The first 125 lines.
Halo? Bibi Sharon?
Tunggu!
Ah, maaf! Ponselnya jatuh.
Ah, kaulihat ponsel Bibi bergurat, ya?
Tidak.
Bibi terus saja menjatuhkannya.
Sepertinya kekuatan tangan Bibi melemah.
Tak mungkin.
Sudah?
Ya.
Bibi Sharon,
besok pagi Anda harus ke rumah sakit lagi.
Anda harus temui ahli saraf.
Hah?
Aku akan temani nanti.
Ada apa ini?
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Space Brothers
Space Brothers
Space Brothers
Space Brothers
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
Kau selalu ada di dalam hatiku
Tapi kau tak bicara sepatah kata pun, tersenyum pun tidak
Selama ini kita selalu bersama
Kita ini memang bebal, tapi kita percaya
Semua waktu yang kuhabiskan bersamamu
Terasa bagaikan mimpi
Kita menghubungkan bintang-bintang dan melukis gambar
Ke dalam lubuk hati kita
Biarkan saja hati kita bergetar bergelora
Gunakan saja langit sebagai kanvas
Dan jadikan gambar yang kekal
#64 Potongan Kue
#64 Potongan Kue
Percuma.
Aku tak bisa konsentrasi.
Tes ini sangat penting. Harusnya aku tahu itu.
Tes ini sangat penting.
Aku harus dapat nilai tinggi
agar aku bisa cepat mencapai bulan!
Kalau tidak...
Aku akan ke bulan sebelum Hibito.
Dan membuat Teleskop Sharon!
Baiklah.
...aku takkan bisa menepati janjiku pada Bibi Sharon.
Kami belum bisa mendiagnosis penyakitnya,
tapi ada bukti jelas kalau sistem sarafnya berubah.
Berubah?
Kami perlu melakukan uji.
Apa Nyonya Sharon punya keluarga?
Ada dua adik perempuan.
Satu di New York.
Satu lagi di Jepang.
Kalau begitu, silakan tulis nomor mereka.
Baik.
Eh?
Tak apa-apa.
Beri tahu saja, biar kutuliskan.
Baik.
Saat ini, kami tak bisa mengenali
penyakit apa yang diderita Nyonya Sharon.
Atrofi merupakan simtoma penyusutan jaringan atau organ.
Ada kemungkinan ototnya mengalami atrofi karena kurang gerak.
Maaf.
Aku merasa kemungkinan itu ALS.
Saat aku menekan lengan Dr. Sharon,
aku menemukan kontraksi pada fascicular.
Apa kau dokter?
Dulu, sampai empat bulan kemarin.
Kami masih belum bisa memastikan itu ALS atau bukan.
Kalau kami mengadakan uji lagi dan mendiagnosis itu adalah ALS,
kami tak bisa mengabarinya langsung.
Ini penyakit yang sangat serius.
Penyakit yang sangat serius.
Terima kasih untuk hari ini.
Adikku sedang ke sini sekarang.
Jadi tak perlu khawatir.
Fokus saja pada latihannya, Mutta dan Serika.
Setelah sekian kali tes yang dijadwalkan,
Ya.
Bibi Sharon pasti sadar kalau dia mengidap penyakit yang serius.
Tapi dia tak pernah berhenti tersenyum.
Serika,
apa itu ALS?
Penyakit itulah yang membunuh ayahku.
Lengan kita tiba-tiba akan melemah.
Kita akan sering tersandung.
Bibi Sharon memperlihatkan gejala yang sama dengan ayahku.
Penyakit itu berakibat pada saraf motorik.
Itu berarti, otot kita berhenti bergerak saat otak kita memerintahkannya.
Hasilnya, otot kita pun melemah.
Akhirnya, kita tak bisa lagi menggerakkan kaki dan tangan kita.
Kita jadi tak bisa bicara, tak bisa makan,
atau bahkan bernapas sendiri.
Bibi Sharon.
Nah, ayo mainkan trompetnya.
Setelah diadoni, ganti pakai ini.
Mutta ingin menjadi kakak hebat yang bisa melakukan apa saja.
Jangan Bibi Sharon.
Sial.
Aku tak tahu apa jawabannya.
Aku sudah baca panduannya, tapi aku tak bisa ingat apa-apa!
Tenanglah.
Jangan pikirkan Bibi Sharon sekarang!
Perkembangan ALS berbeda-beda tiap orangnya.
Beberapa orang mungkin butuh 10 tahun sebelum gejalanya memburuk.
Tapi untuk beberapa orang seperti ayahku, bahkan lebih cepat lagi.
No comments yet. Be the first to leave one.