The first 200 lines.
PENAMPAKAN DI CONNECTICUT 2: HANTU GEORGIA
Berdasarkan dari kisah nyata.
Aku menyayangimu, Lisa. Aku menyayangimu, Lisa.
Aku sangat menyayangimu.
Dengarkan aku, Lisa.
Hei, Lisa.
Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu, Lisa.
Dengarkan aku, Lisa.
Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu, Lisa.
Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu, Lisa.
- Ibu? - Oh, Tuhan!
Mengapa kau bangun, sayang?
Apa kau mimpi buruk lagi?
Aku bermimpi tentang ayunan.
Apa ada ayunan di rumah yang baru?
Jika tidak ada,
...Ibu yakin Ayah akan membuatkannya untukmu.
Ayo, mari kita sarapan.
- Ibu akan segera ke sana. - Baiklah.
Seperti apa rumah baru kita?
Rumah kita jauh di pedesaan.
Dan ada banyak tempat untuk bermain.
- Bolehkah aku membawa sepedaku? - Tentu saja, sayang.
Walaupun aku belum bisa mengendarainya?
Kau bisa belajar mengendarainya di mana saja.
- Hei, Heidi! - Ayah!
Oh! Mmm!
- Kerjamu bagus, Ayah. - Terima kasih.
Bagaimana denganmu? Bagaimana menurutmu?
- Siapa yang dulu tinggal di sini? - Tak ada, sayang.
Itu sebabnya bank menjualnya dengan harga bersahabat, kan?
Terima kasih, Ibu.
Mungkin kau lebih suka tinggal di sana?
- Tidak. - Itu bisa diatur.
- Tidak, terima kasih. - Semua tempat itu akan jadi milikmu.
- Tidak! - Teddy Bear bisa punya kamarnya sendiri.
Ayo, kita balapan. Ayo!
Ayo, ayo, ayo! Kejar Ibu!
Oh, apa-apaan ini, sayang?
Tak ada saluran radio yang lebih jernih selain ini?
Kita berada di daerah terpencil, sayang.
Kita cukup beruntung ada air. Terima kasih.
Kita tidak perlu air. Itulah gunanya ada bir.
Ngomong-ngomong, itu birku.
Hush! Pergi! Hush!
Astaga! Hush!
Hush! Pergi!
Kau pikir itu lucu, bukan?
Bibi Joyce!
Bibi Joyce!
Nak, kau tumbuh dengan cepat seperti rumput.
Hai.
Lihatlah dirimu, Nyonya tuan rumah.
Cepat juga kau sampai.
Tak ada koper?
Aku bukan tukang numpang, Andy.
- Saat ini atau menurut sejarah? - Hentikan, Andy.
Joyce ke sini dengan niat baik.
Benarkah?
Ini kutukan yang selalu benar.
Sungguh.
Aku bercerai dengan Ray.
Apa dia yang sudah menikah itu atau yang si pemabuk?
Ternyata dia keduanya.
Bagaimana denganmu?
- Apa kau...? - 11 minggu bebas alkohol.
Sial! Panggil Catatan Rekor Guinness.
Tolong kami... Tolong kami...
Aku pikir, mungkin itu ide yang buruk.
Aku mengerti.
Heidi...
Aku sudah dapat uang cerai.
Aku ingin dekat dengan keluargaku.
Carilah tempat di dekat sini. Tapi bukan di sini.
Siapa yang tinggal di sana?
Itu cuma rongsokan tua yang ditinggalkan seseorang.
- Aku akan memindahkannya. - Ada seorang gadis tinggal di sana.
Hmm? Tak ada yang tinggal di sekitar sini, sayang.
- Kapan kau lihat gadis itu? - Baru saja.
Kau tahu? Hidupku jauh lebih buruk.
Di dekat sini, tapi bukan di sini, benar?
Kira-kira begitu, sayang.
Hentikan.
Ibu?
Kenapa Ibu menangis?
Tak ada apa-apa, sayang. Tidak apa-apa.
Bibi Joyce ada di depan, pergilah katakan selamat tidur.
Lalu Ibu akan menidurkanmu, mengerti?
Baiklah.
Ibu menangis.
Bibi tahu kenapa dia sedih?
Ibumu...
...kadang-kadang merasakan sesuatu.
Suatu perasaan yang ingin dia abaikan.
Perasaan apa?
Begini saja. Aku mau kau mencoba sesuatu.
Kau mau?
Lihat ke sana.
Lihat apa?
Jangan terlalu fokus pada sesuatu.
