The first 200 lines.
24 Desember 2004
Demi orang itu, aku rela mengorbankan diri.
Demi orang itu, aku rela berbohong.
Demi orang itu, aku rela melakukan apapun.
Demi orang itu,
Aku bahkan bisa berubah menjadi seorang pembunuh.
Saat itu, aku hanya berpikir tentang orang-orang yang kucintai.
Aku berpikir dengan cara yang sedikit menyakitkan.
Aku tidak menyesal.
Aku akan melakukan apapun.
Semuanya telah terjadi.
Aku harus menerimanya.
Dalam ruangan sebuah kondominium, lantai 48 Sky Rose Garden,
seorang pria dan wanita bernama Noguchi Takahiro-san dan istrinya Naoko-san,
ditemukan tak sadarkan diri dan dibawa ke rumah sakit, tapi..
kematian mereka dikonfirmasi sesaat setelah itu.
Sewaktu ditanyai oleh MPD, Tersangka Nishizaki,
menyatakan bahwa ia telah melihat Naoko-san sejak 6 bulan yang lalu.
Ketika dia melihat Noguchi-san menusuk Naoko-san,
dia marah dan memukuli Noguchi-san.
10 tahun yang lalu Bagaimana kamu bisa membuatnya terdengar seperti itu?
Ini belum berakhir, kan?
Kebanyakan orang mungkin mengatakan mereka tidak ingat kasus lama seperti itu,
bahwa mereka sudah lupa tentang hal itu, tapi..
aku tidak akan lupa satu haripun.
Ya. Terima kasih.
Tidak ada cara untukku menyerah.
Di tempat kejadian, selain tersangka Nishizaki Masato, ada tiga orang lainnya,
Sugishita Nozomi, Naruse Shinji,
Ando Nozomi juga ditempat.
Setelah pembunuhan terjadi, Nishizaki Masato..
pengacaranya mengatakan,
"Semuanya untuk N."
"Alasan kami melakukannya hanya itu."
Mereka berbuat dosa pada saat itu.
Keempat yang mengatakan mereka ada di sana kebetulan..
memiliki hubungan lama.
Pada musim panas 15 tahun sebelum kejadian,
di sebuah pulau yang tenang di Laut Pedalaman Seto,
kecil, tapi cukup untuk menyebabkan kegemparan di antara pulau besar, tempat peristiwa terjadi.
Dari sana semuanya dimulai.
15 tahun yang lalu
Tahun 1999
Stasiun Polisi Aokagejima
-Aku berangkat. -Hati-hati.
Ini pasti panas, Chuzai-san. Bagaimana yang dingin?
Aku mau, tapi aku harus bekerja sekarang, maaf ya.
Cepat, Nozomi. Ayah sudah menunggu kita.
Jangan hanya melihatku, bantu aku. Ini.
Tidak ada yang memintamu untuk festival lagi tahun ini?
Teman-teman memintaku.
Bukankah kamu tidak populer dengan anak laki-laki? Kamu harus mengurangi bakat itu.
Tidak apa-apa bagiku. Aku lebih senang dengan teman-teman.
Tentang festival musim panas ini, saat itulah ayah melamarku.
Ibu selalu mengingatnya.
Presiden, istri dan anakmu ada disini!
-Nee-chan, sini! -Ayah, makanannya!
Baik, ayo kita bungkus dan makan.
Terima kasih.
-Nozomi! -Acara tahunan ini dimulai lagi!
-Benarkah? -Ayo!
Minum dulu sebelum pergi! Biar nambah semangat. Festivalnya baru saja dimulai.
Shinji, jika kamu banyak waktu, bantu aku disini.
Baik.
-Naruse! -Ayo!
Kita mau kemana?! Apa yang kalian lakukan?
Kamu mau kemana?! Bantu disini!
Biarkan dia pergi. Itu acara tahunan mereka juga.
Aku juga melakukannya ketika aku seumuran dia.
Ini tempatnya.
Saori!
Lepaskan! lepaskan!
-Lihat, Naruse-kun. -Apakah ini sesuatu yang wajib dilakukan?!
Kamu mau melakukannya ketika dewasa nanti?
Ini adalah tradisi kita untuk melompat dan berteriak nama gadis yang dia suka.
Tradisi macam apa itu? Apakah layak untuk dilestarikan?!
Naruse-kun!
Semangat!
Ayo! Restoran Sazanami!
Ayo!
Ah, baiklah!
N no Tame Ni
1 tahun kemudian Apakah ayah kembali dari bisnisnya hari ini?
Ya. Nozomi, cepat pulang dan bantu kami menyiapkan makan malam.
Baik.
-Tiram goreng lagi? -Ayah sangat menyukainya dan selalu memakannya.
Indahnya jika kalian berdua sangat akrab.
- Aku berangkat. -Hati-hati.
Kamu bisa melihatnya sekarang. Ayo, lihat.
Lihat, yang putih itu rumahku.
Wow, menyilaukan.
Oh, selamat datang. Kamu duluan..
Ya. Dimana Nozomi dan Yosuke? Masih di sekolah?
Ya.
-Halo. -Hai.
Ibu?
Ada apa ini?
-Apa yang kamu bicarakan, ayah?! -Minggir.
-Hentikan mengangkut barang-barang ini! -Aku bilang minggir!
Yosuke?! Kamu baik-baik saja?
Kamu sudah pulang, Nozomi.
Ayah? Apa-apaan ini?
