The first 200 lines.
Pangeran Tersayang
Jiang Hao!
Maaf. Baru pagi ini aku menyadari kalau baterai tamagotchinya habis.
Kau tidak apa-apa?
Aku tidak apa-apa. Hanya kepalaku sedikit sakit. Sebentar juga baik.
Apa kau sedang berusaha mengingat apa yang terjadi pada hari itu?
Kau punya petunjuk?
Tidak ada. Aku tidak bisa ingat,
tapi kesadaranku sedikit kacau.
Kupikir, jika kau benar tidak meninggal, pasti ada hubungannya dengan Ouyang Jing.
Karena aku melihat banyak gosip tentang kalian sedang dalam konflik di forum internet.
Tidak mungkin! Ouyang Jing takkan pernah melakukan sesuatu yang akan menyakitiku.
Kau begitu yakin? Bukankah kalian sering bertengkar?
Dia satu-satunya orang yang kupercayai di dunia ini.
Lalu aku?
Kau adalah inangku.
Inang apa? Inang itu untuk parasit.
Kau mau bilang kalau kau sedang menumpang padaku, kan?
Diam. Kau lebih baik berpikir bagaimana mengatasi Ouyang Jing.
Kau memainkan trik gadis yang hilang di konferensi pers pertamamu? Nyalimu sungguh besar.
Apa kau sudah memikirkan alasan apa yang akan kau berikan padaku?
Aku sudah memikirkannya. Alasan aku pergi kemarin karena aku--
Aku tidak ingin dengar lagi. Ingatlah.
Industri ini tidak akan pernah mengasihani apapun alasanmu
Aku membiarkanmu menghadiri sebuah acara tanpa latihan apapun jadi aku harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi.
Tapi bertindak sendiri di tempat umum tanpa mendapat izinku terlebih dahulu...
Jika hal seperti ini terjadi lagi,
kau takkan ingin tahu akhirnya.
Maaf.
Ini alamat studio Du Xiao Feng.
Nanti pergi ke sana untuk memotret poster konsep.
Kau masih ada 35 menit. Jangan terlambat.
Bagaimana aku pergi ke sana?
Kau tanya aku?
Aku punya kendaraan.
Ayo pergi.
Kita sampai.
Kau tidak punya tubuh, untuk apa mengganti baju?
Biarpun tidak ada tubuh, tetap harus modis.
Aku sungguh tidak tahan pada kalian para selebritis.
Apa bintang baru harus bekerja dari 9 pagi sampai 5 sore seperti ini?
Aku tak tahu. Begitu mulai aku sudah terkenal.
Pembohong. Aku sudah menyelidikimu.
Saat kau baru mulai, kau hanya syuting satu film.
Kemudian untuk waktu yang lama, kau tidak syuting film.
Kau bahkan harus pergi kemana-mana untuk audisi.
Kau juga percaya promosi yang menjual rasa kasihan seperti itu? Kau terlalu mudah tertipu.
Lagipula...
Apa kau menyadari kalau kau semakin memperhatikanku?
Katakan dengan jujur. Saat kita berada di Okinawa waktu itu,
apakah kau sudah diam-diam menyukaiku?
Mana mungkin?
Kau tidak boleh mengendalikanku.
Ini wilayahku.
Pemotretan poster promosi sangat penting. Kau harus mempertunjukkan.
Tatapanmu harus tahu bagaimana bersikap.
Kau tidak bisa apapun, bagaimana kau akan melakukannya?
Karena itu aku harus banyak berlatih. Tidak bisa juga setiap kali membiarkanmu...
melakukan itu...
Bukankah sudah setuju untuk bekerja sama? Kenapa aku tidak boleh mengendalikanmu?
Kau tidak menyadari kalau aku memberi makan tamagotchiku semakin sering belakangan ini?
Emosimu naik turun. Kau butuh lebih banyak air dan energi.
Di saat begini kau tidak boleh mengendalikanku.
Bila terjadi sesuatu, bagaimana?
Hal yang bisa kupastikan adalah
kau sungguh memperhatikanku.
Narsis.
Akui saja. - Akui apa?
Katakan saja kalau suka padaku. - Tidak.
Jangan menyangkal lagi. - Siapa yang menyangkal? Kubilang tidak, berarti tidak.
Halo. Mau tanya...
Aku jelas-jelas di sini.
Kenapa dia seperti itu? - Tidak punya sopan santun!
Bukankah ini Xiao Tao Zi-ku? - Turunkan aku!
Apa yang kau lakukan di sini?
Kenapa kau sembarangan memelukku?
Kenapa kau di sini?
Ini studio kerjaku.
Punyamu?
Punya guruku.
Siapa dia?
Ini ruang gantinya.
Terima kasih. - Untuk apa sungkan?
Xiao Tao Zi, Bagaimana kau jadi pemeran utama wanita di film?
Kenapa Zhi Zhi tidak memberitahuku kemarin?
Apakah karena Zhi Zhi dan aku sering berkencan,
jadi kau cemburu?
Bagaimana mungkin.
Jangan tak berperasaan begitu.
Kau dan aku... punya cerita masa lalu...
Siapa yang punya cerita denganmu? Jangan mengada-ada.
Karena kau sudah mau terkenal, kau mau mengabaikan teman lama?
Xiao Tao Zi, kau kejam sekali.
Aku hanya orang lewat. Jika aku benar terkenal, itu artinya standar di dunia hiburan terlalu rendah.
Syukurlah kau punya kesadaran diri.
Tapi dia sebenarnya siapa? Apa hubungannya denganmu?
Oh ya. Aku lupa memberi selamat untukmu. Mimpimu akan segera jadi kenyataan.
Tuh, idolamu datang.
Yi Ran-ge, sebelah sini.
