The first 200 lines.
Diterjemahkan oleh: Bajingan, Toa Pek Yuna
- Kilian, waktunya pergi. - Datang.
Ingat selalu aku sebagaimana aku sekarang. Aku akan melakukan hal yang sama.
Semoga beruntung.
Keberuntunganku sudah habis di sini dan sekarang.
Selamat tinggal.
Selamat jalan.
Peristirahatan abadi dihibahkan atas Jacobo de Rabaltua, Ya Tuhan
Dan biarkan cahaya abadi bersinar kepadanya.
Semoga jiwanya dan jiwa dari semua orang beriman pergi
melalui belas kasih Tuhan, beristirahatlah dalam damai.
Ayo, sedikit tenang di dalam sini.
Kami memiliki begitu banyak barang kenangan.
Ayah, aku seharusnya datang lebih awal.
Bagaimana ayahmu?
Dia dalam hari hari baik ketika dia sedang baik baik saja...
dan sebaliknya ketika dia tidak.
Dia tampak pikun, mengatakan hal hal yang tak kumengerti
tentang Bioko, perkebunan...
seolah olah masa lalu lebih nyata daripada masa sekarang.
Kadang kadang dia menatapku seolah olah dia tak mengenalku.
Dan terkadang akupun tak yakin aku mengenalnya juga.
Aku tahu persis apa maksudmu.
Minggu lalu pengacara dari tempat usaha ski datang kesini lagi.
Mereka mau menyelesaikan pembelian dari tanah kita secepat mungkin
jadi mereka bisa mulai membangun di musim semi.
Dan, nah, kami perlu tanda tanganmu untuk menyelesaikan penjualan itu.
Aku pikir aku menaruh kontraknya di sebelah sini.
Clarence, aku tahu ini bukan waktu yang tepat,
tapi makin cepat kita bisa menyelesaikan hal ini, makin baik.
Ini...
- Apa ini? - Catatan harian ayahku.
- Maaf. - Tak apa apa.
- Daniela. - Apa?
Kilian.
Datang.
Ayah, hei. Hai.
Lagi? Putriku, aku sangat menyesal.
Aku minta maaf.
- Bisakah kau membantuku, Clarence? - Ya.
Oke, selesai.
Aku tak memahami kau, Ayah. Tapi ini terdengar sangat indah.
Daniela, temanilah aku.
Ya, Ayah.
Julia.
- Kau tak perlu melakukan ini. - Tak menganggu kok.
Kau mau satu cangkir coklat panas?
Hari di mana aku menjawab tidak adalah hari di mana kau harus mulai khawatir.
Ketika aku sedang menyortir beberapa dokumen di kantor...
aku menemukan bagian dari surat yang kelihatannya seperti dikirim dari Afrika.
Maafkan aku.
Perasaan sentimentil seorang wanita tua.
Itu adalah tulisan tangan suamiku.
Kau tahu siapa yang dia bicarakan?
Dia menyebutkan seorang wanita dan beberapa anak anak yang dikirimkan uang...
Aku bisa baca, Clarence.
Aku telah memeriksa akun itu...
dan sepertinya pembayaran reguler dikirimkan dari sini.
- Mungkin kau seharusnya bertanya pada pamanmu. - Dia dalam kondisi tak memungkinkan untuk bicara.
Aku tak mau orang orang penting dilupakan begitu saja.
Julia, apa ada yang salah?
Jika kami tidak pergi dengan cara yang dulu kami lakukan...
Aku tak berpikir aku akan pindah kembali ke Pasolobino.
Dan ayahku? Apakah dia akan senang tetap tinggal di situ?
Ayahmu tidak pernah menunjukkan perasaannya.
Aku tahu itu lebih baik dari siapapun.
Nah, barangkali ibuku,
tapi dia tidak terlihat sebagai wanita bahagia khususnya.
Aku telah memutuskan untuk pergi ke Bioko.
Sudah hampir 40 tahun sejak kami pergi.
Kau tak akan suka dengan apa yang akan kautemukan.
- Tak masalah. - Fernando Poo yang kita kenal sudah pergi.
Dan lagi, sangat berbahaya seorang wanita bepergian sendiri.
Tampaknya tak ada cara aku bisa membujukmu untuk tidak pergi, ya?
Kau tahu, Clarence,
untuk Bubis, tak ada yang lebih penting dari menghormati para leluhur.
Ingat itu.
Ketika kau sampai ke Sampaka carilah Simon.
Dia adalah pembantu rumah Kilian selama bertahun tahun
dan dia juga adalah koneksi Manuel untuk uang
yang dikirimkan ke Guinea selama ini.
Dia mungkin bisa menghubungkanmu dengan seseorang yang sedikit lebih tua darimu
yang bernama Fernando.
Tak akan terlalu susah, tempat itu hanya sekecil lembah ini.
Akan kupastikan dia menerima uangmu.
Dia dan anak anaknya baik baik saja berkat uang yang kaukirimkan.
18 Januari, 1954.
Catalina Sayang...
Aku menatap rumah kami Faasade seperti aku mencoba mengingat setiap detailnya.
Kilian! Cepatlah!
Kau masih punya waktu.
Jangan khawatirkan aku, aku baik saja.
Ayo.
Tak ada tersisa orang di rumah kami.
Jika saja itu tidak terlalu jauh.
Enam ribu kilometer bukan apa apa, Ma.
Kita harus lanjutkan dengan ski.
Lebih baik kita berpamitan sekarang.
Jaga jaga kalau kau lapar.
