The first 200 lines.
SERIAL NETFLIX
Atas. Bawah.
Kiri.
Baiklah.
Berikutnya, Osana.
Kanan!
Bawah!
Kiri?
Baik, berikutnya!
Saat seseorang mengalami kecemasan sosial yang ekstrem,
mereka kesulitan berkomunikasi dengan orang lain.
- MENUNJUK… - KAGET!
Ingatlah, mereka hanya berjuang untuk menjalin hubungan.
Bukan berarti mereka tak mau.
Komi adalah gadis tercantik dan paling dikagumi di kelas.
Selain itu, dia dewi.
Dia memesona dengan kecantikannya,
membawa sukacita bagi kami, rakyat biasa.
Hai. Senang bertemu denganmu.
Namaku Makeru Yadano.
Aku hanya orang biasa, tapi aku punya tujuan hari ini.
Itu…
untuk mengalahkan Komi di ujian fisik.
Seseorang memberi Komi tatapan mematikan.
Ujian fisik ini memiliki empat bagian.
Penglihatan, tinggi, berat, tinggi saat duduk.
Jika aku bisa menang tiga atau lebih, aku akan menang!
Aku akan mengalahkan yang paling superior di kelas kami.
Itu akan menjadi pencapaian terbesarku.
Tapi apa ini?
Dia tidak menjawab sama sekali.
Aku tidak yakin dengan tes penglihatan,
tapi ini mungkin kemenangan mudah!
Komi, penglihatanmu di atas rata-rata.
TIDAK BISA MELIHAT KOMI MENUNJUK
Ada apa dengan itu?
- Komi bahkan tidak menjawab. - Yadano?
Mungkinkah, Komi…
Menyuap pengawasnya?
Tak bisa diterima!
- Main poker kotor hanya untuk kalahkanku? - Hei. Sakit, Yadano.
Baiklah. Aku akan bermain dengan adil.
Dan aku akan mengalahkanmu!
DI BAWAH PENGLIHATAN RATA-RATA
RONDE PERTAMA MENANG ATAU KALAH
Kau kalah!
TINGGI
BERAT
TINGGI SAAT DUDUK
Baiklah, sudah diukur.
Ini benar-benar dimulai, Komi!
BABAK DUA 168 CM
156 CM
Sepertinya aku tak bisa memenangi ini.
Tidak masalah selama aku tidak kalah.
Punyaku lebih tinggi!
Hore! Seri…
Berat dan tinggi saat duduk!
Apa maksudnya?
Aku lebih pendek, tapi tinggi duduk dan beratku sama-sama lebih tinggi?
Tunggu sebentar.
Siapa yang memutuskan lebih baik bagi mereka yang lebih pendek?
Di tanah yang keras seperti sabana,
orang yang bisa menyimpan lemak adalah pemenang dari krisis makanan.
Tinggi saat duduk?
Pasti ada tempat yang menyukai wanita berkaki pendek!
Benar!
Hasilnya seri, Komi.
Kebetulan, Tadano hanya rata-rata di tiap kategori.
TAK ADA GUNANYA MENGUKUR HAL YANG SUDAH JELAS.
MISI 11 "HANYA MENAKSIR."
Namaku Hitohito Tadano.
Aku anak SMA biasa.
Satu hal yang luar biasa?
Aku berteman dengan gadis tercantik di sekolah
Namaku Ren Yamai.
Aku anak SMA biasa.
Seberapa biasa, katamu?
Aku tidak suka belajar, tapi aku suka mode!
Selamat pagi!
Aku punya kekhawatiran, tapi aku punya banyak teman dan aku bahagia!
Itu biasa, 'kan?
Lalu sekarang…
Aku sedikit menyukainya.
BERDEBAR!
Komi berjalan.
Komi berlutut.
Komi berdiri.
Komi naik ke atas.
Komi, Komi, Komi…
BERKEDUT
Astaga.
Komi sangat cantik hingga aku lupa diri.
Sadarlah!
Aku tidak bisa menatap terlalu lama atau itu tidak sopan.
