The first 200 lines.
Subtitle bY iQIYI Resynced == ANANG KASWANDI ==
[Tayangan berikut mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 19 tahun]
[Tayangan ini memiliki iklan virtual dan tidak langsung]
[Nama, bisnis, tempat, dan insiden yang disebutkan hanyalah fiksi]
Kalau begitu Gung-cheol,
kurasa kau mencintai Jeong-hae karena dia sempurna.
Ayolah.
Dia menjadi sempurna karena aku mencintainya.
Bagaimana dengan Hae-suk?
Kenapa kau mencintainya?
Ada apa denganmu?
Itu cerita lama.
Aku bahkan tidak ingat.
Panas sekali.
Sayang, aku mau ke toilet.
Baiklah.
Apa yang kau lakukan? Minggir.
Kau marah karena aku membahas Hae-suk?
Tidak mungkin.
Pergilah mencari udara segar.
Aku tidak tahan
melihat Gung-cheol bersikap seolah-olah hanya kau cintanya.
Kau tidak tahan,
tapi kau hanya bisa membahas Hae-suk?
Lantas, haruskah aku membahas hal lain selain Hae-suk?
Contohnya, tentang kita?
Kau benar-benar menjadi gila setelah bercerai.
Aku belum berencana bersikap gila,
tapi akan kulakukan jika kau ingin.
Antara Gung-cheol dan aku,
menurutmu siapa yang lebih mencintaimu?
Aku tidak peduli siapa yang lebih mencintaiku.
Yang penting adalah aku mencintai Gung-cheol.
Kau mengerti?
Apa arti diriku bagimu?
Lepaskan aku.
Katakan.
Apa arti diriku bagimu?
Kau tidak tahu? Kau tidak berarti bagiku.
Kenapa kau melakukan itu kepadaku
jika aku tidak berarti bagimu?
Saat itu, aku bahkan tidak ingin hidup.
Aku tersiksa setiap hari. Aku tidak peduli dengan siapa.
Jadi, maksudmu
kau tidak pernah mencintaiku?
Tidak pernah. Bahkan tidak satu hari pun. Tidak.
Aku tidak pernah mencintaimu, bahkan untuk sesaat.
- Kau serius? - Aku serius.
Aku tahu
Gung-cheol adalah segalanya.
Lakukan sesukamu.
Tidak akan ada yang berubah meski kau melakukannya.
"Tidak akan ada yang berubah?"
Menurutmu begitu?
Jika ada yang berubah,
suamiku yang akan memutuskan hubungan denganmu,
seperti yang kulakukan.
Itu sangat jelas.
- Apa itu tadi? - Astaga.
Apa kau
seyakin itu soal Gung-cheol?
- Ada apa denganmu? - Hukumanmu.
Setidaknya,
aku tahu Gung-cheol dan aku tidak akan goyah karenamu.
Jadi, berhentilah berusaha keras dan sadarlah.
Sudah terlambat sekarang.
Tidak mungkin. Itu tidak adil.
Itu hukumanmu.
Ayo ke bar kita untuk babak kedua.
- Mau bersulang? - Baiklah.
- Untuk Man-sik! - Bersulang!
Bersulang!
- Ini bagus. - Bagaimana kalau kita bermain?
- Aku setuju. - Kau mau main apa?
Semua, mari berkumpul.
Jae-hun, saat kudengar kau bercerai,
kukira kau menikahi wanita aneh.
Tapi kenapa kau bercerai dari orang yang sempurna
seperti dia?
Astaga. Namamu Hae-suk, bukan?
Kemampuanmu menilai orang begitu akurat.
Aku tidak ingin bercerai. Dia yang memintanya.
Tunggu, lalu Mo-ran, kau meninggalkan Jae-hun?
Kami pikir sebaliknya.
Apa perkataan Jae-hun benar?
Ya, itu benar.
Aku ingin menceraikannya lebih dahulu.
Aku tidak percaya pria itu.
Kau pamer, berpura-pura meninggalkannya?
Aku tidak percaya pria ini.
Kenapa kau harus pamer soal itu?
Kenapa kau harus memamerkannya?
Kurasa dia tidak mengatakan itu untuk pamer.
Kurasa dia mempertimbangkan melindungi harga diri Mo-ran.
Jae-hun, kau sangat keren.
Kau tidak keberatan dicap sebagai orang jahat untuk melindunginya.
Astaga, kau dingin di luar, tapi hangat di dalam.
Bukankah sebaiknya kita pulang? Hampir waktunya Pu-reum tidur.
