Prime Target

Prime Target

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Prime Target 2025 S01 COMPLETE ATVP WEB-DL DDP5 1 Atmos H 264-RAWR
A Commentary by tedi
Retail ATVP (8 eps)

Tags

webdl
Published on: 2025-03-05
Downloads: 103
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Hai.

- Terima kasih. - Sama-sama.

Itu dia.

Ayo.

Hai. Ini Dr. Nathoo.

Silakan tinggalkan pesan.

Hai, ini Andi.

Dengar, aku tak bisa diam saja, jadi aku dalam perjalanan ke sana, Charan.

Sampai jumpa di Bagdad delapan jam lagi.

Dah.

ANDREA LAVIN PESAN SUARA

Aku tak paham. Kenapa kau tak pergi ke Kaplar

untuk mencari penelitian Safiya?

Hanya itu pilihan kita sekarang.

Tidak.

Itu mustahil. Aku tidak gila.

Kau pikir apa yang akan terjadi padamu?

- Mereka akan membunuhku. - Astaga.

- Atau membuatnya seakan aku bunuh diri. - Maksudku...

Oke.

Beri tahu saja mereka penelitianmu yang sebenarnya.

Lagi pula, kau tak akan lakukan ini sendirian.

Ini pekerjaanku. Sudah sering kulakukan. Aku mengawasimu.

Lalu, bagaimana nasib Robert Mallinder?

Oke.

Jadi kau puas pergi begitu saja?

Karena kau baru saja sebut namanya. Bagaimana dengan Robert?

Hidupnya berakhir begitu saja? Bagaimana dengan istrinya?

- Jandanya. - Oke. Benar, jandanya.

Itu semua tak membuatmu sedih?

Tentu saja aku sedih.

Tapi kenapa harus aku yang urus hal ini?

Karena, suka tak suka, mereka sudah tahu tentangmu.

Kau pikir kau bisa pergi dan bersikap seolah tak ada masalah begitu saja?

Itu mustahil.

Aku tahu kau takut, tapi kau harus pergi ke Kaplar

agar kita bisa tahu dalang di balik ini semua.

Dengar, aku tak akan membiarkanmu celaka.

Itu bukan fakta.

Melainkan hipotesis.

Tangan kanan.

Mundur sedikit.

Tanda tangan di bawah.

E. BROOKS

Terima kasih.

- Selamat pagi, Tn. Brooks. - Hai.

Selamat datang di Kaplar.

Silakan ikuti aku.

Sudah terima kartumu?

Bagus, tempelkan di sini.

Ini ruang santai kami.

Para peneliti di sana sedang membuat rumus untuk memprediksi perilaku pemilih.

Lewat sini.

Gedung ini tak pernah tutup.

Selalu ada staf di meja depan.

Kami sadar penelitian kreatif tak selalu terikat jadwal.

Ini bilikmu.

Semua orang menyimpan catatan digital penelitian mereka, semacam arsip.

Aku akan memberimu PIN agar bisa mengakses penelitianmu.

Tapi bukan sekarang.

Kami lebih suka jika kau bekerja di sini, bukan di rumah,

jadi, semua sistem kami tak bisa diakses dari jarak jauh.

Lebih aman begitu.

Kau ada rapat orientasi nanti siang dengan Tn. Nield.

Bagaimana sejauh ini?

Aku sangat bersemangat.

Itu yang kami harapkan.

Selamat menikmati.

- Hai, Nicki. - Hai, Poppy.

Hei.

Kau sudah datang.

Kami merasa terhormat kau bisa bergabung, Ed. Sungguh.

Dengar, ini hanya rapat informal.

Kami hanya ingin tahu ke mana arah rancangan penelitianmu.

Ya. Maksudmu apa yang ingin kupusatkan selama berada di sini?

Ya.

Kau yang menentukan tujuanmu.

Jadi ini lingkup penelitianmu?

Ya. Teori bilangan aljabar.

Aku sangat tertarik soal itu.

- Aku diawasi. - Ya.

Standar operasi di sini, tak usah cemas.

Ide harus dilindungi.

Dengar, jika kau punya materi penunjang di rumah, diska, fail...

Tidak, aku menghitung semuanya dengan tangan.

Tradisionalis.

Itu alasan lain untuk mengamankan catatanmu.

Bawalah ke sini.

Bagus.

BADAN KEAMANAN NASIONAL PARIS, PRANCIS

Dia bersamaku.

- Kau tak apa? - Ya, hanya...

orang-orang yang menahanku...

Bukan penahanan.

Mereka menyergap dan melemparkanku ke mobil.

