The first 200 lines.
Tiga hari telah berlalu sejak pertempuran di JSA.
Upaya mengadakan penyelidikan gabungan antara Korea Utara dan Selatan gagal,
tapi baru-baru ini, negosiator mencapai terobosan penting.
Pihak berwenang dari kedua negara telah sepakat siang ini
untuk melakukan penyelidikan oleh KPBN.
Ketegangan sudah tinggi
di tengah kecurigaan program nuklir Korea Utara
dan pergerakan kapal AL Amerika ke Laut Timur.
Baik Korea Utara dan Selatan menyadari betapa pentingnya
untuk menangani konflik baru-baru ini dengan tenang dan objektif,
guna menghindari masalah sepele ini menjadi perang.
Sesuai kesepakatan, KPBN berencana mengirim
polisi hukum Swiss dan Swedia dengan pengalaman praktis di bidang ini.
Selamat datang di Komite Pengawas Bangsa-bangsa Netral.
Kau staf wanita pertama yang datang ke sini
sejak tahun 1953.
Sungguh?
Nona.
- Perjalananmu menyenangkan? - Ya, Pak!
Silakan duduk, Mayor.
Jenderal Porter juga seorang antropolog.
Mempelajari area Polinesia.
Jadi, kau seorang antropolog yang bekerja di belakang meja?
Kursi ini tak lagi nyaman sejak kejadian tak menyenangkan ini.
Sial!
Jadi,
kau pindah ke Swiss saat usia berapa?
Ayahku orang Korea.
Aku lahir di Jenewa dan tumbuh besar di sana.
Dia belajar bahasa Korea di sana,
tapi ini kali pertamanya di Korea.
Tapi ini kasus yang amat unik.
Tersangkanya telah ditahan dan dia bahkan telah mengaku.
Tugas kita bukan untuk mencari tahu "siapa", tapi "kenapa".
Serta, yang penting bukanlah hasil, tapi prosesnya.
Sekarang, Semenanjung Korea
sedang dalam peralihan besar, antara ketegangan dan rekonsiliasi.
Akan ada pembicaraan di Beijing dan Panmunjom.
Sementara, perpecahan terus berlanjut.
Singkatnya, perbincangan antara Selatan dan Utara ini sama seperti
sebuah hutan kering.
Satu percikan api kecil saja
bisa menghanguskan seluruh hutan.
Tugas utamamu adalah menjadi benar-benar netral.
Bukan memprovokasi Selatan maupun Utara.
Paham?
Jadi, tugasku adalah berdiri di perbatasan dan bertanya,
"Bisa beri tahu alasan kalian menarik pelatuknya?"
Jika pertempuran terjadi, tembak mereka.
Kau tidak bisa membunuh satu pun?
Kau menyebut dirimu prajurit?
Kupikir misi utamaku adalah menyelamatkan Sersan Lee.
- Jadi... - Jadi?
Jadi, karena itu kau tidak membidik dengan baik?
Apa kau diperintahkan untuk menembak pohon?
Perintahku adalah menakuti mereka dan melindungi tim penyelamat.
Apa?
Hei.
Kau yakin bukan kau yang takut?
Aku tidak ingin memulai perang, Pak.
Apa? Prajurit yang takut perang?
Dasar bodoh...
Ada apa?
Lapor, Pak!
Perang tidak terjadi semudah itu.
Bubar.
Baik, Pak!
Insiden ini...
Bukankah itu sudah jelas?
Beberapa komunis menculik prajurit kami
dan menyatakan dia menyeberang secara sukarela.
- Benar begitu? - Benar, Pak!
Kau, siapa namamu tadi?
- Sersan Lee Soo-hyuk, Pak! - Benar, Soo-hyuk.
Mari kita selesaikan ini agar Soo-hyuk bisa mengambil cuti.
Prajurit kita ini membunuh dua pasukan musuh.
Dia pahlawan!
Bukan begitu, Mayor Jean?
Keteranganmu akan dicatat dalam penyelidikan.
Sekarang, KPBN akan menahan tersangka.
Tidak ada pejabat militer Korea Selatan yang boleh masuk tanpa seizinku.
Komite Pengawas Bangsa-bangsa Netral?
Ada dua macam orang di dunia ini.
Komunis
dan musuh para Komunis.
Netral tidak punya tempat di sini.
Kau harus memihak.
Kau dari sekolah hukum?
Aku yakin keputusanmu pasti bijak.
Aku Mayor Sophie Jean dari Swiss.
Ini Kapten Perrson dari Swedia.
Halo.
Dia masih syok.
Dia dipukul dengan benda tumpul.
Memar itu membuktikan dia diculik.
Pernyataan
Dia ditembak!
Tampaknya dia orang kita!
Merunduk! Soo-hyuk!
