The first 200 lines.
Terima kasih.
- Anda cantik sekali. - Terima kasih.
Ya, ini Han Jae Hee.
Jae Hee, ini kakak.
Lama tak bertemu, adikku.
Dimana kau sekarang?
Ceritakan apa yang terjadi sebenarnya.
Hanya saja...
Kakak preman Jae Hee dibebaskan dari penjara dan datang kesini.
Dia bertanya dimana Jae Hee sambil menghancurkan barang dan memukuli Jae Gil seperti ini.
Jangan ikut campur, Kang Ma Roo. Kau mengerti?
Tatapan orang itu penuh hawa membunuh.
Jika ia menemukan Jae Hee, dia akan membunuhnya.
Kau jangan ikut campur!
Jika dia kembali, aku akan menanganinya.
Kau tak tahu apa-apa tentang dia, tolong jangan ikut campur! Ya?
Omong-omong...
Preman tadi mencari nomor kontak Jae Hee di kamarmu...
...dan dia juga mengambil ponselmu.
Diterjemahkan oleh : Sue Valentino , CalVter , filmar
Episode 7
Kenapa kau memberitahu dia?
Ma Roo jadi hilang kendali bila menyangkut Jae Sik.
Bagaimana kalau dia melakukan hal bodoh?
Melihat kau dipukuli di depan mataku...
Aku jadi hilang kendali juga.
Aku tak memikirkan apa yang akan dilakukan Ma Roo.
Kang Choco!
Aku sudah lama ingin bicara denganmu.
Jika kau bersikap seperti ini juga, maka...
Aku akan menjadi biksu saja.
Apa? Kenapa?
Aku tahu itu tak mudah. Aku bukan sekedar pria tampan biasa seperti kakakmu.
Bisa dikatakan aku adalah pria tampan yang bisa membuat gadis manapun berdebar.
Aku takkan menyangkalnya.
- Itu benar, Jae Gil. - Tapi kau tak bisa menganggapku seperti itu juga.
Jujur saja, jika kau menyukai seseorang...
Aku tahu itu hasrat yang tak bisa kau kendalikan.
- Mengetahui itu... - Aku tahu.
Aku bukan tipemu. Kau lebih suka cewek montok.
Aku akan tetap naksir padamu.
Aku takkan mengganggumu dan hanya akan terus terobsesi padamu.
Itu tak masalah, kan?
Kenapa aku harus begitu tampan?
Beri aku ponselmu.
Untuk apa?
Tunggu, apa kau menelpon ponselmu?
Sudah kubilang laporkan saja ke polisi dan jangan terlibat.
Tidak, ini bukan Jae Gil, tapi Ma Roo.
Dimana kau sekarang?
Aku akan memberitahumu dimana Jae Hee.
Temui aku dulu.
Bisa kau beri ini pada Ma Roo?
Studio foto di sana sudah tutup.
Mereka memintaku memberikan ini pada Ma Roo.
- Tentu. - Terima kasih.
Foto itu sudah diberikan pada Direktur Suh.
Apa harus kita mulai dari kisah pertemuan anda dengan Presiden untuk pertama kalinya?
Nyonya Han!
Nyonya Han!
Ya?
Apa kau bilang?
Apa semuanya berjalan lancar?
Berjalan baik.
Kau mau keluar?
Aku harus bertemu seseorang.
Ada yang ingin kau katakan?
Tidak.
Aku segera kembali.
Kau tampak kurang sehat.
Aku melihatmu di depan pintu semalam.
Dia akan menikah dengan ayahku.
Aku pernah melihatmu di TV.
Kau berbicara tentang ketidakadilan dan ironi dari kesenjangan sosial...
Etika dan hati nurani yang tak boleh dikompromikan.
Apa benar dulu kau seperti itu?
Kau reporter itu, kan? Han Jae Hee.
Wow, sangat mengesankan.
Kau masih ingat nama reporter dari masa lalu?
Aku penggemar beratnya.
Kau mungkin demam juga.
Aneh jika kau tak sakit setelah minum alkohol sebanyak itu.
Seberapa baik kau mengenal pria itu?
Bagaimana kau bisa yakin pria macam apa dia?
Kau kenal baik dengannya?
Seberapa baik kau mengenalnya?
Kau tak begitu mengenalnya, kan?
Lalu, apa kau mengenalnya dengan baik?
Kau yang akan terluka.
Kau yang akan terluka dan menangis pada akhirnya, bodoh.
Aku akan membawamu berobat ke rumah sakit.
Tak perlu ke rumah sakit.
Aku akan sembuh setelah istirahat.
Pergilah.
Baik.
Aku akan membawa obat saat aku kembali.
Aku akan segera kembali.
Orang yang merawatmu di pesawat adalah Kang Ma Roo.
Dia telah mengenal Nyonya selama 19 tahun.
Nyonya memberi dia 1 milyar won...
...tampaknya untuk membuatnya tutup mulut tentang hubungan mereka.
Bagaimanapun juga, alasan Kang Ma Roo mendekatimu...
