The first 200 lines.
Kemiskinan, kekurangan dan kelaparan...
...adalah lingkungannya, yang menurutnya butuh kekuatan untuk hidup.
Sekarang, apa kekuatan itu? Uang? Dia tak punya.
Rasa Hormat? Tak kan ada yang mau memberikan padanya.
Lalu apa yang akan dilakukannya?
Hanya menoleh ke dalam hidupnya, masa kecilnya.
Tak punya orang tua. Dia harus mencari kasih sayang ke orang lain.
Lihatlah suasana kehidupannya.
Bahkan, Anda harus setuju bahwa itu suasana...
...yang menjadikan atau merubah manusia.
Jika dia tak baik, dia juga tak jahat!
Dia sangat membutuhkan kesempatan.
Dia berkelahi dengan keadaan.
Hanya sebuah kesempatan. Dan jika bukan kita yang memberi, siapa lagi?
Pengadilan ini sudah memberinya 3 kesempatan. 3 atau 4?
Empat, Pak!
Pertanyaannya bukan berapa kali.
Pertanyaannya adalah, apa kita percaya padanya atau tidak.
Aku percaya padanya.
Aku tahu pengadilan telah membebaskannya, dan tiap dia kembali lagi...
...aku merasa sedih. Tapi aku belum kehilangan kepercayaannya.
Karena, aku tahu ada sesuatu yang jauh di dalam dirinya.
Pada dirinya...
Maksudku, dia memiliki rasa hormat terhadap dirinya.
Dia tahu, arti harga diri bagi pria. - Baiklah.
Aku tak habis pikir, orang yang kau perjuangkan bahkan tak mendengarkan.
Aku hargai kepercayaanmu padanya, tapi jika aku lihat pahlawan ini disini lagi...
...aku akan mengirimnya ke penjara! Denda 250 rupee.
Kasus selanjutnya.
Aku sudah bilang jangan, pakai ikat pinggang itu ke pengadilan.
Tapi, dengar apa kata hakim? Kau harus lapor padaku tiap minggu.
Baiklah. Jangan khawatir!
Hakim-hakim ini hanya duduk dan merintah!
250 rupee! Untuk apa?
Kau memukul polisi, dan kau tidak akan didenda?
Hai ibu, kau...aku bilang, aku duduk dengan tenang.
Polisi yang memukulku tanpa alasan. Lalu aku juga membalasnya.
Aku tak bohong.
Berapa biaya yang harus ku bayar?
Kau tahu, aku tak mengambil bayaran darimu.
Ya, aku mengerti.
Tapi kau akan merasa tak enak jika aku menolak terus?
Benar, kan?
Lakukan satu hal.
Bayar aku 250 rupee sebagai jaminanmu dan 150 sebagai upahku.
Total 400 rupee.
Aku ambil uang ini, jadi harga dirimu tak jatuh.
Baiklah!
Shidarth!
Jika kau punya niat... Kau bisa menjadi orang baik.
Akan kulakukan.
Hai Sidhu, apa ini yang dimaksud "Harga diri"?
Gundulmu!
"Harga Diri" artinya ditipu 400 rupee.
Ayo. - Ayo.
Milord! Sidhu adalah pria baik.
Kondisinya yang telah membuatnya melakukan hal-hal yang buruk.
Dia harus mencari cinta dan kasih sayang ke orang lain.
Berapa?
Ambil ini.
Sayangnya, kau harus membayarnya 400.
Bagaimana aku tahu, kalau dia akan menerimanya?
Tapi, nona mu itu sangat cantik.
Apa dia hanya minta bayaran atau minta yang lainnya juga?
Apa? Apa yang kau katakan tentangnya?
Aku tak ingin ada yang merendahkan wanita itu, paham?
Tolol.
Hai Shiddu, kenapa kakakmu tak tinggal bersamamu?
Apa urusanmu? Kenapa ayahmu tak tinggal bersama ibumu?
Serasa seperti minum bir. - Ya, seperti ketakutan.
Tentu. - Dan uangnya?
Mumbai punya banyak "Bank Keliling!"
Kita akan "mencabut" salah satu! - Ayo...
Apa kau mencurinya
"Kau lakukan ini... - Apa masalahmu..."
"Apa masalahmu..."
"Darimana uang ini berasal, bukan urusanmu..."
"Kenapa khawatir, biarkan kami menikmati malam ini..."
"Jangan pikir macam-macam, tugasmu cuma menghitung..."
"Dengar, jangan hitung pohonnya, makanlah buahnya saja..."
"Jika pria menyukai wanita, biarkan dia suka..."
"Biarkan dia suka."
"Jika pria siap mati demi wanita, biarkan dia mati..."
"Biarkan dia mati."
"Jika pria mencintai wanita, biarkan dia suka, apa urusanmu..."
"Jika pria siap mati demi wanita, biarkan dia mati...
...apa urusanmu"
"Itu keputusan yang memiliki hati, apa urusanmu..."
"Itu urusan pribadi mereka, apa urusanmu...
...apa urusanmu?"
"Apakah ada pencurian..."
"Atau harta karun telah hancur, - Apa urusanmu..."
"Apa barang di rumahmu, yang dicuri...
...apa urusanmu"
"Mereka orang-orang kaya, apa urusanmu..."
"Penipuan terus terjadi, apa urusanmu..."
