The first 200 lines.
EPISODE 8
Bolehkah kuanggap ini
sebagai respons positif dari pernyataan cintaku?
Tidak!
Tidak, bukan begitu, Pak.
- Apa? - Apa?
Ini…
kesalahan. Ini kesalahan.
Apa?
Kesalahan?
Tidak, maksudku…
Sepertinya aku agak gila tadi. Kenapa aku…
Pak, anggaplah itu tak terjadi, ya?
Mari kita…
Sampai besok.
Ha-ri, apa yang kau lakukan?
Tunggu!
Kau pergi begitu saja seperti ini?
- Aku… - Ha-ri.
Kau dari mana? Kami mencarimu.
Benarkah?
Ayo kita pergi.
Dia yang menciumku lebih dahulu. Lalu, apa? Kesalahan?
Dia jago memainkan hati, ya?
Andai saja aku masih punya jatah cuti.
Bagaimana aku menghadapinya mulai sekarang?
Halo.
Astaga, apa ini?
- Astaga. - Apa yang sedang kalian tonton?
Itu dia pegawai terbaik kita.
Apa?
KAU SEHARUSNYA FOKUS PADA TALENAN!
TIBA-TIBA MENJADI SEPERTI FILM PSYCHO ?
SYUKURLAH TAK SERIUS
Ini bukan darah. Aku tak sengaja memencet botol saus.
Maaf.
Perusahaan kami tak pernah memasukkan zat pewarna di saus.
Jadi, nodanya tidak membekas dan cepat hilang.
Benar-benar tak berbekas.
Sepertinya sudah hilang.
Apa ini? Memalukan sekali.
Kenapa? Reaksi pemirsa di kolom komentar juga bagus. Lihat.
Dia senilai 100 pegawai.
Pak Presdir, jika menonton, berikan bonus kepadanya.
Bu Shin. Jika kau mendapatkan bonus, jangan disimpan sendiri, ya?
Pak Gye, bisakah kau berhenti makan
dan kembali bekerja?
Suara mengunyahmu berisik sekali!
Jangan begitu. Aku hanya kelaparan.
Seperti yang aku beri tahu kemarin,
setiap dari kalian harus memberi lima ide produk
untuk ekspor pangsit ke luar negeri.
Jangan membuat daftar hanya untuk memenuhi tugas kalian, paham?
- Ya, Bu. - Baiklah, kalau begitu!
Terima kasih.
Nomor yang Anda tuju tidak…
Yang benar saja?
Dia menghindari teleponku?
Pak, sudah siap.
Aku akan mengambil foto sekarang.
Tunggu.
Tolong tunggu sebentar.
Baik, aku akan mengambil foto.
DONASI PENGOBATAN KANKER LANGKA
Terima kasih mengizinkanku berpartisipasi.
Begitu, ya?
Sampai jumpa di lain waktu.
Presdir Kang.
Kepala Jin Chae-rim dari Galeri Marine.
Astaga.
Lama tak jumpa.
Lama tak jumpa, Bu Jin.
Kita baru bertemu lagi setelah tiga tahun.
Mungkin karena tinggal di New York,
kau terlihat makin tampan.
Begitu, ya?
Benar juga.
Baik perangkat lunak maupun kerasnya,
kau sempurna luar dalam.
Tentu kau ingin yang lebih baik daripada Young-seo.
Tidak apa-apa.
Young-seo memang keponakanku,
tetapi faktanya kau memang terlalu baik untuk Young-seo.
Pak.
Maaf, tetapi aku harus pamit karena ada jadwal lain.
Tentu. Sampai jumpa di lain waktu.
DONASI PENGOBATAN KANKER LANGKA
Sayang sekali.
Dia selalu tampan.
Ya, Nak?
Mama!
Aku ingin berhenti kerja. Bisakah Mama memberi tempat untukku di galeri?
Jika kau keluar, Young-seo akan langsung merampas posisimu.
Apa kau tak keberatan?
Tidak!
Aku tak ingin itu, tetapi…
Benarkah?
Mama akan meminta Kakek untuk menjadikanku direktur pengelola?
Baik! Dah, Ma!
Aku masih di luar, bagaimana jika kita makan malam bersama?
Baik. Sampai jumpa di rumah nanti.
Ya.
Pekerjaanmu sudah beres hari ini. Apa kau mau pulang?
Tidak, aku punya janji, jadi, akan pergi.
