Release info

On the Way to the Airport E05 161005 HDTV H264 NEXT-VIU-ID
A Commentary by prameshwari2004
[VIU VERSION] ♥ Please rate if you like the subtitle.

Tags

HDTV
hdtv
HD
Published on: 2017-07-02
Downloads: 42
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kamu tidak mengingatku?

Aku ikut penerbangan yang sama denganmu saat Mi Jin kembali.

Kejadiannya saat kamu mengantar putrimu.

Aku sangat bodoh saat itu.

Seharusnya aku tidak mengatakan apa-apa tentang istri Kapten Park.

Aku ingin meminta maaf.

Aku bahkan tidak ingat. Kamu tidak perlu meminta maaf.

Selesaikan inspeksinya.

Baik.

Bisakah kita bertemu sekarang?

Aku ingin bertemu denganmu.

"Anda ingin mematikan ponsel?"

Annie menunggu

kedatangan seseorang.

Dia menunggu di tempat yang sama.

Dia hanya menunggu.

Dia menunggu

di tempat yang sama.

Dia hanya menunggu.

"On the Way to the Airport"

"Episode 5"

"Daftar Penumpang"

Selamat datang.

Lewat sini.

Selamat datang. Lewat sini.

Selamat datang. - Silakan lewat sini.

Semua orang sudah naik.

Belum.

Masih ada satu orang lagi.

Selamat datang.

Aku akan mengantarmu ke kursimu.

Lewat sini.

Aku datang terlambat agar pas saat Doh Woo ada di rumah.

Aku tidak bisa menghubunginya.

Apakah ini masalah penting?

Bisakah kamu memberitahuku dahulu?

Nanti saja.

Halo.

Aku sangat menyukai rumah ini.

Aku selalu menyukai tempat ini sejak kecil.

Kamu tidak perlu datang.

Sakit kepalaku selalu hilang

setiap kali datang ke sini

dan hatiku bisa merasa tenang.

Aku selalu datang ke sini saat sedang sakit perut.

Saat aku datang dan berbaring,

kamu akan menyentuh perutku untuk menyembuhkannya.

Lalu semuanya akan baik-baik saja.

Tanganmu memang luar biasa.

Tunggu.

Apakah usia anak ketigamu satu tahun sekarang?

Kondisimu bahkan tidak prima.

Aku baik-baik saja. Aku datang bukan untuk mengatakan itu.

Putri sulung dari putra ketiga akan berusia setahun.

Kasus tertutup?

Karena itukah kamu ingin bertemu dengan Doh Woo?

Ini penting.

Kami mendapat dukungan dari rumah ini sejak lama.

Kamu bisa berbicara denganku.

Kamu terlalu loyal.

Ini maksudku yang sebenarnya.

Eun Hee, aku ingin menghentikan bisnis

Ji Eun dan Doh Woo.

Kenapa?

Aku melihat apa yang mereka lakukan

dan aku berpikir untuk menjadikannya waralaba.

Aku menyukai prospeknya.

Hanya Doh Woo yang bisa memikirkan hal-hal seperti itu.

Dia menyatukan aset budaya manusia

untuk memadukan kemampuan artistik mereka dengan kepraktisan.

Kedengarannya bagus. - Itu bisa bertumbuh secara alami

atau mati secara alami.

Mereka butuh waktu untuk menyesuaikan diri.

Sebaiknya kamu tidak ikut campur dan melihat saja.

Tentu saja. Doh Woo akan menanganinya.

Sebuah merek? - Ya.

Mari kita jadikan ini sebuah merek

dengan bantuan Bu Go.

Kemungkinan besar Doh Woo akan menjadi direkturnya.

Aku akan mengirim Ji Eun ke Sydney untuk hal itu.

Ada sebuah pameran.

Ji Eun yakin dia akan pergi ke sana untuk merahasiakannya.

Aku tidak mengerti.

Merek apa ini

dan apa kaitannya dengan nama ibu?

"Mari kita jadikan Bu Go populer."

"Mari kita jadikan namanya dikenal."

Hanya itu saja yang kuketahui.

Dia akan menjelaskan semuanya dengan khusus usai menemui Doh Woo.

Apa ini?

Dia akan memberitahukan hal-hal ini melaluimu mulai sekarang.

Aku?

Ya, Pak.

Boleh aku meminta bantuan

jika terjadi keadaan darurat?

