The first 200 lines.
"Episode 30"
Moong!
Moong, kamu baik-baik saja? Apa yang terjadi?
Bukan apa-apa.
Pak Lee?
Pak Woo, saat berjalan,
aku melihat wanita dalam masalah, jadi, aku datang untuk membantu.
Ternyata dia pacarmu.
Hwang Na Ro, apa yang kamu lakukan kepadanya?
Aku tidak melakukan apa pun.
Kenapa semua orang bereaksi berlebihan saat kami hanya bicara?
Dengar, Pak.
Ternyata kamu, dari lokasi konstruksi.
Apa kita bertemu di sana?
Ini memang kebetulan.
Aku penasaran kenapa kamu di sini.
Kamu datang membantunya seolah-olah sudah menunggunya.
Pasti kamu yang kutunggu.
Mungkin aku tahu kita akan bertemu lagi.
Bukankah dia tampak mencurigakan bagimu?
Bagaimana bisa? Jaga ucapanmu!
Tentu saja.
Kamu menganggapku yang paling mencurigakan di dunia ini, bukan?
Kamu menganggapku yang paling jahat.
Pak, kamu pasti pernah melayangkan tendangan dahulu.
Itu mengesankan.
Aku selalu merasa ringan.
Omong-omong,
kamu harus tahu
menyudutkan seorang wanita saat gelap
mungkin menyebabkan orang sepertiku salah paham situasinya.
Kuharap kamu tidak melakukan itu.
Apa katamu?
Bisakah kamu menghentikannya?
Moong, tunggu sebentar.
Kamu harus tetap di sini bersamaku.
Lebih baik tidak terlibat dengan orang seperti itu.
Terima kasih.
Tidak masalah.
Kamu yakin tidak apa-apa? Kamu terluka?
- Aku baik-baik saja. - Itu bagus.
Ini.
Terima kasih.
Ini menjadi kebiasaan untukmu.
Hwang Na Ro, haruskah kamu bertindak sehina ini?
Kini kamu bahkan mengancamnya?
Aku tidak mengancamnya.
Kami hanya berbincang.
Apa mungkin kamu menyukai Chae Woon?
Apa cinta menjadi kebencian?
- Apa? - Apa karena dia menolakmu?
Apa aku tampak seperti Jang Seo A bagimu?
Kamu pikir aku mengamuk
seperti Jang Seo A yang kamu tolak?
Setidaknya Seo A sederhana. Dia tidak licik sepertimu.
Apa?
Aku suka pilihan kata-katamu.
Na Ro.
Imajinasimu liar, Jae Hee.
Selagi kamu berimajinasi,
kenapa tidak membuat skenario untuk pria itu juga?
Apa?
Si berengsek itu.
Astaga, terima kasih.
- Tolong izinkan aku. - Baik.
Terima kasih.
Nona Lee, kamu juga?
Aku mau segelas penuh.
Toleransi alkoholnya lebih baik dariku.
Begitukah?
Kita harus memberi selamat Pak Lee,
jadi, mari bersulang.
Ada apa?
Pak Choi berhenti,
jadi, Pak Lee dipromosikan menjadi manajer lapangan.
- Terima kasih. - Selamat.
Tolong jangan bilang begitu. Ini tetap pekerjaan temporer.
Kamu akan segera menjadi pegawai tetap.
Mari bersulang dengan harapan dia menjadi pegawai tetap.
- Bersulang. - Bersulang.
Maaf jika aku menjadi penghalang dalam kencan kalian.
Aku akan segera menghabiskan minumanku dan pergi.
Jangan bilang begitu.
Aku ingin mentraktirmu makan
untuk semua kopi yang kamu buat untukku,
jadi, aku senang bisa mentraktirmu minum.
Aku ingin menghabiskan waktu berkualitas bersamamu,
jadi, ini kesempatan bagus.
Terima kasih.
Apa pria tadi kolegamu?
Ya, tapi kami tidak akur.
Begitu rupanya.
Kurasa aku salah saat itu.
Tapi tadi, sepertinya kamu dalam masalah.
Hwang Na Ro, si berengsek itu.
Omong-omong, tolong beri tahu aku
jika kamu dalam masalah. Aku akan datang berlari.
Moong, kamu pasti merasa lebih aman sekarang.
Tunggu. Sekarang aku iri.
Terima kasih.
Omong-omong, kamu berlatih seni bela diri?
Tendangan terbangmu hebat tadi.
