The first 200 lines.
Semua orang bilang, aku memiliki sepasang tangan yang nakal
sejak kecil..
Ayah ku,..
menyukai “ding-tao" ,
sangat menyukainya..
Dia seringkali bertengkar dengan Paman Wuzheng
demi “ding-tao...
Hey. Kau mencoba melorotkan celana ku?
- Anak ku mengambil Roda Angin Api dari Pangeran Nezha
Anak ku mengambil uang! Hore!
Koin 10 dolar yang disebut “yin-ga...
Kau mengambil sebuah “yin-ga" berarti “pick-ga" (sia-sia").
Dia bahkan bertengkar dengan Paman Wuzheng hanya karena aku mengambil sesuatu yang salah
saat “zhuazhuo" (sebuah ritual meramal masa depan anak).
Alhasil, ayah ku meninggalkan perguruannya
dan membentuk kelompok ding-tao nya sendiri..
Sebuah bintang jatuh...
...hilang di cakrawala...
Hey, bos, bos...
Tidakkah kau lihat anak mu berdiri di sini?
Apa yang kau lakukan di sini?
Aku mau Ice Pop..
Hey, mana ibunya?
Bawa dia pergi!
Aku bilang tangan ku nakal.,
Namun kenyataanya, kata-kata ayah ku lah
yang membuat ku tak mampu mengontrol tangan dan kelakuan ku..
Tai!
Cukup!
Tapi sekarang semuanya menjadi rumit..
bahkan ibu dan paman Cheng ikut-ikutan..
Ayah ku tidak pernah mengalah..
jadi aku di kirim ke Taipei..
Aku tinggal di Taipei sampai saat ini..
Dan sejak saat itu,
aku tidak pernah lagi memanggilnya ayah..
Aku pikir seharusnya dia mengutuk ku..
Banyak hal tidak berjalan mulus dalam hidup ku..
Aku selalu bertemu dengan hal-hal yang tidak ingin ku lihat..
Hal-hal yang mengingatkan ku pada ayah, yang masih menjalankan kelompok ding-tao.
Hey, kamu, kemana kamu pergi?
Prince Nezha baru saja memberi mu sebuah petunjuk!
Tidak kah kau mengerti?
Pria Tua gila!
Jalan itu!
Hey, kamu!
Aku akan pingsan!
Kelompok siapa ini?
Mereka bahkan jatuh sebelum upacara!
Dasar sampah! Tak berguna...
Giliran kita!
Da!
Latih monyet-monyet ini dengan baik.
Jangan mempermalukan diri sendiri seperti itu.
Pemimpinnya adalah anak ku, Xian.
Lihat dia! Kelihatan hebat!
Hey, anak ku juga hebat.
Dia sedang belajar music di Taipei.
Cepat! Ayo kembali.
Latihan!
Jangan mempermalukan perguruan lagi!
Kau berdiri atau jongkok?
Maria, aku meminta mu berputar dalam tarian
dan kau jatuh setelah beberapa detik
Lihat diri mu!
Baiklah, itu sangat memalukan.
Kau tidak lebih baik!
Ibu!
Tai! Tai! Tai!
Kenapa kau kembali?
Aku...aku tidak ingin sekolah.
Ah'? Kenapa kau tidak ingin sekolah?
Aku bertaruh dia tidak mengijinkan ku sekolah!
Kau diusir, bukan'?
Tidak. Aku sendiri yang menyerah.
Aku ingin pergi ke Amerika
Kau tidak belajar dengan baik di Taiwan
dan sekarang kau ingin sekolah ke luar negeri?
Aku tak punya uang untuk dihambur-hamburkan.
Aku tidak meminta uang padamu.
Aku akan memikirkan sesuatu.
Yeah, benar, selama kau bisa "berpikir"
uang akan jatuh dari langit.
Jika kau tidak ingin sekolah,
Baiklah. Kau bisa tinggal dan membantu ayah mu.
Tidak!
Dia hanya pembawa masalah.
Membantu? Aku tak berani mengharapkan itu.
Pijat!
Dia sudah tak berguna sejak kecil.
Aku mengambil koin saat “zhuazhou...
tapi bukan berarti aku tak berguna!
Kau bahkan ingin bertengkar saat ini?
Cheng.
Bilang yang lain naik ke atas.
dan siapkan kamar untuk Tai.
Oke.
Maria, turun.
