The first 200 lines.
"Life Bar ke-98 dibuka"
Hari ini, kita akan kedatangan tiga komedian wanita
yang menjalani hari-hari bahagia.
Mereka sangat manis. - Ya.
Aku akan sendirian dan kesepian hari ini.
Hanya aku yang lajang di sini.
Kamu lajang secara hukum.
"Kamu lajang secara hukum"
Aku juga lajang secara hukum. - Benar.
Sungguh. - Benar.
Maksudnya secara resmi.
Saat pernikahan kalian diumumkan,
mereka jadi kata yang paling dicari.
Cukup banyak dari mereka yang menikah belakangan ini.
Terutama tahun ini.
Mereka bertiga yang hadir di acara hari ini
mendapat banyak perhatian terutama dari wanita
mengenai pernikahan mereka. - Kurasa hari ini akan seru.
Astaga, Hyun Hee.
Kupikir kalian sudah membahas sebelumnya.
Tidak.
Aku merasa tertinggal.
Kita sudah sampai.
Tolong gunakan navigasimu.
Silakan masuk ke dalam. - Ini tidak mudah.
Indah sekali di sini. - Astaga.
Selamat datang.
Ini dia junior-juniorku.
Bukakan pintunya. Masuklah.
Halo, Min. - Halo.
Masuklah. - Halo.
Di sini cantik. - Benar, bukan?
Aku tahu. - Halo.
'Hong Hyun Hee, Heo Min, Lee Su Ji"
"Hee Chul mengakui Hyun Hee penuh daya tarik"
Saat aku berfoto seperti ini, mereka tidak memublikasikannya.
"Dia tetap membuat lelucon"
"Dia bahkan punya pesona mematikan"
"Mereka tidak bisa lepas dari pesonanya yang tanpa batas"
"Bahkan Yoo In Na ingin tahu"
"Kiat rahasia Su Ji untuk menarik pria"
Benarkah?
"Keluarga Min tidak biasa"
"Apa yang terjadi dengan Min dan ayah mertuanya?"
"Kisah tiga wanita tidak biasa ini dimulai sekarang"
"Life Bar"
Kalian bertiga seperti - Astaga, sungguh.
datang bersama hari ini.
Kalian bertiga datang bersama. - Selamat Natal.
Bagaimana semua bisa pakai merah? - Apa kamu wali mereka?
Itulah maksudku.
Min membawa undangan pernikahannya.
Sama-sama. - Astaga.
Su Ji juga membawa undangannya.
Kupikir harus memberikannya. - Ini seperti tagihan bagiku.
Aku hanya ingin mengabarkan.
Aku sudah menikah.
Ini untukmu, Hye Jin.
Su Ji, fotomu terlihat...
Kita bisa bicarakan itu nanti.
Kita bisa bicara nanti. - Ceritakan secara mendetail.
Ceritakan foto ini dengan detail.
Ini kali pertamaku menerima dua undangan pernikahan
dari orang. - Di hari yang sama maksudmu.
Kamu pasti merasa sangat terhormat.
"Kamu pasti merasa sangat terhormat"
Aku merasa tertekan.
Seperti yang kami katakan, Hyun Hee
sudah menikah. - Ya, bulan Oktober.
Dia sudah bersuami. - Dan mereka akan segera...
Aku akan menikah bulan Desember.
Bulan Desember. - Ya.
Min sudah menikah dengan suaminya sekarang.
Aku menjadi seorang ibu dahulu sebelum menjadi pengantin.
Benar. - Bayinya menggemaskan.
Astaga.
Jadi... - Anakmu sekitar setahun.
Ya, dia akan berusia setahun bulan depan.
Ulang tahun pertamanya sepekan setelah upacara pernikahan.
Mereka mampu, bukan? - Ya.
Suami mereka pasti mampu
karena menikahi wanita-wanita ini.
Itu bagus sekali.
Dia mengatakannya dengan baik. - Sungguh.
Dia membuatku senang.
Dia mengatakannya dengan sangat baik.
Kalian bertiga punya suami yang lebih muda.
Luar biasa. - Apa itu benar?
Tentu. - Suamiku agak terkenal.
Dia memintaku menyampaikan salam pada Hye Jin.
Dahulu dia suka datang ke rumahku.
Dia membantu Hye Jin mendekorasi rumahnya.
"Dahulu dia suka ke rumahku." Kamu tinggal sendiri.
Dia perancang interior swakriya. - Dia muncul dalam sebuah siaran.
Dia menulis buku tentang mendekor studio
dan jadi terkenal. - Benar. Dia terkenal.
Bagaimana denganmu, Min?
Suamiku pemain bisbol.
Dia anggota Samsung Lions. - Ya, Samsung Lions.
Dia atlet.
Benar. - Dia juga lebih muda darimu.
Jadi... - Ya, dia lebih muda dariku.
Mempertimbangkan keadaan, wajar jika dia punya bayi dahulu.
Kamu bersemangat.
Kurasa begitu.
Kejadiannya seperti itu. - Saat itu sedang musim bisbol.
