The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
Hae Sol.
Ibu! Ayah tidak mau bangun.
Apa Ayah mati lagi?
Ji Sup.
Halo? Aku di kantor Grup Gangin.
Ayah!
Kamu baik-baik saja? Sungguh?
Kamu butuh ambulans?
Aku tidak apa-apa. /- Ayah.
Hae Sol.
Ayah bohong!
Ayah berjanji tidak akan sakit!
Hae Sol.
Ayah tidak sakit.
Ayah jatuh karena pusing.
Ini bukan apa-apa.
Ayah sungguh-sungguh?
Tentu saja.
Ayah kuat. Kamu mau lihat?
Ayah kuat, bukan?
Kamu sudah ke dokter?
Aku baik-baik saja.
Lantas, kenapa kamu pingsan?
Aku pasti kelelahan.
Ini bukan apa-apa. Jangan khawatir.
Hae Sol!
Paman.
Ada apa?
Kamu tahu dia di sini?
In Wook. Maaf,
tapi tolong awasi Hae Sol.
Tentu. Silakan pergi.
Aku akan kembali.
Hae Sol, kamu habis menangis?
Kukira Ayah mati lagi.
Apa?
Ayah, minumlah obat ini dan jangan sakit.
Janji?
Kita harus bicara.
Bagaimana dengan Hae Sol?
Aku meninggalkannya dengan In Wook.
Kamu sakit, bukan?
Kamu sungguh sudah ke dokter?
Sudah kubilang, aku baik-baik saja.
Aku akan membaik setelah beristirahat.
Jangan membuatnya makin parah dan berobatlah.
Tetaplah sehat demi Hae Sol.
Lihat Hae Sol, anak yang kamu abaikan.
Dia datang lagi hari ini karena merindukan ayahnya.
Hubungan kita mungkin sudah berakhir,
tapi hubungan ayah dan anak berlangsung selamanya.
Kamu harus ada untuknya kapan pun dia mau menemuimu.
Itu tugasmu.
Kamu kabur setelah ditelepon dan malah lari kemari?
Kenapa Suh Ra di sini tadi?
Hae Sol datang.
Jadi, seluruh keluarga berkumpul di sini.
Apa yang Suh Ra incar?
Kenapa dia berada di dekatmu terus?
Berhentilah.
Kamu sakit?
Tidak.
Kamu tampak tidak sehat belakangan ini.
Kurasa karena kamu sibuk bekerja,
tapi mungkin kamu harus ke dokter.
Aku kelelahan.
Dokter bilang aku harus beristirahat,
tapi aku tidak punya waktu.
Aku akan beristirahat setelah proyek Tiongkok.
Baiklah.
Benar juga. Kudengar
kamu meminta ayahku mengelola Grup Gangin.
Dia harus bangkit.
Terima kasih sudah memikirkannya.
Uang ini untuk kampanyemu.
Ini tidak cukup.
Jika kehilangan kesempatan ini,
aku tidak akan pernah menjadi pemegang saham utama Grup Gangin.
Kamu punya dana yang dikelola dana beasiswa juga.
Aku juga menginvestasikan semua.
Bukankah ini terlalu banyak?
Jika ada kendala, lupakan bangkit.
Kamu bisa dipenjara.
Jangan percayai Ji Sup.
Memangnya aku dungu? Aku tidak memercayainya.
Aku mengawasi situasi di Tiongkok sendiri
melalui koneksiku di sana.
Walaupun variabelnya banyak, itu akan menjadi proyek Gangin.
Aku harus mengumpulkan saham Konstruksi Gangin sebanyak mungkin
sebelum harganya naik.
Pialangku di Tiongkok
mengenal kontak Anggota Dewan Jin.
Dia pialang kelas tinggi.
Anggota Dewan Jin tidak akan curiga.
Sungguh sia-sia.
Apa?
Kuharap
aku menyadarimu lebih awal.
Aku kehilangan
talenta hebat terlalu dini.
Aku akan berusaha yang terbaik
selama waktu mengizinkan.
Bagaimana dengan menjual rumah sakit?
Rumah sakit? Itu langkah terakhirku.
Ayah Ji Sook mewarisinya untuknya.
Aku sudah memasukkan namaku.
