A Journey

A Journey

Download Indonesian Subtitle

Release info

A Journey NF-2024/RT-01:55:51
A Commentary by DD_Movie

Tags

other
Published on: 2024-04-23
Downloads: 107
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Di sini, di hatiku

Cintaku tak akan pernah berubah

Jangan khawatir, Sayang

Cintaku tak akan pernah pudar

Di sini

Di hatiku!

Hei! Terima kasih!

Sekali lagi?

Jangan? Oke. Istriku tidak setuju. Maaf!

- Itu bagus? - Terima kasih.

- Aku hebat? - Bagus!

Ya!

- Itu melelahkan. - Jangan diulangi.

- Maaf! - Bercanda!

Kau masih ingat teman kita yang hampir jadi aktris?

Janice!

Janice Tibelin!

Bagaimana dengan Asher Alan?

Si Alan Asher!

Bagaimana dengan Tika? Tika Maja? Bagaimana dia mati?

Kau tahu, dia ditikam.

Astaga, kalian garing sekali.

Ayolah.

Kalau Disa Nala?

- Di mana aku? - Di sana lah!

Dia juga membuat lelucon!

- Bersulang! - Bersulang!

Hei, hai! Kami penggemar beratmu!

Boleh kami berfoto denganmu?

- Tentu. - Wow!

- Biar kufoto. - Duduk!

- Aku sudah berdiri. - Duduk!

- Pakai ponselku dulu. - Oke.

Senyum! Satu, dua...

- Konyol! - Oke.

- Konyol? Terima kasih! - Terima kasih!

- Terima kasih. - Ya.

Astaga!

Begini wajah konyolmu?

Apa itu? Kau terlihat konyol.

Jadi, itu salahku? Mereka mendatangiku.

Terserah. Kau menikmatinya.

Jangan lakukan itu. Istriku akan marah.

Ayo berfoto bersama.

- Kita belum punya foto. - Ya.

Nyalakan kamera.

- Oke, siap? - Ini dia.

- Oke. Jangan menjulurkan lidah. - Baiklah.

Satu, dua...

- Konyol! - Orang konyol! Foto konyol!

- Baiklah. - Oke.

Selamat ulang tahun ke-39, Shane!

Selamat ulang tahun ke-39!

Oke, ayo mulai ini! Ayo!

Aduh, Sayang!

Maaf.

- Tunggu. - Pelan-pelan. Hati-hati.

Sudah.

Kepalaku sakit. Aku tak akan minum lagi.

Benarkah?

Selamat ulang tahun.

Terima kasih, Sayang.

- Aku cinta kau. - Aku cinta kau.

Kau bau.

- Kau bau alkohol, Sayang. - Kau juga.

Kau lebih bau karena minum lebih banyak.

Ayo. Mari kita mandi.

- Apa? - Mandi.

- Kembali setelah mandi. - Ayo.

- Di atas. - Astaga!

Ayo! Layla akan melihat kita.

- Oke. - Ayo! Kita mandi.

Lain kali jangan minum terlalu banyak.

- Aduh! - Maaf.

- Kau bisa, Sayang? - Ya.

Kau bisa mengurusku?

- Kau bisa mandi seperti ini? - Tidak.

- Oke, apa kita muat? Satu... - Dua, tiga.

ASISTEN CINDY

Ya, Cindy?

Halo, Tn. Kristoff. Sutradara di sini. Di mana kau?

Ya. Aku dan Bry dalam perjalanan.

Oke. Sampai nanti!

Bu! Tolong taruh barang-barangku di mobil.

- Oke. - Tolong buka pagar juga.

Baik, Tuan.

- Tuan, tunggu! Tasmu tertinggal! - Ya!

Aku terlambat.

Ya.

Baiklah, ya. Oke.

Itu saja, tapi ya. Oke.

Hei!

- Josh! - Hai.

- Kau menyetir sendiri? - Ya, aku sendirian.

- Di mana Bryan? - Entah. Dia tak jawab telepon.

Astaga. Oke. Pakai riasan. Santai saja.

Action.

Aku bilang apa?

Berhenti memanggilku "pak".

Mana bisa, Pak?

Jika kau ulangi, aku akan menciummu.

