Release info

라켓소년단-Racket-Boys E40-E41-E42-END-NEXT-NF
라켓소년단-Racket-Boys E40-E41-E42-END-WEB-DL-NF
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

other
Published on: 2021-08-09
Downloads: 9
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

FINAL PRIA PERTANDINGAN JUNIOR GANDA PERTAMA

FESTIVAL OLAHRAGA JUNIOR NASIONAL KE-50

- Ya! - Bagus!

- Ya! - Bagus!

Set pertama dimenangkan oleh Jeonnam,

- Yoon Hae-kang dan Na Woo-chan. - Bagus.

21-17.

Hae-kang sangat hebat.

Set kedua dimenangkan oleh Seoul, Park Chan dan Oh Jae-seok.

21-14.

SEOUL 1 JEONNAM 1

Menegangkan sekali.

Ini set terakhir.

Bagian apa yang tak normal dari Hae-kang?

Aku tak tahu.

Matanya.

Mata sebelah kanan.

Ya, 'kan, Yeong-ja?

Dia hebat bisa menyembunyikannya

- sampai lawan tak tahu. - Park Chan sudah tahu.

Dia mengincar sebelah kanan Hae-kang sejak set kedua.

Dia pasti menyerangnya habis-habisan sekarang.

PERTAHANAN TERBAIK, NA WOO-CHAN! YOON HAE-KANG SUNGGUH MEMIKAT!

Pertandingan akan dimulai.

Woo-chan.

PANITIA

Set terakhir.

Skor 0-0, mulai.

NA WOO-CHAN, PENAMPILAN DAN KEMAMPUAN TERBAIK

SEKARANG WAKTUNYA CHAN! SEMANGAT!

NA WOO-CHAN

KEMENANGAN! NA WOO-CHAN

11-10. Istirahat pindah lapangan.

Jika terus begini, pemenangnya sudah bisa dipastikan.

Benar. Mereka hanya menyerang sebelah kanan Hae-kang.

Ya.

Tetap saja Hae-kang sangat hebat.

Namun, mereka tetap menyerang dengan strategi yang sama

meski tahu Park Chan akan mencoba berbagai cara.

Pola serangannya sama.

Yoon Hyeon-jong.

Kau akan bagaimana sekarang?

Dia sudah tahu.

Ya, sejak set kedua.

Pelatih.

Pertama, abaikan serangan yang datang ke kanan Hae-kang.

Fokus pada poin yang kau bisa.

Sampai di sini pun sudah keajaiban.

11-11.

13-12.

17-17.

- Bagus! - Bagus!

25-25.

26-25.

29-29. Angka penentu.

PANITIA

- Apa benar ini pertandingan junior? - Mereka sangat ingin menang.

Mereka tahu ini momen yang sangat penting.

Saat stamina sudah habis, dan harus bertahan dengan kekuatan mental,

tahu apa yang tersisa?

Kemampuan dan keyakinan untuk menang.

- Pemenangnya adalah Seoul. - Tidak, Pak Fang.

Akhirnya, Jeonnam yang akan menang.

Bagaimana bisa? Mereka pasti mengincar kanan Hae-kang.

Benar.

Selesai. Itu pola kemenangan Seoul.

Tak akan bisa dibalas.

Sampai di sini pun sudah keajaiban.

Bagaimana jika mencoba begini?

Mereka akan terus mengincar sebelah kananku.

Mari terus kita berikan nilai…

Lalu, menyerang sekali di akhir.

Jadi, terus perlihatkan kelemahanmu, baru menyerang balik.

Dengan begitu, lawan tak akan tahu.

Akankah itu berhasil? Lawan kita Chan.

Jujur, aku pun tak yakin di serangan terakhir.

Berengsek! Apa maksud kalian?

Kita juga sudah berusaha keras! Benar, 'kan?

- Apa? - Apa?

Maksudku, kita juga sangat hebat.

Keluar!

Pertandingan dimenangkan Yoon Hae-kang dan Na Woo-chan dari Jeonnam.

30-29.

- Hebat! - Kita menang!

- Bagus! - Anak kita menang!

Jika Park Chan dan Jae-seok yakin dengan kemampuan mereka,

Hae-kang dan Woo-chan

yakin dengan kebersamaan,

dan kepercayaan satu sama lain.

Kita menang!

- Hore! - Hore!

- Hore! - Hore!

Jeonnam, hebat!

- Woo-chan! Permainan bagus! - Satu, dua, tiga.

- Bagus! - Bagus!

Pria!

- Raket! - Raket!

