Comedy Chaos

Comedy Chaos (Komedi Kacau)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Komedi Kacau S1EP02 NF-RT-00:32:43
A Commentary by DD_Movie

Tags

other
Published on: 2024-02-16
Downloads: 18
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

- -

Ya, sebentar, ya. Gue enggak bisa lewat pintu depan. Nanti kedengaran Loli.

Gue harus lewat yang samping, nih. Sebentar.

Eh, belum aman. Nanti gue telepon lagi.

- Pagi, Say! - Hai, Loli!

- Pagi, Panca! - Panca?

Kemarin…

- Ha? Apa? -

Sebentar, sebentar. Sinyalnya hilang.

Eh, hampir kelupaan pamit.

Jennie, Rose, Jisoo, aku pamit dulu, ya.

Lisa, titip rumah. Jangan bandel.

Tumben kamu rapi keluar rumah jam sebegini?

Kamu biasanya juga keluar rumah jam sebegini?

Kalau aku, 'kan, ketemu sama teman-teman SMA aku.

Kalau kamu lagi enggak ada kerjaan, 'kan?

Enggak punya teman-teman juga, 'kan? Mau ke mana, sih?

- Ya? - Halo, Lol.

- Kenapa tadi? Sinyalnya hilang. - Loli?

Anak-anak pada membicarakan lu, tuh.

Membicarakan apa?

Ya, katanya lu yang paling enggak berkontribusi.

Memangnya lu enggak punya cerita seru, ya?

Intan sama Rosa omong begitu?

- Iya. -

Tiap hari itu hidup.

Eh, iya.

Nah, inilah kenapa hari ini kita seharian tutup.

Gue itu pengin menjelaskan teknis-teknis tentang klub kita kepada

- pemilik baru! -

Makasih, makasih.

Jadi, mohon bantuannya supaya lancar.

Ya, mohon, ya.

Lu itu penyelamat hidup gue, bro.

Jangan. Kalau begini, lu mengakhiri hidup gue.

- Jangan. - Maaf.

Duduk, ayo.

- Enggak bawa istri ke sini? - Nah, itu dia.

Gue, 'kan, bilang ke dia gue pengin bisnis yang buat orang senang.

Tapi gue belum cerita gue beli klub ini.

Gue mau kasih tahu dia, cuma gue masih takut dia enggak setuju.

Terus kapan nanti dibawa ke sini?

Ya, kalau waktunya tepat saja.

Ini yang gue suka.

Seorang suami yang lebih baik minta maaf daripada minta izin.

Enggak usah, ya. Bukan prestasi.

Kalau saya lebih baik minta duit.

Jangan minta duit dulu ke Mas Panca, ya.

- Soalnya, 'kan, klub kita lagi sepi. - Oh, iya.

Lagi sepi, maksudnya?

Tenang, Mas. Besok, 'kan, kita sudah buka.

Saya bakal undang YouTuber terkenal untuk ulas Komedi Kacau.

Eh, siapa?

Halo, Semuanya!

Ketemu lagi bersama gue Ical di IcalTV Channel. YouTuber terkeren.

Pasti mahal, nih, undang orang kayak begini.

Saya sudah kirim surel ke IcalTV Channel. Kalau dia datang, bakal di-roasting.

'Kan, nanti dia senang, tuh. Dia cerita pengalamannya di Youtube.

Li, lu yang roasting dia, ya?

Kok, jadi aku yang repot? Ah!

Tolonglah, Li.

Gue sebenarnya pengin kolaborasi sama dia, tapi dia harus senang dulu biar dia mau.

Bukan urusanku, To.

Li, tolong. Gue pengin banget terkenal, Li.

Di keluarga gue, cuma gue yang bukan apa-apa.

Kakak gue manajer bank.

Sepupu gue manajer operasional. Om gue manajer Arsenal.

Ya walaupun di gim Football Manager.

Tapi tetap manajer, 'kan?

To, aku juga pengin pulang enggak diomeli istri gara-gara enggak bawa duit.

Besok gue kasih 100.000.

Panjar dulu 50 sini.

Nah, begitu.

- Ca, Ca. -

Sekalian, Wita ini selain staf, dia juga pramusaji.

Oke.

Nah, Gatot, selain staf, dia mengurusi tiket.

Oh, ya. Siap kerja?

- Siap, Pak! - Eh, jangan panggil "Pak".

Iya, jangan "Pak". 'Kan, namanya sudah ada "Pak"-nya. "Pak Nca".

Namanya "Nca" sebenarnya, tapi jadi pakai "Pak Nca" dobel.

Mengerti enggak maksudnya?

Gue mengerti, tapi enggak lucu.

Lucu itu, Mas, padahal, Mas.

Lu lucunya kalau malam doang, ya? Kalau siang garing.

Iya, soalnya siang, 'kan, panas. Dijemur, jadi garing. Keriuk-keriuk, begitu.

Yang ini mengerti, dong? Ini gampang lucu, ini.

Mas, kita permisi dulu, Mas.

- Ya. - Lucu padahal tadi, tuh.

Jadi, ini kualitas komedian regular Komedi Kacau?

Pantas saja klubnya sepi.

Aduh, bagaimana caranya besok lu lucu, ya?

Tenang, Mas. Tonton ini dulu. Hadiah selamat datang dari saya.

Selamat datang, bos yang baru, yang telah membeli Komedi Kacau

dari tangan bos yang lama.

Gue senang banget punya bos yang bernama Mas Panca.

Nah, ini fotonya, nih. Gue ambil dari social media-nya.

- Nah, kalau yang ini istrinya. - Wow, luar biasa.

Sebentar. Ini lu bikin sendiri videonya?

