Tokyo Vice

Tokyo Vice

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Tokyo Vice S01E08 Yoshino 1080p HMAX WEB-DL DD5 1 x264-NTb
A Commentary by Vilanelle
Resync for HMAX | Final episode

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
1080
Published on: 2022-04-28
Downloads: 189
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Berdasarkan memoir oleh Jake Adelstein

Buka aku.

Pergi ke Meicho untuk menyelidiki Yoshino.

Segera kembali. Kita akan menemukannya. Janji.

Shino, sarapan!

Selamat pagi!

- Selamat pagi! - Selamat pagi!

Matahari bersinar...

Burung-burung bernyanyi...

Anak-anakku tumbuh seperti rumput liar.

Ada yang sedang senang.

Kurasa begitu.

Tengu.

Itu Jake.

Mirip sekali dengannya.

Suatu hari, anak-anak akan pindah...

Ayah akan merindukan kami.

Ayah mungkin merindukan Natsumi.

Karena dia makan es krim dengan garpu.

- Ayah menggodaku! - Maaf.

Pekerjaanmu lancar?

Menangkap ikan besar?

Baru kena umpan. Masih harus menariknya.

Kalian berdua aneh.

Beraninya kau tak menghormati orang tua!

Hentikan!

Permisi.

Aku meminta akuntan membuat beberapa proposal...

Untuk mengejar pendapatan.

Jika menerapkan tindakan ini, kita akan melihat kenaikan laba...

Dari semua kekhawatiran kita dalam sebulan.

Ini tidak cukup.

Tidak cukup?

Maafkan aku, Bos, tapi aku tahu kondisi jalanan.

Tozawa masih mengimpor sabu-sabu dan menguasai wilayah kita.

Kau sudah keterlaluan.

Diamlah.

Lanjutkan.

Kita harus memperluas. Berinovasi.

Apa saranmu?

Kita harus meniru Tozawa?

- Bukan itu maksudku. - Menyerbu wilayah lain...

Dan mengambil risiko perang?

Siapa yang menyiapkan supku pagi ini?

Apa itu tak memuaskanmu?

Apa ini?

Bukankah sudah diajarkan cara memotong daun bawang?

Maafkan aku.

Dijelaskan, tapi hanya sekali.

Sekali saja cukup.

Namun, tak adil jika...

Jangan membantah!

Seorang pria menerima kesalahannya.

Kau ingin menjadi pria?

Maka jangan membuat alasan.

Kau yang merekrutnya.

Luruskan dia.

Lalu?

Rasa bersalah?

Apa yang sebenarnya kau miliki?

Selain aku yang berkeliaran ke ruangan kosong?

Alasan untuk menggali?

Mungkin tidak ada apa-apa di sana.

Jika begitu...

Kau tak perlu khawatir.

Benar, Miyamoto?

Jangan di sini.

Selamat pagi.

Hai, terima kasih sudah mengizinkanku tidur di sini.

Tentu saja. Aku tak membangunkanmu pagi ini.

Kupikir kau mungkin butuh istirahat.

Ini kopinya. Aku juga beli roti.

Ada kabar soal Pol?

Aku pergi ke Meicho , bicara dengan orang yang meliput Yoshino...

Dan semua kota kecil di daerah itu.

Mereka belum lihat atau dengar adanya orang luar, orang asing.

Jadi, kurasa kita harus mengajukan laporan orang hilang.

Ya.

Ya. Itu ide bagus.

Itu rencana yang sangat brilian.

Kau tahu? Kepolisian Jepang...

Sangat suka membuang waktu mereka seharian...

Untuk mencari gadis luar yang lari dari utangnya.

Mungkinkah Polina pulang begitu saja?

Tidak. Dia tidak pulang.

Kenapa? Kau yakin?

Aku sangat yakin. Jangan ajukan pertanyaan bodoh.

- Baiklah. - Maaf.

Maafkan aku.

- Tidak apa-apa. - Kau mau merokok?

Dengar.

Pol adalah sahabatku, tapi dia sangat terbuka.

Dia sangat memercayai orang. Dia terlalu memercayai orang.

Dia sangat ramah.

Suatu malam, aku berada di Onyx dan merasa sangat buruk...

Dia mendatangiku...

Akhirnya membawaku ke tempat favoritnya di Tokyo.

- Kuil itu? - Ya.

Kau lihat? Itulah maksudku.

Di mana kau mendengar tentang Yoshino?

Informasi tentang Yoshino.

Kelab penghibur tempat dia berutang.

