Release info

밥상 차리는 남자----Man Who Sets the Table E19
A Commentary by SULTAN_KHILAF
EPISODE 19. Maaf telat. Don't Remove Credit! Please Rate ^^

Tags

TS
Published on: 2017-11-14
Downloads: 9
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

250.000 dolar?

Menyewa atau membeli rumah harganya sama.

"Episode 19"

Apa yang sedang kau cari?

Apa lagi?

Aku berusaha mencari tempat untuk Won agar bisa hidup setelah dia keluar.

Kenpa kau sudah mencarikannya rumah? Kita baru membicarakannya beberapa waktu yang lalu.

Aku terus marah dan sakit setiap kali memikirkannya.

Dia hanya seorang wanita tua yang tergila-gila dengan topi.

Dia kaya, tapi dia tidak memiliki belas kasihan.

Apa yang dilakukan Won salah?

Jujur saja, jika seorang wanita memiliki bayi secara rahasia,

bagaimana seorang pria tahu?

Hentikan. Itu hanya akan mempermalukanmu.

Bagaimana itu akan memalukanku?

Jika itu aku,

aku akan dengan senang hati menerima Han Gyul.

Jujur saja, putrinya tidak bisa punya bayi.

Bukankah ini kabar baik baginya?

Melahirkan bayi dan membesarkannya tidaklah mudah.

Jika mereka hanya menerima Han Gyul,

dia tidak harus melalui rasa sakit karena melahirkan...

dan membesarkan bayi.

Bahkan,

wanita kehilangan penampilannya setelah melahirkan.

Dia tidak perlu khawatir tentang tanda kerutan di perutnya.

Apa kau serius?

Cobalah memikirkannya.

Apa yang akan kau lakukan jika ini terjadi pada Ru Ri?

Apa? Kenapa kau menggunakan putriku sebagai contoh?

Aku sangat pandai menilai karakter orang.

Aku tidak akan membiarkan bedebah seperti itu menikahinya.

Lalu menurut logikamu, So Won adalah bedebah itu.

- Cobalah mengerti Ibu Yang. - Diam. Diam.

Apa kau tahu apa masalah terbesarmu?

Kau berpura-pura menjadi orang yang paling waras...

dan orang yang paling jujur.

Jika kau hebat,

kenapa kau memasak disini?

Kenapa kau tidak menjadi politisi setelah menyampaikan audiensi?

Jika aku bisa dilahirkan kembali,

aku tidak akan pernah menjadi istrimu lagi. Ingat itu.

Sungguh?

Aku juga tidak akan menikah denganmu.

Kenapa kalian bertengkar pagi-pagi sekali?

So Won, kau datang pada waktu yang tepat.

Mari kita mencari rumah.

- Rumah? - Ya.

Kau tahu betapa sulitnya menyewa rumah di Seoul akhir-akhir ini, bukan?

Aku menemukan rumah yang sesuai. Ayo cepat.

Aku perlu memindahkan barang-barangku dari rumah sakit hari ini.

Bu, bisakah kau saja yang pergi?

Aku tidak mau.

Aku tidak bisa pergi kemana-mana karena aku perlu menjaga Han Gyul.

Apa gunanya pergi bersamanya?

Dia akan memutuskan sendiri.

Masih banyak orang yang mau pergi denganku meskipun kau tidak mau.

Wanita itu selalu gampang marah.

Kenapa kesabarannya menjadi sangat buruk?

Astaga.

Ibu, apa yang kau lakukan disini?

Aku di sini untuk berbicara denganmu untuk yang terakhir kalinya.

Tentang apa?

Bukankah ini Ibu saat masih muda?

Siapa anak ini?

Ini anakku.

Namanya Ha Eun Jo.

Anakmu?

Apa Yeon Ju punya kakak?

Aku tidak melahirkannya.

Tapi mereka punya hubungan darah.

Kenapa Ibu tiba-tiba memberitahuku tentang ini?

Aku mencoba untuk memisahkanmu dari Yeon Ju.

Aku tidak punya pilihan...

jika kau masih ingin pindah...

...setelah mendengar ceritaku.

Tapi ini kartu tersembunyi terakhirku.

Ibu bisa memberi tahuku.

Apa yang terjadi?

Han Gyul, kau memang mahir menggambar.

Siapa mereka?

Ayah, aku, dan Eonni.

Tidak, maksudku Ibu.

Han Gyul.

Apa kau ingat ibu kandungmu?

Benarkah?

Kau tidak ingat wajahnya?

Ibu pergi ke tempat yang jauh.

Aku tinggal dengan Bibi Su Ji,

tapi Bibi juga pergi.

Itukah sebabnya kau sendirian untuk waktu yang lama?

Aku takut.

Aku juga lapar.

Nenek, apa Ayah juga pergi ke suatu tempat yang jauh?

Apa Ayah akan meninggalkanku sendirian?

Apa yang kau bicarakan?

Ayahmu tidak akan pergi kemana-mana.

Kau juga memiliki ibu sekarang.

Kau akan memiliki waktu yang baik mulai sekarang.

Kau juga punya Kakek, Nenek, dan Bibi Ru Ri.

