The first 199 lines.
Lampaui Semua Batas
Ada yang Salah ....
Kamu mau ke mana, Mizuto-kun?
Kamu juga mau ke mana, Yume-san?
Walah, bukannya kalian berdua mau pergi?
Aku baru mau pergi.
Ah, jangan-jangan mau ke toko buku di jalan Karasuma?
Ibu juga dengar kalau kamu suka baca buku.
Berarti tujuanmu sama dengan Yume, ya.
Soalnya dia cuma keluar pas mau ke toko buku atau perpustakaan doang.
Tu-Tunggu, Bu!
Mizuto-kun, tolong jaga Yume, ya.
Ba-Baik.
Kalau 'gitu, jadi saudara yang akrab, ya.
Hati-hati.
Kenapa tadi kamu nurut saja?
Apa boleh buat, 'kan, kalau diminta seperti itu.
Kenapa aku harus dijaga oleh orang sepertimu?
Mana kutahu. Aku juga nggak mau jagain kamu.
Sifat pasifmu itulah yang kubenci.
Dasar otaku.
Aku juga benci sifatmu yang seenaknya sendiri.
Dasar maniak.
Kare ini enak banget, ya.
Syukurlah.
Terima kasih atas makanannya.
Ya!
Terima kasih atas makanannya.
Syukurlah mereka terlihat akrab.
Benar banget.
Cowok-cewek seumuran yang tiba-tiba tinggal seatap.
Ternyata sekarang perasaan itu sudah bukan apa-apa, ya.
Yah, mungkin Ayah khawatir berlebihan.
Kini juga terdapat berbagai macam bentuk keluarga, kok.
Enggak ada lagi ungkapan, "Saudara tiri, soalnya".
Ini, silakan.
Ah.
Paham?
Apanya?
Kita tak boleh buat mereka menyesal.
Paham, kok.
Aku akan bawa hubungan kita sampai kuburan.
Bagus.
Seharian kamu lihatin dari atas, ya?
Sejak kapan kamu 'gitu?
Kalau aku berbeda dengan yang dulu,
maka itu seratus persen salahmu.
Hah?
Apa?
Putriku mulai hidup sendiri,
terus ....
Aku sudah tidak tahan.
Soal apa?
Aku nggak mau terus-terusan dipanggil "Yume-san",
dan terus dipanggil pakai nama seolah-olah kita akrab.
Kamu juga manggil aku "Mizuto-kun", tuh.
Enggak masalah kalau aku yang manggil.
Nama keluarga kita sama, jadi apa boleh buat.
Kamu mau dipanggil apa?
Tentu ada, 'kan, panggilan yang lebih pantas?
Kayak 'gimana?
"Kakak".
Hah?
Kita ini saudara, jadi
kalau kamu manggil aku "Kakak", maka lebih pantas, 'kan?
Tunggu, tunggu, tunggu.
Kamu kakakku?
Berhenti bilang hal bodoh. Kebalik, 'kan?
Akulah kakakmu.
Akan kujelaskan pada saudara tiriku yang sel otaknya lagi tidur.
Dengar baik-baik.
Kalau di dunia ini kamu lahir lebih cepat,
maka kamu akan jadi kakak atau mas.
Itu alasan pertama.
Lalu aku lahirnya lebih dulu dari kamu.
Itu alasan keduanya.
Karena itulah aku yang jadi kakak.
Itu kesimpulannya. Ngerti?
Kalau ingatanku benar,
ulang tahun kita sama-sama tanggal tiga November.
Kesamaan yang sangat hebat, bukan?
Kesamaan kita itu cuma tanggal ulang tahun saja.
Tapi waktu lahirnya nggak sama.
Waktu lahir?
Aku sudah menanyakannya pada Om Mineaki.
Waktu lahirku itu jam 11 pagi lewat empat menit.
Lalu waktu lahirmu itu jam 11 pagi lewat 34 menit.
Aku lahir 30 menit lebih cepat darimu.
Ngerti?
Di Jepang kuno, bukannya anak kembar pertama yang lahir itu ...
... yang jadi adik laki-laki ataupun perempuan?
Kita ini bukan saudara kembar.
Kalau kamu bilang 'gitu, berarti dari awal, kita bukan saudara.
Lah, tunggu sebentar.
Bukannya saat ini anak kembar yang pertama lahir itu yang jadi kakak?
Tinggal diam dan tertipu saja, lah.
Kamu sudah merencanakannya, ya!
Pokoknya, yang jadi kakak itu aku. Oke, kelar.
Kasus selesai.
Aku yang jadi kakak!
Jadi adikmu itu menakutkan!
