Dali & the Cocky Prince

Dali & the Cocky Prince (달리와 감자탕)

Download Indonesian Subtitle

Release info

달리와 감자탕 - Dali and Cocky Prince - Episode 05 🔻
A Commentary by Azhlaf
Susah masuk di subscene, lagi error.. Inipun cuma kebetulan :)

Tags

other
Published on: 2021-10-07
Downloads: 18
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Apakah Hujan Terlihat Berbeda dari Hotel ketimbang Motel?"

Nona Kim.

Nona Kim, kau di dalam?

Nona Kim.

Ini aku.

Aku tahu kau akan kesini..

Ada yang tidak beres.

Aku mengantarmu ke hotel.,

jadi apa yang kau lakukan di sini?

Yah, Aku...

Apa itu? Kau tak punya uang?

Kukira kamu menjual rumahmu.

Yah...

Aku punya beberapa pekerjaan...

Pameran sudah dekat,

dan aku perlu merevisi proposal.

Dan Asosiasi Bantuan. Banyak hal yang harus di persiapkan..

jika ingin itu terwujud.

Kerjakan saja di hotel.

Apa?

Kamu mau membayar...

tagihan air dan listrik jika bekerja di sini?

Tagihan listrik?

Galeri ini mungkin atas namamu,

tapi peralatan akan disertakan untuk biaya operasional.

Kenapa galeri harus bertanggung jawab...

Atas kendalimu?

Kamu membuang-buang uang galeri Untuk diri sendiri.

Aku yang menyia-nyiakannya.

Ini masalah pribadi bukan galeri.

Kemasi barangmu dan keluarlah.

Aku akan mengantarmu ke hotel.

Tidak, terima kasih.

Aku benar-benar harus menyelesaikannya malam ini.

Hanya orang bodoh yang mau begadang,

dan mereka yang tidak rajin mengeluh karena bekerja sampai larut.

Sebagai Direktur, kamu harus memberikan contoh...

daripada lembur.

Apa ini? Dia bahkan tidak menyalakan lampunya?

Dia tak punya rasa takut.

Pak Jin, Kumohon.

Apa ini saja barangmu?

Begini...

Jangan bilang..

kamu kemari dan meninggalkan hotel karena tidak punya uang.

Kau salah. Aku punya uang.

Tunggu apalagi. Ayo pergi.

Bagaimana kau tahu aku ada di sana?

Menurutmu bagaimana lagi?

Kamu tidak punya teman minum...

atau kerabat yang bisa dikunjungi.

Berikan nomormu.

Nomorku?

Aku sudah terlalu santai.

Bagaimana mungkin seorang kreditur tidak tahu nomor telepon debiturnya?

Tunggu apalagi..

Tekan tombol "panggil".

Jangan hapus nomorku dan pastikan kau menyimpannya.

Dan angkat panggilanku.

Jangan salah paham...

Kau takut aku akan kabur.

Seperti yang kamu bilang, Aku tidak punya teman...

atau kerabat yang menerimaku.

Jadi kemana aku harus pergi?

Jangan khawatir tentang itu.

Ketika ayahku masih hidup, Aku punya banyak,

teman dan keluarga.

Tapi sekarang, aku sendirian.

Hidup ini memang kejam...

Orang hanya mempertahankan hubungan yang dapat mereka manfaatkan.

Dalam kasusmu, mereka bisa kehilangan uang mereka.

Tentu saja, mereka akan menemuimu

Jangan diambil hati.

Jadi malam ini,

cukup tidur nyenyak di kamar hotel mahal...

dan kosongkan pikiranmu.

Lagipula, kamu punya banyak hutang.

Satu malam di hotel bukanlah masalah besar.

Astaga, aku kreditur terbaik di luar sana.

Aku mendengar ocehan mabukmu., membayar minumanmu,

mengantarmu ke Hotel mahal. jadi kau bisa beristirahat,

dan terakhir, mentraktirmu minum.

Ini.

Rupanya, itu dibuat dari pohon kismis Oriental.

Itu yang paling mahal,

jadi sebaiknya minum itu sampai habis.

Kau bisa pergi sekarang.

Aku ingin melihatmu masuk ke dalam.

Bagaimana jika kamu menyelinap keluar lagi?

- Sampai Jumpa - Baiklah.

Harusnya dia membiarkanku membayarnya.

Para karyawan seharusnya menerima gajinya besok.

Apa yang harus kukatakan pada mereka?

Pengembalian uang?

Ya, Aku minta tolong!

"Motel Heights"

Permisi.

Aku ingin bermalam di sini.

Semuanya 90 Dolar.

