The first 200 lines.
Persembahan BMCI Jatim
Diterjemahkan oleh Ananda Rizki Chauhan Situbondo
Pengulangan Rahasia
Rahasia adalah musuh cinta.
Aku membayar harga yang besar untuk memahami ini.
Romania.
Kita sudah di sini sebelumnya.
Shaina dan aku.
Ini merupakan tempat di mana kita bertemu.
Jatuh cinta.
Menikah dan...
ini adalah di mana rahasia mereka tercipta.
Kita mencoba untuk memendam rahasia demi menyelamatkan cinta kita.
tidak benar-benar terpendam.
Mereka berbohong
saat mereka bisa merusak hidup dan cinta kita.
Dan aku tidak tahu saat itu begitu dekat dengan kita.
Tuan dan Nyonya Khanna, Aku rasa!
Selamat datang di Sibiu.
Namaku Mihai.
Petugas Hubungan Masyarakat Anda.
Ditunjuk oleh bank.
Senang akhirnya bertemu denganmu, Mihai. Meskipun kita sudah bertemu di surel.
Ya, kita sudah bertemu.
Dan itu istriku Shaina. - Senang bertemu dengan Anda.
Sama-sama. - Silakan ikuti saya.
Akankah kau percaya padaku jika aku mengatakan
bahwa apartemen ini sudah 100 tahun?
Wow! Dan kita di negeri Drakula.
Ya, kita di Transylvania.
Kastil Drakula cukup jauh dari sini.
Oh ya, tentu saja. Ini bukan pertama kalinya kita kemari.
Ini dia. Seperti yang Anda inginkan.
Mewah, dengan pesona Romania.
Ini Luar Biasa!
Bagaimana menurutmu, Rehaan? - Aku menyukainya jika kau menyukainya.
Aku menyukainya.
Terima kasih sudah merekomendasikan rumah ini, Mihai. - Sama-sama.
Ini pertama kalinya Keuangan Eropa Timur..
Shai! - Yeah.
Pizza hangat. Tolong cepatlah.
Aku akan ke sana dalam dua menit.
Keuntungan
Aku ingin tahu
Kau memiliki kontrak lima tahun.
Jadi kita akan berada di sini minimal 5 tahun.
Yeah.
Jangan membuat kesulitan ini padaku.
Kau tahu, aku mencoba untuk mengatakan.
Hawa di sini cukup dingin.
Jadi kita harus memiliki bayi di musim panas, kan?
Ada apa? Kau tidak suka idenya?
Kita baru saja sampai di sini.
Apakah kita harus mendiskusikan segalanya hari ini?
Mari kita bereskan dulu maka kita dapat berbicara tentang semua ini.
"Berbicara tentang semua ini?"
Tentang apa?
Kita sudah mendiskusikan semuanya di Mumbai.
Tapi itu sebelum aku ditawari pekerjaan di Rumania.
Segalanya sudah berubah sekarang. - Apa yang berubah?
Shaina, begitu mudah untuk memiliki anak di Mumbai.
Di sini, Aku akan berada di kantor sepanjang hari
dan kau akan kesepian.
Kau harus menjaga rumah, anak-anak sendirian.
Mengapa sendirian?
Ibu bisa datang kemari selama beberapa hari dari Kolkata.
Dan itu bukan seperti.. kau tidak dapat menemukan pengasuh di sini.
Baiklah, Shai, Bisakah kita tidak berdebat sekarang?
Besok adalah hari pertamaku di kantor.
Aku perlu tidur dan segar untuk bekerja.
Aku tak percaya ini!
Kemarin di Mumbai, kau ingin memulai sebuah keluarga.
Namun sejak kita sampai di sini...
kau membuatnya terdengar seperti itu tak pernah ada dalam pikiranmu.
Ada apa denganmu? - Tidak apa-apa.
Kau marah karena aku memaksamu mengambil pekerjaan ini?
Untuk ikut ke Romania? - Aku tidak marah padamu.
