The first 200 lines.
Jawabannya tidak, Frank.
Wah, wah, wah.
Sangat disesalkan.
Maaf.
Sayang sekali.
Benar sekali.
Lima tahun lagi, 'kan?
Mereka pikir aku siapa?
Menurut mereka aku orang di Alkitab yang bisa hidup selamanya?
Menurut mereka aku begitu?
Entahlah. Mereka buat penilaian.
Aku menulis surat kepada mereka. Bahkan kepada Ratu.
- Kepada Ratu? - Ya. Tak pernah dapat balasan.
Terlalu sibuk untuk bicara pada kaum buruh.
Lain cerita jika dia butuh tentara.
"Lewat sini Pak Begbie." "Tanda tangan di sini."
Aku tak tahu kau pernah jadi tentara.
Tak pernah. Mana bisa?
Aku dipenjara 20 tahun. Kau tak menyadarinya?
Tentu, aku sadar.
Peringanan tanggung jawab.
Jika pengacara dulu bela pengurangan tanggung jawab dengan benar di persidangan,...
...aku harusnya bisa bebas.
Kurasa, kebijakan terbaik untukmu saat ini adalah...
Apa kau menyebutkannya?
Peringanan tanggung jawab. Kau sebut itu?
- Pada persidangan? - Ya. Kau lakukan itu?
- Menurutku itu lebih konstruktif... - Aku tak percaya kau tak menyebutkannya.
Apa yang terakhir kukatakan?
Ingat dan sebutkan peringanan tanggung jawab, Bodoh.
Kurasa lebih baik kita menutup rapat ini dan kita bertemu...
...setelah kita merenungkan situasinya.
Kau akan menekan tombol kuning kecil itu atau tidak?
Berengsek!
Waktu musim panas.
Aku, tak masalah dengan musim panas.
Aku bukan orang yang hemat atau boros. Lebih mirip agnostik, kau tahu?
Sayangnya, waktu musim panas tak sependapat tentang aku.
Aku bekerja di bagian konstruksi.
Jadi buruh, kadang jadi tukang kayu atau tukang ledeng.
Itu bukan pekerjaan yang kuinginkan, tapi potongan bantuan kantor membuatnya jelas..
Tak ada asap, tak ada api.
Jadi kuhentikan.
Aku mengencani Gail, Fergus kecil, meski tak kecil lagi, tapi itu dulu.
Pada dasarnya, aku coba bertahan.
Lalu, pada suatu pagi, aku pergi kerja dan kemudian dipecat karena terlambat satu jam.
Kemudian, terlambat satu jam ke DSS untuk menjelaskan alasan aku dipecat.
Terlambat satu jam untuk banding atas potongan bantuan dan terlambat wawancara.
Terlambat satu jam untuk mengunjungi si kecil Fergus.
Dan terlambat pergi ke layanan sosial untuk jelaskan alasannya.
Akhirnya, kubiarkan saja. Itu salah jamnya.
Lebih maju satu jam.
Orang menyebutnya, waktu Musim Panas Inggris.
Saat itu padahal tak panas. Aku masih memakai jumper-ku.
"Terjadi setiap tahun, Pak Murphy."
Bagaimana aku tahu? Aku jadi pecandu selama 15 tahun.
Kalian pasti tahu, waktu siang tak begitu penting saat jadi pecandu.
Cuma penting bagi petani dan sebagainya. Pria yang merawat ternak.
Bukan untuk pecandu yang mencoba jadi sukses.
Begitulah hidupku. Tak ada pekerjaan, dan uang.
Tak bisa bertemu anakku.
Kemudian kau mulai pakai heroin lagi.
Teman terbaikku.
Sejujurnya, satu-satunya teman yang tak pernah tinggalkan kita.
Apa ini?
- Untukmu. - Apa?
Rekaman.
Kenang-kenangan agar kenangan takkan pudar.
Siapa kau?
Aku pemeras dan penyelamatanmu.
Bekerjasamalah, dan takkan ada yang lihat video ini.
Penelitianku menyatakan...
...sebagai wakil kepala salah satu sekolah swasta terkenal di Edinburgh,...
...bayaranmu setidaknya 70.000 pound per tahun.
Aku tak ingin memerasmu terlalu kuat tapi jangan memancingku.
Jadi mari kita sepakat.
Berikan 10 persen dari pengasilanmu per tahun. Di bayar tiap bulan, terus-menerus.
Dasar berengsek! Aku tak akan terima!
Tentunya, kau harus bohong pada istrimu.
Jika perlu inspirasi, bayangkan saja reaksinya.
Bagaimana ini bisa menarik perhatian murid sekolah swasta terkenal itu.
Mereka mungkin akan menikmati adegan kemaluan palsu.
Aku suka.
Detail mengenai akun banknya akan kukirim.
Harus ada 1.000 pound masuk ke rekening akhir minggu ini.
Hai!
Selamat datang di Edinburgh.
Selamat datang di Edinburgh.