Pergilah ke kamar 205.

Sayang, yang mana kamar kita?

Apa? Itu kamar 203.

Pak Jin.

Apa kau sudah tidur?

Tidak. Belum.

Pak Jin.

Halo?

Jika masih terjaga, lihatlah ke luar jendela.

Jendela?

Sekarang sedang hujan.

Nikmati pemandangan hujan sebelum tidur.

Kau membayar mahal kamarnya.

Apa kamu melihatnya?

- Ya. - Bukankah pemandangannya menakjubkan?

Hotel itu terkenal karena pemandangannya di malam hari.

Tunggu.

Bukan berarti aku pernah tidur di hotel itu sebelumnya.

Aku mengadakan pesta akhir tahun...

Bersama pemilik cabang restoran di hotel.

Begitulah caraku mengetahuinya.

Aku punya rumah sendiri. Kenapa tidur di hotel?

Hotelnya terlalu mahal.

Tapi tentu saja, orang bisa tidur di hotel...

Saat mereka tidak punya tempat untuk pergi setelah pindah.

Aku hanya ingin ucapkan..

selamat malam.

Jangan biarkan masalahmu menghantuimu

Kau juga. Selamat Malam, Pak Jin.

Baiklah

Aku tutup teleponnya.

Kau bodoh.

Tidak. Jangan ambil uang itu.

- Tidak. Kumohon! - Lepaskan aku!

Hentikan.

Sial.

Tidak. Kumohon. Jangan ambil uang itu.

"Kantor Polisi Sungdong"

Galeri Cheongsong digugat?

Itu benar

Aku pikir mereka tidak mampu membayar tepat waktu.

Dari yang sudah kudengar, beberapa preman atau rentenir...

Datang ke galeri.

Aku sudah dengar banyak tentang galeri itu akhir-akhir ini.

Astaga. Siapa sangka Galeri Cheongsong akan jatuh seperti ini?

Kenapa tidak bilang sejak awal?

Sial. Minggir!

Apa itu? Ada apa dengannya?

Aku baru tahu!

Sial.

- Halo? - Apa ini Detektif Joo Won Tak?

- Ya, benar. - Lalu Apa kamu tahu Nona Kim Da Li?

Siapa?

Jadi dia hanya pekerja paruh waktu di konter.

Dan kau ingat wajahnya juga?

Da Li...

Aku walinya.

Aku dengar pekerja di motel yang melakukan ini.

Dia bekerja di sana selama beberapa hari sebagai pekerja paruh waktu.

Astaga.

- Untungnya, dia ingat wajahnya. - Apa kamu baik-baik saja?

Dan kami sedang memeriksa TKP sekarang.

Kurasa kita bisa segera menangkapnya.

Tapi dia beruntung bisa sadar

Dia bisa pulang dan memulihkan diri di rumah.

- Lalu buat pernyataan. - Apanya yang beruntung?

Tubuhnya penuh memar!

Tidak. Biar aku yang menanganinya.

Apa kalian hanya melakukan tugas Saat orangnya terluka parah atau mati?

- Maksudku... - Kalian luar biasa.

Bukankah kau seharusnya menindak motel ilegal ini?

Apa kamu sungguh melakukan pekerjaanmu dengan benar?

Bagaimana bisa perampokan ini terjadi?

Apa kamu melalaikan tugasmu?

Selain itu,

ini terjadi beberapa jam yang lalu!

Lepaskan aku.

- Kamu baik-baik saja? Maafkan aku. - Kenapa kamu meremehkan hal ini?

- Luar biasa. - Sakit.

Dia terluka!

Kau pasti sibuk. Maaf mengganggumu.

Aku hanya bisa keluar. setelah membayar tagihanku.

Tapi dia mengambil tasku.

Jadi kamu menelepon karena tagihan rumah sakit?

Jika tidak, kamu tidak akan menelepon?

Apa?

Pak Kim dan kamu...

Kalian berdua membuatku menjadi brengsek.

Hei. Aku tidak punya tempat untuk pergi.

Kamu dan ayahmu yang menerimaku.

Satu-satunya hal yang aku tahu Adalah bertarung.

Dan kalian menungguku. Saat mencari jati diriku sendiri.

Kau tahu apa?

Saat aku marah, bahagia, atau putus asa,

Aku tidak pernah berpikir aku sendirian.

Kamu dan ayahmu yang pertama kali aku pikirkan.

Tapi Kenapa, Kenapa tidak?

Astaga.

Bagaimana mungkin kamu tidak memberitahuku saat kau harus ke motel...

karena tidak punya tujuan?

- Masuk. - Baik

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left