The first 200 lines.
"Home for Summer"
"Lee Young Eun, Yoon Sun Woo"
"Kim Sa Kwun, Lee Chae Young"
"Kim San Ho, Na Hye Mi"
"Kim Ye Ryung, Kim Hye Ok, Lee Han Wi"
"Kang Seok Woo, Moon Hee Kyeong"
"Song Min Jae"
"Home for Summer"
Aku permisi sekarang.
Tapi kamu benar.
Kamu benar. Aku menyukaimu.
Kenapa kalian berdiri
Dokter Han harus pergi.
Kenapa sebentar sekali? Tinggallah lebih lama.
Terima kasih, tapi aku harus pergi.
- Pekan ini, Sang Won... - Aku harus ke toilet.
Pintu tertutup.
Ya, Kak Seok Ho?
Aku dalam perjalanan pulang.
Kakak ingin minum?
Kalau begitu, datanglah ke rumahku.
Sayang, aku pulang.
Kamu sudah tidur?
Sayang, usir wanita itu dari rumah kita.
Kenapa? Ada masalah lagi?
Jangan tanya aku apa masalahnya. Usir saja dia dari rumah ini
karena aku merasa wanita itu memperpendek usiaku.
Baiklah. Aku mendengarmu.
Entah apa masalahnya, tapi biarkan saja sekali ini.
Kamu akan bersikap seperti ini?
Hukum tiga kali berulah berlaku untuk tiap situasi.
Dia baru berulah dua kali.
Aku akan mengusirnya jika dia berulah lagi. Aku berjanji.
Kamu mau aku membuat janji tertulis?
Di mana kertasnya? Di sini?
Kamu berjanji, bukan?
Tentu saja.
Omong-omong, apa masalahnya?
Jangan tanya. Masalahnya tidak penting.
Dia membuatku kesal padahal aku sudah kesal.
Kenapa? Ada orang lain yang membuatmu sedih
selain penyewa itu?
Ibu mertuanya Geum Hui.
Ibu mertuanya Geum Hui?
- Tapi dia sudah meninggal. - Ternyata dia masih hidup.
Apa? Apa katamu?
Apa ada membicarakanku?
Kenapa telingaku gatal sekali?
Kamu tahu aku ke mana hari ini?
- Ke pesta rumah baru. - Ada yang pindah ke rumah baru?
Ibu tiri.
Kamu berkomunikasi dengan wanita itu, Kak?
Dasar kurang ajar. Kenapa kamu menyebut ibumu "wanita itu"?
Aku tanya apa Kakak berkomunikasi dengannya.
- Bukan begitu. - Lalu kenapa?
Kami tidak sengaja bertemu dan dia mengundangku ke rumahnya.
Kakak sangat murah hati.
Ya, tentu saja Kakak bermurah hati.
Dia bukan ibu kandung Kakak.
Sampai kapan kamu akan seperti remaja labil?
Dia pindah ke lingkungan ini. Tenangkan dirimu dan kunjungi dia.
Kakak pasti sudah gila.
- Astaga. Dasar kamu... - Baguslah.
Pekerjaan baruku jauh dari rumah. Aku harus pindah ke rumah baru.
Keadaan dia lebih baik daripada dugaanku.
Dia juga memiliki rumah yang layak.
Itu bukan urusanku. Jadi, jangan membahasnya lagi.
Aku juga tidak peduli jika Kakak terus menemuinya. Terserah Kakak.
Lalu bagaimana dengan Geum Hui?
Ada apa dengannya?
Tampaknya ibu tiri juga bertemu dengannya. Kamu tetap tidak peduli?
Apa?
Dia sudah bertemu dengan Geum Hui?
Dia menemui Geum Hui sebelum menemuiku.
Aku tidak sengaja bertemu dengannya di rumah ini.
Berdiri.
Antar aku. Kakak bilang, Kakak tahu alamatnya!
Tenang dan duduklah.
Dia datang ke rumahku?
Dia tidak berhak datang ke sini.
Dia tidak berhak menemui Geum Hui.
Dia pergi meninggalkan suaminya yang sakit dan putranya.
Kenapa dia muncul setelah 10 tahun? Apa maunya?
Dia mau aku menjadi anak berbakti?
Dia mau Geum Hui memperlakukan dia seperti ibu mertuanya? Begitukah?
Beri tahu aku. Dia pasti memberi tahu Kakak sesuatu.
Teruskan.
Apa?
Pasti kamu masih kesal. Teruskan saja.
Kakak!
Menyedihkan.
Aku tidak akan menghalangimu jika kamu bisa mengatasinya tanpa emosi.
Kamu berpikir rasional terhadap hal lain.
Kenapa kamu bertingkah seperti orang gila saat menyangkut Ibu Tiri?
Jangan minum lagi. Tidurlah sekarang.
Tapi kamu benar.
Kamu benar. Aku menyukaimu.
Ya, Seok Ho.
Aku baru sampai rumah.
Apa Jun Ho baik-baik saja?