- Selamat datang di Edinburgh. - Selamat datang.
- Permisi. - Ya?
Dari mana asalmu?
- Slovenia. - Oh.
Franco?
Franco.
Masuklah.
Baiklah. Kau sudah siap?
- Ya. - Kau dapat?
Kuharap kau tak sedang mabuk.
- Tidak, Franco. - Baik.
Satu di sini. Satu di sini. Jangan terlalu dalam.
Dua tusukan kecil saja. Sedikit darah. Mengerti?
- Tak perlu cemas, Franco. - Baiklah. Lakukan.
- Kau yakin? - Lakukan saja.
Kau berengsek!
- Kau menusuk hatiku. - Sial. Maaf, Franco.
Sial. Masih mau tusukan yang kedua?
Tidak, tak usah, Dozo. Tusukanmu sudah cukup parah.
Sial.
Sial.
Minyaki sedikit. Lakukan dengan keras.
Tampar. Tampar. Oh!
Sial!
Hei! Hei! Jangan sentuh dia! Jangan sentuh dia!
Kalian bersekongkol, ya?
Dasar berengsek! Pergilah!
Jika aku melihatmu lagi, kubunuh kau.
Pergilah!
- Dari mana kau? - Aku di sebelah.
Kenapa lama sekali.
Kita harus beli jam baru. Ini terlalu jelas.
- Aku tak mau lakukan ini lagi. - Kita berhenti sejenak. Ya?
Tidak. Simon. Aku tak mau lakukan lagi.
Aku sudah muak.
Tenanglah. Yang pertama berhasil, 'kan?
- Aku mau kerja lagi dengan Doyle. - Doyle.
Jangan lakukan itu. Jangan di sauna.
- Kenapa tidak? - Doyle itu preman.
Di sauna, takkan ada pria yang berani menyakiti wanita.
Pak Doyle takkan biarkan itu terjadi.
Aku tak mau bayangkan kau kerja di sana, mengerti?
Kenapa? Karena bercinta dengan pria?
Ini lebih baik? Aku bisa terbunuh dan kau tak berbuat apa-apa...
...karena kau cuma duduk di sebelah, mengisap kokain.
Kumohon, aku ingin pulang.
Pada akhirnya jadi sangat damai.
Ruanganmu tetap dibiarkan sama seperti saat kau tinggalkan.
Dia selalu berharap kau akan kembali.
"Gail. Andai aku bisa menemukan kata yang lebih baik untuk minta maaf.
Kau tak harus membaca ini, karena aku sudah membuatmu menderita.
Tapi aku tahu kau dan Fergus sudah tinggal di dunia yang lebih baik tanpa kekacauanku.
Maaf atas semua yang telah kuhancurkan.
Kau sangat cantik.
Yang tercantik di dunia.
Dan aku cuma membuat dunia ini lebih buruk.
Fergus butuh semua jadi lebih sederhana. Aku tahu dia sangat malu padaku.
Aku tak bisa jadi pria yang kalian perlukan.
Sudah kucoba selama 20 tahun, dan semua yang kucoba jadi bencana. Aku mencintaimu.
Aku mencintai Fergus lebih dari apa pun.
Tapi aku sudah selesai, Gail.
Maafkan aku.
Aku mencintai kalian.
Aku ingin lihat kalian tersenyum lagi."
Danny boy.
RUSAK
Sial.
Spud!
Spud.
Spud!
Spud.
Sial!
Sial!
Sial!
Sial.
Dasar!
- Dasar, Berengsek! - Apa?
Apa yang lakukan padaku?
Aku menyelamatkanmu!
Menyelamatkanku?
Kau merusak hidupku, Mark.
Kau merusaknya!
Sekarang kau merusak kematianku juga!
Terima kasih banyak, Teman.
Dasar berengsek! Kulakukan yang kubisa untukmu!
Aku memberimu 4.000 pound!
Menurutmu apa yang akan kulakukan dengan 4.000 pound itu, Mark?
Aku dahulu cuma pecandu!
Ya, itu benar.
Aku masih pecandu!
Astaga.
Kau kelihatan sehat, Mark.
Ya.
Semua bilang begitu.
Kau akan tinggal sebentar?
Tidak, aku harus kembali beberapa hari lagi.
Tak bisa tinggal lebih lama?
Aku senang bertemu denganmu, kau tahu, menghabiskan waktu bersama.
Entahlah.
Aku merindukanmu, Kawan.
Jangan coba bunuh diri lagi, paham?
Tidak selama aku masih punya teman.
Jadi...
Kau menemui si tua Simon?
Simon? Tidak. Dia pasti sibuk.
Kau harus menemui si tua Simon.
- Kau tahu bagaimana hubungan kami, Spud. - Kalian berdua seperti ini.
Halo, Frank. Apa kabarmu pagi ini?
Sedikit sakit.
Aku yakin kita bisa segera lepas infus ini.
Terima kasih.
Berikan tanganmu. Aku mau buang air besar.
No comments yet. Be the first to leave one.