Kau konyol sekali, Pak.

- Cut! Putar ulang. - Bagus.

Hei, bawakan kursi untuk mereka.

Terima kasih.

- Bagus! Adegan penutup. - Bagus!

Ayo istirahat makan siang.

Hei, mau makan di suatu tempat?

Tentu. Bisakah?

Istirahat makan siang.

Josh. Kita sudah selesai di sini? Kami makan di luar.

Ya, jangan terlambat di lokasi berikutnya.

- Ayo. - Aku ambil tas dulu.

Oke.

Tupe.

Jangan dia. Itu pacar Delgado.

Delgado? Maksudnya, Delgado Malls?

Ya. Dia pacar Delgado Malls.

Kami hanya makan.

Masa? Jangan bilang aku tak memperingatkanmu, ya?

- Bukan masalah. - Baik. Pergilah.

Ada massa putih abu-abu di sini, Shane.

Itu bisa jadi tumor atau kondisi lain.

Itu bisa jadi abses paru-paru.

Kau mungkin perlu biopsi untuk diagnosis pasti.

Aku akan merujukmu ke dokter BTKV

atau dokter bedah toraks kardiovaskular.

Bagaimana jika tumor?

Kapan kau terakhir ke dokter spesialis onkologi?

ANNA PATRICIA GARCIA DOKTER SPESIALIS ONKOLOGI

Lima tahun lalu.

Tapi mereka tak menemukan penanda tumor lagi.

Dan aku tak mengalami batuk saat terkena kanker payudara.

Mari lakukan biopsi dulu.

Sayang.

Kau bangun pagi. Alarmku membangunkanmu?

Tidak.

Apa ini?

INSTITUT KANKER NASIONAL

Kankernya kambuh.

Mau sarapan apa? Hot dog atau bakon?

Hei.

Minum kopi dulu.

Tenang saja. Kita temui dokter lain.

Sudah.

Kapan? Kenapa tak bilang? Aku pasti menemanimu.

Tidak usah, tak apa-apa.

Shane, kau tak peduli dengan ini?

Tentu aku peduli.

Tapi kau mau aku melakukan apa? Terpuruk? Menangisinya lagi?

Aku tak mau. Aku lelah.

Kita pernah melalui ini, 'kan?

- Aku janji, kita lawan ini lagi. - Aku tak mau.

Kita bahkan belum melunasi utang kita.

Aku akan meminjam uang lagi.

Aku tak peduli jika aku terlilit utang.

Aku tak mau.

Apa keinginanmu?

Banyak.

Aku ingin melakukan banyak hal, bukan menjalani kemo dan jadi lemah.

Aku ingin melakukannya selagi bisa.

Shane, apa maksudmu?

Kau berharap aku membiarkannya?

- Maaf jika itu... - Maaf, tapi ini tubuhku!

Aku yang mengidap kanker!

Aku bisa memutuskan sendiri.

Aku tak mau. Aku takkan berobat lagi.

Maaf.

Tolong pahami keputusanku.

Ya? Kumohon?

Hei...

Apa ibumu tahu?

Kita rahasiakan dulu.

Sayang.

Ayolah, berhenti menangis. Cukup.

Ini karena kopinya dingin.

Ayolah, berhenti menangis.

Kawan, kenapa kau mengundurkan diri?

Apa aku salah bicara atau bertindak? Kau yang tak datang.

Jika aku atau kau menemukan penggantiku,

beri tahu aku agar bisa kulatih. Akan kuajarkan semuanya.

Persetan.

KAFE LUCA

Kau masih marah?

Sepertinya kau tak mau melakukannya lagi, Pak.

Pak?

Percayalah.

Aku menyukaimu saat kecil.

Aku menontonmu sejak aku kecil.

Sudah kuduga.

Kau mengatakan itu untuk membuatku merasa tua.

Baiklah.

Apa-apaan ini?

Apa-apaan ini?

Dasar pelacur! Hajar dia!

Jadi, ini alasanmu tak menjawab teleponku!

Berhenti! Hentikan!

Halo!

Sedang apa istriku yang cantik?

Apa? Daftar keinginanku.

More Indonesian subtitles for A Journey

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left