...sangat disengaja dan dengan motif tertentu.
Direktur!
Kau tak pernah menaruh gula di kopimu.
Akan kupesankan yang baru.
Teruskan bicara...
Kang Ma Roo!
Apa sudah tujuh atau delapan tahun?
Silahkan duduk!
Duduklah!
Kenapa kau tak pernah mengunjungiku di penjara?
Sudah kuduga kau tak punya tata krama.
Kudengar kau juga masuk penjara.
Hei, apa kau benar-benar membunuh seseorang?
Kau tampak seperti bocah culun.
Itulah sebabnya jangan menilai seseorang berdasarkan penampilan mereka.
Apa kau mencari Jae Hee?
- Dimana dia? - Dia meninggal 6 tahun lalu.
- Jadi jangan cari dia lagi. - Brengsek!
Kau sebut itu lelucon?
Jika kau mau, aku bisa mengantarmu menemui dia.
Entah itu lelucon atau bukan, kau bisa cari tahu sendiri.
Hei, bawa keluar.
- Kembalikan ponselku. - Tentu.
Aku menemukan nomor Jae Hee.
Berkatmu, aku bicara dengan Jae Hee.
Jae Hee yang melakukan pembunuhan, kan?
Jae Hee yang membunuh seorang pria dan kau menanggung kesalahannya.
Apa aku salah?
Kau membunuh seseorang?
Kau pikir aku tak tahu?
Jae Hee yang sanggup melakukan hal seperti itu.
Dia bahkan membunuh seorang pria 6 tahun lalu.
Itu pembunuhan yang tak disengaja, tapi...
...dia tetap di penjara selama 5 tahun.
Dan ia dikeluarkan dari kampus karena itu.
- Lalu? - Maaf?
Masih ada lagi yang mau kau ceritakan tentangnya?
Apa yang kukatakan sejauh ini masih belum cukup?
Lalu...
- Lalu apa? - Nyonya!
- Lalu apa? - Pria itu...
- ...ada hubungan serius dengan nyonya. - Kau sudah mengatakannya.
Dia memiliki dendam terhadap nyonya dan mendekatimu dengan motif tertentu.
Apa kau bodoh atau bagaimana?
- Sekali lagi, kau sudah mengatakannya. - Direktur!
Jadi, hanya itu?
Tak ada yang istimewa.
Bagaimana kau ingin aku menangani pria itu?
Jika kau mau mengambil tindakan hukum, aku akan mencari jalan.
- Jangan sekali-kali kau menyentuh dia! - Direktur!
Jangan sentuh dia... bahkan sehelai rambutnya!
Kang Ma Roo!
Kau begitu suka pada Jae Hee?
Dia menghancurkan hidupmu.
Kau masih ingin mendukung dia.
Kau masih begitu menyukai penyihir itu?
Aku tak paham apa yang kaukatakan.
Jika kau baru saja keluar dari penjara setelah 8 tahun...
Kurasa akan lebih baik jika kau diam dan tetap tenang.
Ini bukan saran, tapi peringatan.
Ma Roo!
Kau bisa balaskan dendammu juga.
Dia wanita yang memanfaatkanmu lalu mencampakkanmu.
Sulit dijelaskan, tapi...
...dia iblis wanita yang tak ada bandingannya.
Selain aku dan balas dendam ibuku...
...kau juga bisa membalaskan dendammu.
Bisa kau bayar minuman ini?
Katakan saja dimana dia.
Ada rumor bahwa ia menjadi istri presiden Tae San.
Tapi itu terdengar konyol.
Brengsek!
Jangan tatap aku seolah kau mau membunuhku.
Kita di pihak yang sama.
Berkat dia, hidup kita hancur.
Kau tak mau membantuku?
Jauhi Jae Hee!
- Jika tidak, aku akan membunuhmu juga! - Brengsek!
Aku bukan Kang Ma Roo yang kau kenal dulu.
Aku tak tahu apa yang kau rencanakan, tapi...
Memang benar aku membunuh seorang pria.
Tanganku sudah berlumuran darah.
Kau pikir aku tak bisa melakukannya lagi?
Harap anda menepati janji, pak.
Pukul 4 sore ini, pemogokan telah dihentikan.
Mohon biarkan Direktur pulang dan kembali bekerja.
Aku hanya memintamu menghentikan pemogokan saja.
Apa aku memintanya untuk memberikan hartanya?
Anda tak memberi kami petunjuk atau cara, hanya menetapkan batas 2 hari.
Direktur melakukan yang terbaik.
Aku tak mau mendengar masalah itu lagi. Kau boleh pergi.
Jika anda tak mau menepati janji...
Aku akan mengundurkan diri dari Tae San, mulai hari ini.
Aku tak mau bekerja pada seorang yang tak bisa menepati janjinya.
Apa kau mengancamku?
Aku akan menyerahkan surat pengunduran diri besok pagi.
Park Joon Ha!
Jika anda meninggalkan Direktur seperti itu...
No comments yet. Be the first to leave one.