Release info

I Need Romance S01E01-NF-WEBDL
A Commentary by Sh1Ft3R
𝐍𝐞𝐭𝐟𝐥𝐢𝐱 𝐑𝐞𝐥𝐞𝐚𝐬𝐞

Tags

webdl
web
WEBDL
Published on: 2022-08-05
Downloads: 17
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Aku lahir pada hari pertama musim dingin tahun itu di Bangkok.

Jubjang, tujuh tahun,

meninggalkan rumah sendiri.

Angin membawanya kepadaku.

EKMANUS KAMONPAKDEE

Dia bilang saat aku lahir,

wajahku polos seperti tahu.

Sampai hari ini, aku tak percaya.

Bayi yang jelek.

Aku besar di rumah Jubjang.

Dia bilang

aku semakin mirip tahu seiring bertambahnya usia.

Begitu mirip sampai dia harus menutup wajahku dengan topi.

Pepatah mengatakan

yang buat kita terkesan saat kecil

akan teringat sampai tumbuh dewasa.

Setiap kali memikirkan pepatah itu,

aku teringat akan diriku.

Aku kembali ke Thailand lagi

setelah bertahun-tahun.

Aku ingat

Jubjang pintar,

polos,

dan baik.

Bertahun-tahun sudah berlalu.

Aku penasaran

wanita seperti apa dia sekarang.

Astaga, di gang?

Selama satu jam?

- Kami tak melakukan apa pun. - Mustahil.

Jujurlah kepadaku. Kalian benar-benar hanya berciuman?

Jangan menggodaku.

Awalnya, aku hanya ingin memberinya ciuman perpisahan,

tapi dia terus menciumku.

Jadi, kami pindah ke gang sebelah.

- Astaga. - Hei.

Maple, pacarmu sangat bertekad.

Jika tekadnya sekuat ini selama ujian,

aku yakin dia tidak akan gagal.

Aku ingin dia belajar untuk ujian,

tapi aku terbawa suasana.

- Astaga. - Begitu rupanya.

Kenapa tidak ke hotel saja?

Benar.

Jika selalu pergi ke hotel,

kami akan bangkrut.

Kami bisa ke hotel sebulan sekali. Itu kebijakan keuanganku.

- Itu manis. - Itu manis.

Kita harus pakai uang tabungan pesta Tahun Baru kita

untuk kamar hotelmu saja.

Anggap saja itu tunjangan perusahaan.

Terima kasih, Najai dan Priew. Akan kupakai dengan baik.

Tapi harus ada catatan untuk aku dan Najai tinjau

soal apa saja yang kau lakukan.

Catatan tidak cukup. Mari minta video.

Tunjangan apa yang kudengar ini?

Itu…

- layanan kesehatan pegawai. - Benarkah?

- Ya. - Aku sangat mendukung itu.

Mari lakukan itu.

Bagus.

IBU

Ya, Ibu.

Tahu.

Dia kembali ke Thailand, Ibu?

Apa?

Berapa usianya sekarang?

Ya.

Apa?

Dia musisi?

Tipe yang sesekali memainkan musik, tapi menyebut dirinya musisi?

Semacam itu?

- Halo. - Kenapa lama sekali?

Kau membuatku menunggu lama.

Begini…

Aku sungguh minta maaf.

Entah bagaimana aku minta maaf.

Lalu lintasnya sangat padat.

Aku sudah menunggu lama.

Pak Arlan, tenanglah.

Begini…

Pak Arlan,

aku sudah pesan kamar hotel untukmu.

Mewah dan berseni, sesuai seleramu.

Ada jajanan jalanan juga. Akan kuantar ke sana.

Berikan kuncinya.

Kunci mobilnya.

Ini dia.

Jangan telepon aku. Kirim saja jadwal kerjaku.

Tapi kau ada pemotretan sore ini, Pak Arlan.

Aku tahu. Aku akan tangani sendiri.

Begini…

Apa? Apa aku tak perlu mengurusmu, Pak Arlan?

Pak Arlan.

Priew, dokumennya sudah siap?

Sedang kukerjakan.

Aku hampir selesai, jangan cemas.

- Baik. - Lanjutkan.

Astaga, benar.

Tadi aku bicara dengan ibuku.

Saat dia pergi ke Amerika, keluarganya mengurusnya dengan baik.