Tepat di Garis Demarkasi Militer
Kedua sisinya lebih dekat daripada yang kubayangkan.
Benar, kau bahkan bisa mendengar kentut mereka.
Setelah Perang Korea,
tahanan Korea Utara melewati jembatan ini saat mereka dilepaskan
dan tidak pernah kembali.
Karena itu jembatan ini disebut "jembatan tanpa jalan kembali".
Kau tahu insiden soal seorang mantan marinir 'kan?
Seorang Amerika langsung dibunuh
saat dia bekerja di pohon itu, yang di sana.
Di sinilah opsir itu jatuh.
Bukankah itu terlihat agak aneh?
Di sinilah jasad Letnan Choi ditemukan.
Dan di sana Tamtama Jung jatuh.
Sebuah bungker...
Tamtama Jung adalah seniman berbakat.
Dia bahkan memenangkan hadiah dalam kontes nasional.
Dia populer di kalangan prajurit karena menggambar pacar mereka.
Beras adalah komunisme
Begitu Lee Soo-hyuk meninggalkan pos kami,
tentara Korea Selatan menyerang seolah-olah sudah diberi aba-aba.
Beruntung Sersan Oh selamat.
Jika tidak, Korea Selatan akan menyebarkan kebohongan,
menyebutnya provokasi Korea Utara.
Itu pernyataan mereka saat ini.
Siapa yang akan memercayainya?
Kami punya saksi.
Tidak perlu bangun.
Ini Mayor Jean dari KPBN.
Kau baik-baik saja?
Bukan masalah besar. Bukan apa-apa.
Ini dari teroris di Libya. Aku disayat dengan pisau.
Saat di Mesir, aku harus mengambil pecahan peluru dengan pistol.
Mau lihat?
Benarkah?
Mari kita lihat.
Aku senang kau baik-baik saja.
Sekarang, bisa ceritakan tentang malam itu?
Semua tercatat dalam pernyataanku.
Maksudmu, pernyataan yang kau buat dan tanda tangani selama koma?
Wanita bodoh.
Apa katamu tadi?
Kenapa kalian semua punya pernyataan, tapi tidak ada yang mau bicara kepadaku?
Letnan, ceritakan tentang liburanmu.
Sama seperti yang lainnya.
- Ayolah! - Tidak ada yang istimewa.
Merunduk!
Ini proses
saat keluarga korban dipanggil.
Tembakan dua kali.
Sekali di dada kanan,
menghancurkan iganya dan melewati paru-paru.
Tapi itu bukan tembakan fatal.
Tembakan kedualah penyebab kematiannya.
Dilihat dari sudut ini, itu merupakan tembakan langsung.
Ini cocok dengan fakta dari pihak Selatan.
Apa itu?
Dia ditembak lagi saat sudah tersungkur di lantai.
Pembunuhnya harus memastikan dia tewas
Ini sering terjadi, saat motifnya adalah balas dendam.
Untuk yang berikutnya...
Totalnya delapan tembakan.
Sulit dipercaya...
Ditembak dari jarak dekat, langsung menembus tubuhnya
Tembakan pertama mengenai wajahnya, mungkin langsung membunuhnya.
Tembakan selebihnya menghantam jasad.
Silakan.
Tembakan pertama memang ditujukan untuk langsung membunuhnya.
Tembakan lainnya disebabkan oleh dorongan hatinya.
Perbedaan yang menarik.
Lee Soo-hyuk.
Itu baru namanya pria.
Aku bisa melihatnya.
Pernah saat dia bertugas,
orang-orang di sana mengutuk presiden kami.
Soo-hyuk mendengarnya.
Dia mengambil batu dan memecahkan jendela mereka.
Jadi, aku mengumpulkan anak buahku dan memberitahunya,
"Hebat! Bagus!"
Dia pernah tertinggal dalam misi pencarian.
Astaga, regunya kacau.
Empat jam kemudian, dia muncul lagi.
Katanya, dia menginjak ranjau dan harus menjinakkannya.
Astaga!
Pokoknya, saat itu aku tahu.
Pria ini luar biasa.
Tekad baja.
Nam Sung-shik,
kau bertugas bersama Sersan Lee pada hari kejadian.
- Benar, bukan? - Siap, Bu!
Aku tidak tuli.
Kenapa Sersan Lee pergi sendiri?
Panggilan alam mendesak.
Bisakah seorang prajurit meninggalkan posnya untuk itu?
Dia bilang orang yang menderita konstipasi
harus melakukannya selagi ada kesempatan.
Berapa banyak peluru yang tersisa di pistol Sersan Lee?
Lima.
Bagaimana dengan yang ada di tubuh para korban?
Jumlahnya ada 11,
termasuk satu yang melukai Sersan Oh.
No comments yet. Be the first to leave one.