Kau mungkin masih hidup berkat mereka.

Alex, 'kan?

Ya.

Pelatihan di Fort Meade.

Penugasan di Chicago.

Banyak bar terkenal di kota itu.

Dan restoran barbeku.

Kau pernah ke Red Hot?

Di sini tertulis ini tugas lapanganmu pertama.

Kau datang, lima hari kemudian salah satu kolegamu mati tertembak.

Itu pasti berat.

Alex, kau tahu apa itu Syracuse, 'kan?

Kami menggunakannya secara tersembunyi selama puluhan tahun,

kini, tiba-tiba, ini meledak, kami ingin tahu alasannya.

Kau tahu penyebabnya?

Bagaimana kalau soal Taylah Sanders?

Apa kau bicara dengannya sebelum ini semua terjadi?

Salah satu matematikawan yang diawasinya,

Mallinder, di Cambridge, bunuh diri.

Itu membuat Taylah terpukul.

Di mana Taylah sekarang?

Entahlah.

Terima kasih, Alex. Kau bisa tunggu di luar.

Apa yang akan kau lakukan?

Dia pasti akan menelepon.

Aku mengenalnya.

Dia akan menelepon.

Lalu, dia akan datang.

INSTITUT KAPLAR SELAMAT DATANG KE INSTITUT KAPLAR

REKAN PENELITI

MENCARI DI BASIS DATA

ENTRI TAK DITEMUKAN

MENCARI DI BASIS DATA SATU KECOCOKAN DITEMUKAN

1994 - 2024 TAK BERJUDUL

BELUM SELESAI

BAGDAD, IRAK

Andrea, aku mau bilang, aku turut berduka saat mendengar soal Robert.

Terima kasih, Akram.

Aku tak bisa membayangkannya.

Kau baik sekali, sejujurnya, alangkah lebih baik jika tak membahas hal itu.

Tentu saja.

Di mana Charan? Aku mencoba menghubunginya, tapi...

Kurasa Dr. Nathoo sedang sakit.

Kau mau melihatnya?

Apa kau siap?

Tidak.

Ayo.

Ayo. Hati-hati.

- Kau baik-baik saja? - Ya.

Maaf.

Tak perlu minta maaf.

Selama beradab-abad dari dulu hingga kini.

Peradaban runtuh.

Orang-orang meninggal, tapi tak pernah dilupakan.

Ada yang tersisa.

Pakar astronomi dan matematikawan terbaik dari Abad Pertengahan.

Di sinilah peradaban dibentuk.

Bayt al-Hikmah.

Akhirnya kami menemukanmu.

Oke. Jadi apa yang kau temukan?

Mereka menggaji Mallinder selama 30 tahun sejak 1994,

saat dia dan Safiya berpacaran.

Saat Safiya bunuh diri.

Dan penelitian Safiya diambil oleh Kaplar.

Oke. Apa lagi?

Mereka merekam semuanya.

Mereka menyimpan semua tulisan, dan yang ada di papan tulis,

entah bagaimana mereka merekamnya di sistem mereka

dan menyimpannya di arsip digital.

Tunggu. Jadi kau punya akses?

Belum.

Cepat dapatkanlah.

Jika ini sudah berjalan selama 30 tahun, yang kita butuhkan pasti ada di dalamnya.

Bagaimana caranya?

Ed, cari tahulah sendiri.

Kita harus segera dapat akses.

Apa aku terlambat?

Sedikit.

Aku bawa makan malam.

Tapas buatan Inggris.

Dan sampanye untuk bersulang atas hari pertamamu.

Bagus. Sungguh berkelas.

Jadi, bagaimana?

Apa kau akan beri tahu aku atau...

Hari ini... Ya, hari ini luar biasa.

- Ya. - Baiklah. Berikan aku detailnya.

Itu agak mewah.

Aku punya meja.

Oke? Jadi seperti pekerjaan sungguhan.

Ya.

Tapi gajinya besar, itu pasti menambah daya tariknya, 'kan?

Gajinya tak sebesar itu. Jangan senang dulu.

Tapi, tetap saja, itu batu loncatan.

Kau beruntung sekali.

Kau berhasil bangkit, Ed.

Dan, jika kau jadi...

tajir dan terkenal,

sebaiknya aku tak ke mana-mana, ya?

Itu pasti menyenangkan.

Kau tahu, aku menunggumu di luar selama sepuluh menit seperti fan beratmu.

Hal ini akan lebih mudah seandainya kau punya ponsel.

Apa lagi kini kita...

kau tahulah.

Apa kita begitu?

Maksudku...

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left