Fatty, bantu aku.
benar, ikuti aku.
Kamu...jangan berkelahi dengan ayah mu.
Dia bahkan tak memanggil ku ayah.
Apakah dia benar anak ku?
Ya, benar, Aku mengandungnya dari kekasih ku!
Dengar dia!
Apa yang kau lihat'? Sudah dibereskan?
Belum!
Jadi apa yang kau lakukan?
Apakah kau perempuan? Begitu banyak barang yang dibereskan?
Cepatlah!
Ibu.
Taruh di sana. Aku akan mengaturnya sendiri.
Dengar! Kau telah pergi begitu lama.
Kau tidak mengerti yang terjadi dalam keluarga.
Sekarang semua orang tinggal dalam karavan.
Semuanya sama.
Tidak ada yang lebih nyaman dari yang lain.
Apa sebenarnya yang membuat mu kembali?
Aku hanya tidak ingin sekolah.
Aku ingin pergi ke Amerika.
Ibu, aku juga benar-benar merindukan mu!
Aku sedang berkata jujur!
Baiklah, itu bagus.
Kau tinggal di rumah dan berusaha berdamai dengan ayah mu.
Jangan bertengkar dengannya setiap saat seperti dulu
Kami tidak akan pernah bisa berdamai.
Aku benar-benar tidak mengerti apa yang kalian berdua pikirkan.
Dia yang tidak mengerti apa yang ku pikirkan..
Tapi kau tahu apa yang dia pikirkan?
Siapa kau?
Aku Minmin.
Begitu agresif! Kau ke sini menagih utang?
Benar. Aku dulu penagih utang.
Sekarang aku bahkan ingin menjadi seorang tukang pukul.
Kau,keluar.
Keluar!
Apa yang kau lakukan?
Kelakuan macam apa itu?
Kau bahkan tak memanggilnya ayah.
Kau menyebut diri mu manusia?
Bukan urusan mu.
Tapi aku tak bisa membiarkannya. Aku tak bisa.
Pergi jika kau tak bisa. Keluar sekarang.
Kau keluar!
Kenapa aku harus menurut pada mu?
Kau bukan ibu ku.
Keluar, kau sialan.
Beraninya kau mendorong dia!
Letakan sapunya. Pukulan kita cukup.
Beri dia pelajaran.
Jangan kabur!
Biarkan aku masuk duluan. Aku duluan.
Kau gila?
Cepat! Jangan kabur!
Gueiquan, jalan itu!
Ayo!
Kau akan membunuhnya.
Berhenti mengejar ku!
Ayolah!jangan kabur!
Terus berlari, eh?
Pukul dia!
Sialan, beraninya dia melompati dupa!
Dia akan mati jika paman melihatnya.
Idiot! Kita semua akan mati jika paman melihat kita.
Ayo. Ayo!
Sini...
Kau pikir kau dewa?
Beraninya kau melompati dupa?
Kau tidak peduli jika pantat mu berakar di neraka, bukan?
Berapa kali kukatakan pada kalian?
Kalian tidak pernah mempedulikannya, bukan?
Berlutut.
Berlutut, kalian dengar'?
Kau benar-benar menganggap diri mu dewa?
Berlutut!
Kenapa aku harus berlutut'?
Kau mau berkelahi?
Aku berkelahi karena mereka semua mencoba memukul ku.
Atau haruskah aku membiarkan mereka membunuh ku?
Itu sama saja berkelahi juga.
Berlutut!
Tidak!
Apa yang kau lakukan? Lepas kan aku!
Berlutut.
Kau melompati dupa.
Itu alasan yang cukup untuk membunuh mu,
Bagaimana aku tahu kalau aku tak boleh melompati dupa?
Kau tak tahu?
Begitu terlambat jika kau tidak tahu kau tidak boleh membunuh orang!
Bahkan seorang dewa harus dihukum jika dia melakukan kesalahan.
Berlutut!
Aku menyuruh mu berlutut, tapi kau malah berdiri terbalik.
Baik.
Aku akan duduk di sini dan melihat siapa yang lebih lama.
Missus, bawakan aku cemilan dan secangkir teh.
Perang dimulai!
Kami di sini untuk menunjukkan penghormatan kami pada..
Nuwa (dewi), Prince Nezha (dewa)
dan semua dewa juga dewi.
untuk makanan, pakaian dan keberuntungan kita.
No comments yet. Be the first to leave one.