Pengemis tidak bisa memilih.
Dia sudah terobsesi untuk menceraikanku.
Dia tidak akan tinggal diam jika itu kujual tanpa izinnya.
Ayahnya mendirikan rumah sakit itu.
Dia memaksamu pensiun dari dunia politik.
Siapa yang peduli dengannya?
Ini perang! Perang!
Kita berada dalam masalah jika dia menuntutmu mengembalikannya.
Kamu harus menjualnya sekarang.
Aku akan mengusahakannya.
Aku harus memberi tahu Hae Rim
bahwa aku ibu kandungnya.
Kurasa dia sudah bertanya-tanya.
Silakan saja jika kamu mau menghancurkan hidupnya.
Kenapa itu menghancurkan hidupnya?
Dia harus mengetahui kebenarannya sekarang.
Fakta kamu ibu kandungnya bukanlah akhir kisah itu.
Apa maksudmu?
Kamu mau dia mengetahui ayahnya dibutakan uang
dan mengabaikan ibunya yang hamil, lalu menikahi Ji Sook?
Tapi itu benar.
Memangnya aku salah? /- Kamu tidak berhak arogan.
Baiklah, aku menyadari perbuatanku.
Ya, aku menikahi Ji Sook demi uang dan kuasa keluarganya.
Bagaimana denganmu? Kamu menculik anak orang lain
dan berpura-pura itu anakmu!
Aku harus meluruskan semuanya.
Aku akan memberi tahu Hae Rim kebenarannya
dan memohon pengertiannya.
Kubilang, ini bukan waktunya!
Aku harus hidup agar kamu dan anakku Hae Rim bisa hidup.
Aku harus selamat dahulu demi kebaikan kita semua.
Kebenaran datang belakangan.
Rumah sakit?
Dia pasti berencana menjual rumah sakit
untuk membeli saham Konstruksi Gangin.
Jangan rumah sakit.
Ayahku menghargainya melebihi hal lain.
Itu tidak boleh terjadi.
Ibu. /- Sebentar.
Aku akan meneleponmu kembali.
Kenapa kamu kemari tanpa mengabari?
Apa yang kamu lakukan?
Aku mau meminta maaf mewakili Ayah.
Tolong maafkan dia.
Apa ayahmu menyuruhmu kemari?
Tidak.
Aku datang sendiri memohon pengampunan kepada Ibu.
Dia tidak punya tujuan sekarang.
Jika Ibu mengabaikannya sekarang,
dia tidak ada tujuan.
Kumohon, Bu.
Ayahmu tidak ada tujuan?
Kenapa dia tidak ada tujuan?
Dia mungkin bersama ibu kandungmu merencanakan sesuatu sekarang.
Apa?
Ibu bilang apa?
Ayah menemui ibu kandungku?
Siapa ibu kandungku?
Kalian semua tahu, tapi kenapa tidak mau memberi tahu?
Tanyakan sendiri ke ayahmu. /- Ibu.
Ibu!
Hae Rim.
Ada apa?
Kenapa kalian bersama?
Ibu mengkhawatirkan Anggota Dewan, jadi, mampir kemari.
Kenapa kamu mengkhawatirkan Ayah?
Hae Rim? /- Aku salah?
Kenapa besan amat intim
sampai selalu bersama?
Selalu bersama? Apa maksudmu?
Biarkan saja dia.
Dia hanya sensitif karena keadaan saat ini.
Maaf.
Aku kemari mau menanyakan sesuatu kepada Ayah,
tapi keinginanku tiba-tiba hilang.
Aku pergi dahulu.
Hae Rim.
Kurasa dia sudah tahu.
Hae Sol, kapan kamu tahu Ayah sakit?
Beri tahu ibu. Ibu harus tahu.
Ayah melarangku memberitahunya kepada siapa pun.
Kamu bisa memberi tahu ibu.
Ibu harus tahu agar bisa membantunya berobat.
Beri tahu ibu.
Kali terakhir saat aku pergi makan piza dengan Ayah,
Ayah tiba-tiba pergi
dan muntah, lalu menangis.
Ayahmu menangis?
Dia tampak amat sakit.
Amat sakit.
Ada apa?
No comments yet. Be the first to leave one.