Release info

一Dating in the kitchen一EP23 Indo
一Dating in the kitchen一EP24 END Indo
A Commentary by skysoultan
WeTV. Follow @skysoultan on Instagram.

Tags

other
Published on: 2020-10-13
Downloads: 22
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 197 lines.

Dapur Romantis

Episode 23

Shengnan.

Kau masih belum…

Teleponmu tidak dijawab, Wechat juga tidak balas.

Aku takut terjadi sesuatu, jadi melihatmu ke sini.

- Kau tidak menghindariku, kan? - Tidak.

Untuk apa aku menghindarimu?

Terus terang padaku

Apakah kakakku tidak izinkan kau berhubungan denganku?

Tidak.

Pasti bukan begitu.

Jangan berpikir sembarangan.

Hari juga sudah larut,

kau anak kecil sendirian di luar juga tidak aman.

Cepat pulanglah.

- Kau perhatian padaku? - Tidak.

Aku tidak perhatian padamu.

Aku hanya…

Sudah, cepatlah pulang.

Aku pergi dulu.

Aku ingat pernah kasih tahu kau,

aku tidak berharap permusuhan generasi sebelumnya

berlanjut ke generasi kita.

Tampaknya aku yang berangan-angan.

Setelah ayahku meninggal.

Ibuku...

selalu menangis di rumah setiap hari.

Aku hanya tidak ingin tinggal sendirian di rumah.

Aku hanya ingin mencari orang yang seumur,

mengobrol dan berbincang dengannya saja.

Aku tidak menyangka,

bisa menjadi masalah yang begitu besar bagimu.

Maaf.

Tenang.

Aku tak akan mengganggumu lagi.

Tunggu sebentar.

Menurutmu apakah kakakmu orang yang suka mengontrol?

Dia.

Melarang aku lakukan ini.

Melarang aku main itu.

Melarang aku bertemu itu.

Dia begitu tidak percaya padaku?

Minum pelan-pelan.

Kau tidak usah pedulikan aku.

Iya.

Tidak hanya itu saja.

Dia juga paranoid.

Dia mengawasi orang rumah

sampai seperti pencuri,

terutama kau.

Dia melarangku bermain denganmu.

Dia.

Dia merasa,

dia,

dia merasa kita berdua

bisa melakukan sesuatu.

Menurutmu, apa yang bisa kita lakukan?

Apa yang bisa kita lakukan?

Naif.

Iya.

Kita berdua bisa melakukan apa?

Ayo, aku temani kau minum lagi.

Tunggu sebentar.

Pelayan.

Tidak ada alkohol lagi.

Tunggu sebentar.

Terima kasih.

Sudahlah, jangan minum lagi.

Pelayan, tidak perlu.

Baik.

Dengar-dengar pihak sana adalah pria tua kaya.

Menghadapi klien seperti pria itu,

bukankah kau paling berbakat?

Xu Zhaodi yang dulu,

tidak akan mempertimbangkannya begitu banyak.

Sekarang kenapa?

Masuklah.

Kau kenapa?

Apakah ada yang tidak menyenangkan

di pekerjaannya?

Zhaodi.

Kau tidak perlu berkecil hati.

Coba kau pikirkan, kau...

kau cantik dan pintar.

Kau adalah elit yang terkenal di lingkungan humas Suhai.

Kau, kau lihat aku.

Walaupun aku tumbuh bersama Lu Jin,

sebenarnya aku juga hanya supirnya.

Jika kau begitu tidak bersemangat,

aku bagaimana bisa hidup?

Kau datang menghiburku atau membandingkan keterpurukan denganku?

Aku tahu kau sangat tidak ingin bertemu denganku.

Tapi sebelum datang, aku sudah memikirkannya.

Kalau kau tidak ingin bertemu aku,

aku akan jongkok di depan rumahmu setiap hari

sampai kau ingin bertemu denganku.

Tak disangka,

kau langsung menyetujui aku masuk?

Sebelumnya kau bilang menafkahi aku itu serius?

Sudahlah.

Aku serius.

Semua perkataanku sebelumnya,

setiap kata semuanya serius.

Izinkan aku jadi pacarmu.

Biarkan aku melindungimu.

Kalau kau tidak suka pekerjaan yang sekarang,

kalau begitu berhentilah,

aku nafkahi kau.

Izinkan aku jadi pacarmu.

Biarkan aku melindungimu.

Kalau kau tidak suka pekerjaan yang sekarang,

kalau begitu berhentilah,

aku nafkahi kau.

Meskipun sekarang tidak ada bunga segar,

tidak ada irisan sapi,

juga tidak ada penonton.

Bersedia kau menikah denganku?

Lu Jin bilang,

mungkin aku tidak akan punya masa depan, juga tidak punya kemampuan.

Tapi aku bersedia menjadi pria andal.

Aku mendampingi,

mempertahankan cinta.

Aku hari ini memberanikan diri datang memberitahumu ini.

Aku ingin kasih tahu kau,

aku, Meng Xinjie, bukan pria yang mudah dijatuhkan.

Kau, Xu Zhaodi, adalah sasaranku.

Jangan menangis lagi.

Kau menangis tidak seindah tertawa.

Aku masih ingin punya rumah sendiri.

Boleh, beli,

beli, harus beli.

Aku kasih tahu kau.

Begini,

aku masih ada sedikit tabungan.

Aku keluarkan semuanya,

kemudian pinjam sedikit lagi dari teman.

Kita bayar dulu uang muka,

kemudian sisa kreditnya

aku akan bekerja keras, kita bayar perlahan-lahan.

Bagaimana?

Kita harus ada rumah milik sendiri.

Iya, kan?

Jangan menangis.

Kalau begitu, cincin ini.

Jual saja cincinnya.

Uang muka saja tidak cukup, untuk apa simpan cincin ini?

Ini, baik…

Jual, jual…

Jual…

Pokoknya aku sudah milikmu,

kau bilang apa pun iya. Kemarilah...

Jangan menangis lagi.

Anak baik, jangan menangis lagi.

Jangan menangis lagi.

Lakukanlah hal serius.

Lakukan hal serius apa?

Pergi ke dapur masak mie untukku, aku lapar.

Baik, ini gampang.

Mau telur rebus?

Mau.

Wanita yang kau cintai,

aku mengalah untukmu.

Aku mengalah untukmu.

Apa yang kau lakukan?

Ada masalah apa, tidak bisa bicarakan baik-baik?

Dia adikmu.

Aku suka Gu Shengnan.

Lu Zheng mencariku lagi, aku tidak akan peduli padanya.

One Pine Bridge

Tante.

Kenapa Anda di sini?

Ini rumahku.

Rumahmu?

Kenapa aku bisa berada di sini?

Mabuk sampai tidak karuan,

tengah malam

digendong seorang laki-laki dan diantar ke sini.

Laki-laki?

Maksud Anda Lu Zheng?

Menurut kau?

Ini harus tanya kau.

Lalu,

Lu Jin di mana?

Aku ingin tanya kau.

Satu sisi pacaran dengan Lu Jin,

satu sisi tidak jelas

dengan Lu Zheng.

Nona Gu.

Aku sungguh meremehkanmu.

Bukan, Tante. Kau salah paham.

- Aku dan Lu… - Tidak usah jelaskan padaku.

Jelaskanlah pada Lu Jin.

Bisa bicara dengan jelas paling bagus.

Kalau tidak,

ambil cek ini dan pergi.

Cek tunai

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left