The first 200 lines.
- Sebelumnya di You: - Jonathan.
- Jonathan Moore. - Jonathan!
Si orang Amerika.
Malcolm tak tahu soal pemandangan ini.
Kate Galvin.
Pengelola galeri seni, pencinta seni, lajang. Fokus, ambisius.
- Harus kulaporkan. - Jangan sebut aku.
Kau menyelamatkan nyawa Kate.
Aku membalas jasamu.
Temanku Adam Pratt baru-baru ini membuka Sundry House.
- Ikut kami. - Sial, aku di neraka.
Saatnya pulang.
Malcom. Tunggu, apa aku…
"Dengan dia di mejamu, kau akan disalahkan atas dosaku."
- Aku tak melakukannya. Salah satunya… - Mati saja kau, Malcolm.
…membunuh Malcolm.
- Aku dijebak. - Halo, Saudara Seperjuangan.
Siapa kau?
Satu dari kalian.
Satu dari kalian mengirimku pesan itu.
Mengawasiku.
Membunuh Malcolm, meninggalkannya di mejaku.
Kini dia mencoba menjebakku.
Kubereskan tubuhnya.
Bukan seperti pemula.
Sayangnya, itu membuatku sangat menarik bagimu.
Jadi, kau yang mana?
Kau baik-baik saja, Jonathan? Kau tampak sakit.
Aku baik-baik saja.
Apa katamu?
Jonathan bilang ceritamu menarik, tapi ini saatnya bersulang.
Jika tidak, aku saja.
Kau curi perhatian dariku…
dan kubunuh kau.
Untuk Simon dan pembukaan seni terhebat. Malam ini untukmu.
- Untuk Simon. - Simon!
- Setuju! - Bersulang.
- Bersulang. - Bersulang.
Aku hanya ingin liburan Eropa-ku kembali.
Apa ini?
"Kau ditunggu pada malam yang sangat dinantikan."
Lingkaran tersangka kaya,
penjebakan, dan kini undangan misteri pembunuhan Inggris.
Sial.
Aku dalam cerita detektif, bentuk sastra terendah.
Aku paranoid, kau taruh mayat di apartemenku.
Mungkin lebih dari itu.
Ada kabar baru?
Jelas kau memakai Evanesce.
Tak ada pencarian balik, pesan hilang setelah dibaca.
Favorit kaum elite dan paranoid.
Kapan kau menaruh ini pada ponselku? Saat…
Minum!
…lubang kelam pada malam itu, kau ada di sana.
Tenang, Johnboy.
Ini sebabnya aku tak minum.
GALERI CLOTHO
Ini pameran seni Simon?
Harus kucari semua di Google?
"Galeri Clotho."
Ya. Malam pembukaan acara seni Simon Soo.
Tamu kelas atas. Pengelola galeri, Kate Galvin.
PENGELOLA GALERI
Apa kau membunuh kekasihmu,
meninggalkannya di mejaku, dan mengejekku?
Aku ke kantormu, kau tak ada di sini.
Aku sibuk dengan persiapan. Bisa balas pesanku?
Aku butuh bantuan.
Dia marah dengan almarhum,
artinya dia tak tahu pria itu sudah mati.
Mungkin saja dia pura-pura karena dia pembunuh pintar.
Bagus. Genre yang paling tak kusukai datang lagi.
Mooney suka cerita detektif. Kupikir itu teka-teki kata.
Lingkari petunjuk dan menang. Bukan seni.
The Body in the Library dan Murder at the Vicarage.
- Apa kita akan mempelajari ini? - Tidak, ini proyek pribadi.
Sayang sekali. Aku suka cerita detektif.
Gaya itu tak dibuat-buat?
Astaga, kau salah satu dari mereka. Sedih.
Aduh. Tapi aku butuh dia.
Di mana salahku?
Ini formula, tapi formulanya menyenangkan.
Menarik, menyembunyikan komentar sosial.
Masalahmu adalah misteri itu menghibur.
Kenapa itu masalah bagiku?
Siapa yang tak perlu menghibur?
Pria kulit putih genius. Ya?
Membosankan telah berubah menjadi indikator seni tinggi sementara…
Jika ingin diterbitkan, harus menarik
dan itu kenapa Agatha Christie adalah novelis terlaris.
Banyak orang tak selesai membaca Infinite Jest.
- Aku selesai. - Sebulan
- hidupku yang hilang. - Generasi Z yang brutal.
Jadi, aku sombong?
Agak patriarki.
- Jadi, apa proyeknya? - Aku masih berpikir.
Aku harus memahami cara kerjanya.
Maksudnya kiasan?
Bisa kubantu.
Gadis arogan ini malaikat untuk membantuku.
- Kumohon. - Baiklah,
aku harus mengajar percakapan bahasa Rusia dalam enam menit.
