Release info

데릴남ㅡ편 오작두ㅡㅡMy Husband Mr Oh!ㅡE17
데릴남ㅡ편 오작두ㅡㅡMy Husband Mr Oh!ㅡE18
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-04-29
Downloads: 11
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 17, Pernikahan bagaikan bumerang yang kembali"

Se Mi, kamu menikahi pria baik.

Seung Joo juga seharusnya bertemu

dengan pria mapan dan menikah dengan layak.

Ibu tidak tahu betapa mapannya suami Kakak.

Kakakmu tidak menikah.

Mana bisa dia punya suami?

Dia belum tahu?

Kakakku meminta mereka merahasiakan ini dari aku dan Ibu.

Kalau begitu, kamu mengetahui semuanya berkat aku.

Makanlah perlahan. Kamu menderita karena mual pada pagi hari.

Aku tidak mual hari ini. Tidak apa-apa.

Aku harus makan banyak saat ada kesempatan.

Kita tidak bisa menentang mereka karena dia sedang hamil.

Adakan saja pernikahan sederhana dan biarkan mereka tinggal bersama.

Tidak ada pilihan lain.

Bu Park,

mereka belum berhak mengadakan resepsi.

Ada kewajiban dan tanggung jawab yang besar dalam pernikahan.

Pada acara pernikahan, orang-orang mengumumkan,

"Kami akan memulai keluarga dan berusaha keras hidup bahagia."

"Tolong selamati dan jaga kami."

Mereka tidak memenuhi

kedua syarat itu.

Tidak perlu mengadakan resepsi.

Aku harus memakai gaun pengantin sebelum perutku membesar.

Kamu bisa memakainya setelah melahirkan.

Tidak ada uang untuk gaun.

Kamu seharusnya mulai menabung untuk susu bubuk.

Baiklah.

Lagi pula, tidak akan ada yang datang ke resepsi mereka.

Tidak perlu mengadakan resepsi.

- Baik. - Baik.

Tapi kita harus menyiapkan biaya yang diperlukan untuk pernikahan.

Meskipun mereka akan tinggal di rumah Seung Joo,

kami sudah menyiapkan rumah untuk mereka.

Jadi, keluargamu harus menyiapkan perabot rumah tangganya.

Kami akan berbicara dengan Seung Joo dan menyiapkan keperluan mereka.

Apa maksudmu?

Ibu,

lantai satu rumah Kakak terlalu kecil.

Itu bahkan tidak cukup untuk barang-barang Kakak.

Kami akan tinggal di lantai dua dan membiarkannya membeli barang baru.

Kenapa kalian tinggal di lantai dua?

Anda tidak tahu?

Seung Joo juga mengatakannya.

Seung Joo itu tulang punggung keluarga kami.

Menantu macam apa yang mengambil alih kamar tulang punggung?

Aku tidak pernah tinggal di rumah bandar,

apalagi di rumah yang lebih kecil dari 100 meter persegi.

Tampaknya lantai satu pun kurang dari 65 meter persegi.

Aku lebih baik mati daripada tinggal di sana.

Lantas, kalian tidak bisa menikah.

Ada apa denganmu?

Kakak bisa memberi kami uang untuk membeli apartemen.

Kakak tidak ingat Ayah meminta Kakak menikahkanku dengan baik?

Maksudnya kakak harus mencarikan suami yang baik untukmu.

Ayah

akan bangkit dari kuburnya jika melihat Seung Tae.

- Keterlaluan. - Ayolah.

Meskipun kini Seung Tae seperti ini,

dia lulus dari sekolah terbaik di Korea.

Apa gunanya itu?

Dia tidak punya pekerjaan.

Dia nyaris dipenjara atas penipuan.

Apa katamu?

- Kenapa? - Kamu baik-baik saja?

- Kamu baik-baik saja? - Perutmu mual?

Astaga.

Akan menjadi apa anak ini sampai menyulitkan

nenek dan ibunya bahkan sebelum lahir?

Ibu, boleh aku minta air?

Pemurni airnya ada di sana.

Baiklah.

Astaga.

Rumah mereka seperti istana.

Di sini ada berapa kamar?

Satu, dua,

tiga.

Rumah mereka bagus.

Dia tidak mau membayar apa pun saat adiknya menikah.

Mereka bisa membiarkan Seung Tae dan Jung Mi tinggal di sini.

Seung Tae.

Aku pergi ke rumah sakit. Katanya, mualku terlalu parah.

Ya, sekarang aku di rumah.

Kak Se Mi ke restoran karena ada pemesanan grup.

Ibu menemaniku dan akan menjagaku.

Tidak bisakah kamu pulang cepat?

Aku tidak mau bersama Ibu.

Astaga.

Dia ceroboh sekali.

Astaga, dia bahkan tidak memuaskan sebagai menantu.

Aku kemari untuk mengurus mualnya.

Kenapa ini terjadi kepadaku?

