The first 200 lines.
"Episode 13"
So Young.
Ayah.
- Kamu menunggu lama? - Aku datang tepat waktu.
Ayah mau makan apa?
Akan kubelikan makanan yang enak.
So Young. Ayo makan di rumah.
Ibu tidak akan pulang.
Apakah dia bilang begitu?
Dia bilang membuatkan sup
dan menyuruhku memanaskannya lagi agar tidak basi.
Ayo pergi. Akan kubelikan babat, kesukaan Ayah.
Tidak. Ayo makan di rumah.
Kenapa menghabiskan uang jika ada makanan di rumah?
Ibumu memasakkan sesuatu, jadi, ayo makan itu.
Sudah lama sejak terakhir aku pergi bersama Ayah.
Kita akan membeli bir dalam perjalanan pulang.
Baiklah.
Bisakah orang
jatuh seperti ini?
Jangan bilang begitu.
Itu hanya satu pemilihan.
Kalau mau naik lagi,
aku harus sehat.
Seperti yang kamu tahu,
kesehatan fisikku tidak dalam keadaan terbaik.
Kamu sudah mendapatkan hasil tes mendalamnya?
Itu akan keluar dalam dua hari.
Aku sudah benar-benar terkubur.
Tidak ada jalan keluar.
Semangatlah.
Aku melihat beberapa anjing
yang persis sepertimu.
Apakah kamu tahu bagaimana mereka disembuhkan?
Kamu seharusnya tidak membandingkan manusia dengan anjing.
Dengar.
Anjing melupakan semua masalah saat menemukan pasangan.
Namun, manusia tidak seperti itu.
Apakah kamu menginginkan teman baru?
Aku bahkan tidak mau bertemu teman-temanku yang sudah ada.
Benar sekali.
Kalau kita melakukan kebalikan dari yang dilakukan hewan,
terkadang itu solusi yang sempurna.
Apa yang hendak kamu katakan?
Kamu manusia, jadi, saat kehabisan tenaga,
kamu perlu menghabiskan waktu sendirian.
Tidak seperti anjing?
Apa yang dilakukan politikus setelah pemilihan yang gagal?
Mereka pergi jauh.
Untuk belajar dan menenangkan pikiran.
Kamu perlu pergi.
Tebak apa bagusnya pergi?
Apakah itu?
Setelah sekitar setahun,
orang melupakan kamu tidak terpilih
atau bahwa kamu impoten.
Mereka hanya berpikir kamu belajar sekitar setahun.
Kalau Liu Bei memiliki Zhuge Liang,
aku memilikimu, Joon Ho.
Mulai sekarang,
kamu ahli strategiku.
Aku bukan ahli strategi.
Aku hanya tahu tentang kucing dan anjing.
Itu sebabnya aku bercerai.
Heo Se.
Ya? Apa lagi?
Mengenai pria yang dikencani Mi Rae.
Si pemain gitar itu?
Mi Rae dan teman-temannya
hampir menghabisi pria itu.
- Kenapa? - Pria itu
mencampakkan Mi Rae.
Apa?
Dia mencampakkan Mi Rae?
Ya, benar.
Bedebah itu.
Halo.
Kamu tahu aku di sini?
Tentu saja. Aku mengenalimu saat kamu masuk.
Aku berusaha bersembunyi agar tidak menghalangimu.
Lagu yang kedua tadi untukmu.
Kamu dahulu menyukai lagu itu.
Kamu ingat itu?
Lama tidak bertemu. Kamu mau memainkan gitar?
Tidak mau. Aku sudah lama tidak memainkannya.
Ayo. Cobalah.
Tidak, aku sungguh tidak bisa. Hentikanlah, Hyeon U.
- Astaga. Ikutlah denganku. - Namun...
Hyeon U, kumohon jangan.
Cobalah.
- Tidak. - Ayo.
- Hei. - Hyeon U, jangan lakukan ini.
Aku sungguh sudah lupa cara memainkannya. Aku tidak bisa.
Kamu bisa melakukannya. Ini.
Mainkan akor G dan senarnya seolah kamu menyetemnya.
Sekarang lihat.
- Minumlah. - Baiklah.
Toserba KG.
Manajer Park.
Ayo lakukan itu.
Masuklah besok, bersiap untuk bekerja lembur.
Baiklah. Sampai besok.