Oh iya, Mas. Syuting sendiri. Mengedit sendiri.

Pakai aplikasi yang bayar. Premium.

Tapi video ini enggak lu unggah ke mana-mana, 'kan?

Diunggah, dong. Di TikTok.

- Eh, lu hapus sekarang. - Ha?

Iya, istri gue, tuh, suka menonton TikTok.

Kalau sampai dia tonton video ini, terus tahu gue beli klub ini bagaimana?

- Hapus. - Iya, Bos.

Satu, dua,

- tiga, empat, lima, enam… -

…tujuh, kanan! Bagus!

Dua, tiga, empat,

lima, enam, tujuh!

Angkat kaki! Bagus!

Dua, tiga! Ayo, kamu bisa!

Semangat, yuk!

Cupu banget, sih. Baru begitu doang.

Kanan! Dan satu, dua,

tiga, empat, lima, enam, tujuh.

Angkat kakinya! Satu, dua, tiga.

- Sampai besok, ya! - Dah!

Enggak sabar, deh, menonton di Komedi Kacau lagi besok.

Apalagi pemiliknya baru.

Kira-kira bagaimana, ya?

Kayaknya bakal seru banget, deh. Apalagi yang tampil di sana lucu-lucu.

- Tanto. - Iya, Mas?

Ini videonya, kok, masih ada?

Astaga, ini ada yang menduetkan, Mas.

Berarti bagus, ya, video saya.

Kok, lu malah senang? Katanya sudah dihapus?

Kalau video saya, sih, sudah saya hapus, Mas.

Ini keburu ada yang menduetkan.

Siapa? Coba cek.

Lihat dari videonya, sih, rata-rata di parkiran Komedi Kacau.

Kayaknya memang penonton rutin kita.

Bisa dihapus videonya?

Enggak bisa, Mas. Harus dia sendiri yang hapus.

Kalau kayak begitu, lu kirimkan dia pesan. Minta dihapus videonya.

Gue lagi enggak pengin, nih, dimarahi istri.

Oh. Ya, Mas. Saya DM sekarang.

Ada-ada aja lu!

Suka enggak percaya, sih. Ya sudah, 'kan, akhirnya gue beranikan saja bilang.

Gue bilang ke sepupu gue, "Lu kalau mau tahu anak lu lakukan apa saja…

- Hai. - …pasang pelacak aja di ponselnya."

Jadi, tahu anaknya melakukan apa aja ke mana aja.

- Ih, enggak boleh, dong. Itu privasi. - Ya, enggak apa-apa, dong.

Kalau misalnya dia curiga, bisa terbukti kecurigaannya benar atau enggak.

Dia ke mana saja, berbuat apa saja.

Lu tahu enggak, sih, aplikasi pelacak yang lagi ramai ini?

- Pokoknya begitu, deh! - Gue ada cerita!

Tadi gue Zumba di tempat baru, terus gue melihat Tirta jemput selingkuhannya.

Tirta suaminya Mayang?

Iya. Bagaimana, nih? Kasih tahu, enggak?

Eh, jangan!

- Bukan selingkuhan, kali? Teman. - Teman cipika-cipiki?

Ah, itu biasa. Gue juga sering cipika-cipiki sama teman-teman cowok gue.

Habis itu rangkul pinggul?

Oh, teman tidur itu.

Enggak. Itu, kali, adik.

- Memang Tirta punya adik? - Mana gue tahu? Memang gue ketua RT?

Ya, 'kan, tadi lu yang bilang…

- Mayang datang. Pura-pura mengobrol. - Ini mengobrol.

- Tapi ular kobra itu pemalu banget. - Iya.

- Hai. - Hai.

Serius lagi pada mengomongkan ular kobra?

Iya, soalnya pemalu.

Mayang.

Tadi gue ketemu…

Tadi, Loli…

ketemu sama adik iparnya! Iya!

Suka minta duit, begitu. Enggak jelas. Ganggu begitu, deh.

Memang adik ipar begitu, ya? Lu punya adik ipar?

Loli, gosipnya masih seputar keluarga. Mainnya kurang jauh, deh.

Ya, gue, sih, punya adik ipar. Suka digosipkan bukan karena minta duit,

tapi karena narkoba.

Tapi adik ipar lu suka cipika-cipiki, enggak, sama suami lu?

Ha? Kenapa jadi cipika-cipiki?

Enggak. Soalnya adik ipar gue, tuh, suka sok akrab begitu.

Suka cipika-cipiki begitu.

Kayaknya enggak, deh. Masa bewok ketemu bewok?

Bewok? Adik ipar lu bewokan?

Ih, kasihan banget. Cewek, tapi bewokan.

- Dia cowok. - Ha?

- Cowok? - Yakin cowok?

Tanto, ini, kok, videonya masih ada?

DM-nya belum dijawab, Mas.

Gue enggak tahu bagaimana caranya. Orangnya harus ketemu.

Tenang, Mas.

Di video, dia, 'kan, bilang besok mau datang ke klub. Jadi, kita cari aja.

Ya, 'kan, dia pakai filter. Bagaimana kita tahu itu orangnya?

- Sudah dulu, ya. - Siapa, tuh?

Eh, teman, tapi kamu belum kenal.

Kenalkan, dong.

Ya, nanti dikenalkan.

Minggu depan ada pameran buat bisnis franchise.

Kamu enggak mau datang?

Buat apa?

Ya, siapa tahu ada franchise yang cocok sama kamu.

Yang bisa bikin orang senang, begitu?

Burger bisa bikin orang senang, lo. Bisnis kayak itu, 'kan, yang kamu mau?

Em, enggak dulu, deh.

Comedy Chaos subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Comedy Chaos

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left