The first 200 lines.
Apa kabar? /- Baik, terima kasih.
Apa kabar? /- Hari ini hanya kita berempat.
Setelah bersama kalian beberapa pekan, aku merasa lebih akrab.
Bagiku kalian sudah seperti keluarga.
Aku setuju. /- Kini kita seperti keluarga.
Kenapa dua kursi ini kosong?
Aku juga ingin tahu. /- Pasti untuk anggota baru.
Kita menantikan anggota baru? /- Ya, benar.
Aku tidak sabar bertemu dengan anggota baru.
Mari kita lihat siapa mereka.
Silakan keluar. /- Selamat datang.
Siapakah mereka? /- Seorang wanita.
"Ji Yeon"
"Oh Chang Suk"
Mereka pasangan menawan.
Mereka sangat muda dan segar. /- Halo, Oh Chang Seok.
Lama tidak jumpa. /- Kami senang menyambut kalian.
Aku sudah lama tidak melihat gerakan tangan ini.
Apa ini normal? /- Ya, ini cara memberi salam.
Ini yang biasa dilakukan? Begitu rupanya.
Bagaimana caranya? /- Beri tahu kami.
Mana yang penyewa dan tuan rumah? /- Aku tuan rumah
dan Ji Yeon yang menyewa. /- Begitu rupanya.
Mereka berdua melangkah maju dengan cepat.
Dia sudah memanggilnya dengan nama depannya, Ji Yeon.
Boleh aku mencobanya?
Dara kami. /- Ya.
Gu Ra kami.
Kami juga akrab.
Mari! /- Kita sebaiknya segera berangkat.
Mari kita lihat ke mana jalan ini membawa kita.
Kamu sering bertamasya?
Kuusahakan jika ada kesempatan.
Menurut pengalamanmu, lokasi mana yang kamu rekomendasikan?
Banyak tempat wisata di Korea.
Ya, di Korea. Di mana tempat yang kamu rekomendasikan?
Sampai hari ini,
aku belum pernah
bertamasya dengan kekasih.
Dia bohong. /- Mustahil!
Aku ingin bertamasya bersama.
Dia punya tujuan lain. /- Apa lagi?
Kami teman lama,
tapi belum pernah bertamasya bersama.
Kamu suka bertamasya bersama orang lain atau sendirian?
Aku kurang berpengalaman dalam hal bertamasya.
Kamu sebaiknya lebih banyak bertamasya sebelum makin tua.
Kini aku ingin lebih sering bertamasya.
Aku merasa senang sesekali melakukan perjalanan darat.
Gu Ra pasti sedang bekerja.
Aku sedih Gu Ra tidak bisa ikut.
Aku harus bekerja pagi itu. /- Begitu rupanya.
Karena di luar sangat panas, mari dengarkan musik santai.
Ini sempurna.
"Ada lagu bagus..."
Ini bagus. /- Sempurna, bukan?
Aku suka. Siapa yang membuat rekaman ulangnya?
Apa mereka menjual jenis album seperti ini?
Kupikir bisa memutar lagu ini. /- Dia banyak persiapan.
Aku juga berpikir begitu.
Untuk membuat CD itu, /- Sudah kuduga.
dia meminta bantuan dan khusus mempersiapkannya untuk ini.
Ini bagus.
Lihat. Dia terlihat bangga. /- Lagunya bagus.
"Hyeon Gyeong gembira"
Aku tahu lagu ini. /- "Cahaya menyilaukan berakhir"
Mari menyanyi! /- Itu "Lying on the Sea"
oleh The Treble Clef.
"Lying by the Sea"
"Bisakah aku menjadi burung yang kesepian?"
Nadanya terlalu tinggi.
Tidak apa-apa. Ayo, Hyeon Gyeong!
"Lying by the Sea"
Nadanya terlalu tinggi bagiku.
"Hyeon Gyeong dan Sang Ryeol bergembira"
Sang Ryeol terlihat sangat gembira.
"Mereka berkendara sambil menyanyi dengan riang"
Aku membuat rekaman ulang lagu favorit saat kami masih muda.
Aku menyadari mobil Jin Young bergoyang karena menari,
tapi mobil Sang Ryeol tidak bergoyang.
"Kesulitan mengendalikan tenaga, mereka keasyikan menari"
"Mobil Jin Young terus bergoyang"
Tidak bergoyang sama sekali.
"Lagu selanjutnya, 'Beautiful Lady', diputar"
"Aku ingin melihatnya lagi dan lagi"
Lagu ini dibuat untuk Oh Hyeon Gyeong.
Aku?
Ini lagu temamu. /- Kamu benar.
"Semua orang menyukainya"
Sang Ryeol tipe orang yang mudah gelisah.
Benarkah? /- Menurutku seperti itu.
Sulit bagiku jika semua orang menyukaiku
karena hanya ada satu Oh Hyeon Gyeong.
Kamu pikir kamu akan kesulitan?
Tentu. /- Aku yakin begitu.
Kenapa mengatakan kalimat seperti itu untuk sebuah drama?
Aku juga terkejut. /- Astaga.
Bagaimana bisa aku menghadapinya?
Jika Gu Ra di sini, dia akan bilang kita keluar topik.