Baiklah. Jadi, kita kembali ke sana.

Cari tahu apa lagi yang bisa kita dapatkan dari mereka.

Tidak. Sato membuat mereka mengaku.

Ternyata kelab itu sungguh terlibat...

Dengan musuh bebuyutan bos Sato.

- Tozawa? - Ya, dan Sato ketakutan.

Jadi, dia tidak akan kembali ke sana.

Tunggu. Baiklah. Ini bagus.

Jika Yoshino ada kaitannya dengan operasi Tozawa...

Aku kenal orang yang tahu lebih banyak soal operasi Tozawa.

Baiklah. Itu bagus. Mari bicara dengan dia.

Baiklah, satu-satunya masalahnya...

Jika kita akan membuat orang ini berbicara dengan kita...

Kita harus mendatanginya dengan sebuah persembahan.

Baiklah. Seperti apa?

Kau tahu di mana kita bisa mendapatkan sabu-sabu?

Ini akan sedikit sakit.

Sudah selesai.

Sekian untuk hari ini.

Jangan minum alkohol. Tidak setetes pun.

Aku sakit, bukan tuli.

Keluar.

Aku ingin menemuimu semalam...

Tapi kau sedang tidur.

Aku memutuskan untuk tidak membangunkanmu.

Kudengar kau bersama reporter dari luar itu.

- Di sebuah kelab malam. - Aku bisa jelaskan.

Kau sadar masalah yang dia timbulkan?

Mencari tahu soal bisnisku?

Apa kau bercinta dengannya?

Tentu saja tidak.

Aku tidak bersamanya.

Dia mengikutiku ke sana.

Aku berusaha menjauh darinya saat Hagino muncul.

Aku bersyukur telah diselamatkan.

Mungkin ini saatnya berurusan langsung dengan reporter ini.

Bagaimana menurutmu?

Tentu kau tahu yang terbaik.

Namun...

Jika orang luar yang menanyakanmu menghilang begitu saja...

Itu terlalu mencolok.

Bisa membuat masalah.

Sangat protektif.

Kau pasti sangat mencintaiku.

Ya. Sangat.

Buktikan.

Aku mencintaimu...

Tapi dengan semua stres yang kau alami, bukankah akan...

Lebih menyenangkan bagimu jika kita menunggu...

Bersihkan dirimu dan keluar.

Pertama, anak buah Tozawa mendatangiku dan memberi informasi.

Itu tentang pengiriman narkoba.

Informasinya bagus.

Aku mulai membangun reputasi di departemen.

Aku ingat. Itu mengesankan.

Saat informasinya datang semudah itu...

Kau akan terbiasa bekerja lebih sedikit.

Namun, informasi itu berkurang...

Dan akhirnya, telepon berhenti berdering.

Jadi, kau mendatangi mereka.

Aku mulai membisikkan informasi...

Kepada beberapa anak buahnya.

Peringatan di sana-sini untuk melindungi kepentingan Tozawa...

Dengan harapan mereka akan membalas budi.

Dan itulah yang mereka lakukan.

Saat informasi sedang langka...

Mereka memberiku uang tunai.

Tanda terima kasih, dari Bos yang berterima kasih.

Aku juga berbuat baik.

Aku tahu rekorku.

Namun, aku mengakui kesalahanku.

Jadi, aku mengaku kepada para petinggi...

Atau menyerahkan surat pengunduran diriku?

Apa yang harus kulakukan?

Kau keterlaluan, Miyamoto.

Kotor. Serakah.

Kau membuat pilihan buruk...

Tapi kau polisi yang baik.

Selain menjadi aib publik, bagaimana jika ada cara lain?

Kau mau melakukannya?

Kau akan pergi ke Tozawa, dan bilang begini.

Kau baru, Koji. Tak apa jika mengacau.

Selama kau belajar dari itu.

Namun, jika tak bisa dipercaya dengan hal sederhana seperti sup Bos...

Bagaimana kami bisa yakin kau bisa menagih uang?

Rasa malu yang kau rasakan itu? Gunakanlah.

Kume...

Itu alasan dia melompat?

Malu?

Yang dilakukan Kume...

Tak bisa ditebus dengan permintaan maaf atau penebusan dosa.

Namun, kau bisa menebus kesalahanmu.

Dengan membuktikan komitmenmu.

Pengorbanan.

Mengerti?

Ini sangat keren.

Hei, siapa kau?

Kita bertemu di hostel di Asakusa. Bukan begitu, Jake?

More Indonesian subtitles for Tokyo Vice

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left