Release info

비켜라 운명아 It's My Life E72 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2019-02-13
Downloads: 13
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"

"Pemirsa diharap bijak"

"It's My Life"

"Episode 72"

Kenapa tiba-tiba kamu bersikap seperti ini?

Kurasa aku sedang kualat.

Karena aku meremehkan cinta dan pernikahan

serta memperlakukanmu dengan buruk.

Aku jelas menderita sekarang.

Aku minta maaf

dengan tulus.

Terima kasih sudah meminta maaf.

Aku akan menerima permintaan maafmu.

Astaga. Ada apa?

Pak Choi, kamu sakit?

Tunggu. Kamu baik-baik saja?

Astaga. Pak Choi.

Bangunlah.

Apa-apaan ini? Ada apa?

Nam Jin, ada yang aneh dengan Pak Choi.

Kurasa kita harus memanggil ambulans.

- Bangunlah. - Bangunlah, Si Woo.

"Rumah Sakit Gyungsung"

- Di mana aku? - Kamu sudah siuman?

Kamu ada di rumah sakit.

Tingkat enzim hatimu tinggi.

Kamu memerlukan pemeriksaan menyeluruh.

Itu tidak perlu.

Ini mungkin karena aku tidak tidur dan menyiapkan kontesnya.

Kamu tampak tidak sehat.

Kurasa sebaiknya kamu beristirahat di sini beberapa hari.

Aku sebaiknya menelepon Bu Choi, bukan?

Tidak, jangan telepon dia.

Aku tidak mau dia khawatir.

Aku harus pergi. Di mana pakaianku?

Kamu mau ke mana?

Kamu tahu bagaimana kondisimu?

Tingkat enzim hatimu yang tinggi itu berbahaya

karena stres dan minuman keras.

Aku merasa lebih baik setelah tidur.

Aku akan keluar dari rumah sakit.

Astaga, para pria di keluarga ini sangat keras kepala.

Kalian bersaudara sangat bertentangan,

tapi bagaimana kalian sangat mirip dalam hal keras kepala?

Kenapa kamu mengungkit itu?

Choi Si Woo, turutilah kata Seung Joo.

Jangan membuatku dalam masalah juga.

Aku sungguh baik-baik saja.

Aku tidak tahan lagi. Aku akan menelepon Bu Choi.

Kamu pikir dia akan membiarkanmu keluar dari rumah sakit?

Tolong jangan. Jika tahu, dia akan menyalahkan Jin Ah.

Aku tidak mau ibuku menyalahkan Jin Ah atas perbuatanku.

Baiklah. Aku tidak akan meneleponnya.

Jadi, dengarkan aku.

Setidaknya tetaplah di sini untuk diperiksa besok pagi.

Akan kuurus administrasinya.

Belikan peralatan mandi dan air minum saat kembali.

Kamu akan menginap di sini juga?

Kita tidak terpisahkan.

Aku tidak bisa membiarkanmu di sini sendirian.

Apa? Bekerja lembur?

Pekerjaanmu sebanyak itu?

Pak Lee sudah di sini

bermalas-malasan dan menikmati waktunya.

Kenapa kamu harus bekerja lembur?

Baiklah, ibu akan menyuruh Pak Lee membawakan pakaian gantimu besok.

Pastikan setidaknya kamu tidur sebentar.

Baiklah. Sampai jumpa.

Nam Jin bekerja lembur?

Ya.

Kamu tampak selalu bermain-main.

Kenapa hanya Nam Jin yang bekerja lembur?

Dia tidak perlu bekerja lembur.

Tunggu. Mungkinkah mereka menyebabkan masalah?

Masalah apa?

Coba pikirkan ini.

Si Woo tidak pernah pulang dengan alasan pekerjaan

dan menghamili Jin Ah.

Bu Yang, kamu mungkin akan menjadi seorang nenek.

- Kamu akan menjadi seorang nenek. - Nam Jin tidak seperti itu.

Kenapa kamu berpikir begitu? Astaga.

Astaga. Kamu cukup bicara saja. Kenapa kamu memukulku?

Bu Heo.

Tolong siapkan pakaian bersih untuk Si Woo besok pagi.

Ya, Bu Choi.

Apakah Si Woo melakukan perjalanan bisnis?

Katanya, dia akan bekerja semalaman.

Si Woo juga bekerja semalaman?

Nam Jin bilang dia juga akan bekerja semalaman.

Haruskah kukemas makanan untuk mereka besok pagi?

Beli yang mana saja.

Tidak penting sikat giginya warna merah muda atau biru.

Yang penting bisa dipakai.

Beli tisu basah. Kita juga membutuhkan tisu.

Kenapa? Kamu membutuhkan sesuatu?

Tidak.

Omong-omong, kamu melakukan hal yang sama?

Saat aku meminta Nam Jin membelikan sesuatu untukku,

dia mengirimiku foto berbagai produk untuk menanyakan

mana yang sebaiknya dia beli.

Aku melakukan hal yang sama.