Tidak apa-apa. Yu-bin meneleponku dan bilang dia menidurkannya.
Bolehkah Yu-bin menginap di rumah kami?
Ya, tentu saja. Tidak apa-apa?
Ya. Terima kasih.
Astaga, kau tidak perlu berterima kasih padaku.
Aku sangat iri pada kalian berdua.
Kau tidak akan menemukan remaja seperti Yu-bin di zaman sekarang.
Dia bahkan tidak membangkang seperti anak lain seusianya.
Ini semua karena dia mewarisi sifat Jeong-hae.
Seperti yang kalian tahu,
Jeong-hae adalah wanita yang baik dan cantik.
Kita mulai lagi. Hentikan.
Haruskah? Baiklah.
Mo-ran, kenapa kau ingin menceraikannya?
Apa ada alasan bagus untuk pergi?
Tentu saja ada.
Kenapa aku ingin bercerai tanpa alasan?
Apa alasanmu?
- Apa itu? - Hentikan.
Hentikan apa? Aku bahkan belum mulai.
Menurutmu, kenapa aku memintanya
untuk bercerai?
Choi Mo-ran. Sudah kubilang hentikan.
Pada hari ulang tahun pernikahan kami,
kami minum dan menghabiskan malam yang penuh gairah bercinta.
"Bercinta?"
Saat kita hampir mencapai orgasme,
dia tiba-tiba meneriakkan nama orang lain,
bukan namaku.
Astaga, seseorang... Nama orang lain?
Nama siapa itu?
Tidak mungkin seseorang di sini, bukan?
Bagaimana jika
dia di sini?
Mari berhenti di sini.
Mo-ran pasti bercanda dengan kita.
Astaga, apakah sejelas itu?
Astaga, Gyeong-ja cepat tanggap.
Apa? Kau sungguh bercanda?
Astaga. Aku tidak tahu. Jantungku berdebar kencang.
Maaf. Kalian semua sangat fokus.
Sayang, kuharap kau tidak marah.
Kalau begitu, kalian akan rujuk?
- Astaga. - Astaga.
Astaga. Aku tidak punya apa pun untuk menyekanya.
Maafkan aku.
Kau ini kenapa? Kenapa harus menyembur begitu?
- Kau baik-baik saja? - Ya, aku baik-baik saja.
Aku akan... Aku harus ke toilet.
Hei, Gung-cheol.
Kau bisa minum denganku.
Sulit dipercaya Tuan Sempurna membuat kesalahan begitu.
Bagus, Eun-sil. Teruslah bertanya seperti itu.
Apa?
Begitu. Baiklah.
Kau bisa memakai ini.
Tidak. Aku akan pulang.
Ganti dahulu meski kau pulang. Itu tidak tampak bagus.
Terima kasih.
Tidak, maaf.
Apa yang kau rencanakan, Pak Jung Jae-hun?
Aku memberinya kemejaku untuk dipakai.
Kemejamu?
Seharusnya, kau memberinya pakaian Mo-ran.
Pakaianku lebih baik daripada Mo-ran.
Bukankah anggur tampak seperti darah?
Jeong-hae
tampak seperti berdarah karena ditusuk atau ditembak.
Itu menakutkan.
Aku juga berpikir begitu.
Warna merahnya sangat pekat. Itu tampak menakutkan.
Aku mendadak teringat...
Kenapa ada rumor begitu tentangmu?
Rumor apa?
Saat kuliah,
kau membunuh profesor dan bersembunyi.
Astaga. Ada rumor seperti itu tentangmu?
Itu sangat menarik.
Hae-suk, ceritakan kepadaku.
Sayang. Sudah kubilang itu hanya rumor palsu.
Justru itu. Aku bertanya kepadanya
kenapa rumor palsu itu dimulai.
Kenapa kau ingin tahu sesuatu yang terjadi 20 tahun lalu?
Saat ada pembunuhan yang terjadi di masa kini.
Pembunuhan yang terjadi di masa kini?
Ada apa ini?
Kau tahu?
Ini kali pertama aku mendengarnya.
- Kau tahu, Chun-bok? - Tentu saja tidak.
Bagaimana aku tahu?
Siapa yang mengatakan
tentang itu?
Entahlah.
Seseorang mabuk
dan memberitahuku.
Apa maksudmu?
Memang kau tidak tahu?
Kau menuduhku sembarangan menggunakan tubuhku.
Apa kau difoto seperti itu
karena kau menjaga tubuhmu?
Astaga!
Aku tidak pernah
No comments yet. Be the first to leave one.