"Pengantin wanita berpikir kami teman-teman mempelai pria..."
"Pengantin pria mengira kami kakak ipar dengan hati lapang..."
"Makan malam yang hebat dengan bir..."
"Pernikahan kota, adalah Diwali kami..."
"Apa yang baik, apa yang buruk, apa yang membuatmu berpikir tentang hal itu..."
"Jika pria mencintai wanita, biarkan dia suka, apa urusanmu..."
"Jika pria siap mati demi wanita, biarkan dia mati...
...apa urusanmu"
"Itu keputusan yang memiliki hati, apa urusanmu..."
"Itu masalah pribadi mereka, apa urusanmu..."
"Apa urusanmu?"
"Ini untuk orang-orang seperti kita bahwa orang kaya membayar uang..."
"Orang kaya membayar uang dan kita makan..."
"Dari rumah mereka, uang kami berasal..."
"Setiap kali seseorang ingin dia membawanya..."
"Kepala adalah milik kita dan ekor adalah milik kita juga...
...ada kemenangan untuk kita dalam hal apapun"
"Apakan ada pencurian, atau harta karun yang hilang...
...apa urusanmu"
"Apa barang di rumahmu, yang dicuri...
...apa urusanmu"
"Mereka orang-orang kaya, apa urusanmu..."
"Penipuan terus terjadi, apa urusanmu..."
Sidhu! Sidhu! Hai Sidhu!
Kakakmu memanggilmu.
7,800
Kau selesai. Sekarang kau... - Bagaimana dengan Nilesh?
Ya, saya. - Apa ini?
8,500. - Ini salah. Periksa lagi.
8,300
Pukulannya bagus. - Pukul? Dia menghancurkan mereka!
Pertandingan terakhir dia mencabik-cabik lawannya.
Siapa berikutnya yang bermain? - Matunga.
Pasang 50,000.
Dan kirim surat ke pemukul ini yang kali ini...
4 atau 5? - 4.
Yang dia akan keluar pada 4!
Dan kirimi dia 10 besar! - Anak itu tak akan setuju.
Dia seorang yang berprinsip. - Hanya menyuratinya, kan?
Catat 8400.
Siddhu disini. Apa boleh masuk?
Dasar tolol! Dia anggota. Tentu saja, biarkan masuk.
Masuklah.
Oh Tyson! Kemarilah.
Apa kabar?
Ayo kita bertarung. Ayo, pukul aku.
Kau!
Munna.
Pukulan keras? Aku tak bisa seperti itu, bahkan saat jadi juara.
Dia hanya becanda. - Tentu. Tapi kadang digunakan.
Apa kau memanggilku? - Ya, kemarilah.
Ikut denganku.
Sekarang duduk.
Apa suratnya sudah siap? Berikan padaku.
Kau harus melakukan pekerjaan untukku.
Ada pemain kriket di Mumbai Gym. Namanya Salgaonkar.
Berikan ini dan katakan padanya, dia harus melakukan yang ada di surat ini.
Pertama, baiklah padanya. jika dia tak mau, kasari dia.
Tapi tak sesulit saat kau meninjuku, oke?
Ini. - Apa isinya?
Kenapa kau begitu peduli?
Aku harus berikan ini padanya. - Lalu apa?
Aku harus tahu isinya.
Isinya undangan pernikahan kakakmu...
...dengan ibunya Salgaonkar.
Apa kau mau melakukannya?
Haruskah kulakukan?
Lakukan saja, kenapa banyak tanya. Apa kau pengacara?
Ronnie, ada beberapa masalah dengan akun Nandu.
Ronnie, percayalah! Aku tak melakukan apapun.
Percayalah. Ronnie, maafkan aku.
Aku hitung 42,000. Dia menguranginya jadi 33,000.
Aku tak melakukannya. Maafkan aku, tolong.
Brengsek! Kau curi uangku?
Beraninya kau! Beraninya kau melakukannya!
Kau membohongi semua orang yang membayarmu?
Dia minta uang padaku, apa aku pernah menolak?
Apa aku pernah menolak? Aku beri apapun yang kau minta.
Aku mengurusnya seperti anakku sendiri.
Tapi dia malah mencuri! Lempar kutu ini keluar!
Jika aku melihatmu disekitar sini lagi, aku akan mematahkan kakimu!
Lebih baik periksa lagi.
Sangat bagus Jai, kau pintar. Jaga jumlahnya.
Akan kuberi lebih jika kau suka.
Cukup bagus! Sidhu... Kakakmu sangat pintar.
Otaknya dan hatiku akan menaklukkan Mumbai suatu saat!
Beri dia pekerjaan yang bagus. Dia hanya jadi petinju sepanjang hari.
Tinju sangat bagus.
Tinju hobiku juga. Suatu saat akan berguna.
Jaga ini dan pergilah.
Hai Munna...
Ini. Ambil ini.
Boleh aku pakai motornya?
Ini. Pergilah.
Pukulan bagus, Salgaonkar.
Sampai jumpa, besok. - Pasti. Sampai besok.
Hei Salgaonkar, apa kabar?
Siapa itu? - Kesinilah.
Ini. - Apa itu?
Surat cinta.
Dari siapa? - Semuanya ada didalam. Bacalah!
Omong kosong apa ini! Aku tak mau melakukannya.
Pergilah.
Apa kau punya 7.50? - Apa?
No comments yet. Be the first to leave one.