Phantom Thread

Phantom Thread

Download Indonesian Subtitle

Release info

Phantom Thread 2017 1080p BluRay
A Commentary by M.Nabhan
EXTRACTED FROM NETFLIX

Tags

BluRay
1080
Published on: 2020-03-26
Downloads: 182
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Reynolds mewujudkan impianku.

Lalu aku membalasnya dengan hal yang paling dia inginkan.

Apa itu?

Setiap bagian diriku.

Dia pria yang amat menuntut, bukan?

Pasti sulit untuk bersamanya.

Ya.

Mungkin dia pria yang paling menuntut.

Selamat pagi.

- Selamat pagi. - Pagi.

Selamat pagi.

- Pagi, Biddy. - Pagi, Tn. Woodcock.

- Pagi, Nana. - Pagi, Tn. Woodcock.

- Pippa. - Pagi, Pak.

Coba ini.

Reynolds.

Ini lezat.

Ingat ucapanku, Johanna...

Jangan ada makanan berlemak?

Aku tak tahu itu.

Mungkin kau beri tahu orang lain.

- Pagi. - Pagi, si entah siapa.

Dari mana kau, Reynolds?

Tak ada ucapanku

yang bisa menarik perhatianmu kepadaku.

Benarkah?

Aku tak bisa memulai hariku dengan pertengkaran.

Aku mengirim gaun hari ini.

Aku tak bisa terima pertengkaran.

Aku tak ada waktu untuk bertengkar.

- Selamat pagi, Countess. - Selamat pagi, Cyril.

Selamat pagi, Peter.

Siapa orang asing yang cantik ini?

Aku harus lebih sering menemuimu, Henrietta.

- Aku sangat senang. - Aku juga. Masuklah.

Indah sekali.

Ya?

Ayo kita bawa berjalan-jalan.

Karya ini indah.

- Terima kasih banyak. - Terima kasih.

Indah, Reynolds.

Layak semua yang kita alami.

Aku merasa akan memberiku keberanian.

Para hadirin, silakan duduk.

- Malam, Stephen. Dia ada? - Ya, Pak.

Kau mau melakukan apa tentang Johanna?

Dia cantik, tetapi saatnya sudah tiba.

Dia makin gemuk,

duduk diam menunggumu jatuh cinta kepadanya lagi.

Aku akan memberinya gaun Oktober.

Jika boleh.

Aku merasa tak enak,

berdasarkan

entah apa, aku tak tahu.

Hanya merasa geli.

Akhir-akhir ini, aku sangat mengingat Ibu,

datang dalam mimpiku,

mencium baunya.

Aku sangat merasa bahwa

dia dekat dengan kita.

Sedang menghubungi kita.

Aku berharap dia melihat gaun itu malam ini. Bukankah kau begitu?

Ya.

Aku lega merasa orang yang tiada mengawasi yang masih hidup.

Aku tak merasa itu menakutkan.

Pergilah ke pedesaan malam ini.

Aku akan menyusul besok.

Gagasanmu bagus.

Aku sangat menyukai gagasanmu.

Si entah siapa.

KANTOR POS

Tn. Hansford?

- Tn. Hansford? - Halo?

- Selamat pagi. - Pagi.

- Tolong dipenuhkan. - Baiklah.

Periksa oli dan bannya. Bagus. Terima kasih.

- Pagi ini cuacanya beku. - Dingin, bukan? Sangat menusuk.

Maaf. Kami boleh minta roti panggang lagi?

Ya.

- Silakan. - Terima kasih.

- Selamat pagi. - Pagi.

Kau mau pesan apa?

Roti panggang keju,

dengan telur rebus di atasnya.

Jangan terlalu mentah.

Lalu bakon,

scone,

mentega, krim,

selai,

jangan stroberi.

Tidak.

Rasberi?

Apa lagi?

Kopi atau teh?

Kau punya Lapsang?

Aku minta seteko Lapsang.

Pilihanmu bagus.

Dan sosis.

Dan sosis.

Tunjukkan aku.

Apa kau ingat?