Lalu bisakah kita menghentikan perdebatan ini sekarang?
Pekerjaanmu di Mumbai tidak pantas untukmu.
Kau adalah manajer daerah dari berbagai macam bank.
Dan kau adalah pimpinannya.. - Sehingga kita di Romania sekarang!
Aku mendengarkanmu, bukan?
Menjadi Pimpinan Keuangan Eropa Timur!
Ada lagi?
Aku tidak bodoh, Rehaan.
Sejak kita memutuskan untuk datang ke sini
kau sudah sangat marah.
Ini seperti kau ingin mengatakan sesuatu, tetapi kau tidak bisa mengatakannya.
Apa yang kau sembunyikan dariku, Rehaan?
Bicaralah padaku.
Apa itu?
Katakan padaku.
Kau tahu, Shai.
Aku akan tidur di kamar lainnya.
Aku tidak tertarik berdebat denganmu. - Rehaan!
Rehaan.
Rehaan, ada apa?
Tidur di kamar terpisah takkan menyelesaikan masalah.
Rehaan, kita harus bicara..
Rehaan! Buka pintunya.
Rehaan, Aku tahu kau menyembunyikan sesuatu dariku.
Sesuatu yang tidak bisa kau katakan atau juga tidak bisa kau tanggung.
Aku mencintaimu, Rehaan!
Rehaan, tolong buka pintunya dan katakan padaku.
Tolong jangan menyimpan rahasia dariku.
Rahasia ini akan memisahkan kita, Rehaan.
Tolong buka pintunya dan katakan padaku.
Tolong, Rehaan.
Raaz Aankhen Teri, Sab Bayaan Kar Rahi Rahasia di matamu terungkap semuanya.
Sun Raha Dil Teri Khamoshiyaan Hatiku mendengarkan kesunyianmu.
Kuch Kaho Na Suno Jangan katakan atau mendengar apapun.
Paas Mere Raho Tetaplah bersamaku.
Ishq Ki Kaisi Hai Ye Gehraiyaan Oh betapa dalamnya cinta ini!
Saaya Bhi Jism Se, Hota Hai Kya Judaa Jiwa tidak pernah bisa terpisah dari tubuhnya.
Jitni Bhi Zor Ki Ho Aandhiyaan Tak peduli betapa kencangnya angin.
Raaz Aankhen Teri, Sab Bayaan Kar Rahi Rahasia di matamu terungkap semuanya.
Sun Raha Dil Teri Khamoshiyaan Hatiku mendengarkan kesunyianmu.
Jeena Ka Tu Sahara Kaulah alasanku untuk tetap hidup.
Tu Hi Roshni Kaulah cahaya.
Kehta Hai Har Sitaara Meri Tu Chandni Bahkan bintang berkata bahwa kaulah sinar bulanku.
Hum Judaa Ho Jaaye Aisa Mumkin Nahi Kita takkan mungkin terpisah.
Dhoop Ho Tum Meri, Chhaanv Bhi Ho Tum Hi Kaulah sinar mentariku dan bayanganku.
Rehaan! Rehaan! - Paas Ho Toh Door Hai Tanhaaiyaan Saat kau di sampingku, kesepian pergi jauh.
Senang bertemu denganmu. - Senang bertemu denganmu.
Kau ingin bertemu..
Main Chalunga Mushqilon Mein Saaya Ban Tera Di saat-saat sulit, aku akan berjalan di sampingmu seperti bayangan.
Iss Jahan Mein, Uss Jahan Mein Bas Ek Tu Mera Di dunia ini atau berikutnya, hanya kau milikku.
Khusbuon Se Teri Mehke Jism Mera Aromamu membuat harum tubuhku.
Raat Aayegi Toh, Main Subah Laaunga Jika malam datang, aku akan membawakan pagi.
Maut Aayegi Toh Lad Jaaunga Jika kematian datang, maka aku akan melawannya.