Jangan khawatir.

Sungguh?

Maksud Nenek, aku juga akan...

...punya ibu dan ayah seperti anak-anak lain?

Tentu saja. Yang harus kau lakukan adalah bahagia mulai sekarang.

Itu terjadi...

lebih dari 40 tahun yang lalu.

Aku tidak pernah menceritakan hal ini kepada siapapun.

Ini adalah...

...masa laluku yang gelap.

Aku yakin kau tahu dari mana aku berasal.

Ibu selalu menyebutkan kampung halamanmu.

Ibu bilang Ibu mengambil kerang di Beolgyo.

Aku adalah anak perempuan tertua dari keluarga miskin.

Orangtuaku jatuh ke air dari kapal dan tenggelam.

Jadi pada usia 15 tahun,

aku menjadi kepala keluarga dengan tiga saudara kandung.

Aku tidak bisa memberi mereka makan hanya dengan mengambil kerang.

Jadi aku tidak punya pilihan lain selain pergi ke keluarga kaya...

dan bekerja sebagai pengasuh anak.

Kupikir dia seorang duda,

tapi ada anak laki-laki berusia tiga tahun.

Anak itu dekat denganku seperti aku adalah kakak perempuannya.

Aku begitu sibuk berusaha menjaganya...

jadi aku tidak berpikir pekerjaan itu sulit.

Astaga.

- Hei. - Tangkap aku!

Kembali kesini.

Aku terus bekerja di sana, dan ketika aku berusia 18 tahun,

aku menjadi istri kedua duda itu karena dia berjanji...

dia akan menanggung biaya sekolah saudara kandungku.

Jadi Ha Eun Jo...

Apakah anak laki-laki itu?

Ya, benar.

Dia anak laki-laki yang aku besarkan.

Lalu...

...dimana dia sekarang?

Itu...

Entahlah.

Apa?

Bagaimana bisa?

Aku,

Yang Chun Ok,

meninggalkannya.

Ayah, aku membuat keputusan yang tepat, kan?

Aku memilih So Won dibandingkan ibuku dan menghancurkan hatinya.

Benar. Aku berterimakasih untuk itu.

Namun, tahukah kau bagaimana cara terbaik untuk membuat ibumu bahagia?

Bukan dengan cara bercerai dan hidup bahagia.

Jadi dengan cara, kau membuat...

...ibumu sangat bahagia.

Itulah sebabnya aku akan hidup bahagia bersama So Won untuk menunjukkan hal itu padanya.

Dan sejujurnya, aku sangat menyesal dengan apa yang kulakukan terhadap ibuku,

tapi aku juga bahagia.

So Won dan aku tidak pernah hidup sendiri.

Apa yang kau maksud dengan dirimu sendiri? Kau melupakan Han Gyul.

Oh, benar.

Aku lupa So Won punya putri.

Putrinya So Won? Apa yang kau katakan?

Mulai sekarang, dia adalah anakmu. Dia adalah putrimu.

Benar, benar. Itu maksudku.

Jangan lupakan dia.

Kau bukan hanya wanita sekarang. Kau juga seorang ibu.

Tahukah kau seberapa berat tanggung jawab seorang ibu?

Karena kau sudah membuat keputusan,

Kau harus melakukan yang terbaik untuk menjadi orang tua yang baik sepertiku.

Tolong hentikan.

Apa menurut Ayah membesarkan anak orang lain itu mudah?

Aku butuh waktu untuk membiasakan diri.

Begitu dia berada di registri keluarga kami, dia akan menjadi putriu.

Aku akan mengurusnya.

Aku hanya mengatakannya karena khawatir.

Pokoknya, bersiaplah...,

...dan saat kau melangkah keluar rumah, kau harus terlahir kembali.

Aku mengerti, Ayah.

Tapi rumah seperti apa itu?

Oh, rumah itu?

Sulit menemukan yang seperti itu.

Semua orang mengantri untuk menyewa rumah itu,

tapi aku kenal makelar barang saat masih sekolah dulu.

Jadi aku bisa mendapatkannya lebih dulu.

Aku tahu. Jika aku membandingkannya dengan tas tangan desainer...,

...rumah itu seperti limited edition dari tas tangan, 'kan?

Daebak. Aku tidak sabar untuk melihatnya. Benarkan, Ayah?

Apa pun yang kau bayangkan,

itu akan berada di luar imajinasimu.

Bagus!

Ibu meninggalkan dia?

Ya.

Aku meninggalkannya.

Kenpa? Ibu mengatakan Ibu dan anak itu bergaul dengan baik.

Pasti ada alasan untuk apa yang Ibu lakukan...

meski punya hubungan baiknya dengan dia.

Aku punya ibu mertua.

Dia adalah penyihir jahat.

Dia berubah menjadi orang yang sama sekali berbeda...

...setelah dia mendapatkan apa yang dia inginkan.

Dia adalah orang yang berbeda saat dia berusaha membuatku menikah dengannya.

Dia selalu membuat hidupku sengsara.

Siapa yang menyuruhmu melakukan itu? Kau tidak pernah mendengarkanku!

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left