The Secret Diary of an Exchange Student

The Secret Diary of an Exchange Student

Diários de Intercâmbio

Download Indonesian Subtitle

Release info

The Secret Diary of an Exchange Student NF-360P/720P/1080P
A Commentary by DD_Movie
NF Retail [ RT 01:36:32 ] | t.me/ddmoviechannel

Tags

720p
720
1080
Published on: 2021-08-31
Downloads: 38
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

NETFLIX MEMPERSEMBAHKAN

"Lempar tali haluan. Berlayarlah dari pelabuhan yang aman.

Tangkap angin pasat dengan layarmu. Jelajahi. Temukan."

Mudah untuk diucapkan.

Impian untuk berkeliling dunia membuatku bekerja di bisnis terkait perjalanan

tanpa perlu bepergian.

Hai! Ingin majalah Dream Trip?

Hai! Ingin majalah Dream Trip? Edisi pertama gratis.

Hai! Ingin majalah Dream Trip?

Edisi pertama gratis. Ingin majalah Dream Trip?

Ingin majalah Dream Trip?

Kumohon, Bu. Bonus untuk target penjualanku

- adalah perjalanan gratis. - Tidak untuk hari ini. Terima kasih.

Ingin majalah Dream Trip?

Berlanggananlah. Ada bola voli gratis.

Ada hadiah koper cantik.

Hai! Ingin majalah Dream Trip?

Bapak akan mendapatkan koper eksklusif yang tahan lama ini!

Ini fiber yang kuat.

Tunggu, Pak! Koper ini rusak, tapi masih ada yang lain…

Ya ampun.

Kurang laris?

Tampaknya rekanmu akan ikut perjalanan gratis tanpa dirimu.

Aku hampir mencapai target, Pak Helio.

Tenggatnya besok pukul 17.00. Kau akan kesulitan.

Aku pasti bisa. Lihat saja.

Edisi bulan ini sudah terbit.

MAJALAH DREAM TRIP

- Taksi! - Taksi, Bu?

- Taksi! Taksi, Bu? - Taksi!

- Taksi, Pak? - Taksi, Bu?

Taksi, Bu?

- Taksi, Bu? - Taksi?

Ada apa?

Aku kesal sekali. Aplikasi berbagi tumpangan yang aneh.

- Dasar penjajah berengsek! - Jangan.

Tak apa-apa.

Karena orang AS memanfaatkan aplikasi itu

untuk merampas pekerjaan dan menyimpan uang kita.

- Tak boleh begitu! - Ayo pergi.

- Sif kita selesai. - Mereka sudah mendapat pesan.

Tentu. Ayo pergi saja.

Orang itu tak tahu apa-apa.

Aku menolak menyerah kepada godaan imperialis.

- Jangan konyol. - Jangan naif, Barbara.

AS ingin menghancurkan ekonomi kita. Mereka tak ingin Brasil makmur.

- Kita punya Hutan Amazon dan niobium. - Jangan bicarakan niobium lagi. Sudahlah.

Baiklah. Hariku tidak menyenangkan.

- Masih ingat rekanku, Pri? - Ya, dia hebat.

Dia licik. Dia bekerja di toko bebas bea.

Itu berarti kau kesal karena dia menjual produk imperialis

yang menghancurkan industri kita?

Aku selalu ingin bekerja di sana.

Upah lebih besar, ada diskon untuk ponsel pintar, pakaian, parfum…

Benarkah? Lalu bagaimana dengan ekonomi kita?

Cokelatnya murah. Pekerjaan itu seharusnya untukku.

Aku sudah siap, tapi ternyata Pri bisa berbahasa Inggris.

Bahasa apa yang digunakan di Brasil? Portugis!

Lihatlah, ada pantai di Portugal juga. Bagus.

Seperti di sini.

- Kau mampir nanti malam? - Tidak.

- Baik, dah. Aku akan menyeberang jalan. - Sampai jumpa.

Hai, Bu.

Hai, Sayang.

- Semua baik saja? - Ya.

Ibu memasak sup dengan kunyit kesukaanmu.

Lezat.

Boleh bawakan untukku? Aku amat lelah.

Ya.

Tentu saja.

JEPANG

Sayang, Ibu mau bertanya…

Hei, Barbara!

Singkirkan kakimu dari setrikaan!

Semuanya jadi kusut. Astaga.

Maaf, aku tak melihatnya.

Berantakan sekali. Kau mau bepergian, tapi tak mau bawa piring kotor ke dapur.

Bagus.

Hati-hati dengan majalahku! Ibu membuatnya berantakan!

Benarkah?

Baiklah.

Ingin berlangganan dengan harga spesial?

Setiap bulan, ada usulan perjalanan romantis.

Cara terbaik mengambil mata uang asing dalam perjalanan.

PERJALANAN TANPA UANG TUNAI!

Semua hal tentang konser, festival terbesar,

pesta terbaik.