Aku juga ...
... nggak mau jadi adikmu!
Tidak, tunggu.
Apa?
Percuma saja kamu terus melihatku begitu.
Tentukan hal ini dengan gim ialah cara yang paling logis bagi manusia.
Aku nggak suka cara ngomongmu, tapi benar juga.
Kalau begitu ....
Gimana dengan ini?
Mulai sekarang, kita ...
... akan sembunyikan hubungan masa lalu,
dan dari situ, kita harus hidup sebagai saudara tiri yang akrab.
Saat ini memang tidak masalah, tapi
suatu saat pasti ada orang yang tidak sengaja ...
... bicara layaknya bukan saudara tiri, 'kan?
Lalu, dialah yang kalah. Gimana?
Kalau bicara layaknya saudara tiri,
Adik laki-laki
berarti jadi nggak ada adik laki-laki maupun perempuan, ya.
Adik perempuan
Adik laki-laki
Adik perempuan
Kalau rasa gugup keluar, maka hubungan yang ...
... disembunyikan juga akan terungkap, ya.
Omong-omong, apa peraturan ini tetap berjalan pas Ayah atau Ibu lagi nggak ada?
Tentu saja.
Omong-omong, satu permintaan tiap satu kekalahan.
Lebih tepatnya, kita akan tentukan siapa adik laki-laki atau perempuan saat itu.
Kalah sekali nggak terlalu pengaruh, ya.
Oke, aku terima.
Kalau 'gitu ...
... gimnya dimulai dari sekarang.
Tung— Kenapa kamu seenaknya?!
Eh? Ini hal biasa, 'kan? Kita saudara soalnya.
Begitu.
Sepertinya dia sudah menyadari konsep sesungguhnya dari peraturan ini.
Selama kita saudara,
maka semua tindakan yang dianggap biasa ...
... meski itu jelas-jelas membuatku benci, aku tak boleh menentangnya tanpa alasan jelas.
Termasuk "Berbicara layaknya saudara tiri" juga, ya.
Berarti,
peraturan ini dibuat untuk membuatku jengkel!
Untuk itu, dia sengaja membuat peraturan ini, ya.
Licik sekali!
Gawat.
Satu-satunya kotak pandora di kamarku ada di situ!
Di situ ada hal yang benar-benar tak boleh dia temukan!
Gimana? Gimana? Gimana?!
Sudah cukup.
Aku sudah tak ingin bertengkar denganmu lagi.
Kalau kamu nggak suka, aku minta maaf.
Aku juga akan hilang dari pandanganmu.
Makanya ...
... ayo kita hentikan hal ini.
Irido-kun ....
Oke, kamu kalah.
Saudara takkan manggil dengan nama keluarga.
Be-Berarti kamu kalah juga, 'kan?!
Tak ingin bertengkar lagi itu hal yang sudah seharusnya, 'kan? Kita saudara soalnya.
Nah, kalau 'gitu, kita mulai dengan hal simpel.
Ganti caramu memanggilku.
De-Dengan apa?
Sesukamu.
Ka-Ka ... kak.
Yah, dengan begini,
kamu takkan memanggilku dengan seenaknya lagi, ya.
Mungkin aku telah salah membaca suatu misteri, tapi
iniku dan inimu itu beda.
Padahal dulu ...
... kamu nggak sejahat ini!
Iya, iya.
Aku salah, maaf.
Kak.
Kakak.
Si-Sifatmu yang ...
... suka langsung selesaikan masalah itu sangat kubenci!
Kakak sialan!
Yume dan Mizuto-kun sangat elok, ya!
SMA Rakuro Upacara Penerimaan
SMA Rakuro Upaacara Penerimaan
Kalau cuma satu sekolah ...
... masih bisa kutahan.
Kalian berdua, lebih dekat lagi.
Siswa Baru Pembagian Kelas
Nama Siswa Irido Mizuto Irido Yume Egami Akika Ogata Shogo
Pengejaan I-ri-do Mi-zu-to I-ri-do Yu-me E-ga-mi A-ki-ka O-ga-ta Sho-go
Sekelas ...
... dan nama keluarga yang sama.
Untuk pura-pura jadi orang asing itu ...
Oke, cis!
... sangatlah mustahil.
Upacara Penerimaan Siswa SMA Rakuro
Besok kita berangkatnya sendiri-sendiri, ya.
Tentu saja, 'kan.
Daripada itu, bukannya lebih penting berusaha cari teman?
Debut SMA.
Siapa yang debut SMA?
Yang tahu bahwa kamu itu maniak chibi ...
No comments yet. Be the first to leave one.