Sekarang putra mereka akan tinggal di Thailand setahun,

karena itu

dia tak bisa menolak.

Begitu rupanya.

Ya.

Jika dia tinggal bersamamu, Aun mungkin merasa tidak nyaman.

Ya.

Benar.

Ibu, beri aku nomor Tahu.

Halo!

Aku kembali, Thailand!

Aku berjanji pada Jubjang akan kembali untuknya.

Dan sekarang,

aku kembali.

Halo.

Di mana kau?

Apa ini kau, Jubjang?

Bisa berhenti memanggilku begitu?

Aku sangat senang mendengar suaramu lagi.

Sama sekali tidak berubah.

Aku tidak tahu. Aku tidak memikirkan suaraku.

Aku ingin melihat wajahmu.

Tidak perlu karena aku tak ingin lihat wajahmu.

Hei.

Kau tidak ingin tahu

seperti apa wajahku sekarang?

Dahulu kau mirip tahu, jadi, kini kau pasti mirip tahu bau.

Aku di tepi sungai dekat kebun binatang tempat kau mengajakku melihat jerapah.

Kau ingat?

Aku tidak ingat. Mengenai kau tinggal di rumahku…

Bagaimana rumahnya?

Aku masih ingat tempatnya.

Ibuku mungkin mengizinkanmu tinggal selama mungkin.

Tapi aku tak setuju.

Kenapa?

Karena aku punya pacar.

Dia tak akan senang jika kau tinggal bersama kami.

Saat dia datang, kami tak hanya berpegangan tangan dan berpelukan.

Kau bisa mendengar sesuatu yang tak seharusnya kau dengar…

Kurasa aku akan merasa tidak nyaman jika kau tinggal di rumahku.

Dan,

pacarku juga tidak akan senang, jadi, anggap saja tidak boleh.

- Tidak boleh? - Tidak boleh.

Pertama, kau anak yang jelek.

Kedua, ibuku memang menerimamu,

mengurusmu, dan menyayangimu lebih dari apa pun.

Tapi kau membuatku merasa menjalani mimpi buruk.

Aku merasa muak, mengerti?

"Muak"?

Ya.

Jadi, mari jangan pernah bertemu atau bicara lagi. Titik.

Tunggu.

Aku…

Aku merindukanmu.

Aku sangat merindukanmu, Jubjang.

Tahu.

Bagaimana?

Ya. Periksa warna dan promosinya.

- Baik. - Bagus.

Aun.

Hari ini, warna celananya akan sama.

- Tolong pastikan warnanya tampak benar. - Baik.

Mes.

Periksa kartu petunjuk secara menyeluruh dan perjelas promosinya.

Baik.

- Priew. - Ya?

Rambut, riasan, dan kostum.

Aku akan beri sentuhan akhir yang sempurna.

- Baik. - Kuserahkan padamu.

- Baik. - Bersiaplah, Semuanya.

Kita akan mulai tiga menit lagi.

Setelah pengaturan siap, nyalakan lampu.

Kameranya siap.

- Halo. - Halo.

True Shopping, belanja yang tepat untuk kepuasanmu.

Hari ini, kami akan berikan celana yang indah.

Ini celana balon Araya.

Benar. Ini gaya celana Araya

dan desain ini sangat populer, Nona-Nona.

Karena entah kau mungil…

- Dengan pilihan warna. - Yang merah rendah.

Benar. Promosi hari ini…

Mes, minta pembawa acara mengatakan yang merah hampir habis,

itu warna yang menarik perhatian untuk orang yang percaya diri.

- Kusarankan kau menelepon sekarang. - Benar.

Karena warna yang kau suka mungkin hampir habis.

Tunggu, omong-omong, kau tahu, Kum.

- Ya? - Celana merah di stok kita

hampir habis.

Harus kuakui, itu warna yang sangat populer.

Mes, suruh Aun fokus pada nilai jual celana.

- Untuk promosi ini, - Baik.

kau bisa memilih warna yang kau suka. Jadi, pilih warna yang kau suka.

Jangan pilih warna yang tak kau suka.

Kita dapat 700 telepon per menit. Ini gila.

Mes, suruh mereka bilang tiga warna habis, jangan sebut yang mana.

- Saat ini, Bim, sudah habis. - Nona-Nona, harus kuakui,

jika kau menonton dan belum menelepon,

jika kau masih ragu, maafkan aku

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left