9-1-1: Lone Star

9-1-1: Lone Star

Download Indonesian Subtitle

Season 3

Release info

9-1-1 Lone Star S03E18 A Bright and Cloudless Morning-DSNP-WEBDL
A Commentary by Sh1Ft3R
𝗗𝗶𝘀𝗻𝗲𝘆 𝗛𝗼𝘁𝘀𝘁𝗮𝗿

Tags

webdl
web
WEBDL
Published on: 2022-05-28
Downloads: 28
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kalian punya algoritma kesehatan dan kebugaran tercanggih di pasar,

tapi kalian bangkrut, kenapa?

Karena kami tak bekerja demi uang.

Aku sebaliknya.

Kita hanya tak menghasilkan uang.

Apa? Itu benar, Brandy.

Itu karena kalian tak diekspos secara benar.

Aku tidak tertarik pada humas, Max.

Aku bisa saja beli perusahaan kalian, tapi aku lebih suka kalian bergabung.

Baik, babak kedua. Kita mulai.

Entah bagaimana Ayah dapatkan untukku kesempatan ini, terima kasih, Ayah.

Wyatt, kau tak mengacaukan yang pertama, Ayah yang mengacau.

Ayah belum benar-benar mendapatkan kesempatan lain untukmu.

Tunggu. Ayah belum bicara kepadanya?

Ayah pikir bisa masuk saja ke kantor Max Keller

dan berbincang dengannya?

Ya. Itulah gagasannya.

Perhatikan ini.

Bagus.

Kalian kembangkan aplikasi berikutnya di sini, di dalam kantor ini.

Aku akan mengerahkan kekuatan Tele-Lively untuk mendukung peluncuran kalian.

Orang-orang telah mengeluhkan bau telur busuk di lobi.

Hanya di lobi?

- Tunjukkan tempat meterannya. - Basemen. Lewat sini.

Basemen.

HANYA PERKANTORAN TANPA AKSES GARASI

Kami akan mempekerjakan chef pastri…

Hei! Jangan masuk ke situ.

Ini hanya sebentar.

Halo.

Halo juga.

Maaf karena menyela pertemuanmu.

Kau bertemu putraku kemarin.

Wyatt Harris.

- Aku harus bagaimana dengan nama itu? - Anak itu. Yang pakai jas.

Agen Smith.

Baiklah… Terima kasih.

Kini, aku bisa bertemu ayahnya. Ini… Ini terlalu lucu.

Ya. Aku mengerti dia gagal total dalam wawancaranya,

tapi itu kesalahanku, karena mengirimnya kemari dengan pakaian resmi.

Kebenaran tentang putraku adalah dia cerdas.

Dia anak yang sangat baik, dan akan lulus pekan depan.

Dia pembawa pidato wisuda.

Lalu, kurasa dia akan sangat berharga bagi perusahaanmu.

Jadi, inilah aku yang datang bertanya apa kau mau memberinya kesempatan lagi?

Kau mengingatkanku pada ayahku.

Aku benci ayahku.

Jadi, kumohon bawalah kruk raksasa itu

dan tinggalkan tempat ini.

Dengan tenang, atau kupanggilkan satpam.

Ruang mesin di sini.

Sudah 98 ppm dan terus naik. Kita tak boleh di sini.

Kita harus evakuasi…

Apa… Ada apa itu?

Astaga!

Baik, semua merunduk. Lindungi kepala.

Baiklah.

Kau jam alarm yang payah.

Ayolah, kukira tadi itu lebih baik daripada laporan lalu lintas.

Aku setuju.

- Tapi kini aku ogah bangun dari ranjang. - Tidak. Jangan…

Payah… Jam alarm yang payah.

Jam alarm yang payah.

Owen, ada pengajuan bukti.

Lewatkan saja.

Aku tak bisa melewatkannya. Aku dijadikan rekan.

Berhenti bekerja.

T.K. juga harus bersekolah.

Usianya sudah tujuh tahun. Dia bisa berjalan.

Wah.

Kita benar-benar punya banyak saran bagus pagi ini, bukan?

Punya sesuatu.

Ini momen yang sempurna. Harus kita perpanjang.

Momen sempurna tak bisa diabadikan. Karena itulah disebut momen.

Aku ada pengajuan bukti.

Kita masih punya banyak momen sempurna seumur hidup di masa depan kita.

Bukan ini yang ingin kulihat,

tapi hasil pindai CT-mu menunjukkan gumpalan baru di paru-paru kananmu.

Itu belum tentu berarti bahwa ini kanker yang muncul lagi.

Ini bisa berarti lain. Jadi, jangan langsung disimpulkan.

Kita hanya akan menghadapi ini selangkah demi selangkah, paham?

Owen?

Kau dengar ucapanku tadi?

Ya, aku dengar "pindai CT," "gumpalan," "paru-paru."

Apa kau juga mendengarku berkata akan kita hadapi selangkah demi selangkah?

- Kukira semua sudah diangkat. - Memang.

- Jadi, apa itu? Kanker baru? - Kita belum tahu apakah ini kanker.

Ini perlu biopsi.

Jadi jika ada waktu, aku ingin melakukannya sekarang.

Agar bisa kirim sampel segera ke lab.

Baiklah.

Aku memasuki apartemen.

Carlos duduk di meja dapur, sangat santai.

Yaitu kondisi mental normalnya.

- Lalu? - Lalu…

Dia memperbarui surat wasiatnya.