Kamu dengar itu?
Sebenarnya, aku ke kantor Ayah tadi.
Di mana ibumu?
Di rumah Mi Rae.
Kenapa dia menginap dengan keluarga yang punya anak sekolah?
Mi Rae sudah bercerai.
Dia tinggal sendirian.
Direktur Kang menceraikannya?
Ayah. Bukan salah Ibu kalau Dae Young pergi.
Kalau begitu, salah ayah?
Ibu juga kesulitan.
Namun, Ayah terus memarahinya dan...
Bawa dia pulang.
Dia tidak mau.
Kalau begitu, paksa pulang.
Ayah. Ibu butuh waktu untuk berpikir.
Dia juga punya harga diri.
Orang seharusnya tidak memedulikan harga diri di dalam keluarga.
Kenapa Ayah tidak memberi tahu kami?
Tidak ada yang tahu yang Ayah kerjakan dan di mana.
Bukankah kita keluarga?
Ayah tidak memperlakukan kami seperti itu.
Aku sudah menanyakan Ibu.
Ayah sejak dahulu seperti ini,
jadi, kenapa dia bertingkah sekarang?
Dia bilang ada hal yang tidak kuketahui.
Dia mengatakan itu?
- Ya. - Lalu?
Itu saja yang dikatakannya.
Aku tidak tahu Ayah sudah pensiun.
Ayah tidak pensiun.
Ayah dipindahkan.
Lalu kenapa Ayah tidak memberi tahu kami?
Ayahlah sang pencari nafkah.
Ayah tidak boleh membawa pulang masalah pekerjaan
dan memberi tahu semua orang. Itu akan membuat mereka khawatir.
Jangan memberi tahu ibumu.
Ayah akan memberitahunya begitu sudah beradaptasi.
Apakah hal yang tidak kuketahui itu?
Sudah seusiamu ayah hidup bersama ibumu.
Menurutmu berapa banyak hal yang terjadi?
Apakah itu hal yang tidak boleh kuketahui?
Kenapa kamu banyak bertanya hari ini?
- Apakah Dae Young menghubungimu? - Tidak.
Saat dia menghubungimu, suruh dia pulang.
Dia tidak akan mau selama beberapa waktu.
Dia bertekad saat pergi.
Ibu pergi dan tidak lama lagi aku juga akan pergi.
Ayah akan bagaimana?
Kamu juga tidak menyukai ayah?
Aku harus pergi saat menikah.
Menikah?
Adakah orang yang kamu sukai?
Ya.
Siapakah dia?
Rekan kerjaku.
Rekan kerja?
Sudah 20 tahun lebih, tapi kamu masih mahir.
Kenangan sungguh hal yang menakjubkan.
Tidakkah menurutmu itu tergantung pada kenangannya?
Apa maksudmu?
Seberapa istimewa itu bagiku?
Atau betapa itu menyakitkanku? Itu perbedaannya.
Dahulu, gitar sangat berarti bagiku.
Alasan aku masih ingat lagu kesukaanmu adalah...
Apa yang kamu lakukan?
Dia hanya menggoda kita.
Itu menyenangkan.
"Toko Musik Baek Ho, buka pada hari libur"
Tunggu!
Sial.
Apa masalah dia?
Hei!
Berhenti!
Aku menceraikannya karena kamu.
Kamu seharusnya bersikap baik kepadanya!
Berani sekali kamu mencampakkan Mi Rae?
Mi Rae
bukan wanita yang pantas menerima itu darimu!
Aku tahu itu. Kamu pikir aku tidak tahu?
Sejujurnya, pria apa
yang tidak akan menginginkan wanita sepertinya?
Sama seperti kamu menyukainya, aku juga menyukainya.
Namun, apa? Kenapa kamu mencampakkannya?
Karena aku mencintainya. Itu sebabnya aku melepaskannya.
Kamu gila.
Ya.
Sekarang dengarkan yang mau dikatakan orang gila ini.
Aku harus menutup tokoku dalam beberapa hari.
Kenapa aku melepaskan Mi Rae?
Karena aku
tidak cukup baik.
Aku tidak mau membuatnya sedih.
Aku takut
menghalangi dia bertemu orang yang lebih baik!
Kamu mengerti itu?
Ada satu hal
yang diajarkan hidup kepadaku.
No comments yet. Be the first to leave one.