"Mata Hae Sung fokus pada Hyun Hee"
"Dia menghampirinya"
Sebaiknya kamu geser ke kiri sedikit.
Astaga. Terima kasih.
Aku tidak pernah melihat
ada yang merespons seperti ini.
Hyun Hee seperti dalam sketsa "Smile People".
Judulnya "The Red". - Dia harus memegang kipas.
Dahulu dia memegang kipas. - Aku heran karena dia terus
menatapku sejak aku datang.
Dia bukan melakukannya karena tertarik padamu.
Lalu tiba-tiba dia menghampiriku, jadi aku bertanya-tanya.
Astaga. Jantungku sempat berdebar.
Apa kamu selalu sopan seperti itu saat menanggapi seseorang?
Orang bilang aku anggun. - Anggun.
Aku benar-benar elegan. - Begitu.
Dia memainkan perannya di sketsa "Smile People".
Maaf.
Aku kaget. - Kamu anggun, tapi hidungmu...
Aku elegan, tapi sering mendengus.
Dia belum berubah. - Benar.
Kamu selalu seperti itu. - Bagaimana denganmu, Su Ji?
Tunanganku tidak terkenal.
Dia hanya seorang pegawai yang tiga tahun lebih muda dariku.
Tiga tahun lebih muda. - Apa kalian bertemu di kencan buta?
Bagaimana kalian bertemu? - Itu bukan kencan buta.
Kamu merayunya.
Tidak. Awalnya dia penggemarku.
Siapa yang penggemar? - Dia penggemar Su Ji.
Dia penggemar Su Ji. - Sejak kapan?
"Apa ada masalah dengan itu?"
Dia selebritas dan tunangannya pegawai.
Akan aneh jika Su Ji menggemari seorang pegawai.
Akan aneh jika aku menggemari seorang pegawai.
Agak aneh jika kamu menggemari seorang pegawai.
Seperti menguntit. - Dahulu,
saat aku tampil di Daehangno sebagai calon komedian,
katanya dia datang untuk melihat penampilanku.
Dia sudah lama jadi penggemar. - Jadi,
kami terus saling mengenal sejak itu.
Dia juga bekerja di agen bidang ini.
Dia bertanya apa dia bisa menemuiku
karena dia ada pertemuan di KBS. - luar biasa.
Kemudian aku baru tahu sebenarnya dia tidak ada pertemuan.
Dia mengarangnya
untuk datang dan menemuiku. - Astaga.
Itu romantis.
Min, bagaimana kamu bisa dekat dengan suamimu?
Sebelum mulai mengencaninya,
aku pergi menonton pertandingannya karena dia pemain bisbol.
Para pemain sedang menunggu di bus
dan aku menghampiri bus.
Ada banyak orang di depan bus untuk melihat para pemain.
Dia turun dari bus, melihatku,
mendekatiku, dan mendampingiku
sambil menunjukkan jalan. - Dia melindungimu.
Pada saat itu, dia terlihat keren.
Aku merasa orang lain bertanya-tanya siapa aku.
Mereka melihatku dan mempertanyakan hubungan kami.
Harusnya kamu katakan pada mereka, "Aku Heo Min".
Seperti yang dilakukan dahulu... - Tadinya aku mau melakukan itu.
Kalau kamu bilang "Aku Heo Min"... - Kamu memang seperti komedian.
Mereka ingin tahu siapa aku. Aku hanya menyentuh rambutku
dan meninggalkan tempat itu.
Hyun Hee, kamu belum lama menikah,
tapi kamu bersikap seperti sudah lama menikah.
Kamu iri mereka berkata, "Astaga. Benarkah"?
Kami berbeda. Sebenarnya
saat kami saling menggoda, di suatu sore,
kami pergi untuk minum sampanye.
Bersamamu suamimu. - Dia tidak minum banyak.
Di ruang tunggu hotel yang sering dia datangi...
Di sore hari? - Ya.
Itu bukan hotel, tapi ruang tunggu hotel.
Lanjutkan. - Kupikir dia terlalu terus terang.
Benar. - Telingamu memerah.
Dia membayangkan sesuatu. - Aku tidak lihat telinganya.
Jadi, kami mulai minum, dan saat mulai minum,
aku langsung menghabiskannya.
Aku benar-benar mabuk dan tidak ingat apa-apa.
Aku melihat tagihan kartu kreditku di ponselku.
Kamu tahu habis berapa. - Kamu melihatnya saat membayar.
Saat kulihat jumlahnya,
aku berpikir, "Astaga, aku pasti tidur di hotel".
Totalnya hampir 400 dolar. - Itu mungkin.
Lalu aku menemukan diriku terbaring di rumahku.
Ternyata dia memanggil layanan sopir
dan membawaku pulang.
Jadi, sepertinya aku bisa memercayai orang sepertinya.
"Su Ji tertawa"
Maksudku, - Karena dia tidak tidur di hotel
itu bisa saja terjadi. - dan membawamu pulang.
Jadi, kupikir dia bisa diandalkan. - Su Ji.
Su Ji, kenapa kamu tertawa kencang?
No comments yet. Be the first to leave one.