Jejak aroma Komi.
Warna ini, kilauan, aroma.
Tidak salah lagi. Ini rambut Komi!
Hari ini akan kujadikan dia milikku.
Tidak.
Kuharap kami bisa berteman.
Tenanglah.
Tenanglah, Ren Yamai.
Tersenyumlah dan sapa dia dan kau akan selangkah lebih dekat.
Baiklah!
- Selamat pagi, Kom… - Komi!
Selamat pagi!
AGARI ADALAH ANJING KOMI.
Tidak! Maafkan aku.
Anjingmu tak boleh bicara denganmu.
Aku akan pergi!
Ada apa dengannya?
Bagaimana bisa orang sememalukan itu bicara kepada Yang Mulia?
Aku harus mengendalikan diri.
- Komi, selamat pa… - Selamat pagi!
Hei, kau lihat bulan semalam?
Warnanya merah muda!
Kau tahu?
Apa?
Yamai.
Selamat pagi!
Najimi. Selamat pagi.
Kau selalu cerewet.
Cerewet?
Komi, selamat pagi.
Ya! Aku berhasil!
Aku terganggu, tapi aku menyapa Yang Mulia!
BERDERIT
Astaga.
Yamai. Kau tahu…
Komi sangat sempurna!
Apa?
Aku merasa sangat tenang.
Tentu saja!
Aku, orang biasa, bicara santai dengan Yang Mulia.
Jika Yang Mulia membalas, dia akan merendahkan dirinya.
Dia mengabaikanku dan itu membuatku sangat bahagia!
Yamai?
Najimi! Kemarilah.
Apa?
Aku ingin bertanya, apa hubunganmu dengan Komi?
- Yamai, biasanya kau tidak… - Jawab saja pertanyaannya.
Kami hanya berteman.
Aku bersin.
Enak saja! Kau bercanda?
Najimi!
Kita teman, 'kan?
Jadi, tentu saja kau akan memperkenalkanku kepada Komi, 'kan?
Dia mungkin akan membunuhku jika aku menolaknya.
Omong-omong, ini Ren Yamai.
Kita memainkan permainan itu, ingat? Aku Ren Yamai. Senang bertemu denganmu.
GEMETAR
Apa?
BERDERAK
Aku tak tahan lagi!
Matanya yang besar dan penuh perasaan.
Rambutnya yang berkilau.
Gerakannya yang gemetar.
Dia seperti chihuahua kecil yang manis!
Aku ingin menyentuhnya! Belai, jilat, kencani dia!
Tapi aku tak bisa! Yang Mulia suci!
Sabar… Sabar Ren Yamai!
Belum.
Kenapa Yamai melakukan ini?
Bersikaplah normal.
Bersikaplah normal. Ren Yamai.
Hei, Komi. Kau suka steik Hamburg?
Aku membuat terlalu banyak untuk makan siangku hari ini.
Bisakah kau membantuku dengan memakannya?
Ini Undangan Makan Siang Tidak Langsungku yang sudah dipatenkan!
Tentu saja aku membuat makanannya sendiri.
Aku mencampur daging mentah dengan tangan kosong!
MEJA TADANO
Kau pasti bisa!
Hore!
Astaga!
Maaf. Bukan apa-apa.
Maksudku itu bukan apa-apa. Aku hanya bahagia.
Sangat bahagia.
Kelas akan dimulai.
Sampai nanti, Komi.
GEMETAR
Astaga!
Apa yang terjadi?
Tadano absen hari ini?
Saat Tadano tidak ada, aku tidak tahu apa yang Komi pikirkan!
Di mana kau, Tadano?
Di mana aku?
Tempat apa ini?
Ada foto Komi di mana-mana.
Kolase foto?
Ini pasti kamar Yamai.
Apa yang akan terjadi kepadaku?
Seseorang!
Yamai!
Bolehkah aku ke rumahmu hari ini?
Kenapa tiba-tiba?
Kau tetap duduk di kursi Tadano meski makan siang sudah selesai.
Kupikir kau ingin bicara.
Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.