Aku pernah membeli ramyeon.

Aku tidak tahu ada banyak jenis ramyeon di Korea.

Aku setidaknya mengirim sepuluh foto kemasan ramyeon kepada Jin Ah.

Itu mengejutkan.

Aku mengira kamu akan melakukan semuanya sesuai kehendakmu.

Bagaimana penampilan Jin Ah?

Dia tampak sehat?

Ya. Dia tampak lebih baik

daripada perkiraanku.

Tapi bagaimana kamu tahu?

Nam Jin memberitahumu?

Kini kami benar-benar berakhir, ya?

Kurasa dia ingin mengonfirmasi bahwa dia pergi atas kehendaknya.

Dia bahagia.

Aku juga tidak mengerti kenapa dia tiba-tiba

membuat keputusan seperti itu.

Seandainya

aku menikah denganmu,

hal seperti ini tidak akan terjadi, bukan?

Kita akan menikah dengan restu keluarga kita.

Kamu akan menjadi istri yang baik dan bijak.

Kita akan saling memercayai dan menghormati

sambil menjalani hidup yang nyaman.

Aku tidak akan pernah tahu

tentang cinta yang menyakitkan.

Aku juga tidak akan menjadi kacau seperti ini.

Apa kamu tahu?

Kamu, yang merasakan sakit

karena cinta dan tidak tahu harus berbuat apa,

jauh lebih rendah hati sekarang dibandingkan dirimu yang dahulu.

Kenapa kamu tidak bersikap seperti ini dahulu?

Jika begini, kita mungkin sudah menikah.

Namun,

meski kita menikah tanpa masalah,

kita tidak akan bahagia.

Kamu sungguh berpikir begitu?

Seperti kata Nam Jin,

aku akan bertemu Nam Jin seolah-olah itu takdirku

dan jatuh cinta kepadanya.

Kalau begitu,

aku juga ditakdirkan akan bertemu Jin Ah

dan jatuh cinta kepadanya?

Tentu saja.

Daripada mencari cinta sejati setelah menikah,

ini jauh lebih baik.

Kita tidak perlu patah hati karena cinta tanpa harapan.

Hei. Apa yang terjadi?

Kamu sungguh bekerja semalaman?

Aku ingin tahu yang sebenarnya agar bisa membantumu.

Ceritanya panjang. Nanti kuberi tahu.

Hei. Tidak ada masalah antara kamu dan Seung Joo, bukan?

Jika ketahuan oleh Pak Han dari Minhan,

kalian akan tamat. Kamu tahu itu, bukan?

Bukan begitu.

Akan kuberi tahu yang sebenarnya. Jadi, jangan salah paham.

Sampai besok.

Beri tahu dia bahwa Jin Ah direkrut oleh perusahaan Tiongkok, Bu.

Kamu bicara dengan Jin Ah, Nam Jin?

Tidak.

Jin Ah akan menelepon ibunya setelah menenangkan diri.

Jadi, aku hanya ingin ibunya tidak khawatir untuk saat ini.

Dia ingin memberi tahu ibunya Jin Ah dan melaporkan Jin Ah hilang.

Katanya, dia tidak akan menyerah.

Katanya, dia akan mencari Jin Ah dan menanyainya langsung.

Mungkinkah mereka

mencari Jin Ah sekarang?

Setelah yang kulakukan untuk memisahkan mereka...

Setelah yang kulakukan untuk memisahkan mereka...

"Rumah Sakit Gyungsung"

Nam Jin, kamu bersikap aneh.

Kamu sangat pendiam sejak tadi malam.

Ada yang kamu khawatirkan?

Aku merasa bersalah kepadamu.

Kenapa kamu merasa bersalah kepadaku?

Kamu putri satu-satunya keluarga kaya dan berpendidikan.

Kamu memiliki kepribadian dan hati yang baik.

Tapi kamu bertemu dengan bocah kampung bodoh sepertiku

dan menanggung kesulitan secara emosional karena aku.

Aku merasa bersalah soal itu.

Astaga. Penyesalanmu tidak beralasan.

Jika tidak bertemu denganku,

kamu akan bertemu dengan pria baik dan menjalani hidup yang nyaman.

Di mana ada pria yang lebih baik daripada kamu?

Bagiku, kamu adalah pria terbaik

di seluruh dunia.

Saat kali pertama

ibuku bertemu dengan ayahku, ibuku melihat

aura di sekitar kepala ayahku.

Ibuku jatuh cinta kepadanya begitu dalam sehingga memutuskan

untuk menikahinya pada kencan kedua mereka.

Tapi setelah mereka menikah, dia tahu

ayahku memiliki jari kaki yang jelek.

Lalu?

Tapi kemudian dia berpikir,

"Bahkan pria menawan seperti dia memiliki sesuatu yang jelek."

"Dia sangat rendah hati."

Ibumu benar-benar berhati baik.

Belakangan ini, aku bisa sepenuhnya memahami

bagaimana perasaan ibuku.

It's My Life subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for It's My Life

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left