Begitukah caramu melihatnya?
Tempo hari, Jun A datang dan menjatuhkanku ke tanah.
Pak Lee mengira aku diserang dan memelintir lengannya.
Aku hanya mempelajari beberapa gerakan untuk bersenang-senang.
Omong-omong, kamu sedang apa di lingkungan itu?
Kukira kamu pulang lebih awal hari ini?
Begini...
Aku dalam perjalanan pulang dari wawancara kerja
untuk satpam malam di salah satu gedung terdekat.
Yang ada di kedai roti lapis.
Begitu rupanya. Jadi, bagaimana wawancaranya?
Mereka bilang akan menelepon, tapi aku tidak yakin.
Aku tidak punya pengalaman kerja sebagai satpam.
Kamu bekerja di lokasi konstruksi siang. Kamu akan baik-baik saja?
Untungnya itu hanya untuk pergantian sif.
Jadi, kurasa itu tidak akan begitu sulit.
Kuharap itu akan berjalan lancar.
Maaf karena ini terlepas.
Itu sudah sangat tua, jadi, mudah terlepas.
Kenapa bisa lepas? Apa Na Ro mendorongmu?
Tidak, itu terlepas begitu saja.
Aku tidak akan diam saja dan membiarkannya mendorongku.
- Aku akan menyundul... - Astaga.
Jangan lakukan itu.
Itu bisa berbahaya.
Kamu tidak perlu berurusan dengan orang sepertinya.
Baiklah.
Kamu membawa kotak jahit?
Ya. Sebenarnya, aku suka menjahit.
Itu sangat mengejutkan.
Aku tahu.
Dia andal menjahit. Lihat.
Benar. Dia sangat terampil.
Kurasa tanganmu terampil.
Kamu juga suka membuat sesuatu?
Aku bisa merombak sedikit pakaian.
Dan dahulu aku membuat boneka seperti ini sebagai hobi.
Benarkah?
Sebenarnya, ini yang dibuat ayah kandungku.
Aku tidak minum banyak, tapi sepertinya aku mabuk.
Kamu berdarah?
Tidak apa-apa.
Semua orang pernah salah. Kurasa aku terbawa suasana
karena pujianmu.
Aku punya ini.
Tunggu.
Tidak apa-apa. Aku akan mengurusnya.
Tidak, biar aku saja.
Ini.
Selesai.
Terima kasih.
Ini. Sudah selesai.
Terima kasih.
Astaga, ketat sekali.
Ini tidak akan lepas lagi.
Kurasa begitu.
Mau minum untuk kepulihan Pak Teddy?
- Bersulang. - Bersulang.
Ini.
Tunggu.
Bangkunya pasti dingin.
James mengelap bangku itu untukku.
Sial, kami tidak pernah bisa menjadi tim yang baik.
Jadi, apa maksudmu aku berlebihan?
Apa?
Aku bukan anak kecil.
Kapan kamu akan berhenti mengikutiku seperti ini?
Kubilang aku datang untuk menemui Jae Hee. Aku serius.
Kamu berharap aku percaya?
Bahkan dengan suara kentutmu,
aku tahu bagaimana perasaanmu.
Kentut? Astaga.
Kapan aku kentut?
Aku tidak kentut di dekatmu.
Kamu yang selalu kentut.
Kentutku hanya mengeluarkan suara yang jernih dan indah.
Tapi bunyi kentutmu seperti...
Dengan suara licik...
Tidak. Jika bersuara, aku bisa kabur tepat waktu.
Kamu menyerangku dengan bau busuk
dan mengejutkanku.
Kalau begitu, kamu kemari untuk membicarakan kentut?
Aku sedang bekerja sekarang.
Kamu yang ingin bicara.
Benar juga.
Bagaimanapun, aku tidak ingin kamu mencemaskanku.
Bu Min Jae, pastikan kamu mengurusi hidupmu sendiri.
Kamu memintaku duduk di bangku dingin ini hanya untuk bilang itu?
Apa dingin?
Apakah seburuk itu?
Astaga, apa yang terjadi? Kenapa kamu peduli?
Itu aneh.
Kalau begitu, ayo pergi.
Aku datang untuk menemui Jae Hee, tapi kamu tidak percaya.
Jadi, kamu bekerja di restoran daging kaki di malam hari?
Ya.
Kenapa?
Maka akan sulit bagimu untuk berangkat kerja pagi-pagi sekali.
No comments yet. Be the first to leave one.