Aku pergi bersiap-siap. Santai saja.
Dia tampan sekali.
Kau terlalu berlebihan.
Siapa-siapa-siapa itu, gantung baju ini begitu kau selesai menyetrikanya.
Apa yang kau lakukan?
Hei, kau itu pemeran utama wanita. Kembalikan baju itu padanya.
Ini kebiasaan kerja yang lazim, kau mengerti tidak? Ibuku pernah bilang
kalau orang baru harus bekerja sedikit lebih keras. Kau harus selalu melakukan beberapa tugas.
Kau bukan orang biasa. Kau selebriti wanita.
Apa bedanya? Bukankah itu juga sekedar pekerjaan?
Pemikiran yang tidak masuk akal!
Bukankah "Cerita Hantu Baru Cina" itu film di era masa lalu?
Mengapa gayanya begitu modern?
Saat ini, adalah tren bagi aktor untuk melakukan pengumuman poster.
Untuk menjaga misteri, kalau kau tidak mengerti, maka jangan asal bertanya.
Kalau kau tidak mengerti, tersenyum saja. Pura-pura kalau kau mengerti.
Kalau tidak mengerti, kenapa tidak boleh bertanya?
Senyum.
Pantas saja waktu itu kau sembarangan memberi Hadiah Nobel dalam Matematika...
Jangan-jangan kau tidak tahu kalau Hadiah Nobel tidak ada dalam Matematika?
Tutup mulutmu.
Siapa-siapa-siapa itu, apa kau sudah menyetrika baju yang kusuruh tadi? - Aku segera selesai.
Buang-buang waktu. Lamban sekali. - Akan segera selesai. Maaf ya.
Apa kau tidak tahu seseorang sedang menunggu untuk memakainya? Cepatlah.
Yang satu ini sudah selesai. Bagaimana?
Sun Xiao Tao!
Kau baru tiba? Masih belum berdandan ya?
Belum.
Jika pemotretanku selesai dan dia masih belum siap, bagaimana?
Bajuku masih belum selesai disetrika. - Tidak apa-apa. Aku akan menyiapkannya untukmu.
Penjilat.
Kuberitahu ya. Waktu aku pertama kali mulai, aku juga sangat benci pada penata gaya ini.
Tapi kau jangan sampai menyinggungnya. Menyinggung penata gaya akibatnya sangat menakutkan.
Aku bahkan tidak berani membayangkan bagaimana penampilanku saat pertama kalinya dia menataku.
Aku sudah tahu. Terima kasih.
Kalau begitu kau cepatlah berhias.
Semangat.
Sampai jumpa nanti.
Apa kau sudah puas melihat, gadis yang tergila-gila?
Masih tidak pergi berhias? Si siapa-siapa-siapa itu sedang menunggumu.
Ayo. Lihat ke sini.
Sangat bagus. Pertahankan.
Siapa gadis ini? Dia lumayan cantik.
Aku sudah memperhatikannya sepuluh tahun lalu.
Seleraku tidak buruk, kan? - Tidak buruk.
Ayo kita mundur ke belakang sedikit.
Jangan sampai dia tahu kita sedang melihatnya.
Apa latar belakangannya? Bahkan takut dilihat orang lain?
Dia sungguh takut dilihat orang.
Ya ampun!
Ayo, lihat ke kamera.
Tak disangka kau cukup populer.
Palingkan wajahmu sedikit. Bagus.
Bagus sekali. Lihat kesini.
Baiklah! Sempurna!
Adegan ini terlihat bagus.
Untuk adegan berikutnya, mari kita coba suasana yang lain.
Jadilah lebih feminin. Mendekatlah satu sama lain.
Baiklah.
Lebih dekat.
Bukan suasana seperti ini.
Aku ingin melihat layaknya pasangan kekasih.
Kekasih?
Tidak! Bukan ini!
Kau terlihat seperti seorang penggemar!
Lagi!
Tenanglah. - Tunggu sebentar! Dimana kau letakkan tanganmu!
Kenapa dia mendekapnya begitu erat?
Bagus sekali. Tahan sebentar.
Apakah ini pemotretanmu yang pertama?
Kau terlihat begitu gugup.
Jangan terlalu memikirkan bahwa kau sedang di studio.
Anggap saja kau sedang mengambil selfie.
Baiklah, tatap mataku.
Bagus, aku menginginkan suasana seperti ini.
Lihatlah, kau bahkan tidak bisa memandangku.
Apa aku benar-benar jelek?
Astaga! Zhou Yi Ran tersenyum padaku!
Ia sungguh sangat tampan!
Sun Xiao Tao dia meniru apa yang kulakukan sebelumnya.
Kenapa ketika aku yang melakukannya,
kau tidak bereaksi apapun?
Jangan menggangguku.
Lihatlah ke kamera!
Apa kau berbicara denganku?
Bukan, kupikir aku mendengar ada lalat di dekatku.
Siapa yang kau panggil lalat?
Berhenti menggangguku.
Ada apa?
Kalian baik-baik saja beberapa menit yang lalu.
Kau, istirahatlah dulu. Kendalikan dirimu.
Kita akan mengambil beberapa foto model pria dulu.
Maafkan aku!
Maafkan aku.
Baiklah, tampilan samping.
Itu terlihat bagus.
Apa kau tahu seberapa besar Du Xiao Feng dibayar untuk setengah hari?
Tarifnya ¥30,000 per jam. Apa kau yakin kau ingin membuang uang sebanyak itu?
Itulah mengapa aku ingin latihan.
Kau tidak bisa melakukan apapun kalau kau tidak punya bakat.
Berhenti menghabiskan waktumu. Biar aku yang melakukannya.
No comments yet. Be the first to leave one.