- Bahasa Rusia? - Selain itu, aku
penuntun anjing di Hyde Park pada hari kerja.
Nadia, kapan kau tidur?
Tidur itu untuk orang kaya. Ini tip tentang Dame Agatha.
Pertama, tak ada kebetulan.
Kedua, semua motif selalu mengarah pada seks, uang, atau balas dendam.
Ketiga, tersangka pertama biasanya korban kedua.
Tidak, aku membayangkan satu pembunuhan kejam dan penjebakan.
Berarti tentang kenapa korban dibunuh.
Ada yang ingin orang itu mati, lalu melakukan penjebakan…
Menjebak adalah kesombongan besar. Tapi dilakukan dengan baik?
Ciuman koki.
Jadi, itu intinya.
Jika bukumu laris, aku dapat sepuluh persen.
Sepakat.
- Bagus. Sampai jumpa. - Terima kasih.
"Tak ada kebetulan."
Joe Quinn Goldberg.
Elliot, kau berengsek.
Pengurus keluarga Quinn menurunkanku
di misteri pembunuhan.
Kau cocok sebagai Jonathan.
Kita sepakat tak akan menelepon.
- Itu sebelum kau menjebakku. - Apa?
Pesan itu.
Malcolm Harding.
- Bagaimana? - Lega rasanya
aku tak tahu apa yang kau bicarakan.
Cobalah meditasi. Itu sangat manjur bagiku.
Dengarkan aku.
- Elliot, aku bukan orang bodoh. - Kedengarannya sebaliknya.
Maaf kau mengacaukan hidup barumu, tapi kini aku resmi…
dan melupakan semua itu.
Akhirilah penderitaan dan akar penderitaan.
Sial. Karenamu, aku harus menghancurkan ponsel bagus ini.
Tentu saja tak semudah itu.
EVANESCE, SATU PESAN BARU
"Halo lagi." Sial, ini kau.
"Jaket yang bagus. Cokelat cocok untukmu."
Berengsek, di mana kau?
Kau bisa di mana saja. Di mana kau?
Licik… "Aku belajar banyak tentangmu.
Paranoid.
Penyendiri."
Kau penguntit, di mana pun kau berada.
"Sama sekali bukan profesor."
Benarkah? Siapa kau?
Berpikirlah.
"Kenapa kau membunuh Malcolm?"
Respons sarkastis pun bisa memecahkan motif
dan mengungkap dirimu, hentikan ini,
dan kembali ke…
"Namamu bukan Jonathan Moore." Sial.
"Aku akan segera mengetahuimu." Aku tak bisa membiarkan itu.
Aku harus mengetahuimu dahulu.
Lady Phoebe.
Dia menyuruhku datang, entah apa ucapanku saat tak sadar,
tapi dia penggemar Jonathan.
Aku harus menunggu di sini?
Halo?
Aku malas bersama wanita yang pingsan di depan Barack Obama.
"TAK SAKIT, HANYA KESAL"
Tapi Lady Talks-a-Lot bisa membantuku menemukanmu.
Apa aku tiba tepat waktu?
Sial, sakit!
- Jangan! Dia tak berbahaya. - Aku mendengar teriakan.
Penghilangan rambut laser seperti lidah gunung berapi.
- Kau bisa turunkan Rupert. - Maksudku, semua kelab
diciptakan oleh dan diperuntukkan untuk orang yang tahu.
Maaf, ini investor besar.
Pria ini minum-minum pukul 10.00. Sempurna.
- Aku bisa kembali. - Tidak, aku mau merokok.
Seperti yang kukatakan, aku setuju. Tentu saja.
Mungkinkah dia si pembunuh?
Perkataanmu malam itu,
aku tak pernah dilihat sepenuhnya seperti itu.
Apa yang kukatakan?
Jelas sesuatu menyatukan kita menjadi teman.
Sesuatu yang menusuk Malcolm di mejaku.
Senang bertemu denganmu.
Ini dia.
Juga Adam. Kalian berdua.
Dengar. Ini kelab malam, bukan Theranos, Kawan. Tenang, ayolah.
Teh? Bella, teh!
- Ada ketegangan. - Kau dapat undangan?
Dia yang mengiriminya.
Itu acara penting. Amat eksklusif. Semua teman kita akan hadir.
Aku harus datang.
Luar biasa.
Apakah respons detektif? "Siapa yang ingin Malcolm mati?"
Kau baik sekali mengajakku.
Aku masih belum punya banyak teman di sini.
Bagus Malcolm memaksaku datang malam itu.
- Malcolm… - Terpancing.
- Apa? - Kate menyukainya. Cukup bagus.
Tak semua setuju.
Kau mau membayar keanggotaan kelab
terafiliasi Gereja Setan?
No comments yet. Be the first to leave one.