Rasakan saja.
Kau merasakan sesuatu?
Tolong kami.
- Kurasa begitu. - Tolong kami.
Dan kadang-kadang...
...aku melihat sesuatu.
Itu karena kau lahir terbungkus cadar ari-ari, sayang.
Sama seperti ibumu, aku, dan nenek.
Apa itu cadar ari-ari?
Artinya, saat kau lahir...
...wajahmu bercahaya seolah memakai cadar pernikahan.
Dan kadang orang yang lahir seperti itu punya kelebihan.
Mereka bisa...
...mereka bisa merasakan sesuatu yang orang lain tak bisa.
Ibu tak pernah mengatakan apapun tentang itu.
Ibumu tidak suka membahas hal seperti ini.
Tentang kelebihan dan perasaan.
Jadi obrolan ini adalah rahasia kita berdua, mengerti?
Sekarang pergilah tidur.
Aku sayang Bibi.
Bibi juga menyayangimu.
Lisa...
Aku tahu, Bu.
Dengarkan aku, Lisa.
Ada sesuatu yang ingin kusampaikan.
Dengarkan aku, Lisa.
Ada sesuatu yang ingin kusampaikan.
Jadilah gadis yang baik...
...dan dengarkanlah Ibumu.
Dengarkan aku!
Lisa.
Sudah pukul 6 pagi.
Sudah berapa lama kau di sini kali ini?
Kau melihat sesuatu lagi, bukan?
Ini.
Jika pil-pil ini tidak manjur...
...jadi tak ada gunanya kita terus membelinya.
Pilnya manjur.
Hanya saja aku agak pusing saat efeknya hilang.
Segeralah bersiap-siap.
Nanti kau akan terlambat masuk kerja.
Baiklah, sayang.
Hati-hati, Heidi.
- Kau mau Ibu bantu? - Aku bisa sendiri.
Baiklah.
Heidi.
Hei, tetangga.
Heidi pergi sejam yang lalu dan aku tak tahu dia di mana.
- Mungkin dia cuma jalan-jalan. - Heidi tak suka jalan-jalan.
Itu karena dia tak punya tempat tujuan.
Sekarang dia punya. Kau harus terbiasa dengan hal itu.
Heidi. Sayang?
Dari mana saja? Ibu sangat cemas.
Aku tak boleh mengatakannya.
Siapa yang mengatakan itu?
Astaga, Heidi, siapa yang mengatakan itu padamu?
Tn. Gordy.
- Siapa Tn. Gordy? - Pria tua yang kutemui.
Dia bilang ada ayunan di hutan seperti yang ada di dalam mimpiku.
Ibu ingat?
Baik. Kemarilah.
Joyce, tolong telepon Andy.
Ini dia.
Tn. Gordy bilang ada ayunan di sini.
Sayang, Ibu tidak melihat ada ayunan.
Astaga. Mungkin saat ini memang tak ada ayunan.
Tapi dulunya ada.
- Astaga. - Kebanyakan berjalan?
Sayang, apa Tn. Gordy mengatakan hal lainnya padamu?
Dia bilang ada uang yang dikubur di pekarangan.
Baiklah. Sayang, lakukan sesuatu untuk Ibu.
Berapa banyak?
Jika Tn. Gordy mendatangimu lagi...
...Ibu mau kau berteriak sekuat-kuatnya.
Kau mengerti?
Baiklah, ayo kita pergi.
Andy?
Aku tak boleh bicara denganmu.
Mereka pikir kau orang jahat.
Kau bukan orang jahat, kan?
Heidi.
Apakah itu Tn. Gordy yang baru saja bicara denganmu?
Heidi, mengapa kau tak bilang...
...kalau kau punya teman khayalan?
Tn. Gordy bukan khayalan. Dia bicara padaku.
Saat itu Ibu berdiri di sana.
- Tidak ada seorangpun di luar. - Tn. Gordy itu nyata.
Heidi, hentikan. Aku tidak ingin dengar lagi...
...apapun tentang Tn. Gordy.
Kau mengerti?
Melihat sesuatu yang tidak ada...
...itu bukan jalan yang ingin kau tempuh.
Selamat tidur.
Kau cuma mengarang.
Apa-apaan ini, Joyce? Kau baru di sini seminggu...
...dan Heidi sudah melihat teman tak kasat mata?
Ternyata Tn. Gordy, ada di sini.
Dan kau mendukungnya.
Pergi ke sini, menggali pekaranganku, mencari harta...
Jangan takut.
No comments yet. Be the first to leave one.