Gereja-gereja terbaik, jemaat yang paling antusias.

Kastel Harry Potter di Inggris.

Bukti kehidupan alien di Machu Picchu,

Pulau Paskah dan Minas Gerais.

Kami beli.

Cukup teken di sini.

Teken di sini.

Di sini.

Terima kasih.

Bandara Internasional Rio menghargai kerja sama Anda.

Permisi, Nona.

Ingin mendengar penawaran paket langganan kami?

Ibu bisa membawa pulang satu bola voli.

Aku tak main voli. Terima kasih.

Bisa tolong aku periksa penerbangan AF53356

ke Paris?

Wah! Ibu akan pergi ke Paris?

Itu kota yang menakjubkan!

Ada Menara Eiffel, Notre Dame, Museum Louvre…

Aku punya tips.

Jangan masuk ke Louvre lewat piramida. Pintu belakangnya tidak terlalu ramai.

Sepertinya kau amat mengenal Paris.

Tidak! Aku tak pernah meninggalkan Rio.

Namun, jika paket langganan majalah ini terjual lagi dalam 58 menit ke depan,

target tercapai dan aku bisa bepergian.

Bagus, jangan berkecil hati.

Perjalanan ini sudah lama kurencanakan,

dan akhirnya bisa terwujud.

Jantungku sampai berdebar-debar.

Bisa kubayangkan.

Ibu bisa naik pesawat itu nanti di gerbang C65.

Terima kasih.

Ambillah edisi November.

Ada banyak tips perjalanan di Paris. Selamat jalan. Bersenang-senanglah.

Terima kasih.

Tahukah kau?

Aku ingin berlangganan. Biar impianmu terwujud.

- Benarkah? - Cepatlah.

Tentu saja! Ikut aku. Biar kuurus.

- Teken di sini. - Di sini?

FORMULIR LANGGANAN

Bu?

Astaga!

Astaga! Bu Teresa? Tolong!

Tolong!

- Panggil ambulans! - Dia baik saja?

Tahan kepalanya.

Penumpang dengan nomor penerbangan AF53356 menuju ke Paris dipersilakan naik…

Rawat dia dengan baik!

Kasihan. Perjalanannya batal.

Perjalanan?

Untunglah dia masih selamat.

Berkat dirimu yang bisa melakukan CPR.

- Bukankah kau diajari di perusahaan? - Tidak.

Kami tak butuh CPR untuk menjual majalah.

Bukankah kau pramugari? Sepertiku?

Aku? Tidak, aku bukan pramugari.

Astaga, kukira kau seorang pilot.

Kau mirip pilot.

Apa kau kecewa?

Oh, tidak.

Tentu saja tidak. Menurutku, kau hebat.

Aku ingin berkeliling dunia, mengunjungi banyak negara.

Rasanya pasti menyenangkan.

Benar.

Brasil adalah negara favoritku.

- Dari mana asalmu? - New York.

Mustahil. Aku tak percaya.

New York! Aku suka tempat itu!

Ada Patung Liberty, Broadway, Central Park…

Itu di Manhattan.

Aku tinggal sejauh 160 kilometer di utara Kota New York.

Oh, begitu.

Bahasa Portugis-mu fasih sekali.

Sungguh? Terima kasih.

Dahulu aku pernah bertemu dengan gadis Brasil.

Kau mengingatkanku kepadanya.

Apa dia cantik?

Aku sangat menyukainya.

Pak Bradley, aku harus kembali bekerja.

Sampai jumpa.

Dah, Barbara.

Taila! Maaf.

- Kau telat. Ini sudah pukul 17.00. - Benarkah?

- Ada apa? - Tak kusangka.

Lihatlah. Lagi-lagi targetku tak tercapai.

Ada apa?

Lihat, Pak Helio. Tinggal satu lagi.

Tinggal satu langganan lagi. Tolonglah, aku butuh perjalanan itu.

Kalau begitu, lebih berusaha lagi.

Apa? Satu langganan lagi.

Dia cuma butuh satu langganan lagi untuk mewujudkan impiannya!

Berikan kepadaku. Biar kuteken.

- Benarkah? - Tentu! Kau sahabatku.

Aku akan berlangganan majalah sampah ini, tapi aku tak ingin koper norak itu.

- Baiklah, aku ambil. - Terima kasih.

Waktunya habis.

Temanmu menjadi langganan pertama di siklus berikutnya.

Tahun depan, mungkin kau bisa menang.

Pak Helio, ini tidak adil!

Aku sudah bekerja keras!

Targetku tercapai. Perjalanan itu pantas untukku.

Jika tidak,

aku akan berhenti.

Tentu saja Bapak tahu jika Barbara keluar,

dia akan segera mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

- Taksi, Pak? - Taksi, Bu?

Mau kupanggilkan taksi?

Taksi, Nona?

Taksi, Bu? Taksi, Pak?

Taksi?

Kau baik saja?

Aku harus menarik napas panjang.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left