-Apa yang terjadi? -Bawa Yosuke dan ibumu bersamamu.
-...keluar dari rumah ini sekarang. -Apa?
Keluar dari rumah ini.
-Apa maksudmu?! -Kita dalam masalah, Nee-chan.
Ayah sudah gila.
Ayah?
Ini kamarmu?
Maaf. Aku sudah bilang ini kamarku hari ini.
Aku merasa sedih harus menendangmu keluar.
Apa-apaan ini..
Aku tidak tahu kamu siapa, tapi ini adalah rumah kami.
Berhenti bicara omong kosong dan silahkan keluar.
Kalian yang harus keluar.
Aku tinggal dengannya mulai hari ini.
Mulai hari ini, aku akan menghabiskan uangku..
memakan apa yang kuinginkan,
dan tinggal dirumah dengan orang yang kucintai.
Selama 17 tahun, aku telah menahannya.
Aku menikah dan membangun perusahaan itu dari bawah.
Aku bekerja seperti neraka demi keluarga ini.
Semua orang dikeluargaku mati muda. Tidak ada yang melewati 50 tahun.
Ayahku meninggal umur 48 tahun, kakekku 43 tahun.
Aku hanya punya 3 tahun sampai aku berumur 50 tahun.
Demi bekerja keras bertahun-tahun,
Aku pikir aku berhak hidup 3 tahun ini dengan semua yang kuinginkan.
Kenapa.. Apa kamu sakit?
Aku sehat. Aku bahkan sudah melewati pememeriksaan.
Lalu.. kenapa?
Setiap musim festival datang, aku selalu berfikir..
hidupku dihabiskan hanya menyiapkan dan membersihkan semuanya saat festival usai.
Aku tidak pernah mendapat bagian di acara utama.
Semua pekerjaan dan tanggung jawab, tidak ada kesenangan.
Bukan suatu kesenangan..
aku sakit dan lelah hidup seperti itu.
Sebuah sandwich tanpa apapun didalamnya.
Aku berpikir apa yang perlu dan tidak perlu dalam diriku, dan..
memutuskan untuk menyingkirkan semua hal yang tidak perlu.
Menyingkiran.. maksudmu kami?
Benar. Mulai hari ini, aku akan hidup seperti yang kuinginkan.
Kalian hidup seperti yang kalian inginkan juga.
Sugishita-san.
Kamu pindahan?
- Ya. - Keluar. Keluar kau dari rumah ini!
- Yosuke, suatu hari kamu akan mengerti perasaanku. -Tidak!
Ini rumah kami! Kenapa bukan kau saja yang keluar!
-Ayah, hentikan! -Lepaskan!
Ini bukan berarti aku tidak mencintai kalian.
Tapi aku hanya ingin hidup bahagia.
Itu salah! Bagaimana dengan kami!
Hentikan..
Hentikan!
Berisik, wanita jalang!
Sugishita-san, ada apa ribut-ribut?
-Ini bukan apa-apa. -Nozomi-chan.
Kamu berdarah.
Sugishita-san, ah... Bisa kita bicara?
Tidak ada yang perlu aku ceritakan kepadamu.
Istriku bahkan mengatakan, "Ini hidupmu, lakukan seperti yang kamu inginkan."
Ibu, kenapa kita harus pergi?
Nyonya, kamu akan pergi kemana?
Tidak apa-apa.
Suamiku telah menyediakan rumah untuk kami.
-Anda tidak perlu pergi. -Kami akan segera kembali.
Tidak apa-apa, kan?
Ayo, Yo-chan.
-Tunggu, nyonya. -Ayo.
-Nyonya. -Ayo.
Disini!
Ayah menyediakan rumah untuk kita.
Ini?
Benarkah kita akan tinggal disini?
Kita harus tinggal dsini.
Orang tua ibu membangun rumah ini, kan?
Ibu, apakah ibu benar-benar memberitahunya untuk hidup seperti yang dia inginkan?
Kenapa ibu mengatakannya..
Ayahmu memiliki alasan tersendiri.
Dia seorang pria yang sungguh-sungguh, adil. Ibu yakin dia memiliki alasan yang baik.
Dia berselingkuh dengan wanita itu.
Ibu tahu?
Ayah akan segera minta maaf.
Tunggu saja nanti.
Ini tidak bisa dibiarkan.
Ayo minta bantuan, seperti polisi.
Jangan melakukan apapun yang membuat ayahmu dalam masalah.
Saat dia telah kembali kepada kita,
ayo senyum dan maafkan dia, ya?
Aku dengar dia membawa simpanannya kedalam rumahnya.
Dia melemparkan furnitur dan barang-barangnya keluar dan berteriak pada mereka untuk keluar.
Pagi. Kamu tahu ada PR hari ini?
Hey, apa kamu sudah dengar?
-Sepertinya Sugishita diusir dari rumahnya. -Apa?
Bukankah dia dikhususkan untuk bekerja, ya?
Dia juga satu-satunya yang membangun Sugishita Construction ketika masih dibawah.
Aku selalu berpikir dia adalah orang yang sungguh-sungguh.
Dia mungkin terlalu bersungguh-sungguh. Sesuatu telah mengancamnya.
Aku hanya merasa kasihan pada istri dan anak-anaknya.
Shige, apa yang aku katakan pertama kali ketika kamu datang kepulau?
Jangan ikut campur dalam urusan orang lain. Itu adalah aturan dipulau ini.
No comments yet. Be the first to leave one.