La Femme la plus assassinée du monde
The first 200 lines.
Tutup Teater Grand Guignol!
Tutup teater memalukan itu!
Paula Maxa.
Paula yang hebat dan tak bisa mati.
Kau datang melihatnya?
- Siapa? - Paula Maxa.
Wanita yang paling sering dibunuh di dunia ini.
Jadilah takut.
Kalian takkan menyesalinya.
Paula Maxa yang hebat.
Terima kasih.
Eugène de Lancry.
Senang jumpa denganmu.
Kau sama sepertiku dan mereka
datang kemari untuk melihatnya.
Semua telah disatukan kembali.
Aku tak punya bekas luka
tapi aku sudah dibunuh lebih dari 10.000 kali di panggung.
Dipukuli, dijadikan martir
dimutilasi
disemprotkan gas beracun, didorong ke penggilingan pabrik
diremukkan, direbus hidup-hidup
dikeringkan darahnya
dibakar dengan asam
ditusuk, dikuliti
digantung, dikubur hidup-hidup
direbus bersama sup
dikeluarkan isi perutnya, ditarik oleh kuda
ditembak, dicincang, dirajam
dicabik, sesak napas
diracuni, dibakar hidup-hidup, dimakan singa
disalibkan, dikupas kulit kepalanya
dicekik
digorok, ditenggelamkan, dihancurkan
ditikam, ditembak
dan diperkosa.
Setiap bagian tubuhku pernah dipotong, diketam
dikuliti, dan dihancurkan
tapi seperti yang kau lihat, walau mengalami semua itu
aku berdiri di hadapan kalian sekarang.
Aku Paula Maxa.
Diterjemahkan oleh mifae :)
Buka pintunya!
- Darah! - Paula Maxa!
Hadirin.
Terima kasih sudah datang
ke Teater Grand Guignol.
Silakan masuk dan duduk.
Pulanglah!
Aku mengenalmu. Kau putranya Comte de Reinach.
Jangan masuk, anak muda, atau kulaporkan orang tuamu.
Bukan apa-apa. Jangan cemas. Dia pasti sinting.
Akan kulaporkan orang tuamu! Memalukan!
Sampah masyarakat memenuhi teater itu!
Kau akan menyaksikan pertunjukan yang hebat.
Sama seperti para pemainnya, kami semua kadang kerasukan.
Alfred Binet?
Wah.
Kau kenal Alfred Binet.
Aku wartawan, jadi, aku tahu.
Wartawan?
Kau ikut demo menutup teater ini
karena percaya rumor pembunuhan
dan ritual kurban itu?
Aku tak dibayar untuk berpendapat.
Kau tampak berbeda, anak muda.
Boleh aku masuk duluan?
Nikmati pertunjukannya!
Malam ini, Hadirin...
Kepala Teater Grand Guignol
mempersembahkan "Pembunuhan di RS Jiwa"
karya Pangeran Teror kami
André de Lorde, dan si bijak
yang tak kalah kejam
Dr. Alfred Binet!
Kalian dengar suara malam yang ada di sekitar kita?
Malam ini, kalian akan merasakan horor sungguhan.
Tulang kalian akan gemetar
dan jantung yang lemah akan berhenti
tapi jangan khawatir.
Dokter kami siap membangkitkan kalian kembali jika dibutuhkan.
Meskipun belakangan ini
dia yang pertama pingsan.
Tapi...!
Apa ini?
Dia sudah pingsan?
Pertunjukan belum dimulai.
Aku pasti salah lihat!
Kalian semua sangat berani.
Pujian untuk Iblis. Inilah mereka.
Terakhir, jangan ragu memakai ember.
Itulah kegunaannya.
Maxa!
Di mana aku?
Apa yang terjadi padaku?
Kenapa aku terjebak di tempat suram ini?
Suara apa itu?
Siapa yang mengeluh?
Awas, Maxa! Di belakangmu!
Masih menangis?
Sebaiknya kau cepat belajar.
Tak ada yang bisa menolongmu di sini.
Di mana aku?
Di RS Jiwa, Sayang.
Keluarkan aku.
Aku tidak gila.
Sombong sekali kau.
Semua yang ada di sini gila!
Siapa kau?
Kau tak mengenaliku?
Aku wanita bermata satu.
Apa wajahku membuatmu jijik?
Kau wanita muda yang sangat cantik.
Mungkin yang tercantik yang kami miliki di sini.
Kau pasti akan jadi kesayangan dokter.
Dokter?
Dokter apa?
Sabar.
Kalian akan segera bertemu.
Akan kujelaskan ini salah dan dia akan menolongku.
Dokter menolong orang.
Aku tak takut pada apa pun.
Tentu saja, Sayang.
Di sini, dokter membuat wanita sepertimu sangat bahagia.
Dia akan membuatmu mempercayai itu.
Cukup bicaranya!
Kita harus menyiapkan dia.
Tidak! Jangan ganggu aku.
Ini bukan tempatku. Aku mau bertemu suamiku.
Suamimu yang mengantarmu kemari.
Dia pasti mau menyingkirkanmu.
Percayalah. Kau bukan yang pertama.
Jangan melawan. Kau tak bisa berbuat apa-apa.
Jika kau terus melawan, kami akan pakai cara keras.
Pasti ada kesalahan.
Tak ada yang datang kemari karena kesalahan.
Percayalah.
Anak-anakku sendiri mengantarku kemari.
Berengsek!
Kau terlalu cantik.
Kami akan coba perbaiki wajah cantik ini.
Lihat kami sekarang kalau bisa.
Jean.
Bagaimana menurutmu?
Darah lagi!
Kecantikanmu sudah berkurang.
Berterima kasihlah pada kami.
Kubilang berterima kasihlah.
Berterima kasihlah pada kami!
Terima kasih.
Dia terlalu jelek sekarang.
Dokter akan kecewa.
Selamat malam, Sayang!
Maaf, Dokter.
Dia tak mau menurut.
Apa yang kalian lakukan? Kalian iri!
Tolong aku, Dokter!
Kalian benar-benar merusaknya.
Sudahlah. Ayo selesaikan.
Aku tak butuh kepalanya tanpa mata.
Kita butuh orang itu.
Benar!
Jangan! Kumohon!
Kumohon, Dokter!
Jangan!
Apa yang terjadi? Aku tak bisa melihat apa-apa.
Jangan berhenti.
Dia akan mati sebentar lagi.
Lebih kencang!
- Mesin penyusut! - Tidak!
Kau sangat suka teater.
Mungkin kepalanya masih berguna, Dokter.
Maksudku, secara terpisah.
Licik!
Ini kesalahan besar.
Hebat!
Darah ini menjijikan.
André, katanya kau akan tambah lebih banyak gula pada darahnya.
Harga gula sekarang mahal, Puteri.
Kita harus akali baunya.
Rasanya menjijikan.
Menjijikan! Coba saja.
Ini darah terbaik dalam sejarah teater.
Ganti baju kalian. Kalian kembali 5 menit lagi.
Di mana Paul?
Lagu malam ini bagus.
- Kau melihat Paul? - Aku di sini.
Dari mana kau?
Bekerja.
Kau tidur.
Tekanannya kurang.
Sudah kubilang
semburannya harus lebih jauh.
Aku mau darah melumuri wajah mereka.
Panggung harus dibersihkan.
Bagaimana denganku?
Tunggu.
Ganti kostum
dan bersiaplah.
Naik panggung 5 menit lagi. Tirai dibuka 5 menit lagi.
No comments yet. Be the first to leave one.