Tentu saja, Pak.

Panggil aku kapan pun kamu membutuhkanku.

Permisi.

Ya, Bu?

Boleh aku melihat barang-barang bebas pajak?

Tentu saja.

Bisa tunggu sebentar?

Bisakah kamu membantuku di sini?

Ini bisa menjadi masalah.

Aku tidak percaya aku berlari ke sini

di tengah semuanya hanya untuk bertemu denganmu.

Berapa lama kamu akan berada di Cebu?

Aku tidak akan menginap. Aku akan langsung terbang pulang.

Jam berapa penerbanganmu?

Aku tidak...

Aku tidak bisa berpikir sekarang.

Kamu tahu bahwa kita menghadapi situasi yang berbahaya,

bukan?

Kita harus kembali bersama.

Aku akan pergi sekarang.

Boleh aku melihat daftar penumpangnya?

Pukul 14.30.

Kamu mengenal orang itu?

Kamu mengobrol dengannya di depan toilet.

Dia ayah temannya putriku.

Begitu.

Apakah ada kejadian buruk?

Kamu terlihat sangat serius.

Bisakah kamu berkeliling membawa kereta barang bebas pajak?

Baik.

Kita harus kembali bersama.

Dia bilang kami harus kembali bersama,

tapi aku pergi sendirian.

Perasaan kesepian karena bersama

mulai tidak tertahankan.

Apa kamu pergi sendirian?

Hei. Aku akan pergi ke Sydney.

Kamu pasti tidak akan sendirian.

Kapan rekanmu datang?

Kamu akan bertemu dengannya di pesawat atau saat tiba di Sydney?

Kamu tahu terlalu banyak rahasia sebagai pramugari.

Aku akan pergi sendirian.

Aku melakukan urusan bisnis untuk ibuku.

Bagaimana kabar Doh Woo belakangan ini?

Aku sudah mendengar kabar terkait putrinya. Kasihan dia.

Dia sangat menyayanginya.

Mereka sangat akrab

meskipun tidak memiliki hubungan darah.

Annie bukan putri kandung Doh Woo.

Aku tahu pria lajang saat aku melihatnya.

Tebakanku benar.

Jangan merasa terlalu bersalah.

Apa aku jahat karena mengatakan itu?

Nomor yang Anda tuju tidak bisa dihubungi.

Silakan tinggalkan pesan setelah nada berikut.

"Bandara"

Kamu di mana?

Aku di bandara.

Aku sudah tiba. Kamu di mana?

Aku juga di bandara.

Aku harus mengatakan sesuatu kepadamu.

Kamu di mana? Aku akan mendatangimu.

Kamu memintaku untuk kembali denganmu, tapi tidak kulakukan.

Aku merasa seperti melanggar janji.

Itu bahkan bukan janji.

Rasanya seperti semuanya kacau.

Kurasa aku sudah terlalu tua untuk ini.

Aku tidak bisa menghadapinya.

Aku tidak bisa menghadapi

emosiku sendiri.

Ini salah. Ini tidak benar.

Kamu sudah selesai bicara?

Belum.

Jangan mendekat.

Aku melihat Annie.

Aku melihatnya setelah bertemu dengan Hyo Eun.

Dia di bandara.

Aku bertabrakan dengan seorang anak

dan dia menjatuhkan sebuah kelereng.

Kelereng itu berguling ke arahku.

Aku tidak sempat menghentikannya.

Dia berlari ke arah kerumunan orang dan...

Setelah naik pesawat,

aku melihat nama Eun Woo di daftar penumpang.

Jika sempat menghentikannya,

aku bisa menyelamatkan putrimu.

Bayangan itu saja sudah membuatku sangat sedih.

Tapi itu semakin buruk.

Saat aku mendengar bahwa Annie bukan putri kandungmu,

aku berpikir sendiri.

"Mungkin..."

"Mungkin tidak apa-apa merasa tidak terlalu bersalah."

"Mungkin aku bisa memberitahunya

bahwa aku melihatnya."

Itu yang kupikirkan sendiri.

Aku mencoba merasionalkan diriku dengan kematian Annie.

Begitulah kita bisa bertemu.

Aku sudah mendorong diriku untuk melakukan ini,

tapi

seharusnya tidak seperti ini.

Sejak awal,

semuanya...

Semuanya...

Aku tidak bisa menghadapi ini.

Aku merasa sangat bersalah.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left