PERTANDINGAN JUNIOR JEONNAM KEMENANGAN FINAL

Kau memang cengeng.

Diam kau.

Kau tak lupa sesuatu?

Benar.

Aku sudah sering berlatih,

tapi tak ingat apa pun sekarang.

Aku menyukaimu, Se-yoon.

Lebih daripada yang kau pikirkan.

Tak apa-apa. Kita bisa coba lain kali.

Aku sangat ingin menang…

karena aku iri kepada mereka.

Terima kasih untuk ini semua,

tapi aku menyukai orang lain.

Sepertinya aku harus bilang.

Sejak kapan kau menyukainya?

Sudah sejak lama sekali.

Maafkan aku.

Aku tak bisa mendukungmu hari ini.

Ada orang yang benar-benar ingin aku dukung.

Ayo pergi.

FESTIVAL OLAHRAGA JUNIOR NASIONAL KE-50

Baiklah.

Pemenang pertandingan junior akan berfoto.

Bersiap. Senyum dengan ceria.

Satu, dua, tiga!

JUARA PERTANDINGAN JUNIOR PRIA

- Ya, 'kan? - Dia tampan sekali.

- Astaga! - Itu dia.

- Astaga. - Itu dia.

- Woo-chan! - Woo-chan!

- Woo-chan! - Aku mencintaimu!

- Woo-chan! - Boleh minta tanda tangan?

- Kau tampan sekali. - Berfotolah denganku.

- Astaga. - Lihatlah aku.

Hei, Yong-tae.

A-yeong. Kau mau menggangguku lagi?

Kenapa tak jawab teleponku?

Kau mau mati? Kemari kau.

Aku iri.

Kutu Buku! Cepat ke sini.

Baik!

INCHEON

Aku hanya akan bicara satu hal.

Usaha keras kalian selama ini

sudah mengangkat nama baik SMP Haenam Seo

hingga bisa menang di Pertandingan Junior Nasional.

Aku benar-benar senang dan bangga dengan hasil kalian.

Seperti itu. Yang paling penting,

kalian tak menyerah,

dan pemikiran kalian sangat di depan. Selain itu…

Pak Kepala Sekolah.

Pihak dinas pendidikan menantimu.

Benarkah?

Kalau begitu, aku akan lanjutkan lagi setelah selesai nanti.

Melelahkan, ya? Kerja bagus.

Masuk dan ambil barang kalian.

Astaga. Kita makan nasi kotak lagi padahal sudah sampai sini.

Astaga. Kenapa hanya kalian yang selalu bekerja?

Kau tahu pertandingan SD diselenggarakan di Gyeonggi-do.

- Hei. - Ya?

Kenapa tak daftar untuk jaga di tempat lain?

Aku suka badminton.

Jika asosiasi dan atlet berusaha keras, penonton akan banyak,

dan ada liga profesional.

Tentu saja.

Orang-orang akan tahu bahwa badminton sangat seru.

Apakah anak-anak tahu kami juga mantan atlet?

Tentu saja mereka tahu.

Semua tahu.

- Terima kasih! - Terima kasih!

Pertandingan pemilihan atlet nasional berakhir sukses pekan lalu.

Atlet Im Seo-hyeon, peringkat satu nasional

dan pemenang medali emas Asian Games

berjuang keras hingga akhirnya menang menjadi juara satu grup A.

Hei. Bukankah Im Seo-hyeon sangat hebat?

Karismanya luar biasa.

Setuju. Dia jadi atlet nasional di usia 16 tahun.

Dia juga dapat medali emas Asian Games.

Aku mau foto dengannya. Wajahnya sekecil ini.

Dia bagai idola.

Kau selalu ingin bertemu Im Seo-hyeon.

Meski tak sebagai lawanmu.

Kalian tak minggir? Kenapa menghalangi jalan?

- Astaga. - Maaf.

- Maaf. - Silakan lewat.

Halo, Seo-hyeon. Aku Han Se-yoon dari SMP Haenam Jeil.

Aku penggemar beratmu,

dan aku merasa terhormat bisa bertanding…

Apa aku mengenalmu?

Apa ini? Seharusnya dia menerima sapaan kita.

Sudahlah. Jangan pedulikan dia.

Keren sekali.

Terima kasih.

Kelihatannya enak.

Hei, Pelatih Ra. Kau tak menonton pertandingan Se-yoon?

Banyak orang yang mengira dia hanya beruntung bisa sampai di sini.

Pak Fang. Mau bertaruh bayar makan siang?

Tentu saja.

Terima kasih makanannya.

Kau berani sekali.

Hei! Duduklah.

Set pertama sudah selesai.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left