Ke mana?
- Biar aku… - Aku juga punya privasi.
Aku akan menyetir sendiri. Kau boleh pulang.
- Apa? - Sudah waktunya kau pulang.
Ini bentuk kepedulianku padamu. Nikmatilah waktu petangmu.
Nikmati makan malammu.
Kau sudah besar sekarang, Sung-hoon.
Bukankah kita perlu bicara?
Bicara?
Mengenai hal yang terjadi kemarin? Bukankah sudah selesai?
Selesai?
Kata siapa?
Sudah kukatakan agar menganggap hal itu tak pernah terjadi.
Kau menganggap
hanya kesalahan kecil usai menciumku lebih dahulu?
Kau juga mengabaikan teleponku!
Maksudku, ciuman itu…
Itu karena kita
berada terlalu dekat dengan satu sama lain.
Lalu kita berbenturan seperti tabrakan kecil.
Tabrakan kecil.
Apa bibirku seperti palang parkir? Yang bisa kau tabrak?
Bukan itu maksudku.
Jadi, yang terjadi kemarin adalah kesalahan
yang kau buat hanya karena nafsu,
dan kau tak punya perasaan padaku?
Apa maksudmu dengan nafsu?
Maaf. Aku tak berniat seperti itu.
Mau itu kesalahan atau tidak,
kaulah yang memulainya.
Jadi, kau harus membayarnya, 'kan?
Benar, itu…
Aku akan melakukan yang aku bisa…
untuk bertanggung jawab dan membayar kompensasi padamu.
Bagus sekali.
Traktir aku makan malam sebagai bayaran sudah menciumku.
Apa?
Namun, ini terlalu mahal untuk rakyat jelata sepertiku.
Katamu akan membayar kompensasi.
Sejujurnya, ciuman itu…
Aku tak melakukannya sendiri. Kau membalas ciumanku.
Seperti seorang ahli.
Mahir sekali, dan…
Jadi, bukan kau saja yang salah?
Tepat.
Baik, aku juga akan bertanggung jawab. Biarkan aku menanggung hidupmu selamanya,
sebagai pasangan.
Bukan itu yang kita bicarakan.
Aku sudah bilang padamu aku menyukaimu.
Bagaimana bisa aku tetap diam saat wanita yang aku sukai
menciumku dengan sangat agresif?
Maksudku…
Itu…
Kalau begitu, bayar dengan cara lain.
Dengan apa?
Aku suka membalas orang sama persis dengan yang aku terima darinya.
Mata untuk mata,
ciuman untuk ciuman.
Biar aku membayar makanan.
Namun, kau makan saja sendirian. Aku tak akan makan.
Ini amuse-bouche pesananmu.
Koki Lee, apa kau bisa tersenyum lebih luwes?
Tentu.
Dia pasti gugup.
- Bagaimana jika kita istirahat sebentar? - Baik.
Apa yang kau lakukan?
Tanpa seizinku.
Orang lain pasti menyukainya.
Kenapa kau protes?
Kenapa sikapmu berubah akhir-akhir ini?
Apa maksudmu?
Kau bersikap seperti itu sejak di Sokcho,
serasa kau marah.
Aku hanya stres karena pekerjaan.
Koki Lee.
Kau terlihat bagus di media sosial, dan kau tampak bagus juga di foto.
Kau menonton video itu?
- Terima kasih. - Ya.
Omong-omong, saat peneliti dari go food
membicarakan pewarna makanan setelah menumpahkan saus,
itu ada di skrip, 'kan?
- Itu mungkin… - Tidak. Itu tidak ada di skrip.
Ha-ri tak secepat itu untuk membuat hal semacam itu.
Dia sangat polos.
…di meja Anda.
Selamat menikmati hari yang lezat bersama go food!
MEREKA TERLIHAT SERASI MEREKA PASTI BERKENCAN
KALAU TIDAK, MEREKA HARUS BERKENCAN!
Kenapa? Apa makanannya tak sesuai seleramu?
Tidak, bukan itu.
Aku tak bisa menikmatinya jika memikirkan tagihan kartu kredit bulan depan.
Koki, apa ini?
Kami ingin kau mencicipi menu terbaru kami.
Kau minta pelangganmu melakukan tugasmu?
Cita rasamu lebih bagus daripadaku, Pak.
Kau pelanggan restoran kami. Tolong cobalah ini untukku.
No comments yet. Be the first to leave one.