The first 137 lines.
Rasakan ini!
Maapin aku.
Berapa kali kami harus beri tahu kau?
Cuci tanganmu dengan air panas!
- Jangan dimarahi. Ini juga sulit baginya. - Bajingan berengsek!
Okarun, kau baik-baik saja?
Ya. Lumayan.
Okarun, aku minta maaf!
Tolong jangan khawatirkan itu.
Mata Jahat jadi jauh lebih kuat.
Hei, Nenek, bukankah ini keterlaluan?
Jiji mana bisa terus waspada pada setiap hal kecil!
Memang benar.
Rumah ini mungkin sudah lenyap besok.
Jangan enteng bilang "mungkin"!
Semoga kami tidak mengganggu!
Jika mau mengganggu, pergilah.
Baik!
- Kapan hayashi -nya datang? - Entahlah.
Mau minimal kita atur formasi dulu? Kita amburadul banget. Apalagi si Aira.
Hah? Aku ketuanya. Kau yang seharusnya menyesuaikan denganku!
Mampus kita kalau mengikuti orang dungu sepertimu!
Apa katamu? Dasar babi sialan!
- Jelek! - Babi!
Anu... Permisi.
- Hah? - Apa?
Apakah ini kediaman Nyonya Ayase Seiko?
Kalau benar, ada apa?
Oh! Begitu rupanya.
Anu, kami adalah...
Yang Anda sewa.
Musikus hayashi.
Hayasii!
DAN DA DAN
KITA MENJADI KELUARGA
Kenapa tidak bilang dari awal?
Begini, itu demi menjaga citra kami. Kami mohon maaf.
Gila!
Jauh dari bayanganku, tapi ini malah bikin semangat!
- Keren bangyet! - Ini bohongan, 'kan?
Mereka medium roh?
- Bukan. Indra keenam pun tak punya. - Apa?
Tapi penampilan mereka sungguh luar biasa.
Kekuatan suara mereka bahkan bisa menjangkau alam roh.
Selain itu, tak punya indra keenam...
mencegah mereka terpengaruh roh jahat selama pengusiran setan.
DILARANG BICARA
Aduh!
Semuanya!
Mana teriakannya?
Teriak yang keras!
Tunjukkan semangatnya!
Lebih keras lagi!
Saatnya pengusiran setan!
Saatnya pengusiran setan!
Dalam dunia berkarat, diselimuti putus asa
Binatang buas berkeliaran
Mengintaiku bagai kutukan
Di tempat paling gelap
Bergema membelah langit membeku
Ninabobo paling suram
Sakit yang kau derita Terukir jelas dari lukamu
Dengarlah, elegimu bisa kudengar
Hancur perlahan
Dalam kegaduhan jeritan
Dalam jerat kegilaan
Jiwaku terkoyak sepenuhnya
Jiwa pemburu, buas dan tak pernah puas
Menjelajahi negeri demi tumbal berdarah
Jiwa pemburu, malam demi malam
Tidurlah, jika kau berani
Yang di belakang, kelihatan tidak?
Gak akan ada yang ketinggalan!
Ayo!
Ayo, lagi!
Hentikan!
Tanah tandus nan pucat Meliputi udara
Raungan malaikat yang jatuh
Momo, tahan Jiji! Pakai kekuatan psikismu. Jangan mendekat!
Aku mengerti!
Menuju kehampaan
Terdengar panggilannya kepadamu
Jangan singkirkan dia!
Liar adalah kecemburuanmu
Ini...
Jangan bunuh Mata Jahat!
Ayo!
Teriak yang keras!
Aku berjanji kami akan bermain bersama!
Dia hanya ingin punya teman bermain!
Dia dikurung sangat lama, tapi masih memimpikan punya teman bermain kelak.
Jadi, dia berlatih menari.
Namun,
kini setelah dia akhirnya keluar, dia akan dibunuh lagi?
Itu sangat menyedihkan!
Aku akan berusaha keras agar tidak memakai air dingin.
Jadi, jangan bunuh dia.
Tolong jangan bunuh Mata Jahat!
Jiwa pemburu, api menyala
Menghanguskan bumi Saat melintasi langit
Kumohon.
Jiwa pemburu Hilang kendali
Mengejarmu sampai akhir
Aku mohon!
Jiwa pemburu!
Jadi...
Sudah lupakan saja.
Tidak ada pengusiran setan.
Akan kujadikan Mata Jahat anggota keluarga kita.
- Hah? - Kelu...?
Hah? Apa? Apa katanya?
Maaf kalian sudah jauh-jauh datang ke sini.
Kalian boleh pulang.
Baik kalau begitu.
Aku mengerti.
- Nenek yakin soal ini? - Kau dengar omongan Jiji.
Apa boleh buat.
Nenek menyukainya.
Pola pikir positif Jiji itu.
Lalu bagaimana?
Kita harus menjaga orang ini selamanya?
Karena itu tidak mungkin!
Takkan kubiarkan dia mengorbankan waktu berharga kita demi keegoisannya.
Kalau begitu,
aku sendiri yang akan belajar mengendalikan Mata Jahat.
Jika aku jadi lebih kuat
dan aku mudah menahannya, maka tak masalah kalau Jiji berubah.
Haruskah kau bertindak sampai sejauh itu, Takakura?
Bagaimana kau bisa tidur nyenyak?
Kau pun akan membahayakan nyawamu.
Dia temanku.
Aku akan jadi lebih kuat juga. Lebih mudah lagi dengan kami berdua, 'kan?
Hei!
Maka aku akan jadi lebih kuat juga!
- Jadi, bisa kuhajar kau! - Ya, terserah! Majulah, Jelek!
- Apa katamu? Dasar babi! - Okarun, biarkan aku memelukmu.
Okarun!
No comments yet. Be the first to leave one.