The first 200 lines.
Seperti kompetisi di sekolah, misalnya?
Aku berencana mengadakan perlombaan..
sebelum semester ini berakhir.
- Apa kau mau ikut? - Ya, aku ingin mencobanya.
Walaupun kita memberi mereka kesempatan,
mereka tetap tidak akan bisa kuliah.
Sepertinya kali ini tidak akan ada tempat buatmu.
Apa kalian diberi lembar jawaban?
Kami memberitahunya kalau pemenang lombanya sudah ditentukan,
dan dia marah.
Kumohon, hentikan!
Semua siswa di Geumdo..
memiliki hidup yang sama berharganya.
(Catatan yang Sebenarnya dari Kehidupan Kami)
- Kaget aku. - Kau benar-benar imut.
Imut? Aku ini pria, tahu..
Tapi kenapa kau belum pulang jam segini?
Ya. Aku kebagian tugas malam.
Nice timing.
Bagaimana kalau kita melakukan pemeriksaan singkat sambil berjalan pulang?
Apa maksudnya itu?
Ikut sajalah.
(Kompetisi Matematika Sekolah, Soal dan Jawaban)
Apa kau dengar sesuatu?
Aku tidak yakin.
Sepertnya berasal dari sana.
Kau.
- Kenapa kau bisa ada di sini? - Urusi saja urusanmu.
Apa?
Jangan ikut campur dengan urusan orang lain.
- Tapi.. - Tapi apa?
Siapa itu?
Aku tidak bisa melihat wajahnya.
Sepertinya anak sekolah kita juga.
(Kompetisi Matematika Sekolah, Soal dan Jawaban)
Apa ini?
Apa yang harus kita lakukan?
Mereka akan marah besar kalau tahu soal ini besok.
Aku tidak menyangka sedang melakukan apa yang dilakukan X selama ini.
Hei, gawat. Ada yang ke sini.
Cepatlah.
Siapa yang masih di sini jam segini?
Sekolah ini belakangan semakin aneh saja.
Apa menurutmu ini ulah X lagi?
Siapa sih dia? Kenapa sepertinya dia profesional sekali?
Kalau ada yang datang kita harus segera keluar.
Kenapa semuanya dikunci?
Tunggu.
Apa yang harus kita lakukan? Pak Shim ke sini.
Jangan banyak tanya, diam sajalah.
Apa kau mau makan mi?
Apa?
Mi?
- Dia bilang apa sih? - Atau nonton film, mungkin?
Film tengah malam.
Kenapa?
Itu karena..
Anu..
Aku menyukaimu.
Aku menyukaimu.
Menurutmu kau juga mencurigakan, ya 'kan?
Apanya?
Mengungkapkan cintamu di saat-saat seperti ini.
Haruskah aku melaporkanmu karena semua ini?
Bagaimana?
Aku ingin makan mi.
Kenapa sih kau selalu melakukan hal-hal semacam ini?
Bikin jantung mau copot saja.
Kalau semua orang bisa melakukan itu, aku tidak akan kelihatan keren, tahu.
Kau benar-benar tak pernah mengecewakan aku.
Kau tidak pernah lupa pamer di saat-saat seperti ini.
Tapi..
apa kau benar tidak lihat wajahnya?
Sudah kubilang tidak.
Aku juga tidak tahu itu kau waktu pertama melihatmu..
di ruang guru.
Dia pasti mencoba meniru.
Belakangan ini banyak sekali penirunya.
Atau mungkin..
seseorang yang sangat membutuhkan lembar soal lomba itu.
Apa yang harus kita lakukan? Pak Shim datang.
Jangan banyak tanya dan diamlah.
Aku yakin mereka adalah siswaku.
Astaga, tapi siapa ya?
Kenapa Dae Hwi harus melakukan hal-hal semacam itu?
Dae Hwi...
mencoba mengambil lembar ujian kompetisi?
Kenapa?
Kau lupa membawa kunci utamanya.
Kenapa Pak Guru memberimu kunci utama?
Ada banyak tempat di sekolah yang harus kumasuki.
Wakil Ketua Osis dan aku punya masing-masing satu.
Apa kau cari ini?
Dasar kunyuk gila.
Kenapa kau harus hidup seperti ini?
Akulah kunyuk gilanya di sini,
jadi menyingkir sajalah kau sana.