Jeong Mi, kamu baik-baik saja?

Ini.

Apa?

- Astaga. - Kamu baik-baik saja?

- Kamu baik-baik saja? - Kamu makan terlalu banyak.

- Berikan kepadaku. - Jeong Mi.

Ini pasti serius. Jeong Mi, ayo keluar.

- Ya. - Ya.

- Jeong Mi, kamu baik-baik saja? - Astaga.

Bagaimana ini?

Astaga.

- Baiklah. - Astaga.

- Jeong Mi. - Ayo keluar.

- Jangan ikut. - Jeong Mi.

Astaga.

Ayo bicara.

Apa pun yang terjadi, aku, Han Seung Tae, akan mendapat kerja

sebelum mendaftarkan pernikahan.

Aku bersumpah akan bercerai

jika mencoba berbisnis lagi.

Jika aku tidak menyimpan memorandum ini,

pernikahan kami

akan dibatalkan.

Apa Seung Joo baik-baik saja?

Kakak?

Aku tahu benar dia menyokongmu sampai sekarang.

Apa tulang punggungmu baik-baik saja?

- Ya. - Saat seorang pria menikah,

istri dan anak-anak menjadi keluarganya.

Kamu harus mengurus keluargamu. Mulai sekarang,

uruslah biaya rumah sakit Jeong Mi.

Kami belum menikah.

Dia kehilangan 10.000 dolar karena berinvestasi dalam bisnismu.

Kini dia menggunakan kartuku. Kartuku.

Kenapa aku harus membayar biaya rumah sakit anakmu?

Aku tidak bisa mendapatkan pekerjaan sekarang.

Tolong beri aku waktu.

Kamu belum mengerti, ya?

Pikirkan cara mendapat pekerjaan sambil bekerja paruh waktu.

Aku belum pernah bekerja paruh waktu.

Mereka tidak mempekerjakan orang berpendidikan tinggi sepertiku.

Aku punya banyak teman yang membuka restoran di Seoul.

Kamu akan memiliki minimal 10 pekerjaan sebulan.

Aku akan membujuk mereka untuk memberimu 10 dolar per jam,

bukan tujuh dolar 50 sen.

Lakukan lima pekerjaan paruh waktu sehari sampai mendapat pekerjaan.

Aku lulusan Universitas Hankuk.

Mana bisa aku bekerja paruh waktu?

Kamu tidak mau menikahinya?

Baiklah.

Lantas, akan kuserahkan anaknya kepadamu begitu dilahirkan.

Kamu bisa menjalani hidupmu sebagai ayah tunggal.

Kak Yong Min!

Bekerja sebagai pembersih pemanggang di restoran barbeku hari ini.

Itu seperti Tambang Batu Bara Aoji untuk pekerja paruh waktu.

Astaga.

Ini pemanggang yang kemarin. Kamu harus membersihkannya

dan mengeringkannya sebelum pelanggan datang pada malam hari.

- Duduklah di sini. - Baik.

Astaga.

Astaga.

Ini membuatku gila.

Nasib Kak Jak Doo berubah dari miskin menjadi kaya.

Haruskah aku menemuinya?

Tidak.

Kakak akan membunuhku jika tahu.

Haruskah aku menemui bosnya yang melunasi utang itu?

Benar.

Kamu mau mengadakan konferensi pers produksi tanpa sutradara?

Para reporter curiga

ada masalah karena kita menundanya.

Kita harus melakukan presentasi dahulu,

lalu mencari sutradara.

Jangan sampai produk-produkmu cacat

sebelum dipajang.

Ada rumor soal gugatan ganti rugi di stasiun penyiaran.

Kamu akan kesulitan menemukan sutradara.

Astaga, siapa...

Mungkin orang memulai rumor itu

untuk menjatuhkanku.

Kamu belum mendengar apa pun?

Kamu sangat mengenal industri ini.

Apa kata Oh Hyuk?

Dia tahu apa yang terjadi?

Aku sudah memberitahunya, tapi entah dia mengerti atau tidak.

Kondisinya tidak baik belakangan ini.

Mungkin aku benar-benar akan mati

sebelum nama keluargaku terkenal.

Kenapa kamu membiarkan Oh Hyuk mengendalikanmu?

Aku?

Kapan?

Astaga.

Kini kamu tidak bisa memilih sutradara

karena Oh Hyuk.

Meskipun dia berasal dari keluarga terkenal,

aku pemenangnya sekarang.

Dahulu, dia tinggal di perdesaan,

tapi kini hidup mewah berkat diriku.

Pikirkan gegar budaya yang dia rasakan.

Bukannya tidak bisa memilih karena dia.

Aku akan memastikan dia mendapatkan keinginannya.

Aku akan mengurus itu.

Aku akan mengurus semuanya.

Kamu tahu Oh Hyuk...

Dokumenter Oh Hyuk penting bagiku.

Aku mengatakan ini hanya karena yakin aku bisa.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left