- Dia mencoret namamu? - Apa? Tidak!

Kalian tak menganggap itu muram, bahwa dia duduk di situ

dengan keinginan dan wasiat terakhir seolah-olah Sudoku?

Aku bahkan baru tahu dia punya surat wasiat.

Lalu, kami mengalami pertengkaran bodoh,

karena kini dia menekanku gara-gara aku tak punya wasiat.

Tunggu, kau tak punya surat wasiat?

- Kau punya? - Ya!

Sobat, kita bertaruh nyawa tiap hari.

- Itu juga keuangan terencana. - Kini ucapanmu seperti Carlos.

T.K., jika ada orang di planet ini yang harus punya wasiat, kaulah orangnya.

- Aku? - Ya, kau!

Orang yang selalu nyaris mati. Kau seperti juaranya nyaris mati.

Ingat kau mengalami hipotermia karena menyelamatkan anak itu?

Atau saat kau ditembak oleh anak lain?

Sobat, mungkin kau harus jauhi anak-anak.

Tidak, kalian tak mengerti.

Satu-satunya alasanku selamat dari nyaris mati

adalah karena tak punya wasiat.

- Karena itu masuk akal. - Aku serius.

Begitu aku menandatanganinya, tamat sudah.

Malaikat Maut akan menagih haknya.

- Astaga, itu membuat depresi. - Itu gila.

Itu bodoh sekali.

Kematian bukan utang kartu kredit. Itu bagian dari kehidupan.

Serta risiko pekerjaan ini.

Kematian tak bisa dihindari.

Berhentilah bersikap kekanak-kanakan.

Tata hidupmu.

11 SEPTEMBER 2001 MENARA SELATAN

- Kapten Strand. - Kapten Vega.

Owen, semua beres?

Ya.

Tidak.

Sulit dipastikan.

Apa yang terjadi?

Aku mengunjungi ahli onkologiku yang kukira sudah bukan ahli onkologiku.

Aku menjalani pemeriksaan fisik, dan ada…

Ada gumpalan di paru-paruku.

Astaga, Owen.

Aku ikut prihatin.

Mereka lakukan biopsi.

Kini, aku harus menunggu.

Rencanaku tadi adalah langsung kemari dan memberi tahu T.K.,

tapi bersikap terbuka kepadanya soal status kesehatanku itu kelemahanku.

Sudah kau katakan?

Belum.

Tapi kukatakan dia butuh surat wasiat.

Dia butuh surat wasiat?

Serta bahwa dia harus dewasa dan berhenti bersikap kekanak-kanakan.

Bukan nasihat yang buruk.

911, apa situasi daruratmu?

Ya, aku di Gedung Tele-Lively di Jalan Nueces!

Kurasa ada bom baru meledak!

Baiklah, Pak, tolong perlahan saja dan beri aku alamatnya lagi.

Jalan Nueces 3211. Gedung Tele-Lively yang baru .

Baiklah, Gedung Tele-Lively, di Jalan Nueces.

Bantuan segera tiba.

- Bisa beri aku namamu? - Ya, namaku Wyatt.

Wyatt Harris. Bergegaslah!

Setengah gedungnya runtuh. Ayahku di dalam. Aku harus menjemputnya!

Baiklah, Wyatt, tolong jauhi gedung itu.

Jangan coba masuk sendiri, ya? Kau harus tetap aman.

- Wyatt? - Grace?

Grace, itu kau?

Wyatt. Apa yang terjadi, Sayang?

Entah, tadi ada ledakan, lalu…

Lalu gedungnya runtuh, Grace! Aku tak tahu!

Kau terluka?

Tidak, aku di luar, di truk Judd.

Wyatt, di mana Judd?

Dia di dalam gedung.

Sial…

Ya Tuhan.

Halo?

- Siapa terluka? - Kurasa aku baik-baik saja.

- Brandy? - Ya, kurasa begitu, aku baik-baik saja.

Apa yang telah terjadi?

Mungkin semacam kegagalan struktur.

Ya, tadi ada ledakan.

Ya, aku dengar ledakan besar sebelum semua runtuh.

- Kita harus keluar. - Ada tangga di lorong ini.

Ayo pergi.

Tidak! Jangan lewat tangga! Jangan!

Kenapa tidak?

Sepertinya kita berada di sisi gedung yang runtuh.

Jadi, kita harus menjauhi keruntuhan itu dan temukan jalan lain.

- Kenapa kami harus mendengarkanmu? - Karena aku petugas damkar 20 tahun.

Tetaplah bersamaku, nanti kubawa keluar.

- Kau pincang. - Aku petugas damkar!

Jantung Hatiku

- Grace? - Astaga, Judd! Terima kasih, Tuhan.

Kau baik-baik saja?

Masih hidup.

Sekeras usahaku belakangan ini.

Ini 911.

911 menelepon dia? Ya, aku tetap bersama dia.

Kurasa kau mendengar tentang kejadian di sini?

Kami hanya tahu ada keruntuhan gedung sebagian.

Tapi tak ada kabar apa penyebabnya.

Kau dengar kabar Wyatt? Kutinggalkan dia di mobil di luar.

Wyatt tak apa, Sayang, tapi dia mengkhawatirkanmu.

Tapi dia tahu kau masih hidup. Jadi, tetaplah hidup.

Kau tahu kau di lantai berapa?

More Indonesian subtitles for 9-1-1: Lone Star

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left