Dia akan bilang, "Kamu sungguh-sungguh..."
Biasanya orang tidak akan bilang begitu.
Biasanya orang tidak akan bilang begitu.
Apa maksudmu? /- Tidak apa-apa. Lupakan.
Kamu tidak perlu begitu. /- Mari kita lupakan.
Sepertinya aku ingin marah sekarang.
Aku tidak ingin kamu mendidih. Mari kita lupakan.
Kurasa kini aku terbiasa kamu bilang "mendidih".
Ini "Play That Funky Music".
Astaga. Mereka menjual mi soba dan ayam goreng pedas.
Kamu sudah sarapan? /- Belum.
Aku suka ayam goreng pedas. /- Ayam goreng pedas?
Aku bisa makan ayam setiap hari.
Tidak harus ayam goreng pedas.
Ingat saat aku membuat masakan ayam tempo hari?
Aku suka ayam dan bebek.
Sepertinya kamu suka daging unggas.
Kita harus makan mi soba dan ayam goreng pedas.
Kita tidak boleh melewatkannya. /- Tentu. Kita di Chuncheon.
Kita sudah sampai.
Sudah sampai? /- Ya.
Apa ini pondok peristirahatan? /- Ya.
"Itu pondok gaya Korea yang terletak di antara dua gunung"
Kita sudah sampai. /- Terima kasih.
Pasti perjalanan yang panjang bagimu.
"Mereka sudah sampai!"
Sang Ryeol sudah mencari informasi pondok peristirahatan yang bagus.
"Di sebelah pondoknya"
"Terdapat lembah"
Indahnya. /- Bagus.
Lihat itu. /- Lucunya.
"Selamat datang. Awas anjing"
"Sang Ryeol mengeluarkan tas satu per satu"
Apa itu?
Ini barang-barang yang nantinya akan kita butuhkan selama di sini.
Dia penuh persiapan. /- Benar.
Dia menyiapkannya sendiri? /- Ya.
Tidakkah kamu butuh bantuan untuk membawanya masuk?
Tinggalkan saja. Kamu masuk saja, Hyeon Gyeong.
Akan kuurus semua ini.
Kenapa dia menaruh tangannya di situ?
Dia diam-diam melakukan itu. /- Kenapa menaruh tangannya di situ?
Entah kenapa. /- Aku juga berpikir begitu.
Kenapa menaruh tangannya di situ?
"Pria itu memang sulit dipercaya"
Masuklah.
Anggap saja rumah sendiri.
"Ini luar biasa"
Bagus, bukan?
Jadi, dalamnya begini.
Ini rumah gaya Korea. Jika melihat kondisinya,
ini terletak di antara sebuah lembah dan gunung.
Anginnya sangat sejuk di sini.
Dia pernah ke sana sebelumnya? /- Kamu akan merasa sejuk di sini.
Dia pasti pernah ke sana. /- Sepertinya begitu.
Hyeong Gyeong, lihatlah kamar-kamarnya.
Apa itu? /- Itu kasur.
Saat berbaring kakinya terlihat.
Bukan begitu.
Jika diperhatikan, kamu bisa tidur nyenyak di sini.
"Sang Ryeol menjamin kamu bisa tidur nyenyak di kasur ini"
Aku serius. /- Aku cemas
kepalaku terbentur saat bangun. /- Tidak akan.
Setelah berbaring, kamu akan tertidur nyenyak.
Astaga. Aku yakin kepalaku akan terbentur.
Kurasa karena kamu tinggi.
Kepalaku akan terbentur.
Mari keliling. Jika kamu tidak suka di sini,
cari yang lebih kamu sukai. /- Dia gugup.
Ini hanya untuk memanfaatkan ruang.
Dia bertingkah tidak alami. /- Bisa tidur nyenyak di sini.
Aku setuju.
Di sini sejuk.
Ruangan ini bagus. /- Ada ruang lain di sini.
Aku mau ruangan dengan televisi.
Aku tidak bisa hidup tanpa televisi.
Kamu sepertinya tidak keberatan saat menginap di Songdo
tanpa televisi.
Bayangkan sulitnya hal itu bagiku
berpura-pura membaca buku.
Begitu rupanya. Kamu hanya berpura-pura membaca buku?
Aku tidak berpura-pura, tapi aku butuh televisi.
Aku yakin kamu bisa menikmati televisi di rumah.
Tidak perlu menonton televisi. /- Baik.
Aku punya pendapat, tapi aku juga mendengarkan orang lain.
Saat seperti ini, aku jadi ingin membicarakan cincin denganmu.
Astaga.
"Apa katanya?"
Itu hal yang tidak kumiliki. Punya segalanya selain cincin.
Jika aku seorang wanita,
aku akan memotong rambut untuk membeli cincin.
Astaga.
Kenapa dia melakukan itu? /- Maafkan aku.
Ini batas kita. /- Kita berteman.
Teman. /- Ya.
Kamu mau melihat-lihat? /- Ya.
Ini tempat utamanya. /- Di mana?
Di sana, Hyeong Gyeong.
Lokasi ini gersang sampai beberapa waktu lalu
hingga tidak bisa melihat aliran air.
Kamu beruntung hari ini.
No comments yet. Be the first to leave one.