Ya.

Aku menyimpan ini.

Sekarang?

Kau mau makan malam denganku?

Ya.

UNTUK BOCAH YANG LAPAR, NAMAKU ALMA

Untuk bocah yang lapar,

namaku Alma.

- Apa aku terlambat? - Tidak.

Terima kasih.

Bagaimana menurutmu?

Aku suka sausnya.

Saus puding.

Lumayan enak.

Boleh, Alma?

Aku ingin lihat bicara dengan siapa.

Ini.

Sudah. Itu lebih baik.

Apa ibumu bermata cokelat?

Hijau.

Apa kau mirip dengannya?

Entahlah, kurasa begitu.

Kau punya foto?

Ya.

- Aku boleh melihatnya? - Tak di sini, di rumah.

Bawalah bersamamu.

Selalu bawa dia bersamamu.

Di mana foto ibumu?

Ibumu.

Dia di sini, di kanvas.

Apa maksudmu?

Kita bisa menjahit apa pun di kanvas mantel.

Rahasia,

koin,

kata-kata, pesan kecil.

Saat aku masih kecil, aku mulai menyembunyikan hal

di jahitan pakaian,

hal-hal yang hanya kuketahui ada di sana.

Di atas dadaku, aku bawa sejuntai rambut ibuku,

agar dia tetap dekat bersamaku.

Dia wanita yang luar biasa.

Dia mengajari profesiku.

Jadi, aku coba untuk selalu bersamanya.

Kau pasti sangat menyayanginya.

Halo.

Ini Alma. Beri salam ke Alma.

Halo.

Ini Alma. Ayo beri salam ke Alma.

- Ayolah. - Halo.

Mari kita tunjukkan rumah kepadanya.

Aku membuatkan gaun ini untuknya saat usiaku 16 tahun.

Indah.

Itu untuk suami keduanya, untuk pernikahan.

Ayahku meninggal bertahun-tahun sebelumnya.

Pengasuh kami, Nn. Blackwood yang jahat...

Kematian Maut, panggilan kami.

Karena takhayul, dia tak mau membantuku menjahit gaun itu,

karena dia yakin akan memberinya kesialan,

tak pernah jadi pengantin.

Bukannya ada yang akan mau dengannya.

Dia tampak tua bagi kami, aku tak tahu berapa usianya,

dan sangat jelek.

Jadi...

Aku bekerja sendirian selama berbulan-bulan,

menduga-duga,

menjahit, berkeringat, dan menjahit.

Kematian Hitam tak pernah menikah.

Semua bantuan yang bisa kuperoleh darinya.

Adikkulah, Cyril, yang membantuku pada akhirnya.

Ada takhayul tanpa henti saat membuat gaun pengantin.

Gadis muda takut tak akan pernah menikah jika menyentuhnya.

Atau peragawati takut mereka akan menikahi hanya orang botak jika mengenakannya.

Di mana gaun itu sekarang?

Aku tak tahu apa yang terjadi.

Sama sekali tak tahu.

Mungkin sudah jadi abu saat ini.

Runtuh berkeping-keping.

Lalu adikmu?

Apa?

Apa dia pernah menikah?

Tidak.

Ayo, mari kita ke perapian.

Jika kau akan berlomba menatap denganku, kau akan kalah.

Kau pria yang amat tampan.

Pasti kau berada di sekitar banyak wanita cantik.

Ya.

Kenapa kau tak menikah?

Aku membuat gaun.

Kau tak bisa menikah bila membuat gaun?

Aku yakin aku tak ditakdirkan untuk menikah.

Aku lajang yang pasti.

Aku tak bisa disembuhkan.

Pernikahan akan membuatku palsu dan aku tak mau begitu.

Sepertinya kau yakin tentang sesuatu.

Aku yakin tentang itu.

Kurasa kau hanya berpura-pura kuat.

Tidak, aku memang kuat.

Untuk siapa? Bukan untukku, kuharap.

Kurasa pengharapan dan anggapan orang lain

More Indonesian subtitles for Phantom Thread

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left