Hidupmu sendiri sajapun tidak beres.
Nasehatmu yang lembut itu..
lagi-lagi membuatku kesal.
Apa itu menyenangkan?
Apa kau bersenang-senang karenanya?
Apa menurutmu aku ini menyedihkan..
karena mencoba melakukan sebuah tindakan bodoh?
Ya, sangat.
Kalau kau mau melaporkanku atau menceritakan ini pada yang lain,
aku tidak peduli.
Apa kau gila?
Aku mana peduli apa yang akan dilakukan oleh orang tak penting macam kau.
Kau sendiri bahkan tak seberani itu, kenapa juga aku harus melakukannya?
Jangan ikut campur dengan hidupku lagi.
Karena itu menjijikkan.
"Hidupku harus seperti cahaya itu."
"Aku harus memanjat tinggi tanpa henti."
"Waktu berlalu, masa depan yang gemilang.."
"menjauh dari kita."
Ayo.
Eun Ho.
Bisa aku bicara denganmu sebentar?
Ada apa ini?
Apa yang mau kalian bicarakan berdua?
Begini..
Ini soal lomba, 'kan?
Kau bilang mau sama-sama mendaftar.
Lomba?
Oh, benar. Aku bilang begitu, ya.
Lomba apa?
Anu..
Apa kau sedang bersiap ikut kompetisi dengan Eun Ho?
Ya, itu.. Begini..
Sebenarnya adalah..
Aku minta bantuan Eun Ho menggambar untuk lombaku.
Benar. Itu benar.
Dae Hwi, nanti saja kita bicaranya. Dah.
- Ayo pergi. - Hei.
Kau mau bertemu dia di mana?
Apa maksudmu di mana?
Tentu saja di sekolah.
Kau tidak usah cemas.
Bagaimana bisa aku tidak cemas?
Pacarku akan menemui gadis lain.
Cuma sebentar, kok.
Tidak ada yang perlu kau cemaskan.
Tunggu. Hei.
Maksudmu di kafe dekat halte bus?
Aku tahu, kok. Baiklah.
- Sampai jumpa kalau begitu. - Kapan kau akan menemui dia?
Bukan urusanmu.
Jangan pergi.
Apa?
Jangan pergi menemui Dae Hwi.
Jangan ikut campur kau.
Kaulah yang jangan ikut campur dengan urusan orang lain.
Aku sedang bersiap untuk ikut lomba, kenapa kau sebut itu urusan orang lain?
Tentu saja itu urusanku.
- Kau mau minum apa? - Apa?
Aku.. apa saja boleh.
Apa saja.
Apa ini?
Apa? Itu..
Dari tadi kau terus melihat botol itu.
Aku bukan cewek matre yang suka diberi hadiah.
Terima kasih.
Sama-sama.
Dae Hwi.
Saat aku dijebak..
kaulah satu-satunya yang menulis petisi buatku.
Apa?
Ya.
Aku merasa sangat..
berterima kasih karena itu.
Karena kau memercayaiku.
- Itu karena.. - Kukira..
kau punya alasan kenapa kemarin kau melakukan itu.
Karena tidak ada hal lebih baik yang bisa kau lakukan.
Setidaknya, begitulah Song Dae Hwi yang kukenal.
Terima kasih.
Aku berpikir keras sepanjang malam..
bagaimana caranya menjelaskan ini..
dan dari mana aku harus memulainya.
Kau bisa menceritakan semuanya kalau kau sudah merasa siap.
Aku tahu tidak mudah menerima kenyataan,
tapi aku bisa menjaga rahasia ini, kok.
Terima kasih.
Oh, benar.
Soal lombanya..
sudah kukembalikan dengan selamat ke tempatnya. Tak usah cemas.
Terima kasih. Sungguh.
Jangan cemas. Aku yang akan bicara dengannya.
Tae Woon?
Apa kau barusan minta Eun Ho untuk tutup mulut?
Apa?
Munafik sekali kau.
Apa sebegitu inginnya kau menutupi itu?
Kenapa kau peduli?
Jangan begini. Kalian 'kan berteman.
Aku penasaran..
siapa orang yang membuat Hyun Tae Woon ini..
ikut campur dengan urusan orang lain.
Sudah tahu kau sekarang?
No comments yet. Be the first to leave one.