Aku akan merindukanmu.
Tuliskan di sini ketika kau ingat padaku.
Dengan begitu aku bisa membaca semuanya ketika aku kembali.
Terima kasih.
- Jagalah saudaramu. - Ya.
Pulang segera ya.
Selamat tinggal, Ma.
Aku tak paham mengapa bahasa ini ditulis dengan satu cara dan dilafalkan dengan cara lain.
Kau tidak perlu menulis kepada orang Nigeria.
Aku sudah menggaris bawahi semua yang kau perlukan.
Jacobo, apa yang kau tahu tentang kehidupan di negeri ini?
Tak ada.
Aku tak sabar ingin melihat laut.
2 Februari, 1954.
Catalina Sayang, tidak lama sampai kami mencapai Guinea.
Kami bertemu Manuel Ruiz di kapal.
Aku sudah mengenalnya dari Rumah Sakit Santa Isabel.
Dia akan menjadi dokter baru di perkebunan.
Aku tidak sabar untuk tiba ke tempat kelahiranku dan melihat penduduk Guinea.
Penduduk asli Guinea.
Jika masih ada yang tersisa.
Apa yang kaupikirkan?
Dia tak bisa bicara!
Lihat semua orang hitam itu? Semua kelihatan sama.
Persis seperti domba, kau tak akan bisa
memisahkan mereka sampai beberapa bulan dari sekarang.
Ayah.
Jacobo.
- Selamat datang ke tempat kelahiranmu, Nak. - Terima kasih.
Apa kabarmu?
Apa kau baik baik saja?
Ya, aku baik saja. Ekspedisi terakhir ini lebih sulit dari yang kami harapkan.
Tas ini terisi penuh dengan barang barang yang Ma kemas untukmu.
Aku yakin kau akan segera merasa baikan.
Selamat siang.
Ini adalah anakku Kilian dan itu Manuel, dokter baru perkebunan.
Selamat datang. Dan terimakasih untuk paketnya.
Pelajaran pertama, Kilian, kau harus membuat para penjaga itu senang.
Setiap saat dan lagi berikan mereka rokok,
whisky, telur, apapun.
Semakin senang mereka,
semakin cepat mereka datang saat kau membutuhkan mereka.
Cukup dengan pelajarannya. Dan biarkan Osa mengemudi.
Aku tak berpikir si Bos akan senang melihat kau mengemudikan mobilnya.
Garuz tak akan tahu, bukan begitu, Osa?
Ayo.
Semuanya tampaknya berjalan lancar.
Bagaimana seorang pria muda dengan masa depan yang menjanjikan seperti kau
lebih menyukai koloni ke Madrid? Terimakasih.
Nah, keahlian keduaku adalah botani.
Aku ingin mempelajari jenis jenis tumbuhan lokal dan aplikasi medis mereka.
Aku tak yakin kau akan punya waktu untuk hal itu.
Dan kau, anak muda?
Kami perlu orang orang energik dan tegas di sekitar sini.
Kau akan menghabiskan dua minggu pertama untuk pembelajaran.
Mengamati rekan kerjamu, melakukan apa yang mereka lakukan.
Kau akan pergi ke Obsay dengan Gregorio.
Tapi bukankah dia dengan aku ke Yacato?
Obsay tidak berjalan sebaik seperti seharusnya. Orang baru akan membantu.
Ya, Pak.
Perlakukan para pekerja dengan berwibawa tetapi juga adil.
Jika kau tak mampu menyelesaikan masalah dengan benar, mereka tidak akan menghormatimu.
Terima kasih, Tuan Lorenzo.
- Anton, siapa bocah pembantu rumahnya? - Simon, anak baru.
Jangan lepaskan dia dari pengawasan atau dia akan berlaku seenak maunya.
Itu saja.
- Selamat pagi. - Terima kasih banyak.
Patuh.
Aku memerintahmu.
Datang ke sini.
Aku lah bossnya.
Akulah bossnya.
Bekerja.
Kau bekerja!
- Massa (Tuan), drum sudah dibunyikan. Bangunlah. - Aku datang. Sebentar.
Aku datang! Sebentar!
Simon, Massa. Siap melayanimu.
Ini masih malam.
Ketika pekerjaan dimulai itu sudah pagi hari.
Dalam 10 menit semua orang sudah harus berdiri di luar.
- Akan kubantu kau berganti pakaian. - Terimakasih, aku bisa sendiri.
- Akan kubantu. - Aku sendiri saja. Berikan padaku.
Ayo. Satu menit lagi dan kau tak akan dapat bayaran.
- Semoga beruntung. - Lelaki itu yang datang bersama Ayah...
- adalah Gregorio. - Selamat pagi.
Kau harus memperlakukan anakku dengan baik.
Rabaltua yang lain. Seluruh keluarga akan berada di sini segera.
Ayo pergi, Ayah. Dah.
20 orang per pasukan.
Mulailah menghitung.
Aku sakit, Massa.
Cerita lama yang sama setiap hari!
Pergi bekerja.
Kebohongan. Mereka selalu berbohong. Begitulah. Alasan dan takhayul.
Kau pikir untuk apa saudaramu membawa tongkat melongo itu?
Sang Pemilik menginginkan keuntungannya dan adalah tugas kita untuk memastikan dia mendapatkannya.
Kau bertanggung jawab untuk ... Apa apaan... ?
- Ular! Ular! - Apa apaan ini?
Ular!
Cepat ke sana dan bunuh dia.
Pergi ke sana!
No comments yet. Be the first to leave one.