Saaya Bhi Jism Se, Hota Hai Kya Judaa Jiwa tidak pernah bisa terpisah dari tubuhnya.
Jitni Bhi Zor Ki Ho Aandhiyaan Tak peduli betapa kencangnya angin.
Kuch Kaho Na Suno Jangan katakan atau mendengar apapun.
Paas Mere Raho Tetaplah bersamaku.
Ishq Ki Kaisi Hai Ye Gehraiyaan Oh betapa dalamnya cinta ini!
Oh sialan!
Diterjemahkan oleh Ananda Rizki Chauhan Situbondo
Halo. - Rehaan!
Rehaan, tolong aku!
Shaina, apa yang terjadi? kau di mana?
Entahlah, Rehaan, bagaimana atau kapan aku sampai di sini.
Aku tidak tahu.
Tolong aku, Rehaan. Tolong aku.
Baik, baik. Jangan panik. Tenang. Tenang! Lihatlah di sekelilingmu.
Apa kau lihat bus berhenti atau sebuah tanda, namanya? Do you see a bus stop or a sign, some name?
Atau mungkin sebuah papan. Dan dari mana kau menelepon?
Aku di telepon umum.
Ada tanda di sini. Tertulis 'Bran 23 kilometers'.
Oke, tenanglah dan bertahanlah. - Rehaan, tolong cepatlah.
Dan jangan pergi dari telepon umum, aku akan datang. - Rehaan!
Oke? Tetaplah di sana.
Dengar, dengar. Kita harus berhenti di sini.
Berhenti! Berhenti! Berhenti!
Shaina!
Buka pintunya. - Tidak.
Buka saja pintunya. - Tidak, aku takut.
Shaina! - Tidak, tolong jangan buka pintunya.
Ada apa denganmu, sialan? - Tolong!
Buka pintunya! Ini aku, Shaina! Ayolah.
Tidak, tidak!
Shaina, ada apa denganmu?
Ya Tuhan!
Tenanglah! Tenanglah, oke. Tenanglah!
Ayo..lah..., ayo kita pergi.
Ya ampun. Tanganmu berdarah. Mereka berdarah.
Shaina, apa yang sudah kau lakukan?
Ada banyak asap. - Tak ada asap, Shaina.
Tidak, Aku melihat api. Dan ada banyak api, Rehaan. - Shaina.
Tak ada api, Shaina. - Rehaan, ada banyak api.
Tak ada siapapun di luar! Ayo kita pulang! Ayo!
Tentunya kau tidak terbang ke bilik telepon umum.
30 kilometers jauh dari rumah.
Jelas kau ke sana naik mobil. Lalu di mana mobilmu?
Dan di mana teleponmu?
Bagaimana mungkin kau tidak ingat semuanya?
Aku tidak tahu.
Aku tidak berbohong, Rehaan. Kau harus percaya padaku.
Baiklah.
Setidaknya kau ingat mengapa kau ke luar rumah?
Rehaan, ada wanita gypsy di sini. Aku pikir..
Wanita gypsy untuk apa?
Apa-apaan, Shaina? - Dia bisa menyingkirkan roh..
Tak ada roh di rumah ini!
Mengapa kau tak bisa mengerti?
Berhenti berteriak padaku, Rehaan.
Tolong.
Baiklah.
Apa kau ke sana sendirian atau bersama seseorang?
Mangalsutra-ku?
Di mana mangalsutra-ku?
Tadi ada di sini!
Mengapa ini terjadi?
Ya Tuhan! Mengapa ini terjadi padaku?
Bagaimana bisa rusak?
Sudah berakhir, Rehaan. Sudah berakhir.
Tenanglah. - Bagaimana ini bisa terjadi, Rehaan?
Shai,Aku akan memperbaikinya besok.
Itu semua akan berakhir! - Peristiwa pertama di pagi hari.
Shaina, Aku.. - Itu semua akan berakhir!
Takkan terjadi apa-apa, tenanglah! - Apa yang harus kulakukan?
No comments yet. Be the first to leave one.