The first 96 lines.
Yaa, tapi... apa boleh aku berkunjung?
Bukankah orang tuamu akan merasa tidak nyaman?
Tidak kok. Waktu aku bilang kamu akan datang, mereka sangat senang.
Benarkah? Mereka sangat senang?
Iya.
Baiklah.
Ibu, tolong restui pernikahan kami.
Berani-beraninya kamu menggoda putraku!
Aku memasukkan dalam jumlah banyak. Putuslah dengannya!
Ibu. / - Jangan panggil aku "ibu"!
Ae bong datang.
Halo.
Aigoo, Ae-bong. Selamat datang.
Senang bertemu denganmu.
Maaf, aku mendadak kemari, jadi aku tidak membawa apa-apa.
Tidak apa-apa.
Ae bong? / - Halo.
Berani-beraninya kamu mengencani putraku!
Apa?
Aku memasukkan dalam jumlah banyak. Seharusnya ini sudah cukup.
Aku memasukkan dalam jumlah banyak cumi keringnya!
Dia menirukan adegan drama di TV. Jangan dianggap serius. Maaf.
Selamat datang, Ae bong!
Sayang, ada apa? Ada apa?
Dia menyelamatkan hidupku.
Astaga! Kamu dewi keberuntunganku!
Pria tua ini sepertinya benar-benar ingin bercerai!
Ibu, kalau ibu bereaksi, dia akan terus melakukannya. Abaikan saja.
Ae bong, kamu juga abaikan saja. / - Ae bong apa aku lucu? Hm?
Lucu, kan?
Lucu, kan?!
Ae bong, kamu mau mie atau nasi?
Aku makan mie saja. / - Baiklah.
Sayang, aku makan yang seperti biasa saja.
Kamu ini pria tua menyedihkan yang banyak maunya.
Makan saja yang ada di meja.
Makan saja yang disediakan! Itu yang seperti biasanya. Puas?
Tunggu! Karena kalian semua ada disini, aku harus mengatakan ini.
Sebenarnya Seok bukan putra yang aku lahirkan.
Kamu dilahirkan ibumu.
Terkejut kan?!
Ae bong, kamu terkejut kan?
Ae bong, nikmatilah! Terkejut, kan!
Halo, namaku Jina. / - Jina.
Sayang!
Yaa!
Seok!
Ae bong!
Ae bong! / - Abaikan saja, abaikan!
Dia hanya cari perhatian.
Baiklah. Apa kalian mengabaikanku?
Oke, mari kita lihat apa kalian akan bisa mengabaikanku.
Aku selalu ingin melakukan ini. Mari kita lihat.
Seok, tolong bawakan ayah segelas air ke kamar.
Air, aku bilang bawakan air!
Ayah ambil saja sendiri!
Air, aku bilang bawakan air! Air! / - Apa-apaan ini?
Sayang, tolong garukkan punggungku! / - Berisik!
Aku bilang garukkan punggungku! / - Yang benar saja, mengganggu saja!
Apa? / - Air, air!
Garukkan punggungku, punggung, punggung!
Air, punggung, air, punggung.
Air, punggung, air.
Bukan yang itu, air dingin.
Ah, segarnya.
Ambilkan koran.
Jika tidak, aku akan memberitahu Ae bong
kalau kamu punya wasir.
jadi Ae bong akan tahu
kalau kamu belum disunat.
Koran, koran.
Koran, koran.
Seok, ambilkan koran. / - Aish!
Seok, ambilkan koran.
Sudah hentikan.
Aku masih belum puas.
Ring-Ding-Dong, Ring-Ding-Dong.
Ring-Ding-Dong. / - Untuk pacarku.
Ring-Ding-Dong... / - Ring Ding Dong.
Kamu benar-benar sudah gila!
Hentikan! / - Tolong hentikan!
Akhirnya kalian datang juga! Tolong matikan lampunya.
Aku sudah tidak tahan lagi.
Kita benar-benar harus buang speaker-speaker ini.
Oh? Apa ini?
Oh, ini masih baru! Asik!
Oh, ini masih bagus.
Seok, tolong bawakan air! Air, air!
Air!
Oh speakerku!
Kenapa speakerku hilang?
Mulai sekarang aku tidak akan mengabaikanmu. Sudah hentikan.
Tolong hentikan. Aku juga tidak akan mengabaikanmu lagi.
Kamu suka sup ikan, kan? Cepat kemari.
Serius? Apa kalian serius tidak akan mengabaikanku?
Benar. / - Serius. Aku serius.
No comments yet. Be the first to leave one.