Apa maksudmu?
Kamu memberitahunya semuanya?
Ya. Jangan khawatir.
Ya. Nanti kuhubungi. Sampai jumpa.
Aku tidak bisa hanya berdiam di rumah seperti ini.
Antar aku ke rumahnya.
- Hei, Han Jun Ho. - Terus terang,
aku juga tidak bisa memahami Geum Hui.
Aku marah karena dia merahasiakannya dariku. Aku tidak bisa memaafkannya.
- Dia pasti terpaksa. - Apa?
Dia pun pasti tertekan saat membohongimu, bukan?
Setelah bayi tabungnya gagal, dia pasti putus asa.
Tapi dia membohongimu karena dia tahu reaksimu akan seperti ini.
Menurutmu, siapa yang paling bingung dan tertekan saat ini?
Geum Hui, bukan kamu, Bodoh.
Jangan maafkan Ibu Tiri untuk kesalahannya,
tapi maafkan dia untuk Geum Hui.
Setidaknya itu yang bisa kamu lakukan untuk Geum Hui.
- Kamu sudah bangun. - Kapan kamu pulang?
Baru saja.
Aku membuatkan bugeoguk. Mandilah dahulu.
Baiklah.
Seok Ho memberitahuku apa yang terjadi.
Maafkan aku. Aku membohongimu bukan karena keinginanku.
Kamu tidak marah?
Bukankah menurutmu, kemunculannya yang tiba-tiba itu konyol?
Tapi dia ibumu.
Artinya dia ibuku juga.
Maafkan aku. Aku terlalu malu menatapmu.
Aku tidak ingin mendengar kamu mengatakan itu.
Habiskanlah. Nanti kamu terlambat ke kantor.
- Siapa namanya? Yeo Reum? - Apa?
- Ya. - Kapan dia keluar dari rumah sakit?
Aku belum tahu pasti.
Kurasa dia akan dirawat inap setidaknya selama tiga hari.
Kalau begitu, kamu akan menemaninya lagi malam ini?
Apa tidak boleh?
Terserah kamu saja.
Terima kasih, Sayang.
Rumah sakitnya dekat dari klinikmu. Mau makan malam bersama?
Aku akan pergi ke klinikmu setelah pekerjaanmu selesai.
Baiklah.
Segarnya.
Kakakmu sudah pergi?
Dia pasti masih tidur.
Katanya, dia akan mulai syuting drama pekan ini.
Kenapa dia belum mulai syuting?
Pasti tidak lama lagi.
Perlu kukemudikan mobilnya?
Dia pasti lelah jika pergi seorang diri.
Selama ini dia baik-baik saja berkemudi seorang diri.
Tapi sekarang berbeda.
Dia akan tampil di drama.
Jujurlah kepadaku.
Kamu ingin melihat para aktris, bukan?
Astaga. Itu tidak perlu. Aku melihat seorang aktris di rumah tiap hari.
Astaga.
- Ayah benar? - Tentu saja.
Geum Ju, kamu tidak sarapan sebelum pergi?
Aku tidak berselera. Sampai nanti.
Kamu akan syuting drama?
Aku tidak akan bermain di drama itu.
Apa maksudmu tidak akan bermain di drama itu?
Aku gagal audisi.
Tapi katamu, kamu berhasil.
- Kukira begitu, tapi... - Sudah ibu duga.
Kenapa kamu heboh soal syuting jika belum diputuskan?
Semua orang mengira kamu mendapatkan peran itu. Ibu malu sekali.
- Sayang. - Ibu.
Kalian tahu berapa banyak pelanggan di salon
yang terus menanyai ibu kapan dia muncul di drama?
Astaga. Kenapa mereka sangat penasaran soal itu?
Ibu malu sekali. Ibu tidak bisa membuka salon lagi.
- Ibu mau aku mati? - Geum Ju.
Jika aku mati, itu akan mengurangi rasa malu Ibu?
Lancang sekali bicaramu.
Ibu hanya memedulikan betapa malunya diri Ibu.
Ibu tidak peduli betapa aku kecewa atau terluka, bukan?
Lalu kenapa kamu membual sejak awal?
Aku lolos audisi saat itu.
Sutradara mengatakan dia akan memberiku peran.
Aku jelas mendengar dia mengatakan itu.
- Geum Ju. - Kak Geum Ju!
Cepat kejar dia.
Astaga.
Kakak!
Kenapa kamu seperti itu?
Sudahlah. Aku juga kesal.
Astaga.
Ada apa pagi-pagi begini?
Tidak ada apa-apa.
- Kamu sebaiknya sarapan. - Benar.
Aku akan menyiapkannya dan membawakannya kepadamu.
Apa?
Baiklah...
Untuk apa banyak lauk-pauk?
Tidak ada yang bisa dimakan.
Kamu bukan anak kecil. Berhentilah mengeluhkan makanan.
Bibi, bisa buatkan acar mentimun?
Acar mentimun?
No comments yet. Be the first to leave one.