.

Apa katamu? Sandiwara?

Kau membuang waktu semua orang.

Lalu bagaimana dengan semua reporter di luar?

Benar juga.

Karena TKP bersih, itu bisa menjadi bukti, 'kan?

Mana mungkin tak ada sidik jari satu pun?

Persis seperti kasus Pisau Silet.

Pelaku membersihkan TKP dengan pemutih untuk menghapus semua bukti.

Kau pikir kurangnya bukti adalah bukti?

Kau melawak?

Maaf, Pak.

Ayolah. Kenapa...

Kenapa kau tak memercayaiku?

Kau tak percaya pada organisasi, tapi kau ingin dipercaya?

Apa aku harus lebih terus terang?

Maka dengarkan ini.

Mulai hari ini, kau dibebastugaskan.

Bereskan!

- Sial... - Jangan, tunggu.

Ada banyak reporter di luar.

Ini bukan waktu yang tepat.

Bersabarlah.

Sial!

Kenapa ada banyak polisi di sini selarut ini?

Benarkah ini TKP sebenarnya Pembunuh Pisau Silet?

Apa pelakunya punya komplotan seperti berita di TV?

Kasus Pembunuhan Pisau Silet sudah ditutup dan pelakunya dibawa ke kejaksaan.

Kami kemari menanggapi laporan palsu.

Sekian.

- Benarkah hanya itu? - Kenapa Kepala Polisi turun tangan?

- Tolong jelaskan. - Apa yang terjadi malam ini?

Sepertinya semua tak berjalan sesuai rencana.

Benar.

OFF-DUTY INVESTIGATION

OFF-DUTY INVESTIGATION

Dokter Lee, polisi payah ini kepalanya bocor. Bisa kau obati?

Tiba-tiba?

Kau sutradara TV. Bicaralah secara intelek.

Maaf.

Dahi Detektif Jin Gang-ho terluka.

Tolong obati dia.

Jangan bergerak. Kau akan sembuh.

Syukurlah kita tahu siapa pelakunya.

Tapi kita tak punya bukti.

Tapi bagaimana kalian berdua bisa tahu

pelakunya adalah nenek itu?

Karena ini.

Pembunuh Berantai Pisau Silet selalu memotong

baju korban dalam bentuk persegi.

Saat aku bertemu mereka, nenek itu menutupi kaki dengan selimut perca

dan selimut itu terbuat dari pakaian korban.

Menjijikkan.

Mereka lebih hina dari gangster paling hina sekalipun.

Tak kusangka pakaian korban dijadikan selimut.

Orang-orang itu... Tidak.

Para bedebah itu jahat.

Mereka tak pantas hidup.

Satu hal lagi.

Kami menemukan ini di CCTV dari kamar di sebelah kamar Park Jae-min.

Kurasa nenek itu ada di dalam koper.

Mungkin.

Kami menemukan banyak rambutnya di koper itu.

Jadi, kurasa nenek itu dalangnya

dan kakek itu komplotannya.

Jika tidak, mustahil kakek itu mau repot menggendong nenek itu.

Kita harus segera menangkap penjahat ini dan menjauhkannya dari masyarakat.

- Apa rencana kita? - Kurasa aku punya cara.

Mereka punya anak buah lain seperti Ham Deok-su.

Mereka sudah tua, mungkin butuh pion yang bisa dikendalikan.

Mereka mungkin diminta membawa alat atau membuang jasad korban.

Benar. Apalagi nenek itu

butuh suntikan rutin agar bisa bergerak.

Berarti, pion-pion mereka kunci dari kasus ini.

Kacamata dan...

Ya. Cambangnya harus tebal.

Agensi Detektif Tak Won

Berpengalaman memecahkan banyak kasus pembunuhan

- Gang-ho. - Hei, selamat datang.

Kantor siapa ini?

Seperti ruangan penjaja MLM.

Ini rumah si detektif MLM.

Aku tak punya kantor, jadi, aku berpindah-pindah.

Ini suguhan untukku?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left